
"Silahkan duduk" ucap Melodi.
Kepala Cinta langsung tegak dan menatap wajah pria yang ada di hadapannya. Cinta ingin memastikan apakah dia tidak salah bertemu dengan majikannya.
"Ii.. iya Pak eh Boos... " jawab Cinta terbata - bata.
Tubuhnya seketika memanas padahal ruangan ini di penuhi dengan penyejuk ruangan.
Cinta duduk tepat di hadapan Melodi. Untuk sesaat mereka saling tatap. Berkelana dalam pikiran masing-masing.
Lumayan cantik, lebih cantik ternyata aslinya dari pada aku lihat melalui camera. Wajahnya putih dan mulus. Batin Melodi.
Duh jantungku kok dangdutan gini.. Bos jangan lihatin terus donk, aku kan jadi malu. Ternyata kamu emang serem Bos dan dingin. Aku jadi mati beku nih di hadapan kamu. Batin Cinta.
Tak lama pelayan datang dengan membawa dafta menu untuk mereka pesan.
"Saya pesan yang ini dan minumnya kopi pahit saja" pinta Melodi sambil menunjukkan gambar di buku menu kepada pelayan.
"Baik Mas" pelayan langsung mencatat pesanan Melodi.
Setelah itu pelayan itu melirik ke arah Cinta.
"Mbak mau pesan apa?" tanya pelayan kepada Cinta.
"Aku pesan steak dan avocado float. es krimnya yang coklat ya" pinta Cinta.
Makannya ternyata banyak, tapi heran kenapa tubuhnya kurus seperti triplek begini. Gumam Melodi dalam hati.
"Baik Mbak saya catat ya.. Ada pesanan lain Mas, Mbak?" tanya pelayan lagi.
"Tidak" jawab Melodi dan Cinta kompak.
"Oke kalau begitu tunggu sebentar ya" ujar pelayan itu kemudian dia pergi.
Suasana kembali hening dan Cinta tidak suka seperti ini.
Bisa mati beku aku kalau seperti ini. Batin Cinta.
Cinta menarik nafas panjang dan memulai percakapan.
"Udah lama Bos?" tanya Cinta.
"Lumayan, kamu lambat sekali" jawab Melodi.
"Aku sudah datang sejak tadi tapi aku shalat maghrib dulu di musholla Mall ini baru aku menuju ke sini" sambut Cinta.
__ADS_1
"Kamu naik apa ke sini?" tanya Melodi.
"Naik Bus. Pulang dari apartemen Bos aku siap - siap dan masih banyak waktu. Naik taxi sayang ongkosnya, mahal" jawab Cinta jujur.
"Cih kamu itu pelit. Gaji yang aku kasih kan banyak. Pasti cukup untuk bayar taxi" ujar Melodi.
"Bos benar, kalau sekedar ongkos taxi ya cukup tapi kan aku bekerja bukan untuk bayar taxi aja Bos. Aku harus bayar kos - kosan, bayar uang kuliah, bayar uang wisuda, untuk keperluan ku sehari - hari dan juga aku harus mengirim uang ke keluargaku di kampung" ungkap Cinta.
Seketika wajah Cinta sendu membuat Melodi merasa tidak enak hati.
"Kamu mau menangis, gitu aja cengeng" ledek Melodi.
"Ish siapa yang mau nangis? Aku gadis yang kuat Bos, pantang bagiku menangis" bantah Cinta.
Tak lama pelayan datang dan menghidangkan makan malam untuk mereka. Melodi dan Cinta mulai menikmati makan malam mereka.
"Kapan kamu wisuda?" tanya Melodi.
"Bulan depan Bos" jawab Cinta.
"Berapa IPK kamu?" tanya Melodi
"Tiga koma sembilan delapan" jawab Cinta.
Ternyata hebat juga kamu. Puji Melodi dalam hati.
"Serius Bos?" tanya Cinta
"Ya serius lah ngapain juga bohong. Kamu pikir saya tukang bohong" jawab Melodi dengan nada yang sedikit lebih tinggi.
"Bu.. bukan begitu maksudku Bos. Aku hanya terkejut mendapatkan kesempatan sebaik ini. Tapi emmmm... maaf Bos apa gajinya lebih besar dari bekerja di rumah Bos? Nanti kalau saya kerja di kantor Bos terus siapa yang kerja di rumah Bos?" tanya Cinta.
"Soal gaji ya setimpal dengan pekerjaan kamu nantinya. Kalau pekerja di apartemen, kamu harus cari pengganti" perintah Melodi.
"Ada bos teman saya. Ta.. tapi dia tidak bisa masak" jawab Cinta.
"Kalau tidak bisa masak ya sudah saya tolak" tolak Melodi.
"Ja.. jangan Bos, kasihan teman saya. Dia juga hidup susah seperti saya. Gimana kalau pulang dari kantor saya singgah ke apartemen Bos dan memasak. Biar teman saya siang bersihin apartemen, sorenya saya yang masak, gimana Bos?" tanya Cinta memberi penawaran.
"Itu artinya kita akan bertemu setiap hari donk. Kamu kan pulang kerjanya sama dengan saya. Kamu kan tau kalau saya tidak suka bertemu dengan siapapun di apartemen saya?" tanya Melodi.
"Ya kita kan udah ketemu ni Bos, saya juga sudah bekerja selama enam bulan di apartemen Bos. Selama itu komunikasi kita sangat baik. Masak Bos masih menganggap saya orang asing? Saya janji tidak akan mengganggu Bos di apartemen. Saya juga tidak akan mencampuri hidup Bos. Ya Bos ya... pleaseeee mau ya... " Cinta menengadahkan kedua tangannya ke depan memohon kepada Melodi sambil membujuk dengan lucu karena sebelah matanya dia tutup dan sebelah matanya lagi mengintip Melodi.
Melodi tersenyum tipis karena merasa lucu dengan sikap Cinta seperti ini.
__ADS_1
"Kamu memang Belanda minta tanah. Dikasih hati minta jantung" ujar Melodi.
"Saya orang Indonesia Bos, Indonesia tulen bukan blasteran. Dan kapan Bos kasih saya hati Bos? Ja.. jangan - jangan Bos... " sambut Cinta.
"Sudah - sudah, pikiran kamu jangan berkelana kemana - mana. IPK tinggi tapi kok lemot, pribahasa seperti itu saja tidak tau. Ya sudah saat kamu antar lamaran ke perusahaan saya sekalian antar lamaran teman kamu yang mau kerja di apartemen saya. Awas kalau kamu dan teman kamu kerjanya gak becus. Kalian berdua akan saya pecat secepatnya " ancam Melodi.
Yes... mimpi apa aku semalam.. Aku dapat kerja baru begitu juga Ratna. Alhamdulillah ya Allah. Sudah aku duga si Bos mah cuma kata - katanya saja yang sadis. Hatinya sih baik banget dan ganteng lagi. Teriak Cinta dalam hati.
"Oke Bos perintah akan saya laksanakan" Cinta mengangkat tangannya memberi hormat.
Dasar anak ini, pintar sekali mengambil hati. Aku jadi lemah di hadapannya. Tapi ingat, kalau sekali saja kamu buat kesalahan, habis kamu aku buat. Batin Melodi.
Makanan mereka kini sudah habis. Cinta melirik jam tangannya sudah jam sembilan malam. Walau ini malam minggu tapi Cinta jarang pulang malam di Kota sebesar ini.
"Bos sudah malam, a.. aku harus pulang" ujar Cinta.
Melodi melirik jam tangannya.
"Ya sudah pulang sana" balas Melodi.
"Terimakasih atas traktirannya ya Bos, semoga Bos dapat rezeki yang berlimpah, panjang umur, sehat selalu dan yang pasti tetap ganteng" ucap Cinta memuji Melodi sambil mengacungkan jempolnya.
"Pelayan" panggil Melodi.
Pelayanan datang membawa tagihan makanan mereka dan Melodi langsung memberikan kartu ATM nya untuk membayarnya.
Cinta melihat kartu yang Melodi keluarkan berbeda dengan kartu yang dia pernah kasih kepada Cinta.
Orang kaya, kartu ATM nya banyak. Ucap Cinta dalam hati.
Tak lama mereka keluar dari restoran itu
"Bos aku pamit duluan ya.. sekali lagi terimakasih banyak atas semuanya" ucap Cinta sambil menunduk hormat.
"Hati - hati kamu di jalan dan jangan kemana - mana lagi langsung pulang" pesan Melodi dengan dingin.
"Ashiaaaap" sambut Cinta cepat.
Cinta berjalan meninggalkan Melodi, mereka berpisah di depan pintu keluar restoran. Cinta berjalan menuju pintu keluar Mall.
Melodi memperhatikan Cinta sampai jauh. Dia tidak bisa melukiskan bagaimana perasaannya saat ini. Tapi entah mengapa matanya tak mau beranjak dari tubuh Cinta yang berjalan semakin menjauh. Hingga akhirnya bayangan Cinta pun tak lagi bisa Melodi lihat barulau Melodi berjalan menuju parkiran mobil dan pulang kembali ke apartementnya.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG