Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 69


__ADS_3

Melodi dan Cinta sampai di sebuah Cafe.


"Yuk turun" ajak Melodi.


Cinta melirik ke kanan dan ke kiri.


"Kenapa?" tanya Melodi bingung.


"Gak ada orang yang kenal kita kan Pak di sini? Eh kalau Bapak sih mungkin banyak yang kenal sepertinya Bapak sering ke sini. Tapi yang kenal sama saya mudah - mudahan gak ada. Semoga gak ada orang kantor yang datang ke sini" doa Cinta.


Lagi - lagi Melodi tersenyum melihat tingkah Cinta. Sore ini sudah berapa kali dia tersenyum bahkan tertawa karena tingkah Cinta yang lucu.


"Kalau ada yang kenal emang kenapa Cin? Biarin aja, mereka gak akan berani bicara" tanya Melodi.


"Ya sama Bapak sih nggak karena mereka takut tapi saya... mereka pasti akan bertanya kok bisa saya jalan sama Bapak" jawab Cinta.


"Ya kamu tinggal jawab saya yang ajak, beres kan" sambut Melodi.


"Beres apanya Pak malah semakin panjang. Mereka pasti akan mengira - ngira apa yang sudah saya lakukan pada Bapak sehingga Bapak mau ajak saya ke sini. Bahkan yang lebih ekstrim lagi mereka akan berpikir saya guna - gunain Bapak pakai ilmu pelet" ujar Cinta cemberut.


"Emang masih ada ilmu begituan?" tanya Melodi serius.


"Ya masih ada Pak di kampung. Saya kan dari kampung Pak, itu pasti akan membuat mereka yakin saya memakai ilmu itu" jawab Cinta.


"Bisa jadi" sambut Melodi.


"Bisa jadi gimana maksud Bapak?" tanya Cinta bingung.


"Bisa jadi kamu memang sedang memelet saya makanya saya sampai bawa kamu kemari" jawab Melodi sambil tersenyum.


"Astaghfirullah Pak... buat apa saya pakai ilmu itu Pak. Itu ilmu sesat dan merusak diri sendiri. Kalau pakai ilmu pelet itu artinya memaksakan kehendak. Kita tidak akan mendapatkan cinta tulus yang ada malah rasa ketakutan terus menerus. Takut di tinggal saat ilmunya sudah habis atau saat orang yang di pelet sadar" ungkap Cinta.


"Jadi gimana donk usahanya kalau ingin orang lain menyukai kita?" selidik Melodi.


"Berbuat baik aja Pak dan berdoa kepada Allah. Semoga berjodoh" jawab Cinta.


"Kalau begitu do'ain saya donk" pinta Melodi.


"Do'ain apa Pak?" tanya Cinta bingung.


"Do'ain agar berjodoh dengan kamu. Yuk kita turun" ajak Melodi.


Melodi langsung turun dari mobil sambil tersenyum penuh rasa percaya diri. Sedangkan Cinta terdiam sesaat dengan jantung yang tak berhenti berdetak kencang.


Apa aku gak salah dengar tadi? Pak Melodi minta di do'ain agar berjodoh denganku? Tanya Cinta dalam hati.

__ADS_1


Cinta langsung memukul wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tidak.. tidak.. aku pasti bermimpi" gumam Cinta.


Melodi tersenyum manis dari luar melihat tingkah Cinta yang masih ada di dalam mobil.


Tok.. tok.


Melodi mengetuk kaca mobil.


"Hei kok melamun. Ayo turun" ajak Melodi.


"Eh iya Pak maaf.. maaf.. " jawab Cinta langsung.


Cinta keluar dari mobil dan langsung berjalan menyusul Melodi masuk ke ruangan khusus di dalam Cafe. Pelayan langsung menyambut mereka dengan ramah.


"Selamat malam Pak, Bu. Mau pesan makanan apa?" tanya seorang pelayanan sambil menyerahkan buku daftar menu.


Melodi dan Cinta membuka buku menu tersebut.


"Pesan cah kangkung dan ikan gurame goreng yang ini ya. Satu porsi ayam goreng dan sambelnya ya" pinta Melodi.


Duh itu kan makanan favorit aku semua. Jadi si bos makan apa donk? tanya Cinta dalam hati.


"Sup daging ya sama jus belimbing satu dan satu lagi jus alpukat" pinta Cinta.


Melodi tersenyum mendengar permintaan Cinta. Karena itu adalah makanan dan minuman favoritnya.


"Ada lagi Pak Bu?" tanya pelayan.


"Mmm.. bisa gak saya minta es krim untuk dessert nya nanti diakhir?" pinta Cinta malu - malu.


"Bisa bu" jawab pelayan itu.


"Baik Mas itu aja" ujar Cinta.


"Baik semua sudah saya catat di tunggu sebentar ya Pak, Bu" ucap pelayan.


Melodi tersenyum sambil menatap wajah cinta.


"Jadi kamu suka jus alpukat dan es krim?" tanya Melodi.


"Setelah makan yang pedas - pedas pasti lebih enak minum yang manis dan dingin Pak" jawab Cinta.


Baik Cin, akan aku ingat semuanya. Ucap Melodi dalam hati.

__ADS_1


"Eh Pak sudah maghrib saya pamit shalat dulu ya Pak" ucap Cinta kepada Melodi.


"Silahkan" sambut Melodi.


Cinta pergi meninggalkan ruangan yang Melodi pesan khusus untuk mereka berdua malam ini. Saat Cinta pergi sebenarnya Melodi merasa malu karena Cinta ternyata sangat taat beribadah. Bahkan saat seperti ini dan ditempat ini.


Cinta tidak mau meninggalkan shalatnya. Dalam keadaan apapun. Sedangkan dia hanya tinggal sendirian di sini tanpa shalat. Padahal dia dan Cinta seakidah. Tapi jelas tampak berbeda.


Yaaah mau bagaimana lagi, hidayah itu belum datang kepada Melodi. Tiba - tiba Melodi ingat pria tua yang dia temui di TPU tempat orang tuanya di makamkan.


"Sepertinya aku harus menemui Pak Ilham dan belajar padanya. Bukankah dulu dia berjanji akan mengajariku shalat" gumam Melodi tersenyum penuh keyakinan.


Sekitar sepuluh menit Cinta selesai shalat dan kembali ke ruangan sebelumnya.


"Bapak sudah shalat?" tanya Cinta.


"Saya mau jujur pada kamu Cin. Saya sudah lama meninggalkannya" jawab Melodi jujur.


Sebenarnya Cinta sudah bisa menebaknya karena selama beberapa bulan ini dia tau bagaimana kehidupan Melodi. Tapi sayang sekali Bos nya ini punya kekurangan.


Coba kalau Melodi mau shalat dan meninggalkan kehidupan bebasnya, pasti akan lulus jadi pujaan hati Cinta. Eh sepertinya Melodi sudah berubah. Cinta tidak pernah melihat apartement Melodi berantakan seperti dulu. Cinta tidak pernah melihat tanda - tanda kalau Melodi membawa seorang perempuan ke apartement nya.


"Kejujuran Bapak saya simpulkan sebagai sebuah penyesalan. Kalau Bapak mau berubah Allah pasti akan mau menerima taubat hambaNYA Pak" ucap Cinta sebisa mungkin santun agar Melodi tidak tersinggung.


"Tapi saya bingung bagaimana memulainya. Terkadang saya malu pada kamu. Saya yang sudah memiliki segalanya lupa pada Sang Pencipta yang sudah begitu banyak memberikan isi dunia ini kepada saya" ungkap Melodi.


Cinta tersenyum manis dan tulus.


"Rasa malu dan rasa bersalah karena meninggalkan semua kewajiban Bapak itu sudah merupakan sebuah hidayah Pak. Jangan abaikan, karena dia tidak akan datang untuk kedua kalinya. Segera raih hidayah Allah. Banyak cara menuju roma Pak. Bapak bisa belajar melalui buku, dengerin ceramah ustadz atau panggil guru yang bisa mengajari Bapak. Kalau kita mendekat selangkah Allah seperti berlari Pak menyambut kita" ucap Cinta memberi semangat.


Hati Melodi tersentuh, mungkin karena yang mengatakan itu adalah orang yang saat ini sudah menjadi pemilik hatinya.


"Benarkah Cinta?" tanya Melodi.


"Benar Pak, jangan berlama - lama lagi. Segera raih hidayah Allah. Pasti deh Bapak makin cakep kalau rajin shalat. Udah ganteng, pintar, kaya, gagah dan smart pasti semakin sempurna kalau rajin shalat" puji Cinta tulus.


Hati Melodi seperti disiram air dingin, sejuk banget rasanya. Membuat Melodi mempunyai niat untuk melakukan apa yang Cinta pesankan barusan.


"Akan saya coba" janji Melodi.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2