
Hari yang dinantikan Melodi dan Cinta akhirnya tiba. Keluarga Cinta sudah tiba kemarin di Jakarta. Untuk sementara mereka menginal di apartement Ratna karena di apartement Melodi tidak ada kamar tamu. Kamar lain sudah dimanfaatkan Melodi sebagai ruangan kerjanya.
Karena kondisi Cinta yang sedang hamil muda, mereka tidak bisa mengajak Amel, Bibik dan Surya keluar untuk jalan - jalan. Malah Cinta meminta Bibik dan Kakaknya Amel memasak makanan kesukaannya.
Tentu saja Bibik dan Amel dengan senang hati mengabulkan permintaan Cinta. Demi untuk ponakan tersayang yang ada di dalam perut Cinta.
Saat ini Amel, Bibik dan Cinta berada di dapur. Cinta duduk di depan meja makan sambil menyaksikan dua wanita tersayang dalam hidupnya sedang memasak makanan yang dia inginkan.
"Bibik jadi kan ikut tinggal bersamaku?" tanya Cinta penuh harap.
Bibik tersenyum dan menatap Cinta penuh kasih sayang, dia sudah menganggap Cinta seperti anaknya sendiri karena memang dia sudah lama mengasuh Cinta.
Dulu Bibik bekerja di rumah orang tua Cinta saat Cinta berumur empat tahun. Dengan penuh kelembutan Bibik Cinta jadi cepat akrab.
Bibik juga berhutanh budi pada Papa dan Mama Cinta dan Amel. Mereka sangat berbaik hati membantu biaya sekolah anaknya di kampung karena suami Bibik sudah lama meninggal.
Sehingga saat Papa dan Mama Cinta meninggal Bibik merasa bertanggung jawab untuk tetap mengasuh mereka. Apalagi saat itu jiwa Cinta terancam. Bibik ingin sekali melindungi Cinta dan Amel dari gangguan orang jahat yang ingin mengincar nyawa Cinta.
Bibik yang membawa mereka ke kampung agar penjahat itu tidak bisa menemukan mereka. Bibik yang meminta agar Cinta dan Amel tidak membawa nama orang tua mereka di kampung.
Tujuannya agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh penjahat itu. Amel dan Cinta sangat menyayangi Bibik. Bibik lah pengganti orang tua mereka sejak Papa dan Mama mereka meninggal.
"Jadi Nduk.. kamu gak lihat kemarin Bibik udah bawa baju yang banyak?" tanya Bibik.
Cinta tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku mana lihat Bik kan kemarin waktu Bibik datang aku gak turun ke lantai bawah. Malah kalian yang datang ke sini" jawab Cinta.
"Iya ya, Bibik lupa. Barang - barang Bibik kan di apartement Ratna" sahut Bibik.
"Gak apa - apa kan Kak kalau Bibik bersamaku?" tanya Cinta pada Amel.
__ADS_1
"Ya gak apa - apa Dek, Bibik kan bukan hak milik Kakak. Anak Bibik aja kasih izin masak Kakak nggak. Kamu kan lebih membutuhkan Bibik lagian bersama kamu hidup Bibik pasti lebih nyaman" jawab Amel.
"Kenyamanan itu bukan berasal dari materi Mel, tapi dari kasih sayang. Kalian sama - sama menyayangi Bibik dan Bibik juga menyayangi kalian. Tentu saja Bibik nyaman tinggal bersama kalian karena kalian sudah Bibik anggap sebagai anak Bibik sendiri" ujar Bibik.
Amel dan Cinta memeluk Bibik dengan surat secara bersama - sama.
"Ada apa ini, mengapa saling berpelukan seperti teletubbies?" tanya Melodi.
"Kami lagi kangen - kangenan Mas. Lagi serah terima Bibik dari Kak Amel ke aku" jawab Cinta.
"Hahaha ada - ada saja kamu Cin" sambut Surya.
"Eh iya mumpung Mbak Amel dan Mas Surya ada di sini. Ada yang ingin aku sampaikan. Tapi aku mohon kalian jangan tersinggung ya" ujar Melodi.
Melodi dan Surya duduk di depan meja makan bergabung bersama Cinta, Amel dan Bibik.
"Kata Cinta Mbak Amel dulu pernah keguguran, katanya karena ada miom di rahimnya. Mmm.. gimana kalau kalian memeriksakan ulang keadaan rahim Mbak Amel. Dokter yang menangani Cinta bagus lho, di Jakarta ini dia sudah sangat terkenal" ungkap Melodi.
Amel dan Surya saling lirik. Sebenarnya mereka sangat mau karena sudah tiga tahun mereka menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Itu adalah impian mereka, dalam tiga tahun pernikahan mereka, Amel dan Surya memang sangat merindukan adanya anak dalam rumah mereka.
Surya hanyalah pegawai kelurahan dengan pangkat yang tidak tinggi. Dia hanya pegawai biasa saja yang memiliki gaji pas - pasan. Dan Amel lebih mengutamakan biaya kuliah Cinta dari pada keinginannya untuk hamil.
Melodi baru saja membelikan mereka sawah dan merenovasi rumah mereka di kampung menjadi rumah permanen. Itu sudah sangat membantu sekali buat mereka. Malu rasanya kalau terlalu banyak menerima bantuan dari Melodi.
"Ka.. kami rasanya tidak pantas.. " ucap Surya.
"Jangan sungkan Mas. Kita kan sudah menjadi keluarga. Kalian sudah banyak berkorban untuk istriku, apa salahnya aku membalasnya sebagai ucapan terimakasih karena kalian sudah membuat istriku jadi wanita yang berhasil sekarang" potong Melodi.
Amel dan Surya kembali saling tatap.
"Mas" panggil Amel.
__ADS_1
"Kak mau ya, aku mohon. Sekarang aku tau bagaimana bahagianya menjadi seorang wanita yang sedang hamil, yang sebentar lagi akan mempunyai anak. Aku tau bagaimana sedih dan kecewanya Kakak saat Kakak dulu keguguran. Aku sedih melihat kesabaran Kakak untuk lebih memilih membantu biaya kuliahku dari pada keinginan Kakak untuk hamil" pinta Cinta.
Air mata Amel menetes di pipinya karena terharu dengan perhatian adiknya yang sangat luar biasa. Cinta seperti melakukan balas budi kepada mereka.
"Kakak ikhlas dek melakukannya untuk kamu. Kakak tidak berharap kamu membalasnya" ucap Amel.
"Aku juga ikhlas melakukan semua ini untuk Kakak karena aku ingin Kakak bahagia" sambut Cinta.
Cinta menggenggam tangan Amel penuh kasih sayang.
"Nanti setelah resepsi pernikahan kami selesai, Kakak mau ya bareng aku ke dokter kandungan. Kita periksa dengan lengkap dan jelas semuanya. Kita cari jalan keluar yang terbaik atas permasalahan kandungan Kakak" pinta Cinta.
Amel langsung memeluk Cinta dengan erat, tangisnya pecah. Tidak percuma dia banting tulang berjuang untuk menyelamatkan Cinta dulu. Adik yang sangat dia sayangi. Saudaranya satu - satunya yang tertinggal.
Yang dia asuh dan didik penuh kasih sayang. Kini sudah menjadi adik yang sukses dan sudah bisa membahagiakan keluarganya.
"Terimakasih dek.. terimakasih.. Kakak mau. Kakak memang sangat ingin hamil lagi. Saat mendengar kamu hamil Kakak menangis bahagia karena kamu tidak mengalami hal yang sama seperti yang Kakak rasakan. Kakak tak henti - hentinya bersyukur kepada Allah karena kamu sehat. Tidak seperti Kakak yang..." Amel berkata sambil terisak.
"Sudah Kak.. sudah.. jangan menangis lagi. Sudah habis dan selesai air mata kesedihan, mari kita hapus semua kesedihan kita dulu. Sudah saatnya kita tersenyum menatap masa depan yang penuh bahagia. Aku yakin kalau Kakak mau konsultasi ke dokter kandungan dalam waktu dekat Kakak juga akan menyusulku, hamil juga" ucap Cinta tulus.
"Aaamiin.. " sahut Amel penuh harap.
"Aaamiin.. " jawab yang lainnya lega.
"Alhamdulillah dek" ujar Surya sambil meraih tangan Amel dan menggenggamnya erat.
"InsyaAllah buah kesabaran kita selama ini. Mas yakin Allah pasti akan mendengar doa - doa kita. Kita sudah berdoa dan kini kita akan berusaha, setelah itu mari kita berserah kepad Allah. DIA yang berhak menentukan semua mana yang baik untuk kita" ucap Surya.
"Iya Mas" balas Amel.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG