Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 67


__ADS_3

"Kamu emang suka banget lagu dangdut ya?" tanya Melodi saat mobil sudah berjalan menuju arah pulang.


"Iya Pak. Maklum orang kampung. Kalau di kampung suka dangdutan Pak, apalagi kalau ada acara hari - hari besar seperti tujuh belasan. Suka panggil artis - artis dangdut ibu kota" jawab Cinta.


Kata Wildan aku harus cari tau apa yang disuka dan tidak disukai Cinta. Inilah saatnya aku lebih mendekatkan diri pada Cinta. Batin Melodi.


"Kalau makanan kamu suka apa Cin?" tanya Melodi.


"Saya suka masakan rumahan Pak. Seperti cah kangkung, ikan bakar saya suka. Ikan goreng juga suka Pak, apalagi makannya panas - panas dengan nasi putih yang baru di masak. Wuiiih pasti enak banget Pak" jawab Cinta polos.


Kamu jujur banget Cin. Cerita tentang makanan saja wajah kamu udah senang banget. Selera kamu juga sederhana. Biasanya cewek - cewek yang aku kenal lebih suka spaghetti, steak atau pizza. Kamu malah masakan rumahan. Dan kamu mengatakannya tanpa malu - malu. Aku suka melihat kamu yang selalu percaya diri dan jadi diri sendiri. Puji Melodi.


Melodi tersenyum tipis.


"Eh iya Pak sudah tujuh bulan saya bekerja di apartement Bapak, tapi saya juga tidak tau makanan favorit Bapak. Habisnya Bapak tidak pernah komplain dengan masakan saya?" tanya Cinta.


"Semua masakan kamu enak. Tapi saya paling suka kalau kamu masak sop" jawab Melodi.


"Bapak suka jus belimbing aja itu baru saya tau tadi dari Pak Wildan" sambung Cinta.


"Gak apa pelan - pelan aja kenali aku" balas Melodi pelan.


"Apa Pak?" tanya Cinta bingung.


"Nggak, itu memang minuman kesukaan saya. Bisa untuk menurunkan kolesterol katanya" jawab Melodi.


"Emangnya Bapak punya riwayat kolesterol?" tanya Cinta serius.


"Ah nggak. Saya masih muda dan sehat Cinta. Saya suka jus belimbing karena rasanya sangat segar" jawab Melodi.


"Oo begitu" sambut Cinta.


"Ratna sudah pulang?" tanya Melodi.


"Belum Pak, dia menunggu saya di apartement Bapak. Nanti baru kamu pulang bareng" jawab Cinta.


"Oke kalau begitu kita langsung pulang aja ya" ujar Melodi.


Sebenarnya Melodi ingin mengajak Cinta makan malam di luar tapi kasihan Ratna menunggu sendirian di apartement. Lagian Melodi takut Cinta menolaknya karena takut ada yang melihat mereka makan bareng.


Mungkin lain kali aku bisa menyiapkan tempat spesial dimana tidak ada orang yang tau kalau aku pergi bersama Cinta. Batin Melodi.


Pak Melodi saat ini beda banget. Aku merasa dia lebih lembut dan ramah. Baru kali ini kami bicara tentang sesuatu yang bersifat pribadi dan baru kali ini kami berbincang - bincang ringan dan nyaman. Kalau begini kan kamu makin cakep Bos. Kamu terlihat baik banget. Puji Cinta dalam hati.


Tak lama mereka sudah sampai di apartement. Ratna terkejut melihat Cinta dan Melodi pulang bersama.


"Bapak dan Cinta cuma pulang berdua saja? Pak Wildan mana?" tanya Ratna.


"Wildan masih di kantor. Saya ajak Cinta pulang bareng agar kamu gak kelamaan menunggu" jawab Melodi.


"Aku ke kamar ya Cin" pamit Melodi kepada Cinta.


Melodi berjalan menuju kamarnya. Cinta dan Ratna saling pandang.

__ADS_1


"Kamu gak merasa Pak Melodi aneh gak?" tanya Cinta pada Ratna.


"Iya aneh.. kok dia ramah banget. Mau ke kamar aja harus pamitan pada kamu" jawab Ratna.


"Aku juga ngerasa si Bos aneh Rat, tadi kami ada acara di kantor si Bos nyanyi bagus banget. Dia nyanyi lagu barat yang romantis banget. Aku rasa dia sedang jatuh cinta makanya dia senang dan baik banget hari ini" ujar Cinta.


"Jatuh cinta sama kali" sahut Ratna.


"Huss.. jangan ngomong macem - macem dia bisa dengar apa pembicaraan kita. Udah yuk kita masak cepat biar kita bisa pulang cepat juga" ajak Cinta.


Mereka berjalan menuju dapur dan mempersiapkan semua bahan makanan yang akan dimasak. Tidak sampai satu jam makanan sudah terhidang di meja makan.


Cinta ke kamar Melodi dan mengetuk pintu kamarnya.


Tok.. tok...


"Bos kami sudah selesai masak. Kami pulang ya" pamit Cinta.


"Jangan Cin... tunggu sebentar" cegah Melodi dari dalam.


Tak lama Melodi keluar dengan pakaian santainya. Dia terlihat sudah mandi dan segar. Membuat Cinta terpana karena ketampanan Melodi.


"Temani saya makan, Wildan belum pulang. Saya gak suka makan sendiri" pinta Melodi.


Cinta tak percaya apa yang dia dengar.


"Cin... " tegur Melodi.


"Eh iya Pak, kalau begitu kita makan yuk Pak agar kami gak kemalaman sampai rumah" sambut Cinta.


Mereka berjalan menuju dapur bersama.


"Ratna kalian makan dulu baru pulang" perintah Melodi.


"Ba.. baik Pak" jawab Ratna.


Ratna dengan sigap menambah jumlah peralatan makan untuk dia dan Cinta.


"Apa Pak Wildan akan makan di sini Pak?" tanya Cinta.


"Aku rasa dia akan makan nanti, kenapa?" tanya Melodi.


"Kalau begitu lebih baik makanan untuk Pak Wildan kita sisihkan, kan gak enak kalau dia makan makanan sisa kita bertiga Pak" jawab Ratna.


"Ya silahkan aja sisihkan" ujar Melodi.


Ratna menyisihkan makanan untuk Wildan. Melodi mengangkat piringnya dan memberikannya kepada Cinta. Cinta menatap wajah Melodi dengan tatapan bertanya.


Melodi langsung membalasnya dengan isyarat kalau dia ingin diambilkan makanan. Dengan sigap Cinta langsung mengerti dan meraih piring Melodi lalu mengisinya dengan makanan yang dia masak tadi.


Setelah itu Cinta dan Ratna juga mulai mengambil makanan untuk mereka sendiri dan mereka mulai makan. Karena Wildan tidak ada suasana jadi lebih sepi. Biasanya Wildan yang suka memecah keheningan suasana di sini.


"Setelah makan kalian siap - siap, aku akan mengantar kalian pulang sekalian aku mau keluar jemput Wildan ke suatu tempat" perintah Melodi.

__ADS_1


"Baik Pak" balas Cinta.


Sesuai perintah Melodi setelah selesai makan Cinta dan Ratna membersihkan meja makan dan dapur lalu bersiap pulang. Melodi sudah menunggu mereka di ruang TV.


Mereka turun dan masuk ke mobil. Cinta dan Ratna duduk berdua di kursi penumpang.


"Kalian menganggap aku supir ni?" sindir Melodi.


"Eh iya Pak maaf.. maaf.. " sambut Cinta langsung.


Cinta pindah ke kursi depan di samping Melodi. Baru mobil menyala dan melaju menuju kosan mereka.


"Kapan kamu ujian akhir Ratna?" tanya Melodi ramah.


Ratna merasa hari ini Melodi memang sangat berubah. Dia bertanya dengan sangat ramah dan tidak terasa lagi aura dinginnya. Bahkan saat makan malam tadi Melodi juga sudah sangat ramah.


"InsyaAllah satu bulan lagi Pak, skripsiku sudah rampung tinggal ACC dosen pembimbing baru aku ujian akhir Pak" jawab Ratna.


"Bagus jangan lupa, setelah wisuda antar lamaran kamu ke perusahaan saya" sambut Melodi.


"Baik Pak" jawab Ratna


Akhirnya mereka sampai di kos - kosan.


"Terimakasih ya Pak sudah repot - repot mengantar kami" ucap Cinta.


Melodi tersenyum ramah.


"Tidak apa saya memang sekalian keluar. Lagian Wildan juga berada di daerah sini jadi sekalian bisa jemput dia" jawab Melodi.


Cinta dan Ratna turun dari mobil.


"Aku pergi ya sampai ketemu lagi besok" pamit Melodi.


"Iya Pak, hati - hati" balas Cinta.


Melodi menjalankan mobil nya dan pergi.


"Fix.. menurutku Pak Melodi suka kamu Cin. Dia beda banget lho hari ini. Aku sampai tidak percaya itu Pak Melodi.. iiiih merinding aku Cin" ucap Ratna.


"Gak ah Ratn, jangan mimpi yang ketinggian nanti kalau jatuh sakit banget. Udah aah yuk masuk udah malam. Aku mau istirahat" ajak Cinta.


Bibirnya bisa berkata seperti itu tapi sebenarnya dari tadi jantung Cinta tidak berhenti berdetak kencang. Hari ini Melodi sangat berbeda.


Dia sangat ramah, perhatian dan juga.... tampan. Membuat ada sesuatu yang hadir di hati Cinta. Tapi Cinta tidak mau mengakuinya karena dia takut terluka.


.


.


BERSAMBUNG


Hai para readers... udah nambah kan poin votenya.. Ayo donk di vote untuk novel ku ini agar aku lebih semangat. Jangan lupa hadiah lainnya ya..

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2