
"Maaaas besok aku ngumpul bareng anak - anak ya" pinta Cinta kepada suaminya saat mereka sedang bersiap untuk tidur.
"Anak - anak tim Sanjaya?" tanya Melodi balik.
"Iya" angguk Cinta.
"Ngapain?" tanya Melodi sedikit keberatan, dia khawatir karena Cinta saat ini sedang hamil muda.
"Aku pengen banget ketemu mereka, kangen. Lagian sekalian Ratna mau undang mereka dan meminta mereka jadi bridesmaid pernikahannya" jawab Cinta.
"Tapi hati - hati ya yank, ingat kandungan kamu" pinta Melodi.
"Iya Mas, makasih ya" Cinta memeluk dan mencium pipi Melodi sebagai ungkapan rasa sayangnya.
Keesokan paginya di PT. Raharjo Group.
"Mas aku izin ngumpul bareng sama anak - anak geng Sanjaya ya" pinta Ratna pada Wildan.
"Boleh, tapi kamu mau ngapain sama mereka?" tanya Wildan.
"Mau undang mereka secara langsung" jawab Ratna.
"Ooo ya sudah jam berapa perginya?" sambung Wildan.
"Pulang kerja nanti aku dijemput Cinta.
"Bareng Cinta? Oke deh aku jadi lebih lega" sahut Wildan.
"Eh iya Mas boleh kan aku pinta mereka jadi bridesmaid pesta pernikahan kita?" tanya Ratna.
"Boleh, kenapa nggak" balas Wildan.
"Oke Mas" jawab Ratna senang.
"Jam berapa pulangnya? Biar aku jemput?" tanya Wildan.
"Belum tau, nanti aku kabari kamu" jawab Ratna.
Sore hari sepulang kerja Cinta sudah sampai di lobi bawah Perusahaan Wildan. Ratna segera turun dan menghampiri Cinta.
"Yuk Cin" ajak Ratna.
"Hayuuuk" sambut Cinta.
Mereka keluar dari kantor lalu masuk ke dalam mobil Cinta.
"Katanya mereka barengan langsung ke lokasi" ujar Ratna.
"Siapa yang pesan ruangannya?" tanya Cinta.
Biasanya Melodi yang memesankan tempat untuk mereka berkumpul tapi semenjak Sofia sudah dipenjara Melodi tidak begitu ketat lagi menjaga Cinta. Apalagi Cinta memang tidak suka diperlakukan seperti itu.
"Wahyu yang pesan katanya" sambut Ratna.
"Oke.. mari kita bersenang-senang hari ini. Aku ingin makan yang banyak" sorak Cinta.
Ratna tersenyum melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
"Nafsu makan kamu benar - benar hebat ya Cin" ujar Ratna.
"Iya Rat, aku cepat sekali merasa laper. Setiap jam harus ada yang aku makan makanya aku jadi suka ngemil" ungkap Cinta.
"Lihat baru satu bulan lebih tapi aku sudah gendut" sambung Cinta.
"Yang penting sehat" sahut Ratna
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di tempat biasa mereka berkumpul, semua Cafe lengkap dengan perlengkapan karaokean.
Cinta dan Ratna sangat senang bertemu teman - teman satu tim mereka saat bekerja di Sanjaya Corp. Sesama wanita saling berpelukan menyambut kedatangan Cinta dan Ratna.
Mereka mulai memesan makanan dan menikmati kebersamaan mereka sambil bernyanyi.
"Akhirnya kamu menikah juga dengan Pak Wildan" ujar Suri.
"Iya kalian berdua sukses membuat kami iri. Bisa - bisanya kalian membuat dua idola kami jatuh cinta sampai klepek - klepek" sambut Loli.
Cinta dan Ratna tersenyum manis mendengar curhatan teman - temannya.
"Kamu kok gendutan Cin?" tanya Santi.
"Aku lagi hamil San" jawab Cinta.
"Waaaah selamat ya Cin, semoga sehat - sehat sampai lahiran" ujar Santi tulus.
"Eh sepertinya setelah Ratna menikah bakal ada yang menyusul" potong Suri.
"Siapa?" tanya Cinta penasaran.
"Oh ya?" tanya Cinta sambil melirik ke arah Baim dan Santi.
Pantas saja mereka duduknya berdekatan. Keduanya terlihat malu - malu saat Cinta melirik ke arah mereka.
"Selamat ya, semoga kalian berjodoh" ucap Cinta tulus.
"Aamiin... " sambut Baim dan Santi.
"Jadi ini traktiran karena ada yang baru jadian?" tanya Ratna.
"Bukan ini traktiran karena ada yang mau nikah" potong Wahyu.
"Oh kalau itu mah gampang" sambut Ratna.
"Aasiiik" sorak Loli, Suri dan Wahyu.
"Kalian jadi bridesmaid dan groomsmen di pesta pernikahan aku ya" pinta Ratna.
"Waaaah asik banget tuh" sambut Suri.
"Dapat seragaman kan?" tanya Loli.
"Beres nanti aku kasih" sambut Ratna.
Tak lama makanan datang dan mereka semua makan bersama. Setelah makan mereka shalat maghrib di mushola Cafe lalu duduk santai sambil ngobrol dan bernyanyi.
Sekitar jam sembilan malam Cinta sudah dijemput Melodi. Dia pamit pada teman - temannya. Baim sudah pulang bersama Santi. Sedangkan Loli pulang bareng Suri.
__ADS_1
Wildan sedang terjebak macet sehingga belum sampai di Cafe tempat Ratna dan teman - temannya bertemu. Wahyu tak mungkin meninggalkan Ratna sendirian di Cafe. Dengan setia dia menemani Ratna menunggu Wildan datang.
"Aku rasa tidak ada gunanya bagi kamu kalau mendengar pengakuan ku. Tapi setidaknya aku tidak penasaran seumur hidupku Rat. Aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu" ucap Wahyu sambil menatap Ratna dengan serius.
"Kamu mau mengatakan apa Yu?" tanya Ratna penasaran.
"Sejak kamu masuk dalam tim diam - di aku juga suka pada kamu. Tapi aku gak berani mengatakannya karena aku tau Pak Wildan juga menyukai kamu. Ternyata nasib aku dan Baim sama. Sama - sama menyukai wanita yang sudah mencintai dan dicintai oleh orang lain. Tapi aku tidak malu untuk mengungkapkan perasaan aku pada kamu. Aku sangat yakin pasti kamu akan menolak perasaanku. Tapi setidaknya kamu sudah mendengar langsung dari mulutku kalau ada pria lain selain Pak Wildan yang menyukai kamu" ungkap Wahyu.
"Maaf Wil, aku memang tak bisa menerima perasaan kamu. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu menemukan wanita yang lebih baik dari aku. Lihatlah Baim, dia sudah menemukan Santi. Pria baik untuk wanita yang baik. Aku yakin kamu pasti akan mendapatkan wanita yang baik" balas Ratna.
Wahyu tersenyum tulus
"Kamu wanita hebat Rat dan sangat baik makanya kamu mendapatkan Pak Wildan pria yang juga sangat baik. Semoga kalian hidup bahagia ya" ucap Wahyu.
"Terimakasih ya Yu" sambut Ratna.
Sementara tak jauh dari ruangan tempat mereka duduk ada dua pasang mata yang menatap jijik ke arah Ratna dan Wahyu.
Tanpa sengaja ruangan private tempat Ratna dan teman - temannya pintunya terbuka sehingga Rania dan Bella bisa melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu.
"Lihat gadis kampung itu, berani - beraninya mengkhianati Wildan. Wildan harus tau apa yang wanita itu lakukan dj belakang Wildan. Cepat ambil foto mesra mereka berdua" ucap seorang wanita.
Cekrek... Cekreek...
Wanita yang satu lagi sibuk mengambil beberapa foto kedekatan Ratna dan Wahyu malam ini.
"Wildan sangat membanggakan wanita ini tak tahunya kelakuan wanita ini lebih buruk dari kita. Pernikahan tinggal beberapa minggu lagi tapi dia berani - beraninya kencan dengan pria lain, munafik" sahut wanita satunya.
Ya kedua wanita itu tak lain adalah Rania dan Bella.
"Kita harus melakukan sesuatu" ucap Rania.
Rania memanggil seorang pelayan dan berbisik kepada pria tersebut. Pria itu tampak mengangguk tanda setuju. Setelah itu pria itu pergi dari meja Rania dan Bella.
Dimeja Ratna dan Wahyu.
"Silahkan diminum Pak Bu" ucap seorang pelayanan.
"Lho kami tidak memesan minuman tambahan" tolak Ratna.
"Ini service dari Cafe kami sebagai bonus Bapak dan Ibu sudah memilih tempat reuni di Cafe kami" jawab pelayanan itu.
"Waah hebat juga service Cafe ini" sambut Wahyu.
"Terimakasih" ucap Wahyu langsung menerima gelas dan meminum isinya.
Ratna juga melakukan hal yang sama. Tapi beberapa menit kemudian mereka berdua merasakan kantuk yang luar biasa. Dan seketika Rania dan Bella beraksi.
Dengan bantuan dua orang pelayan mereka membawa Wahyu dan Ratna ke suatu tempat.
"Lihatlah Wildan aku pastikan pernikahan kamu pasti akan batal, seperti kamu membatalkan pertunangan kita" ucap Rania.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1