Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 145


__ADS_3

"Ayo kita ke aula, Papa akan umumkan kepada seluruh karyawan kamu akan menggantikan Papa di Perusahaan mulai hari ini" ajak Pak Raharjo.


"Baik Pa" jawab Wildan.


Wildan dan Papanya pergi keluar ruangan Direktur dan berjalan menuju aula kantor. Disana telah berkumpul semua karyawan Perusahaan.


"Selamat pagi, sebagaimana janji saya setelah saya pulang dari Rumah Sakit dan aktif bekerja kembali saya akan mengumumkan siapa penerus saya dalam menjalankan Perusahaan Raharjo Group ini. Di sini, hadir bersama kita Putra Tunggal saya Wildan Raharjo. Kalian saya kumpulkan di sini dengan tujuan mulai hari ini saya akan umumkan bahwa putra saya kan menggantikan posisi saya sebagai Direktur Utama di Perusahaan ini. Jadi secara resmi juga mulai hari ini saya sudah mengundurkan diri dari posisi saya sebagai Direktur dan digantikan oleh putra saya Wildan. Harap kalian semua bisa bekerja dengan putra saya untuk melanjutkan perjuangan Perusahaan kita demi kemajuan dan kesuksesan kita bersama" ucap Pak Raharjo dalam pengumuman penting di aula Perusahaan pagi itu.


Begitu Pak Raharjo selesai memberikan pengumuman sontak seluruh aula riuh dengan tepuk tangan semua karyawan PT. Raharjo Group.


Setelah itu Wildan berdiri memberikan kata sambutannya sebagai Direktur baru di Perusahaan keluarganya.


"Selamat pagi semua, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Terimakasih untuk Papa yang selalu semangat berjuang agar tetap sehat hingga saat ini. Maaf saya baru bisa bergabung di Perusahaan ini mulai hari ini karena ada sesuatu hal. Hari ini saya akan menggantikan Papa saya memimpin Perusahaan ini dengan sekuat tenaga saya tentunya dengan bantuan kalian semua. Tanpa kalian saya bukanlah siapa - siapa. Kedepannya saya harap kerjasama dan semangat kerja untuk kita semua demi memajukan Perusahaan ini menjadi Perusahaan yang lebih kuat dan hebat. Saya akan menantikan kerja keras kalian tentunya semua tidak akan sia-sia. Saya berjanji jika sampai akhir tahun ini kita bisa menaikkan dua puluh persen pendapat Perusahaan dari tahun lalu. Saya akan memberikan bonus kepada seluruh karyawan" ungkap Wildan.


"Yeeeeeeeeeeaaaaay... " sorak semua yang ada di aula.


Pak Raharjo tersenyum bangga karena putranya sangat pintar membakar semangat para karyawannya untuk bekerja lebih giat lagi. Selama ini memang Wildan tidak bekerja di Perusahaannya tapi dari kejauhan Pak Raharjo tetap memperhatikan sepak terjang putranya di dunia bisni.


Sanjaya Corp berhasil menjadi Perusahaan yang diperhitungkan bukan semata - mata karena kepintaran CEO nya tapi ada andil putranya di sana yang selalu membantu dan mendukung Melodi selalu CEO di perusahaan itu.


Saat ini Pak Raharjo yakin putranya akan bisa memimpin perusahaan ini dengan baik dan lebih maju lagi. Kini dia merasa lega bisa menyerahkan Perusahaan ini ketangan Wildan putra tunggalnya.


Setelah selesai memberikan kata sambutannya Wildan dan Pak Raharjo kembali ke ruangan kerja Dirut. Mereka berdua sengaja memanggik Ratna dan Rania bersama - sama.


"Rania mulai hari ini saya akan berhenti bertugas, saya harap kamu bisa tetap membantu putra saya menjalankan Perusahaan ini dengan baik. Dan kamu, siapa tadi nama kamu?" tanya Pak Raharjo.

__ADS_1


"Sa.. saya Ratna Pak" jawab Ratna sigap.


"Kamu dibawa Wildan ke sini juga untuk membantu dia kan? Oleh sebab itu bekerja lah dengan baik. Tunjukkan kepintaran dan semangat kerja kalian demi kemajuan Perusahaan ini. Setelah ini saya akan pamit pulang karena tugas saya sudah selesai" ucap Pak Raharjo pada Rania dan Ratna.


"Baik Pak" jawab Rania dan Ratna serentak.


"Wil, Papa pulang dulu. Mama kamu sudah menunggu di rumah. Malam ini makan malam di rumah. Kami menunggu kedatangan kamu" ucap Pak Raharjo.


"Baik Pak" jawab Wildan.


Tak lama kemudian datang seorang pria yang tak lain adalah supir pribadi Pak Raharjo. Pria itu membawakan tas kerja Pak Raharjo dan menemani Pak Raharjo keluar dari ruangan Dirut dan turun ke basement tempat mobil Pak Raharjo di parkirkan.


Selepas kepergian Pak Raharjo, Wildan memberikan intruksi kepada Rania.


"Be.. benarkah Pak?" tanya Rania tak percaya.


"Ya, kamu bisa percaya ucapan saya. Dan perlu saya tegaskan kepada kamu, saya tidak pernah main - main pada janji saya. Kamu bisa catat itu. Dan satu lagi saya tidak suka karyawan yang bekerja di Perusahaan saya dengan tampilan yang berlebihan baik itu pakaian dan make upnya. Jadi mulai sekarang tolong kamu panjangkan ukuran rok kamu dan kurangi make up kamu" tegas Wildan.


Sontak wajah Rania berubah, dia terlihat tidak senang dengan pesan Wildan barusan.


"Tapi Pak selama ini Pak Raharjo tidak pernah... " ucap Rania membela diri.


"Papa saya sudah tua, mungkin dia tidak terpengaruh pada semua itu. Saya masih muda, ada hal - hal yang harus saya jaga agar saya tetap bisa bekerja dengan fokus. Saya harap kamu tidak perlu membandingkan cara kerja saya atau cara kepemimpinan saya dengan Papa saya. Walau kami adalah orang tua dan anak tapi sifat dan karakter kami sangat berbeda. Jadi kamu harus memahaminya" ungkap Wildan.


"Ba.. baik Pak" jawab Rania.

__ADS_1


"Baik kalau begitu kamu boleh meninggalkan saya dan Ratna berdua di sini. Ada hal lain yang ingin saya bahas dengannya. Jangan lupa suruh OB untuk menyiapkan meja untuk Ratna disamping meja kerja kamu" perintah Wildan.


"Iya Pak" jawab Rania.


Rania segera berdiri, tapi sebelum dia pergi meninggalkan ruangan Wildan. Rania sempat melirik ke arah Ratna dengan tatapan marah dan tidak suka.


Ratna tidak bisa berkata apapun. Karena bukan dia yang menyuruh Wildan melakukan semua itu. Sampai saat ini saja dia masih bingung apa nanti tugasnya di Perusahaan ini kalau ternyata Wildan memang sudah mempunyai sekretaris.


Kini hanya tinggal Ratna dan Wildan berdua yang ada di ruangan itu.


"Ratna saya harus berkata jujur kepada kamu. Papa saya tidak menyetujui keinginan saya untuk menjadikan kamu sebagai sekretaris saya di Perusahaan ini. Tapi saya tetap bersikeras akan hal itu. Saya sudah memutuskan untuk tidak memakai Rania sebagai sekretaris saya. Jadi saya harap kamu bisa belajar dengan baik dari Rania. Satu bulan lagi kamu akan dinilai, kalau pekerjaan kamu bagus kamu akan tetap menjadi sekretaris saya. Tapi jika tidak mungkin kamu akan kerja di bagian lain. Tapi tolong jangan kecewakan harapan dan nama baik saya. Saya sudah berusaha keras membela kamu di hadapan Papa saya. Saya harap kamu mengerti" tegas Wildan.


"I.. Iya Pak, saya mengerti. Saya akan bekerja sesuai yang bawa intruksikan. Dengan cepat saya akan belajar semuanya tentang Perusahaan ini. Mudah - mudahan kerja keras saya tidak akan mengecewakan Bapak" sambut Ratna.


"Baiklah kalau begitu kamu bisa kembali ke meja kamu yang sudah disiapkan Rania. Mulailah bekerja dengan baik dan semoga satu bulan lagi kamu tidak mengecewakan saya" pinta Wildan.


"Baik Pak, kalau begitu saya pamit keluar Pak" Ucap Ratna sambil berdiri.


Ratna langsung segera meninggalkan ruangan Wildan dan bergegas menemui Rania diluar ruangan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2