Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 63


__ADS_3

Seminggu kemudian Cinta sudah kembali bekerja di kantor Sanjaya Corp karena minggu lalu tugas dinas luar kotanya sudah selesai.


Seperti biasanya pagi - pagi Cinta sudah pergi naik Bus sampai di halte yang paling dekat dengan gedung perkantoran Sanjaya Corp. Dari halte Cinta berjalan menuju kantor.


"Cin... Cintaaaa" panggil seseorang.


Cinta mencari suara tersebut ternyata itu adalah Baim.


"Eh Baim" ujar Cinta.


"Gimana kaki kamu?" tanya Baim.


"Seperti yang kamu lihat, aku sudah bisa berjalan seperti semula" jawab Cinta sambil menggoyang - goyangkan kakinya ke depan.


"Syukurlah.. gak enak gak ada kamu di sana. Mes jadi sepi" ungkap Baim.


"Maaf ya aku seperti berkhianat kepada tim. Gara - gara aku jatuh aku tidak bisa menyelesaikan tugas sampai akhir" ucap Cinta tanpa bersalah.


"Gak apa Cin, gak ada juga yang nyalahin kamu. Semua itu kan bukan kemauan kamu. Siapa coba yang mau jatuh dan kakinya terkilir" jawab Baim memberi semangat.


"Makasih ya Im" jawab Cinta.


Mereka berjalan berdua sampai ke lobby kantor. Saat mereka masuk bertepatan dengan mobil Melodi yang melintas. Mereka hendak turun ke parkiran mobil di basement.


Melody melihat Cinta dan Baim berjalan sambil berbincang - bincang akrab.


"Anak itu selalu saja mengganggu Cinta. Kamu bisa bereskan dia?" tanya Melodi kepada Wildan.


"Jadilah pimpinan yang profesional Od. Jangan campurkan urusan pribadi dengan urusan kantor. Bersaing dengan gentleman. Lihat Baim bisa mendekati Cinta dengan mudah, mereka bisa berbincang dan tertawa akrab seperti itu. Itu karena apa Od, karena Cinta merasanya nyaman di sampingnya. Kamu harus banyak belajar dari Baim. Merebut Cinta dengan cinta juga bukan dengan kekuasaan" nasehat Wildan.


Melodi akhirnya diam karena perkataan Wildan benar dan masuk ke dalam akal pikirnya. Baru kali ini dia bersikap seperti ini, biasanya Melodi bekerja tidak pernah memakai perasaan. Makanya para karyawan sering menjulukinya Bos yang tidak punya perasaan.


Karena Melodi selalu bersikap dingin pada siapapun sehingga tidak ada yang bisa menebak bagaimana isi hatinya. Kecuali dengan Wildan tentunya tidak begitu.


Cinta dan Baim masuk ke dalam lift dan mereka berhenti di bagian masing - masing yang berbeda lantai.


"Sampai ketemu nanti siang di kantin ya Cin" ucap Baim saat berpisah.


"Oke" sambut Cinta.


Sementara Wildan dan Melodi juga baru sampai di ruangan mereka melalui lift khusus petinggi perusahaan. Melodi langsung meletakkan tas kerjanya dengan kasar diatas meja kerjanya.


"Cepat kamu kumpulkan semua anggota tim. Aku ingin rapat dengan mereka pagi ini. Mereka harus memberikan laporan kerja mereka selama satu bulan di sana" perintah Melodi.


"Ini gak ada hubungannya dengan apa yang tadi kamu lihat di lobby kan Od?" tanya Wildan khawatir.

__ADS_1


"Kamu lupa sejak kapan aku bekerja menggunakan perasaan. Selama ini aku selalu bekerja secara profesional" jawab Melodi.


"Baik kalau itu mau kamu. Aku akan segera mengabari mereka" sambut Wildan.


Wildan langsung mengirim pesan kepada Baim untuk menyuruh mereka kumpul di ruangan rapat di lantai paling atas tepat di samping ruangan Melodi dan Wildan.


Baim segera mengirim pesan tersebut kepada semua anggota timnya.


Baim


Guys kita akan rapat jam sembilan pagi ini di ruangan meeting lantai paling atas dekat ruangan CEO. Tolong semua anggota tim siapkan tugas kalian masing-masing dan bawa semua laporan kerja kita.


Santi


Oke Im


Loli


Baik Bos


Cinta


Siap


"Makanya kemarin aku minta filenya sama kamu San. Aku takut hal ini terjadi. Ternyata benar apa yang aku takutkan terjadi juga. Untung kita sudah mempersiapkannya" sambut Cinta.


"Iya Cin, kita tinggal cetak" ujar Santi mulai mencetak data laporan keuangan mereka.


Jam setengah sembilan mereka sudah naik ke lantai paling atas. Tempat dimana tadi diumumkan untuk rapat laporan dinas luar kota mereka.


Semua anggota tim sudah berkumpul di ruangan rapat.


"Apakah tugas tiap - tiap bagian sudah siap?" tanya Baim sebagai ketua tim.


"Sudah" jawab yang lain serentak.


"Nanti tiap - tiap bagian maju ke depan ya untuk persentase. Jelaskan semua tentang tugas kalian" perintah Baim.


"Duh Cin kamu tadi malam ada baca - baca tugas kita tidak. Aku gak pede nih, rasanya aku gak siap untuk maju ke depan" ujar Santi.


"Ya sudah kalau begitu biar aku saja San. Tadi malam aku sudah mengecek ulang kerja kita kok dan aku sudah mempelajari nya" jawab Cinta.


"Syukur deh kalau kamu mau. Makasih ya Cin" balas Santi.


Tepat jam sembilan Melodi dan Wildan masuk ke dalam ruangan rapat. Mereka berdua langsung menempati tempat duduk yang ada di depan.

__ADS_1


"Selamat pagi, kalian sudah tau kan apa maksud saya mengumpulkan kalian semua pagi ini di sini?" tanya Melodi.


"Sudah Pak" jawab semua anggota Tim.


"Okey tanpa basa basi langsung saja Ibrahim persentase kan semua hasil pekerjaan kalian di sana. Selama satu bulan ini apa hasil dari pantauan kalian di sana" perintah Melodi.


"Baik Pak" jawab Ibrahim.


Ibrahim maju ke depan membawa bahan - bahan yang akan dia persentase kan. Dengan sangat cakap dan cerdas dia lancar menerangkan semua hasil pantauannya selama di proyek.


Anak ini memang pintar tapi dia bukan sainganku. Jauh sekali jika aku harus dibandingkan dengan dia. Tapi mengapa Cinta bisa dengan mudah dekat dan akrab dengannya? Aku harus memantau gerak gerik pria ini. Batin Melodi.


"Baik selanjutnya bagian lain" perintah Wildan.


Anggota tim lain juga maju bergantian untuk mempresentasikan tugas mereka. Hingga tibalah bagian keuangan. Cinta dengan sigap dan penuh percaya diri juga maju ke depan sebagai perwakilan dari bagian keuangan.


Cinta juga sangat jelas menerangkan semua tugasnya berdasarkan bagiannya di bagian keuangan. Dengan hitung - hitungan proyek maka kesimpulannya perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam pembangun proyek di Bandung.


"Kalau memang benar apa yang kamu jelaskan dan perhitungkan. Saya akan memberikan bonus kepada kalian semua saat proyek ini selesai" janji Melodi.


"Benar kah Pak?" tanya mereka tak percaya.


"Benar, saya puas dengan hasil kerja keras kalian. Tapi tugas kalian tidak selesai sampai di sini. Pantai terus proyek ini sampai selesai. Kerjakan tugas kalian masing - masing. Jika memang semuanya berjalan baik dan sukses baru kalian akan mendapatkan bonus" tegas Melodi.


"Yess.. terimakasih Pak" sambut yang lain dengan semangat.


Melodi memang terkenal dingin tapi untuk urusan kesejahteraan karyawan memang dia tidak pernah pelit. Belajar dari pengalaman masa lalu.


Melodi akan mengapresiasi semua hasil kerja para karyawannya agar tidak terjadi lagi kecurangan dalam perusahaan ini.


Menurutnya jika karyawan nyaman bekerja dengan fasilitas yang terbaik pasti mereka akan setia dan loyal pada perusahaan.


"Meeting kita cukup sampai siang ini. Sebagai ungkapan terimakasih saya atas kerja kalian saya akan ajak kalian makan siang diluar siang ini. Kita berkumpul di lobby tepat jam dua belas siang" perintah Melodi.


"Siap Pak" jawab anggota tim penuh semangat.


Mereka segera bubar dan kembali ke meja kerja masing-masing untuk meletakkan semua bahan - bahan rapat mereka dan bergegas turun ke bawah dan berkumpul di lobby.


"Kamu memang hebat Od, itu yang selalu aku banggakan dan salut bekerja di samping kamu" puji Wildan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2