Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 121


__ADS_3

"I.. ini kan Pa.. panya Cinta" ucap Melodi.


Wildan langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera menghampiri Melodi yang tampak sudah mulai marah.


Wildan masih ingat foto keluarga Cinta yang tanpa sengaja pernah dia temukan di rumah Melodi. Wajahnya memang sama dengan pria yang ada di dalam foto ini.


"Kok bisa Od, siapa pengirimnya?" tanya Wildan terkejut.


"Bangsat... ternyata mereka bekerja sama" ucap Melodi dengan wajah yang sangat marah.


"Te.. tenang Od.. Kamu harus berpikir dingin jangan cepat tersulut emosi" sahut Wildan mencoba menenangkan Melodi.


"Ini buktinya Wil, apa lagi yang bisa mereka jelaskan dalam foto ini? Pencuri itu berteman dengan Papanya Cinta. Kamu lihat foto ini? Mereka terlihat sangat akrab" ujar Melodi.


Wajah Melodi terlihat sangat marah. Sikap arogan nya kembali muncul membuat Wildan takut Melodi akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Cinta.


"Tapi siapa pengirimnya? Gak mungkin Om Andar. Dia kan masih dipenjara?" tanya Wildan.


"Pasti Cinta atau Kakaknya Amel" jawab Melodi.


"Aku gak yakin mereka bisa berbuat seperti itu Od. Mereka orang yang baik. Masak kamu gak bisa sih menilai istri kamu seperti apa? Lagian aku yakin gak mungkin mereka yang melakukan ini. Gak mungkin mereka membuka kedok mereka sendiri" bantah Wildan.


Melodi berpikir sejenak. Benar kata Wildan sepertinya memang bukan mereka yang mengirim surat ini.


"Tapi si pengirim ingin memberi tahu kepadaku kalau ternyata istriku lah musuhku selama ini. Kamu baca isi suratnya? Dia seolah - olah mengingatkan aku atas dendam lamaku yang sempat aku lupakan" ujar Melodi.


Wildan mengambil surat yang ada ditangan Melodi dan membacanya.


"Kamu jangan terlalu cepat percaya Od dengan surat yang gak jelas siapa pengirimnya. Percaya pada orang yang benar - benar nyata mencintai kamu" sambut Wildan mencoba menenangkan Melodi.


"Aku jadi kembali yakin, apalagi kemarin Mbak Amel dan Mas Surya terlihat aneh. Mereka pasti memang berencana untuk mendekatiku" tegas Melodi.


"Pelajari semua ini dengan baik dan hati - hati Od, jangan sampai kamu salah langkah. Jangan kamu sakiti wanita yang memang benar - benar mencintai kamu. Jangan kembali seperti dulu, aku sudah ingatkan kepada kamu berulang kali lepaskan semua dendam kamu dan jalani kehidupan yang sekarang" sahut Wildan.


"Terus kamu mau aku seperti orang bodoh karena cinta? Karena wanita? Aku harus tau apa tujuan Cinta mendekatiku? Apakah dia menginginkan hartaku?" tanya Melodi.


Tiba - tiba ponsel Wildan berdering dan tertera nomor Mamanya di layar ponselnya.


"Sebentar Mamaku menelepon" potong Wildan.


Wildan mengangkat teleponnya.


"Halo Ma.." sapa Wildan.

__ADS_1


"Apa Papa pingsan dan masuk rumah sakit? Baik.. baik.. aku akan segera kesana" jawab Wildan.


Wildan menutup teleponnya.


"Ada apa dengan Papa kamu?" tanya Melodi khawatir.


"Kata Mama Papa pingsan tadi di kantor dan dibawa ke rumah sakit. Sorry Od, aku harus pergi sekarang, aku tidak bisa menemani kamu" Wildan bergegas pamitan.


"Tidak apa, kesehatan Om lebih penting. Kalau ada apa - apa segera hubungi aku ya" pinta Melodi.


"Oke, aku pergi ya. Ingat jangan gegabah dalam bertindak. Jangan terbawa emosi dan pikirkan dengan matang semuanya" pesan Wildan sebelum pergi.


Wildan langsung bergegas meninggalkan ruangan kerja Melodi. Meninggalkan Melodi yang masih emosi melihat surat tanpa jelas siapa pengirimnya.


Seharian Melodi memikirkan siapa pengirim surat ini, apa maksud dan tujuannya. Melodi masih memikirkan apa yang dia dapati kemarin kemarin. Sikap Amel dan Surya yang mencurigakan dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Sialaaaan.. kepalaku mau pecah memikirkan semua ini. Mana Wildan juga pergi dan tidak bisa membantuku saat ini" umpat Melodi.


Melodi segera berjalan keluar ruangannya berjalan ke basement dan keluar dari gedung Sanjaya Corp. Melodi kembali seperti dulu saat dia sedang marah dan kesal. Selalu lari ke diskotik untuk melepaskan beban pikirannya.


Sofia tersenyum saat melihat kedatangan Melodi. Dia segera menyambut Melodi dengan riang gembira.


"Hai sayang kamu datang lagi... " sapa Sofia berusaha menebar pesona.


"Oke Od kamu bisa segera menempatinya. Sofia antar Melodi ke ruangan VIP dan layani dia dengan sebaik mungkin" perintah pemilik diskotik.


"Beres Bos" jawab Sofia dengan senyum menggoda.


"Ayo sayang.. hari ini aku akan memuaskan kamu" ajak Sofia.


Melodi yang sedang galau dengan mudahnya tergoda. Sofia memesan beberapa botol minuman kesukaan Melodi. Mereka berpesta sore itu hingga sampai malam.


Cinta menunggu kabar dari Melodi. Jam kerja sudah selesai lima belas menit yang lalu. Tapi Melodi belum juga mengabarinya.


Cinta mencoba untuk mengirim pesan tapi hanya tanda contreng satu. Lanjut menghubungi Melodi tapi nomornya tidak aktif.


Kenapa ponsel Mas Melodi gak aktif, apa mereka sedang rapat? Duh apa aku harus hubungi Mas Wildan? tanya Cinta dalam hati.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya Cinta memutuskan untuk naik ke lantai paling atas dan berjalan ke ruangan Melodi.


"Pak Melodi keluar Mbak dua jam yang lalu" lapor sekretaris Melodi.


Sejak kejadian penyebaran foto kemarin sebelum Cinta dan Melodi mengumumkan pernikahan mereka, wanita ini tampak menjaga sikapnya. Dia tidak berani lagi menganggap remeh kepada Cinta. Dia merubah sikapnya menghormati Cinta.

__ADS_1


"Apa kamu tau kemana? Karena aku hubungi nomornya gak aktif?" tanya Cinta.


"Maaf Bu saya tidak tau" jawab Wanita itu.


"Apa Mas Melodi pergi bersama Pak Wildan?" tanya Cinta.


"Tidak Bu, Pak Melodi pergi sendirian" jawab sekretaris Melodi.


"Baik, terimakasih kalau begitu" sambut Cinta.


Cinta segera meraih ponsel di tasnya dan mencoba menghubungi Wildan. Saat ini hanya Wildan yang bisa dia andalkan.


"Assalamu'alaikum Mas Wildan" ucap Cinta memulai pembicaraan.


"Wa'alaikumsalam Cin" jawab Wildan.


"Maaf ya Mas mengganggu. Apa Mas Melodi saat ini sedang bersama Mas Wildan?" tanya Cinta.


"Lho nggak Cin, aku sudah keluar kantor dari pagi. Orang tuaku masuk rumah sakit dan aku izin sama Melodi sejak pagi. Emangnya Melodi kemana?" tanya Wildan balik.


"Mas Melodi gak ada di ruangannya Mas, teleponnya juga gak aktif. Gak tau dia kemana?" tanya Cinta.


Duh... pasti anak itu melakukan tindakan bodoh lagi. Tebak Wildan dalam hati.


"Kamu tenang saja Cin, lebih baik kamu pulang bareng Ratna ke apartement. Biar nanti aku yang coba hubungi dan cari Melodi ya" jawab Wildan.


Cinta menarik nafas panjang dan sedikit lega. Setidaknya dia bisa meminta pertolongan kepada Wildan untuk mencari dimana suaminya saat ini.


"Maaf ya Mas jadi merepotkan. Aku gak tau pada siapa lagi meminta tolong. Aku juga gak tau kemana harus mencari Mas Melodi" ujar Cinta.


"Iya Cin aku ngerti kok. Kamu hati - hati ya pulangnya" pesan Wildan.


"Iya Mas, terimakasih. Assalamu'alaikum" tutup Cinta.


"Wa'alaikumsalam" jawab Wildan.


Dan telepon pun terputus. Cinta segera turun ke lantai dasar dan pulang bersama Ratna ke apartement mereka.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2