
"Hahahaha.... janji manis. Kamu pikir cinta dan kasih sayang kamu saja itu sudah cukup? kamu harus membayar ganti rugi semua biaya yang sudah aku keluarkan selama ini untuknya" pinta Bapaknya Ratna.
Air mata Ratna semakin deras mengalir mendengar semua perkataan Bapaknya yang sangat menyakitkan seperti itu. Sangat jelas terlihat Bapaknya ingin menjual dirinya kepada seorang pria.
Wildan tidak gentar sedikitpun mendengar permintaan dari calon mertuanya. Dia menatap pria itu dengan lantang tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Wildan menarik nafas panjang.
"Baiklah kalau itu yang Bapak mau. Berapa saya harus membayar ganti ruginya?" tantang Wildan.
"Mas" cegah Ratna.
Wildan menatap mata Ratna yang sudah basah karena air mata. Ratna menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Wildan untuk tidak menanggapi permintaan Bapaknya.
"Bagus ternyata kamu punya nyali anak muda. Apa kamu sanggup untuk membayar ganti rugi sebesar tiga ratus juta?" tanya Bapaknya Ratna.
"Mas" ucap Ibu nya Ratna.
Kali ini wajah Ibunya Ratna tampak sangat marah kepada suaminya.
"Putri kita bukan sebuah barang yang bisa diperjual belikan" bantah Ibunya Ratna.
"Pak Mas Wildan gak punya uang sebanyak itu" ucap Ratna sambil terisak.
Wildan ingin berbicara lagi tapi tangan Ratna langsung menahannya. Dia tidak ingin Wildan menanggapi tawaran Bapaknya.
"Kalau begitu aku tidak jadi meminta ganti rugi sebanyak itu. Tapi aku akan naikkan lagi ganti ruginya. Lima ratus juta, kalau kamu tidak punya uang lebih baik kamu keluar dari rumah ini. Cih buang - buang waktu saja bicara pada pria tak bermodal seperti ini. Aku kira tampangku yang tampan mempunyai uang yang banyak. Ternyata putriku hanya melihat kamu dari tampilan wajahmu saja. Pikirkan tawaranku itu, aku kasih kamu waktu sampai besok. Kalau kamu tidak bisa memberi uang sebanyak itu kamu tidak boleh berhubungan dengan putriku lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan restuku pada kalian. Kalau kalian ingin melanggarnya bersiaplah hidup tanpa restu orang tua. Kalian tidak akan pernah bahagia. Aku mau pergi, jangan biarkan pria ini lama - lama di rumah ini. Kalian semua di sini perempuan" ucap Bapak Ratna sambil berlalu pergi.
Begitu Bapaknya pergi keluar dari pintu rumahnya Ratna langsung memeluk tubuh Ibunya dengan erat. Mereka menangis bersama.
__ADS_1
Tiga adik Ratna juga ikut berpelukan. Mereka berlima saling berpelukan dan menangis.
"Sudah.. sudah nak. Kalian jangan menangis lagi. Bapak kalian sudah pergi" ucap Ibu Ratna menenangkan putri - putrinya.
Mereka kembali duduk di ruang tamu rumah orang tua Ratna.
"Maafkan perkataan suami saya tadi Nak Wildan. Saya sangat malu sekali" ucap Ibunya Ratna kepada Wildan.
Wildan tersenyum menanggapi permintaan maaf calon mertuanya.
"Tidak apa Bu, saya juga serius akan melakukan apa saja yang Bapak pinta kalau itulah satu - satunya cara agar mendapatkan restu dari Bapak" sambut Wildan.
"Tidak Nak Wildan. Uang segitu sangat banyak. Saya bukan ingin menjual anak saya. Saya hanya ingin melihat anak saya bahagia" cegah Bu Ratna.
"Uang segitu tidak banyak Bu, saya sanggup memberikannya bahkan saat ini juga saya bisa memberikannya" jawab Wildan.
Sontak Ibu dan adik - adiknya Ratna terkejut mendengar jawaban Wildan.
"Jadi Nak Wildan ini teman dari suami Cinta yang sering kamu ceritakan itu?" tanya Ibunya Ratna.
Ratna menganggukkan kepalanya kepada Ibunya.
"Iya Bu" jawab Ratna.
"Ya ampun Nak Wildan terimakasih sudah mau menerima anak saya bekerja di Perusahaannya dan sudah membantu anak saya selama ini" ucap Ibunya Ratna.
"Tidak apa Bu, semua berkat kerja keras Ratna, dia berhak mendapatkan apa yang memang pantas untuk dia dapatkan. Saya sangat kagum pada semangat dan kepintaran putri Ibu hingga akhirnya saya jatuh cinta kepadanya. Kedatangan saya ke sini memang ingin meminta restu pada orang tua Ratna. Saya serius ingin melamar Ratna" ungkap Wildan.
"I.. Ibu tidak tau harus berkata apa lagi Nak Wildan. Ibu hanya mengingkan kebahagiaan Ratna. Itu saja sudah cukup. Kalau kalian memang saling mencintai Ibu merestui pernikahan kalian. Menikahlah di Jakarta, nanti Ibu akan bantu urus semua surat - surat kelengkapan pernikahan kalian. Tapi maaf Ibu pasti tidak akan bisa hadir dalam pernikahan kalian. Ibu hanya pinta kepada kamu tolong jaga anak Ibu baik - baik. Ratna adalah harta Ibu yang sangat berharga, jangan pernah kamu sakiti hatinya. Karena hati seorang Ibu akan sangat terluka melihat putri yang dia lahirkan dan besarkan dengan penuh kasih sayang disakiti oleh orang lain yang menjadi pasangan hidupnya. Jangan hiraukan permintaan Bapak, kalian menikah saja" perintah Ibunya Ratna.
__ADS_1
"Bu.. " Ratna menarik dan menggenggam tangan Ibunya. Air matanya masih mengalir dengan deras.
"Kamu bahagia bersama Nak Wildan Nduk?" tanya Ibunya Ratna.
Ratna menganggukkan kepalanya.
"Iya Bu" jawab Ratna.
"Menikah lah Nduk, Ibu merestui hubungan kalian. Tapi maaf Ibu tidak akan bisa hadir dalam pernikahan kalian. Bapak tidak boleh tau hal ini. Jangan pikirkan ancaman Bapak tadi, dia tidak berhak mengancam masa depan kamu seperti itu. Allah pasti mengabulkan permintaan orang tua yang baik. Kita sama - sama tau Nduk seperti apa Bapak kamu. Yakinlah Allah tidak akan memberikan laknat kepada kalian. Kamu bukan anak durhaka, Bapak kamu lah yang durhaka kepada anaknya. Taunya hanya meminta ganti rugi tapi selama ini dia tidak pernah mengurus dan menyayangi kamu dengan baik. Dia tidak pernah menjadi orang tua yang baik untuk kalian. Maafkan Ibu karena Ibu bertahan dalam pernikahan ini sehingga kalian terus mendapatkan tekanan dari Bapak. Bagaimanapun dia memang Bapak kandung kalian. Hormati dia tapi bukan berarti semua permintaannya harus kalian penuhi" ucap Ibu Ratna sambil menangis.
Ratna menggelengkan kepalanya. Dia tidak sanggup menikah tanpa ada Ibu dan keluarganya.
"Aku tidak bisa menikah dengan cara seperti ini Buk. Aku mau Ibu dan adik - adik hadir dalam pernikahanku" sahut Ratna.
"Bu, saya akan menemui Bapak besok" ucap Wildan.
"Jangan Nak Wildan. Jangan penuhi semua permintaan Bapak. Ibu malu, malu kepada kamu. Ratna lebih berharga dari semua itu. Kebahagiaan Ratna yang paling penting" cegah Ibunya Ratna.
"Besok saya akan tetap menemui Bapak di rumah ini. Apapun yang terjadi besok biarlah terjadi. Hal terburuk sekalipun yang Bapak pinta akan saya terima. Saya akan melakukan apapun untung Ratna Bu" tegas Wildan.
.
.
BERSAMBUNG
Guys jangan ada yang emosi ya.. Mari kita sambut hari libur ini dengan gembira jangan ada kemarahan diantara kita.
Ini hanya sebuah cerita, tapi aku yakin di belahan dunia mungkin saja hal ini beneran terjadi. Bukan tidak banyak orang tua yang tega menjual anak mereka demi mendapatkan keuntungan.
__ADS_1
Anak adalah titipan dari Allah. Nanti Allah akan meminta pertanggung jawaban kita sebagai orang tua. Apakah kita sudah menjadi orang tua yang baik untuk anak - anak kita.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang tua yang baik ya. Aamiin ya Rabb...