
Malam harinya setelah makan malam bersama di rumah Cinta. Cinta dan yang lainnya sedang berkumpul di ruang keluarga rumah Cinta di kampung.
"Mas Surya, Mbak Amel dan Bibik ada hal penting yang ingin saya bicarakan" ucap Melodi.
Cinta menatap Melodi, dia tidak menyangka Melodi akan gerak cepat seperti ini.
"Mau cerita apa Pak Surya?" tanya Amel penasaran.
"Begini Mbak Amel, Mas Surya dan Bibik. Kedatangan saya ke sini mau meminta izin kepada kalian untuk menikahi Cinta" ungkap Melodi.
Amel terkejut dan dia langsung melirik kearah Cinta.
"Kamu kok gak cerita ke Kakak?" tanya Amel.
"Semuanya memang mendadak dan tiba - tiba. Ini bukan salah Cinta tapi salah saya yang bertindak seperti ini. Sebenarnya ini bukan buru - buru. Saya sudah lama ingin mengutarakan perasaan saya kepada Cinta hanya saja tanpa sengaja saya mengetahui bahwa Cinta mempunyai syarat untuk menikah. Tadi siang saya sudah melamar Cinta dan dia setuju dengan syarat yang akan saya penuhi" ungkap Melodi.
"Syarat apa Cinta?" tanya Amel curiga.
"Ha.. i. itu.. " jawab Cinta terbata - bata.
"Maaf Mbak Amel syaratnya hanya untuk saya. Cinta punya syarat pribadi kepada calon suaminya dan saya bersedia memenuhi syarat itu. Saya rasa biarlah itu jadi rahasia kami berdua. Yang penting tujuan saya ke sini itu untuk kebaikan semuanya. Saya ingin melamar Cinta dan segera menikahi Cinta agar saya bisa segera menjaga dan melindungi Cinta. Di kota besar cobaannya juga besar, saingan juga banyak. Saya tidak mau niat baik saya ini terhalang oleh orang lain yang juga menginginkan Cinta sebagai istrinya" potong Melodi.
"Bagaimana Nduk, apa benar apa yang Pak Melodi katakan?" tanya Bibik penuh kasih sayang.
Cinta hanya bisa menganggukkan kepalanya malu.
"Bibik lega, amanah orang tua kalian sudah Bibik laksanakan. Bibik sudah menjaga kalian sampai kalian menemukan pasangan kalian masing - masing. Usia kamu sudah dewasa, kamu sudah selesai kuliah sudah bekerja, tidak ada lagi hak kami untuk menghalangi kebahagiaan kamu. Kalau memang kalian saling menyayangi untuk apa dipersulit. Lebih baik secepatnya ijab kabul. Dari pada lama- lama nanti bisa lebih banyak dosa" ujar Bibik.
Amel memeluk Cinta dengan penuh kasih sayang.
"Kakak gak sadar kalau adik kakak sudah dewasa dan akan menikah. Apakah kamu bahagia dengan keputusan kamu ini?" tanya Amel.
Cinta kembali menganggukkan kepalanya.
"Ngangguk mulu, malu ya" potong Bibik.
"Aaaah bibik" jawab Cinta malu.
Cinta beralih dari pelukan Amel kini memeluk bibik yang sudah dia anggap sebagai pengganti orang tuanya.
__ADS_1
"Gimana Mas?" tanya Melodi pada Surya.
"Ya kalau kalian berdua sudah saling cinta apalagi. Kami juga tidak berhak menolak. Kapan rencana kalian akan menikah?" tanya Surya.
"Saya seorang yatim piatu, kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Hanya Wildan satu - satunya keluarga terdekat saya. Cinta sudah tau semua itu, tidak ada yang saya sembunyikan. Semua saya serahkan pada kalian saja. Tapi yang pasti saya ingin semua nya dilaksanakan dengan cepat, seperti kata Bibik untuk apa diperlama lagi" jawab Melodi.
"Mumpung kalian sudah datang ke sini, bagaimana kalau besok pagi saja kita laksanakan akad nikahnya" ucap Bibik.
"Tapi Bikin surat - suratnya bagaimana?" tanya Amel.
"Surya kan bekerja di kelurahan, surat - surat bisa diurus Surya setelahnya. Yang penting Cinta dan Melodi sudah akad dan sah secara agama. Bagaimana Nak Melodi?" tanya Bibik.
Melodi dan Cinta saling tatap, keduanya sebenarnya tidak menyangka kalau niat baik mereka akan berlangsung secepat ini.
"Saya bersedia Bik, lebih cepat lebih baik" jawab Melodi tegas.
"Kamu dek, apa kamu sudah siap?" tanya Amel.
"Su.. sudah Kak" jawab Cinta.
Kalau dua hati sudah bertaut, keluarga juga sudah setuju untuk apa lagi Cinta takut. Bukankan menikah adalah ibadah? pikir Cinta.
"Ya sudah besok aku akan cari wali hakim dan kadi untuk menikahkan kalian. Tapi apa Pak Melodi setuju pernikahan berlangsung secara sederhana?" tanya Surya.
"Saya tidak masalah yang penting kan sahnya dulu Mas. Setelah itu nanti kita susun rencana kedepan. Mau resepsi juga bisa disesuaikan dengan jadwal pekerjaan saya kedepannya" jawab Melodi.
"Tolong Mas atur saja pernikahan besok. Mengenai mahar, pakaian dan lainnya biar saya dan Ratna yang urus" sambut Wildan.
"Nah sudah lengkap semua, InsyaAllah besok pagi jam sepuluh akad nikah akan kita laksanakan" ujar Surya.
"Undang tetangga dekat Sur, pernikahan mereka harus diketahui para tetangga untuk menjauhkan keluarga kita dari fitnah" sambut Bibik.
"Sekalian syukuran aja Mas makan siang bersama. Biar urusan itu saya juga yang atur" potong Wildan.
"Malam ini kamu tidur dimana?" tanya Amel.
"Rencananya di Hotel Mbak, kami sudah pesan kamar hotel di kota" jawab Cinta.
"Lebih baik malam ini Cinta tidur di sini ya Pak, hitung - hitung di pingit walau hanya satu malam. Lagian saya mau bercengkrama dengan adik saya sebelum dia menikah besok" pinta Amel.
__ADS_1
"Tidak masalah Mbak, saya tidak keberatan.
" Tapi Ratna ikut kita ya. Besok pagi ada yang mau kami lakukan" pinta Wildan.
"Siap Pak, saya akan siap membantu. Demi pernikahan sahabat dan Bos saya" sambut Ratna dengan sigap.
Melodi kini bernafas lega ternyata apa Allah memperlancar proses pernikahannya tanpa perencanaan yang dia buat. Tak pernah dalam hidup Melodi, dia mengalami hal seperti ini. Bahkan untuk bisnis saja dia sudah merencakannya jauh - jauh hari.
Tapi ini tentang hidupnya, tentang pernikahannya semua berjalan begitu saja tanpa hambatan. Apakah ini yang namanya kalau jodoh tak akan lari kemana?
"Kalau begitu untuk mempersiapkan acara pernikahan Melodi dan Cinta besok sebaiknya kita kembali ke Kota lebih cepat Od. Banyak yang akan kami lakukan dengan Ratna malam ini. Kamu istirahat di hotel saja, persiapkan diri kamu untuk perniajahant besok" ujar Wildan.
"Ya lebih baik begitu, saya juga akan bergerak cepat malam ini untuk mencari wali hakim dan kadi hakim. Besok subuh saat shalat subuh saya akan undang para tetangga di Mesjid untuk makan siang di rumah kita dalam rangka syukuran pernikahan Cinta dan Pak Melodi" sambut Surya.
"Maaf Mas sebentar lagi kita akan jadi keluarga tolong Mas, Mbak dan Bibik jangan panggil saya dengan sebutan Bapak. Saya merasa tidak sopan karena sebentar lagi saya akan menjadi menantu di rumah ini" pinta Melodi.
"Ka.. kami tak bisa Paa.. Pak" banyak Surya.
"Panggil Melodi atau Odi saja Mas. Itu panggilan saya" tegas Melodi.
"Ba.. baiklah Odi. Lebih baik kita segera bergerak. Apa yang masih bisa kita lakukan malam ini sebaiknya segera kita kerjakan karena waktunya tidak lama lagi" sambut Surya.
"Makasih Mas.. makasih sudah membantu pernikahan kami. Maaf kalau jadi membuat Mas repot" ujar Melodi.
"Aah tidak masalah, kita akan jadi keluarga" jawab Surya tersenyum.
"Baiklah Bik, Mbak, Mas dan Cinta kami pamit kembali ke Hotel ya" ucap Mwlot berpamitan.
"Iya hati - hati Odi" sambut Surya.
Cinta mengantar mereka sampai ke depan rumah. Ratna dan Wildan sudah masuk ke dalam mobil. Tinggal Melodi dan Cinta yang masih diluar berbincang sebelum berpisah.
"Istirahat yang cukup malam ini ya.. karena besok kamu akan menjadi istriku. Selamat malam Cinta, mimpi yang indah" ucap Melodi.
Wajah Cinta langsung merah merona.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG