
Cinta diantar sampai kosnya. Di sana sudah menunggu Ratna dengan wajah yang sangat khawatir. Sebelumnya Cinta sudah mengabari Ratna kalau dia pulang lebih cepat karena kakinya cidera.
Kepulangan Cinta di sambut oleh Ratna. Untuk beberapa hari kaki Cinta di perban dan belum boleh banyak berjalan.
Ratna membantu Cinta keluar dari mobil Melodi. Seperti biasa Melodi kembali jaga sikap dan tidak mau berbasa basi dengan Ratna yang dia anggap asisten rumah tangganya.
Hanya Wildan yang dengan ramah keluar dari mobil.
"Rat tolong bantuin Cinta ya" ucap Wildan
"Pasti Pak, Cinta kan sahabat saya" sambut Ratna.
"Baiklah, kalau begitu kami balik ya. Ingat Cin kamu harus istirahat dan dengar pesan dokter tadi" pesan Wildan.
"Iya Pak, terimakasih banyak" sahur Cinta.
Cinta melirik ke arah mobil dan berbicara kepada Melodi.
"Pak Melodi terimakasih banyak sudah bantuin saya tadi" ungkap Cinta.
"Hemm... " sahut Melodi.
"Baiklah kalau begitu kami balik ya Cin" ujar Wildan.
"Iya Pak, hati - hati" sambut Cinta.
Sebelum berangkat Melodi sempat melirik kearah Cinta untuk yang terakhir kalinya. Lalu mobil melaju meninggalkan kos - kosan Cinta.
"Apa yang kamu rasakan saat pertama kali mendengar nama Cinta jatuh tadi?" tanya Wildan penasaran.
"Terkejut" jawab Melodi.
"Hanya itu saja?" selidik Wildan.
__ADS_1
"Yup, wajarkan? Cinta adalah salah satu karyawan ku Wil di kantor. Dia kecelakaan saat bertugas dan masih di area tempat bertugas kecelakaan itu terjadi" jawab Melodi membela diri.
"Tapi aku melihat wajah kamu sangat panik Od. Kita pernah punya karyawan yang kecelakaan sebelum nya tapi kamu tidak pernah sepanik tadi. Kamu sampai berlari turun ke dekat sungai hanya karena mendengar Cinta jatuh" sambut Wildan.
Melodi diam dan tidak bisa menjawab.
"Apa yang terjadi dengan kamu Od. Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu takut kehilangan? Khawatir dia kenapa - kenapa? Kamu harus jadi orang pertama yang menolongnya? Itu yang kamu rasakan?" tanya Wildan.
Melodi lagi - lagi diam.
"Itu bukan hal yang biasa Od terlebih lagi itu kamu. Aku kenal kamu Od, kamu bukan tipe orang yang perhatian seperti itu? Kamu itu cuek dan dingin, kadang terkesan tidak punya perasaan. Tapi yang aku lihat tadi tidak seperti itu. Kamu sangat ketakutan dan khawatir. Sampai kamu tanpa sadar membopong Cinta ke Mes mengabaikan tatapan semua orang" ungkap Wildan.
Melodi membuang pandangannya keluar jendela.
"Tanyakan pada hati kamu? Apa arti Cinta di hati kamu? Kamu tertarik pada nya kan? Jangan egois Od, jangan bohongi diri kamu sendiri. Aku sudah kenal kamu dari kecil. Aku tau tiga minggu ini kamu uring - uringan karena masakan Cinta, kangen Cinta. Kamu cemburu ketika melihat Cinta dekat dengan Baim, sampai - sampai kamu belikan Cinta jaket. Terakhir dan yang paling jelas, kamu takut kehilangan Cinta dan sangat khawatir kalau Cinta celaka. Bahkan kamu harus membawa Cinta pulang ke Jakarta padahal dokter cuma bilang Cinta butuh istirahat beberapa hari. Itu semua bukan kamu yang biasa Od. Kamu sedang jatuh cinta. Cinta berhasil masuk ke dalam. hati kamu sadari lah itu" sambung Wildan.
Melodi memilih diam tapi dalam kepalanya terus memikirkan apa yang Wildan katakan. Yaaah.. Melodi tidak bisa mengelak lagi.
Saat mendengar suara minta tolong tadi dan mengakatakan kalau Cinta jatuh. Jantung Melodi berdetak kencang, rasanya ingin langsung melompat ke tempat Cinta berada. Hatinya juga sangat panas ketika melihat Baim memberikan perhatian lebih untuk Cinta.
Ditambah kebiasaan barunya sebelum tidur dia harus menonton rekaman CCTV Cinta saat bekerja di apartementnya.
Apakah dia pria munafik jika tak mengakui itu semua? Bahkan munafik pada diri sendiri yang jelas - jelas sangat membutuhkan Cinta.
Saat Cinta membelanya di Mall kemarin di hadapan Ibu - Ibu julid, betapa senangnya hati Melodi. Dia juga sangat senang ketika kemarin sampai di lokasi proyek dan mendapati Cinta di sana.
Makannya tadi malam sangat banyak karena setelah tiga minggu dia bisa merasakan masakan Cinta kembali dan betapa dia ingin mati saat membayangkan Cinta jatuh tadi dan membayangkan Cinta luka yang sangat fatal.
Ya... Melodi saat ini sedang jatuh cinta. Dia mengakuinya. Dia telah jatuh kedalam perasaan ini. Senandung hatinya bermelodikan cinta.
Melodi kini sangat yakin kalau dia sedang jatuh cinta. Bahkan kehadiran Cinta sudah sangat terbiasa menemani hari - harinya selama lebih enam bulan.
Cinta adalah wanita pertama yang dia cintai dengan perasaan ini. Bukan karena nafs*, bukan karena fisiknya dan bukan karena wajahnya.
__ADS_1
Cintanya Cinta datang melalui semua kelucuannya, segala perhatiannya dan kelezatan masakannya yang mengisi kekosongan hatinya dan kesepian hidupnya.
Sejak ada Cinta di apartementnya hidupnya selalu ramai, dia selalu tersenyum membayangkan kelucuan - kelucuan dan kesembronoan Cinta.
Melodi menarik nafas panjang.
"Utarakan perasaan kamu secepatnya Od, sebelum Cinta di rebut orang lain. Aku lihat Baim juga menaruh perasaan kepadanya" pesan Wildan.
Melodi menatap wajah Wildan. Untuk sesaat mereka saling tatap dan hanya bicara melalui mata dan hati mereka.
Wildan menepuk bahu Melodi.
"Aku suka kamu yang seperti ini Od. Kamu penuh semangat, hangat dan wajah kamu selalu terlihat berseri - seri. Kamu sering tersenyum sekarang apalagi saat memandang Cinta. Aku mendukung kamu, apapun itu. Aku bahagia jika kamu sudah menemukan kebahagiaan kamu" ucap Wildan memberi semangat.
"Kamu pantas bahagia, sudah saatnya kamu bahagia. Lupakan masa lalu kamu yang sedih, jalani hidup dengan penuh kebahagiaan Od. Hidup masih panjang, kamu masih bisa merencanakan hidup yang pernuh bahagia. Aku senang kamu bertemu Cinta, senang kalau kamu jatuh cinta kepada Cinta. Dia gadis yang baik, aku yakin dia bisa membahagiakan kamu" sambung Wildan.
Melodi kembali diam.
Mungkin kamu belum mau jujur mengaku kepadaku. Tapi dari tatapan mata kamu aku yakin kamu sudah sadar dengan perasaan kamu kepadanya Od. Tak apa, asalkan kamu sudah sadar. Aku yakin setelah kamu melakukannya kamu tidak akan tinggal diam lagi. Aku kenal siapa kamu. Kamu pasti akan berusaha mendapatkan Cinta dengan cara apapun itu. Karena itulah kamu, kamu harus mendapatkan apa yang kamu mau. Batin Wildan.
Mereka sampai di apartemen. Wildan langsung kembali ke apartementnya dan Melodi naik ke apartementnya di lantai yang paling atas.
Sesampainya di apartement Melodi langsung bersih - bersih dan beristirahat. Hari ini terasa sangat melelahkan tapi jauh diluar itu dia sangat lega karena Cinta tidak apa - apa.
Sebelum berbaring Melodi meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Cinta.
Melow Dingin
Kamu sudah istirahat? Langsung tidur jangan begadang lagi. Dan jangan melakukan aktivitas apapun juga. Besok aku akan mengirim makanan ke kosan kamu. Kamu cukup diam di kamar dan laksanakan semua yang aku perintahkan.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG