
Setelah selesai makan siang Melodi dan Cinta bersiap - siap handak pergi ke makam kedua orang tua Melodi. Melodi melajukan mobilnya menuju TPU tempat peristirahatan terakhir orang tua Melodi.
Mereka saling bergandengan tangan berjalan hingga sampai ke depan makam kedua orang tua Melodi. Cinta menatap nisan kedua orang tua Melodi.
Tanggal kematian kedua orang tua Mas Melodi kok sama persis dengan kematian kedua orang tuaku? Oh iya Mas Melodi juga bilang kalau Papa Mamanya meninggal karena kecelakaan. Sama juga dengan Papa Mamaku. Apakah benar - benar ada satu kebetulan seperti ini? Kami sama - sama menjadi anak yatim piatu diwaktu yang bersamaan. Tanya Cinta dalam hati.
"Pa Ma.. aku datang lagi, kali ini aku datang bersama Cinta istriku. Kami menikah dua hari yang lalu, mendadak memang karena aku tidak ingin kehilangan dia. Aku sudah mengenalnya hampir satu tahun yang lalu. Sejak bertemu Cinta hidupku berubah. Dia datang membawa warna baru dalam hidupku. Dengan keceriaannya membuat hari - hariku tidak kesepian lagi. Papa Mama jangan mengkhawatirkan aku lagi karena saat ini sudah ada Cinta yang selalu ada di sisimu. Kalian sudah bisa beristirahat yang tenang di sana. Aku dan Cinta akan selalu mendoakan kalian" ucap Melodi.
"Maaas.. baca al-fatihah aja yuk" ajak Cinta dengan sangat lembut.
"Iya sayang" sambut Melodi.
Keduanya melantunkan doa - doa untuk kedua orang tua Melodi.
"Maaf ya Pa.. Ma.. belakangan ini aku jarang datang ke sini karena aku sedang sibuk. Tapi mungkin ke depannya aku akan lebih sering ke sini bersama Cinta" Melodi menatap wajah istrinya.
Cinta membalasnya dengan senyuman. Tak lama kemudian mereka berbalik dan berjalan menuju parkiran.
"Den Melodi" panggil seseorang.
Melodi menoleh ke arah suara. Dia melihat seorang pria tua yang dia kenal beberapa tahun yang lalu.
"Pak Ilham" sapa Melodi ramah.
Cinta menoleh ke pria tua itu dan dia merasa penasaran mengapa Melodi bisa mengenalnya. Setau Cinta Melodi adalah pria dingin, pendiam, tertutup dan misterius. Mengapa bisa kenal dengan pria tua yang seperti ini.
Bukan Cinta ingin merendahkan penampilan pria tua itu tapi dia kenal siapa suaminya. Dulu saat dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di apartement Melodi. Melodi tidak pernah mau bertemu dengan Cinta. Seolah - olah menegaskan kalau kedudukan mereka tidak selevel.
"Apa kabar Den Melodi, lama tidak bertemu?" tanya Pak Ilham.
"Baik Pak, alhamdulillah.. Bapak sehat juga kan? Maaf kemarin aku tidak bisa datang dan bertemu Bapak lagi karena kesibukanku" jawab Melodi.
"Tidak apa, aku mengerti. Den Melodi kan seorang pengusaha muda, pasti sibuk" sambut Pak Ilham.
Dia kemudian melirik ke arah Cinta dan Cinta membalasnya dengan senyuman.
"Aah kenalkan Pak Ilham, ini istri saya Cinta" ucap Melodi memperkenalkan Cinta kepada Pak Ilham.
"Cinta" ucap Cinta sambil mengulurkan tangannya ramah.
"Saya Ilham penjaga kuburan ini" sambut Pak Ilham.
__ADS_1
"Waaah selamat ya Den, akhirnya Den Ilham menikah juga, cantik lagi istrinya" ucap Pak Ilham.
"Iya Pak Alhamdulillah" balas Melodi.
"Buru - buru Den?" tanya Pak Ilham.
"Nggak sih Pak" jawab Melodi.
"Mampir ke rumah saya Den. Kita goreng ubi" ajak Pak Ilham.
Melodi melirik Cinta.
"Yank kamu gak keberatan kan?" tanya Melodi.
"Nggak Mas" sahut Cinta.
Mereka berjalan menuju rumah Pak Ilham yang tak jauh dari TPU.
"Silahkan masuk" ucap Pak Ilham.
Cinta menatap sekeliling rumah Pak Ilham.
"Iya Non" sambut Pak Ilham.
"Bapak tanam sendiri semuanya?" tanya Cinta takjub.
"Iya Non, selain bisa di makan, saya juga sekalian olahraga Non cari keringat" jawab Pak Ilham.
"Wah hebat Pak, seumur Bapak masih gagah dan sehat" puji Cinta.
Cinta menatap sekeliling rumah Pak Ilham.
"Sebentar ya Den, Non saya cabut ubi dulu" ujar Pak Ilham.
"Mas bantuin gih" perintah Cinta.
"A.. aku mau bantuin apa Cinta?" tanya Melodi.
"Ya bantuin cabutin ubi. Biar aku yang masak, boleh kan Pak?" tanya Cinta.
"Emangnya Non Cinta bisa?" tanya Pak Ilham.
__ADS_1
"Dia ahlinya Pak" potong Melodi.
"Wah kalau begitu boleh Non Cinta, silahkan" sambut Pak Ilham.
"Ya udah Pak ajakin tuh Mas Melodi cabut ubinya biar saya siapkan bahan - bahannya" ujar Cinta.
"Yuk Den Melodi kita kebelakang" ajak Pak Ilham.
Mereka beranjak ke belakang. Cinta mulai menyiapkan bahan - bahan masakan tak lupa dia juga membuat kopi, sedangkan Pak Ilham dan Melodi mulai mencabut ubi.
"Sepertinya Non Cinta gadis yang baik Den juga solehah. Den Melodi beruntung mendapatkan istri seperti Non Cinta" puji Pak Ilham.
"Iya Pak. Saya mengenalnya sudah hampir satu tahun. Awalnya dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di apartement saya. Dia kuliah sambil bekerja, setelah dia tamat kuliah saya menawarkan dia untuk bekerja di perusahaan saya. Itu karena saya melihat dia pintar dan jujur. Setelah itu kami semakin sering bertemu dan saya mulai mengenalnya. Dia gadis yang periang dan lucu. Sejak mengenal dia hidup saya rasanya lebih berwarna, lebih ceria dan lebih berarti. Ada saja tingkahnya yang membuat saya jadi sering tersenyum. Saya tidak merasa kesepian dan sunyi lagi. Hingga pada suatu saat saya melihat ada saingan di depan saya dan saya merasa takut kehilangannya. Saya menyadari kalau kebersamaan kami selama ini telah menumbuhkan benih - benih cinta di hati saya. Karena itu tiga hari yang lalu kamu jalan - jalan ke rumah Cinta di kampung. Dalam kesempatan itu saya beranikan diri untuk melamarnya. Ternyata sambutan keluarga sangat baik. Mereka berkata kalau kami berdua sudah saling suka untuk apa berpacaran. Lebih baik menikah saja" ungkap Melodi.
"Bener itu Mas, pacaran itu banyak dosanya" sambut Pak Ilham.
"Itulah Pak, akhirnya pada kesempatan itu juga saya menikah dengan Cinta, walau baru nikah secara agama karena mendadak. Setelah itu baru menyusul surat - suratnya" sambung Melodi.
"Tidak apa yang penting secara agama sudah sah tapi jangan juga di perlama surat - suratnya. Itu akan melindungi hak - hak sah suami istri di negara kita" ujar Pak Ilham.
"Iya Pak, nanti surat - surat akan dibantu oleh kakak ipar saya di kampung. Kalau nanti kami adakan resepsi pernikahan kami Bapak datang ya" pinta Melodi.
"InsyaAllah saya akan datang" sambut Pak Ilham.
Melodi tersenyum ramah kepada Pak Ilham. Mereka kembali mencabut ubi sambil berbincang - bincang.
"Jadi Den Melodi, setelah Aden mengenal Cinta lebih dalam dan mulai mencintainya apakah Aden sudah melupakan luka dan dendam masa lalu Aden?" tanya Pak Ilham ingin tau.
"Aku sudah melupakannya Pak. Bersama Cinta aku jadi lupa akan kesedihan dan amarahku dulu. Cinta membawa pengaruh besar kepadaku. Dia seperti menuntunku untuk lebih dekat kepada Allah. Kami sudah menikah dua hari tapi sejak saat itu aku tidak pernah meninggalkan shalat. Dia selalu punya cara untuk mengajakku shalat tanpa berusaha mengguruiku. Aa.. aku merasa hidupku sekarang jauh lebih baik setelah mengenal Cinta" jawab Melodi.
"Alhamdulillah Den, Bapak bahagia mendengarnya" sambut Pak Ilham.
.
.
BERSAMBUNG
Maaf ya readers.. untuk beberapa hari ini aku upnya sedikit karena ada acara keluarga. Tapi aku usahain up setiap hari. Sabar ya dan tetap tungguin novel aku sampai akhir..
Terimakasih 🙏💕
__ADS_1