
Wildan dan Rania kembali ke kantor. Di dalam perjalanan Rania hanya diam saja biasanya ada saja tingkahnya untuk mencari perhatian Wildan.
"Kamu hari ini kok diam aja, tumben?" tanya Wildan.
"A.. aku kurang enak badan Pak" jawab Rania.
"Apa karena Mr. Smithson tadi menggenggam tangan kamu?" tanya Wildan
Kena kamu. Batin Wildan.
Rania terlihat kaget dan wajahnya semakin pucat.
"Aah tidak Pak, tadi memang Mr. Smithson sempat ingin menggodaku tapi aku tidak tertarik dengan pria bule" jawab Rania.
"Sayang ya padahal Mr. Smithson itu keren lho untuk ukuran pria bule. Dia juga pria yang pintar dan seorang pengusaha sukses" pancing Wildan.
"Ah aku tidak tau Pak" balas Rania.
Wildan tersenyum tipis.
"Jangan lupa Ran kamu cari oleh - oleh yang cocok dan pantas untuk kita berikan kepada Mr. Smithson. Dan kali ini aku memohon bantuan kamu untuk mengantarkannya langsung ke tempat dia. Kamu kan sudah tau dia menginap di hotel itu. Tinggal buat janji saja padanya" perintah Wildan.
"Ba.. baik Pak" sahut Rania.
Mereka sudah sampai di kantor, Wildan langsung masuk ke dalam ruangannya. Lagi - lagi tanpa melirik ke arah Ratna.
Aku mohon Rat kamu bersabar, sebentar lagi aku akan melamar kamu. Ucap Wildan dalam hati sambil berlalu dari hadapan Ratna.
Rania dengan kesal menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya. Dia tampak sangat tidak semangat sekali. Ratna hanya meliriknya tapi malas mengajaknya berbicara.
Ratna melanjutkan pekerjaannya menyusun jadwal Wildan besok. Tiba - tiba ponsel Ratna bergetar tanda pesan masuk.
Wildan
Rat, hari ini kamu pulang lebih dulu ya. Nanti kamu baik mobil kantor aja biar diantar supir. Aku ada urusan diluar gak bisa pulang bareng kamu.
Ratna menghembuskan nafas panjang saat membaca pesan dari Wildan itu. Lalu jari - jarinya mulai bergoyang membalas pesan kepada Wildan.
Ratna
Baik Pak.
Jawabnya singkat tapi dalam hati semakin merasa kecewa. Wildan semakin menjauhinya. Tiba - tiba Ratna teringat sesuatu, dia kembali mengetik pesan untuk Wildan.
Ratna
Apakah Bapak pulang cepat? Apa makan di apartement nanti malam biar saya memasak?
__ADS_1
Deeerrrrt...
Ponsel Ratna langsung bergetar tanda pesannya dibalas.
Wildan
Tidak usah, saya makan diluar. Kalau kamu mau masak silahkan untuk makan malam kamu
Ratna
Tidak usah Pak, malam ini saya beli nasih bungkus aja. Lagi pengen makan nasi bungkus.
Ratna menghembuskan nafasnya kasar. Hatinya benar - benar galau dan sedih dengan sikap Wildan beberapa hari ini.
****
Di rumah Melodi dan Cinta.
"Kang udahan berkebunnya. Minum dulu, ini saya buatkan kopi" ujar Bik Sumi.
Pak Ilham menghentikan aktivitasnya dan duduk di lantai teras belakang. Bik Sumi membawa secangkir kopi dan sepiring pisang goreng yang baru selesai dia masak.
Pak Ilham mengambil pisang dan mulai memakannya. Dengan setia Bik Sumi duduk disampingnya menemani.
"Akang kepikiran dengan ucapan Den Odi kemarin. Kalau Neng Sumi memang bersedia menjadi makmum Akang apakah boleh Akang datang melamar Neng Sumi ke kampung?" tanya Pak Ilham.
Bik Sumi tersentak kaget. Dia tidak menyangkan diusia setua ini masih dilamar oleh seorang pria. Jujur memang dia kegum melihat kebaikan dan ketaatan Pak Ilham beribadah. Pak Ilham juga pekerja keras dan berwibawa.
"Apa Neng Sumi mau? kita tinggal satu atap, sering berinteraksi. Dari pada kita terjerumus dalam dosa lebih baik kita halalkan malah jadi ibadah dengan imbalan pahala" sambung Pak Ilham.
Bik Sumi mengerti maksud ucapan Pak Ilham barusan. Contohnya seperti saat ini, dia dengan penuh perhatian memberikan minum dan makanan ringan untuk Pak Ilham, menemaninya setiap sore seperti ini. Sementara Pak Ilham bukan siapa - siapanya.
Kalau mereka menikah bukankan semua perbuatannya itu akan dihitung sebagai bakti seorang istri pada suaminya. Dan pahalanya sangat besar sekali.
Bik Sumi menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Alhamdulillah.. " ucap Cinta yang tanpa Pak Ilham dan Bik Sumi ketahui, mencuri dengar semua obrolan mereka sejak awal.
"Eh Neng Cinta" ucap Pak Ilham malu, begitu juga dengan Bik Sumi.
Keduanya terlihat bersemu merah di pipinya. Pasti mereka sedang bahagia saat ini.
"Sepertinya kabar gembira ini harus sampai segera pada Mas Melodi. Selamat ya Pak, Bik. Aku senang mendengarnya. Mas Melodi juga pasti sangat senang mendengar berita bahagia ini. Dia kemarin bahkan sampai berniat akan memberikan kalian hadiah paket honeymoon umroh ke Mekah" ujar Cinta.
"Apa Non?" tanya Pak Ilham terkejut. Begitu juga dengan Bik Sumi.
"Iya benar Pak, Mas Melodi berjanji untuk melakukannya kalau kalian berdua menikah. Aku saksinya dan aku yakin Mas Melodi tidak main - main berkata seperti itu" jawab Cinta.
__ADS_1
Pak Ilham dan Bik Sumi saling pandang. Mereka tersenyum bahagia, ternyata Allah kasih kesempatan mereka untuk bahagia dan menikmati masa tua bersama pendamping hidup yang baru.
"Alhamdulillah" ucap mereka berbarengan.
"Ya sudah Bik kalau begitu kabari Kak Amel secepatnya atau anak Bibik. Biar nanti waktu kita pulang minggu depan mereka bisa menyiapkan segala sesuatunya" ujar Cinta.
"Iya Neng" sambung Pak Ilham.
"Akang harus minta izin Melodi. Karena di rumah ini kan dia keluarga kita terdekat" ujar Bik Sumi.
"Aku pasti akan cerita pada Den Odi" jawab Pak Ilham.
"Mau cerita apa Pak?" tanya Melodi yang tiba - tiba datang dari arah depan.
"Waaah panjang umur, baru juga namanya disebut orangnya udah muncul. Sini Mas duduk sini, ada kabar gembira yang harus Mas dengar" ajak Cinta.
Mereka duduk di teras belakang. Pak Ilham dan Bik Sumi bangkit dari tempat duduknya yang semula di lantai naik ke atas kursi.
"Mmm.. anu Den, Bapak mau ngelamar Neng Sumi nanti saat kita ke kampung" ungkap Pak Ilham.
"Alhamdulillah.. selamat Pak, Bik. Aku sangat senang mendengarnya. Akhirnya kita semua bisa jadi keluarga" sambut Melodi senang.
Bik Sumi tersenyum malu dan menundukkan wajahnya.
"Kalau begitu aku harus kabari Mas Surya agar dia persiapkan semuanya" ujar Melodi sambil meraih ponselnya.
Dia segera menghubungi Kakak iparnya.
"Assalamu'alaikum Mas Surya" ucap Melodi memulai pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam Melodi" jawab Surya.
"Mas jumat ini kami jadi pulang ke kampung, sekalian mau minta tolong Mas Surya ini" ucap Melodi.
"Minta tolong apa Od?" tanya Surya penasaran.
"Tolong Mas siapkan segala sesuatunya, kita akan mengadakan pesta pernikahan sekali lagi" jawab Melodi.
"Pesta pernikahan? Siapa yang akan menikah?" tanya Surya penasaran.
"InsyaAllah atas izin Allah Pak Ilham akan menikahi Bik Sumi akhir pekan ini. Tolong ya Mas dipersiapkan semuanya. Aku akan kirim dananya" pinta Melodi.
"Alhamdulillah akhirnya ada kabar gembira. Baik Melodi aku akan siapkan semuanya. Titip salam dan ucapan selamat buat mereka berdua ya.. semoga niat baik mereka dilancarkan Allah sampai hari H" doa Surya.
"Aamiin.. " sambut Melodi.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG