
Jam tiga sore Wildan dan Ratna sudah keluar dari Hotel dan sedang dalam perjalanan menuju Bandara.
"Kita mau kemana Mas?" tanya Ratna.
"Gak tau, kata Melodi kita turuti aja perintah supir nanti akan ada yang memberikan arahan pada kita" jawab Wildan.
"Aku kok jadi cemas ya" ujar Ratna.
"Kamu bukan cemas sayang tapi sedang grogi, ya kan?" goda Wildan.
"Ah Maaaaaas" elak Ratna.
Wajah Ratna tak bisa berbohong karena Wildan bisa melihat dengan jelas Ratna sangat malu saat ini. Tapi rona merah di pipi Ratna membuat wajahnya semakin cantik dan membuat Wildan gemas melihatnya.
Sesampainya di Bandara mereka sudah disambut seseorang dan dibawa ke ruangan tunggu khusus. Ternyata Melodi menyiapkan pesawat pribadi untuk mereka honeymoon.
"Tidak sia - sia delapan tahun lebih aku bersahabat dengannya dan membantunya bangkit dari keterpurukan dan kesepian. Ternyata anak itu tau balas budi" ujar Wildan bangga.
Ratna masih terpana dengan apa yang dia lewati hari ini. Semua benar - benar seperti mimpi di siang hari. Dia benar - benar menjadi ratu.
Kalau lewat jam dua belas malam apakah semua ini akan berakhir? tanyanya dalam hati.
Tak lama mereka berangkat menuju Kalimantan Timur. Beberapa jam terbang mereka sampai di Bandara Internasional Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan.
Setelah turun dari pesawat mereka pindah ke helikopter kecil.
"Kita mau kemana sih ini Mas?" tanya Ratna semakin khawatir.
"Ini bulan madu kita sayang rileks saja jangan tegang. Percaya saja pada Melodi dia tidak akan menyiapkan sesuatu yang akan mengecewakan kita. Kalau Melodi sendiri yang turun tangan pasti hasilnya sangat sempurna" jawab Wildan mencoba menenangkan istrinya.
Wildan merangkul dan memeluk mesra tubuh Ratna. Sesekali dia mencium pipi Ratna dengan gemas. Dia gemas melihat pipi istrinya yang terus - terusan berwarna kemerahan karena malu.
Dari atas helikopter Wildan dan Ratna dapat melihat lampu penerang yang tersusun lurus dan rapi di sebuah pulau kecil. Semakin dekat lampu - lampu itu terlihat semakin jelas.
Mereka mendarat di pulau kecil bernama Pulau Maratua. Helikopter berhenti tepat di tanah lapang sebuah Resort.
Wildan dan Ratna turun dan disambut hangat oleh beberapa pelayan Hotel.
"Selamat datang di Maldives nya Indonesia Pak" ucap seorang pria ramah.
Ratna melihat tulisan Maratua Paradise Resort, Pulau Maratua yang berada di Kalimantan Timur. Dia saja baru kali ini mendengar nama pulau ini. Sungguh tak pernah terbayang oleh Ratna akan datang ke tempat terpencil ini.
"Ayo Pak kami antar langsung ke villa Bapak" ajak karyawan Hotel.
__ADS_1
"Baik, terimakasih" jawab Wildan.
Wildan menggenggam tangan Ratna dan menggandengnya. Mereka berjalan melewati jalanan yang terbuat dari kayu kokoh diatas permukaan laut.
Karena mereka tiba di pulau ini malam hari Wildan dan Ratna belum bisa melihat keindahan pulau ini. Mereka hanya melihat ada penginapan terapung di atas laut yang diterangi oleh lampu - lampu.
Tak banyak kamar yang ada di tempat itu mungkin sekitar sepuluh sampai lima belas kamar yang mengapung selebihnya kamarnya ada di pinggiran pantai.
Sampailah Wildan dan Ratna di kamar tempat mereka menginap selama di pulau ini. Mereka akan berada di pulau ini selama satu minggu.
"Alhamdulillah akhirnya sampai" ucap Ratna.
"Selamat honeymoon Pak Bu, semoga kalian suka tinggal di sini selama satu minggu kedepan" ucap pelayanan Hotel.
"Terimakasih" jawab Wildan.
Dua karyawan hotel sudah membawa masuk koper Wildan dan Ratna. Setelah itu keduanya pamit pergi dan tinggallah Ratna dan Wildan berdua di kamar mereka.
Kamar yang sangat modern dengan fasilitas modern. Ratna tidak menyangka di daerah terpencil seperti ini bisa menemukan hotel mewah seperti yang dia tempati saat ini.
Terlihat tempat tidur yang sudah dihias dengan indah untuk menyambut kedatangan mereka. Makanan juga sudah tersaji di atas meja untuk makan malam mereka.
"Kamu mau makan dulu atau bersih- bersih?" tanya Wildan.
"Oke baiklah kalau itu yang kamu mau" jawab Wildan sambil tersenyum memikat.
Tidakkah kamu tau Mas senyuman kamu dari tadi sudah membuat jantungku tak berhenti berdetak kencang. Batin Ratna.
Mereka duduk di sofa dan mulai menikmati makan malam yang dihidangkan oleh pelayan Hotel. Ratna mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang istri malam ini. Dia mengambilkan makanan untuk Wildan lalu memberikannya tepat di hadapan suaminya.
"Terimakasih istriku" ucap Wildan sambil tersenyum manis.
"Sama - sama suamiku" balas Ratna malu - malu.
Mereka mulai makan sesekali Wildan menyuapkan makanan ke mulut Ratna. Tampaknya mereka mulai terbawa suasana. Setelah makan Ratna mulai menyiapkan pakaian untuk Wildan malam ini.
"Mas duluan ya, biar aku ambilkan pakaian Mas di koper" ujar Ratna.
"Boleh, aku duluan mandi ya" sambut Wildan.
Wildan masuk ke kamar mandi, tak lama setelah itu Wildan keluar hanya dengan menggunakan handuk yang dililit di perutnya. Otot perut Wildan tampak kencang di tambah dadanya yang bidang.
Ratna tampak semakin resah dan berkeringat.
__ADS_1
"Ini Mas pakaiannya" ucap Ratna sambil menyerahkan pakaian Wildan.
"Makasih sayang" jawab Wildan.
Saat berlalu dari hadapan Ratna, Wildan mengecup lembut pipi Ratna. Wangi shampoo dan pasta gigi tercium hidung Ratna dan rasanya sangat segar.
Ratna langsung mengambil pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi. Sepuluh menit kemudian Ratna keluar kamar mandi menggunakanan mukena.
Wildan memandangi penampilan istrinya malam ini.
"Kok pakai mukena?" tanya Wildan.
"Kita belum shalat Isya jamak maghrib Mas. Buruan wudhu, yuk shalat berjamaah" ajak Ratna.
"Iya aku kok bisa lupa" sambut Wildan.
Gini nih kalau otak dari tadi udah ngeres. Batin Wildan.
Ratna melihat piring bekas makan malam mereka sudah bersih diatas meja. Kini hanya berganti buah - buahan dan segelas susu.
Blush... pipi Ratna kembali merona.
Ratna segera menyiapkan perlengkapan shalat untuk suaminya. Setelah Wildan keluar dari kamar mandi mereka pun langsung shalat berjamaah.
Usai shalat Wildan meminta doa untuk malam pengantin mereka. Agar berjalan lancar tanpa gangguan dari apapun dan semoga membuahkan hasil anak soleh dan solehah.
Usai shalat Wildan langsung mengambil segelas susu dan meminumnya setengah lalu sisanya dia berikan untuk Ratna. Mereka minum dari gelas yang sama.
Ratna mulai membuka mukenanya ternyata di balik mukena Ratna sudah memakai lingerie. Walau malu dan takut tapi dia harus bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.
Batin Wildan langsung bersorak senang. Tanpa perlu di rayu, Wildan melangkah lebih dulu mengangkat tubuh Ratna dan meletakkannya dengan lembut diatas tempat tidur.
Jangan tanya apa yang sedang mereka lakukan. Yang jelas keduanya saling mencurahkan cinta dan kasih sayang yang selama ini terhalang status halal. Malam ini tidak ada lagi yang bisa menggagalkannya.
"I love you sayang" ucap Wildan saat keduanya sedang terbang melayang ke langit yang ketujuh menembus nirwana.
Begitu lembut, begitu manis dan tentu saja dengan ridha Allah. Semoga doa keduanya tadi segera dikabulkan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan kecewa ya guys berhubung belum malam jumat. Wildan dan Ratna kan unboxingnya malam minggu wkwkwwk...