
Di rumah Cinta dan Melodi.
"Yank suasananya mendukung nih" bisik Melodi.
"Mendukung apa Mas?" tanya Cinta bingung.
"Mendukung untuk bercocok tanam" jawab Melodi.
"Ya jelas donk, disekeliling rumah kita sawah semua" sahut Cinta.
"Maksud aku sawah yang ada disampingku" ujar Melodi.
"Oooh aku.. eh maksud kamu?" tanya Cinta terkejut.
Melodi mengeluarkan senyuman nakal.
"Mungkin kalau cocok tanamnya di tempat yang tenang seperti ini akan berpengaruh pada calon anak kita nanti. Dia pasti akan tumbuh sehat dan kuat. Seperti Mamanya yang tumbuh besar di kampung ini" bujuk Melodi.
"Aduuuuh manis banget bujuk rayunya" sahut Cinta.
Melodi memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat. Tangannya mulai beraksi menyentuh tubuh istrinya memberikan reaksi kepada Cinta.
"Maaas" panggil Cinta dengan suara yang terdengar mulai berat dan serak.
Melodi tersenyum karena aksinya berhasil memancing gaira* istrinya itu. Melodi segera melanjutkan aksinya, dia mulai melakukan gencatan menggoda tubuh istrinya hingga mendamba.
Mereka melakukannya dengan santai dan tidak terburu - buru. Karena waktu masih sangat panjang dan tidak ada yang mengganggu mereka di sini.
Malam ini mungkin bukan Pak Ilham dan Bik Sumi saja yang sedang honeymoon. Ada Cinta dan Melodi juga, mungkin mereka terbawa suasana rumah kampung yang sangat nyaman dan membuat hati mereka tenang dan damai.
Keduanya berpacu dengan deru nafas yang semakin berat. Sama - sama ingin mencapai kepuasan masing-masing tanpa melupakan kepuasan pasangan mereka. Seirama dan sangat manis, hingga keduanya sama - sama mencapai puncaknya.
Keduanya samaa - sama saling mengatur nafas dan mengusap peluh setelah bertempur di atas ranjang. Dengan penuh kelembutan Melodi mengecup kening istrinya.
"Terimakasih sayang, semoga benih yang aku titipkan di rahim kamu berkembang dengan baik dan tumbuh sehat" ucap Melodi sambil mengelus lembut perut Cinta.
"Aaamiin.. Aku juga sudah sangat menginginkannya Mas" sambut Cinta.
"Kamu mau berapa banyak?" tanya Melodi.
Mereka masih dalam posisi berpelukan dan hanya bertutupkan selimut.
"Mmm... dua aja ya Mas?" pinta Cinta.
"Kok cuma dua?" tanya Melodi.
Cinta menatap wajah Melodi.
"Jadi Mas maunya berapa?" tanya Cinta penasaran.
__ADS_1
"Ratusan" jawab Melodi bercanda.
"Emangnya aku wafer" jawab Cinta.
"Hahaha.. kamu lucu sekali sayang" Melodi semakin mempererat pelukannya.
Tangannya terus mengelus lembut perut Cinta.
"Aku ngantuk Mas, aku tidur duluan ya" pinta Cinta.
"Tidur lah sayang, aku masih menunggu Wildan dan Ratna pulang. Nanti gak ada yang bukain pintu buat mereka" jawab Melodi.
"Eh iya aku baru ingat, tadi Ratna cerita. Dia sangat lega sudah berita kepada Mas Wildan tentang keluarganya" ucap Cinta tak jadi memejamkan matanya.
"Emangnya ada apa dengan keluarganya?" tanya Melodi penasaran.
"Bapak Ratna itu seorang pengangguran Mas, malas kerja dan suka mabuk - mabukan. Ratna sangat takut kalau karena hal itu Mas Wukdan akan mundur" jawab Cinta.
Melodi merapatkan tubuhnya pada tubuh Cinta.
"Kalau dia memang tulus mencintai Ratna dia pasti akan menerima Ratna apa adanya. Tak perduli apa yang terjadi dengan keluarganya. Mau menikahi Ratna itu artinya Wildan sudah siap menerima Ratna sepaket dengan keluarganya" ujar Melodi.
"Tapi bagaimana dengan keluarga Mas Wildan Mas?" tanya Cinta khawatir.
"Aku kenal Om Raharjo dan istrinya. Mereka orang - orang baik, buktinya mereka membiarkan Wildan menemani dan mendampingiku selama bertahun-tahun. Padahal mereka juga butuh Wildan untuk meneruskan perusahaan mereka. Aku yakin saat mereka menerima Ratna sebagai calon menantu mereka, mereka sudah siap dengan segala sesuatu yang terjadi" jawab Melodi.
"Semoga saja Mas. Ratna itu anak paling besar, dia punya tiga orang adik yang harus dia sekolahkan. Ibunya sudah tua sudah tidak kuat lagi bekerja di sawah. Apakah Mas Wildan bisa menerimanya? Ratna saat ini jadi tulang punggung keluarga" ujar Cinta.
"Syukurlah kalau bagitu Mas, aku juga jadi lega. Ratna adalah sahabatku, aku kenal dia sejak awal kami kuliah. Kehidupan kami tidak jauh beda. Dia sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri. Kalau dia bahagia aku juga turut bahagia" ucap Cinta
"Whoaaaa" Cinta menguap karena sudah mengantuk kembali.
Melodi mengelus punggung Cinta dengan penuh kasih sayang.
"Tidur lah sayang aku akan menjaga kamu. Kamu harus istirahat, siapa tau besok sebelum subuh aku mau satu ronde lagi" goda Melodi.
Tapi permintaan Melodi tak mendapatkan jawaban karena Cinta sudah tertidur. Melodi tersenyum melihat wajah imut istrinya yang sudah tidur dengan sangat lelap.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil masuk ke dalam pagar rumah Melodi. Melodi segera turun dari tempat tidur dan memakai pakaiannya. Kemudian dia keluar untuk membukakan pintu buat Wildan dan Ratna yang baru saja pulang.
"Lama sekali kalian?" tanya Melodi.
"Kami keliling Kota dulu. Lagian kami gak mau mengganggu urusan pengantin tua di sini" sindir Wildan.
Wildan sangat mengenal Melodi, saat mereka pergi tadi pasti Melodi mengajak Cinta terbang ke langit ke tujuh.
"Bagus kalau kalian mengerti" sambut Melodi.
Ratna yang tidak mengerti kode pembicaraan kedua pria ini bertanya tentang keberadaan Cinta.
__ADS_1
"Cinta mana Pak?" tanya Ratna.
"Lagi istirahat, dia kelelahan tadi setelah melakukan pekerjaan yang berat" jawab Melodi.
"Emangnya Cinta ngapain Pak? Bajak sawah?" tanya Ratna bingung.
"Iya tadi kami sedang bercocok tanam" jawab Melodi.
"Malam - malam Pak? apa gak sulit, kan gelap?" tanya Ratna polos.
"Hahaha.. " tawa Wildan pecah melihat kepolosan wajah calon istrinya.
"Sepertinya kamu harus bekerja keras untuk mengajarinya Wil" ujar Melodi kepada Wildan.
"Aku tidak perlu menjelaskan teorinya Od, cukup aku ajak kerja praktek langsung" sahut Wildan.
Ratna menatap kedua pria itu, dari senyuman mesum mereka seketika Ratna tersadar. Wajahnya langsung memerah karena malu.
"Astaga Bapaaaak ternyata kalian melakukan itu" ucap Ratna malu.
"Kalau begitu saya permisi ke kamar dulu Pak. Takut diajak praktek lapangan sebelum dapat sertifikat" sambung Ratna.
"Bagus itu" sambut Melodi.
"Yaaaah jangan donk Rat, udara di sini sangat dingin aku butuh selimut hidup" teriak Wildan.
"Pinjam sama Cinta aja Pak, pasti Cinta mau minjamin Pak Melodi" balas Ratna sambil berteriak sebelum masuk ke kamarnya.
Sontak Melodi dan Wildan saling pandang.
"Najis aku jadi selimut hidup kamu" umpat Melodi dengan tatapan jijik kepada Wildan.
"Aku juga masih normal Od. Emangnya kamu aja yang jijik iiih calon istriku tega amat" sabut Wildan.
Dikamar Ratna tertawa menang.
Siapa suruh kalian bicara se vulgar itu kepadaku. Batin Ratna.
Ratna segera berganti pakaian, bersih - bersih dan langsung naik ke atas tempat tidur. Malam ini dia sangat senang karena Wildan ternyata bisa menerima keadaan keluarganya dengan lapang dada.
Satu beban besar di dada Ratna sudah hilang. Malam ini dia pasti akan tidur dengan nyenyak.
Terimakasih ya Allah, KAU sudah hadirkan Mas Wildan dalam hidupku. Semoga Bapak merestui hubungan kami tanpa drama yang berat. Aamiin. Doa Ratna dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Pagi readers.. gimana malam jumatnya? sepanas Melodi dan Cinta kah?
Maaf ya upnya pagi hari bukannya malam. Tapi aku selalu beroda semoga semua pembaca setia novelku sehat dan bahagia selalu. Aamiin.