
Keesokan harinya Cinta dan Ratna lebih dulu berangkat ke kantor. Melodi sudah memanggil supir untuk mengantar dan menjemput istrinya setiap harinya.
Ratna membawa surat lamaran di tangannya. Cinta yang sudah berpengalaman menyuruh Ratna menunggu di lobby kantor. Sedangkan Cinta lebih dulu masuk ke kantor.
"Cinta kamu kemana aja sih seminggu ini? Kok kamu gak bilang - bilang kalau mau cuti?" tanya Santi teman kantor Cinta.
"Iya San maaf aku pulang kampung. Bibikku sakit, aku sudah permisi ke bagian HRD. Maaf juga gak kasih kabar ke kamu karena aku buru - buru dan di kampung sinyal susah" jawab Cinta berbohong.
Ya Allah maaf kan aku harus berbohong. Aku belum siap mengatakan kebenarannya. Batin Cinta.
"Trus oleh - olehnya mana dari kampung?" tagih Santi.
"Tuh dia aku juga buru - buru pulang sampai ketinggalan bungkusannya di kampung. Lain kali ya San, kalau aku pulang kampung lagi pasti aku akan bawain kamu oleh - oleh" balas Cinta.
"Anak - anak pada cariin kamu. Terlebih si Baim. Satu minggu ini dia panik banget gak bisa hubungi kamu" ujar Santi
Cinta hanya bisa membalas ucapan Santi dengan senyuman.
"Apa pekerjaan kita banyak yang tertunda? Maaf kamu jadi banyak kerja karena aku gak masuk" tanya Cinta dengan merasa bersalah.
"Gak banyak kok Cin dan semua sudah aku selesaikan" jawab Santi.
"Makasih ya San, maaf jadi ngerepotin kamu" ujar Cinta.
"Biasa aja Cin, kayak sama siapa aja kamu" sambut Santi.
Cinta kembali bekerja seperti biasanya. Satu jam kemudian Bu Olivia memanggil Cinta dan Santi ke ruangannya.
"Cinta, Santi ini ada teman satu tim baru kalian. Ratna ini teman - teman kamu ya. Selamat bekerja dan bergabung di perusahaan ini" ucap Bu Olivia kepada Ratna.
"Iya Bu, terimakasih" jawab Ratna.
Santi dan Cinta membawa Ratna kembali ke ruangan mereka.
"Akhirnya kita satu tim Rat" ucap Cinta senang.
"Lho kalian saling kenal?" tanya Santi terkejut.
"Iya San, Ratna ini teman kuliahku dan teman satu apartemen. Dia baru selesai kuliah aku suruh coba kirim lamaran ke perusahaan ini. Eeh ternyata di panggil dan diterima" jawab Cinta sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Ratna.
Ratna dan Cinta memang sudah sepakat sebelumnya kalau nanti mereka satu kantor mereka harus kompak bercerita kalau mereka tinggal satu apartement.
"Waaah pasti kalian senang banget ya bisa satu bekerja di perusahaan yang sama. Satu bagian lagi" ujar Santi.
__ADS_1
"Rezekinya begitu" sambut Ratna.
"Ratna ini meja kamu" ujar Santi selaku paling senior di antara mereka bertiga.
Ratna duduk di meja kosong di ruangan yang sama dengan Cinta. Tiba - tiba ponsel Cinta bergetar tanda pesan masuk.
Melow Dingin
Kamu senang kan satu ruangan sama sahabat kamu? Aku sengaja menyuruh Wildan mengatur agar dia satu tim dengan kamu. Dia akan menjadi mata - mataku disamping kamu. Agar tidak ada laki - laki yang mendekati kamu termasuk Ibrahim.
Dasar es kutub.. umpat Cinta dalam hati.
Walaupun begitu dia harus membalas pesan suaminya itu. Dia takut Melodi merajuk dan mendiamkannya saat di rumah.
Cinta ❤
Terimakasih suamiku sayang.
Melodi tersenyum puas membaca balasan pesan dari istrinya Cinta. Ternyata kebahagiaan itu menular. Membuat orang yang kita sayangi bahagia kita juga bisa ikutan bahagia.
Itulah yang Melodi rasakan saat ini. Pesan yang dia kirim ke Cinta tadi memang benar adanya. Dia sudah menyuruh Ratna untuk menjaga Cinta.
Tidak ada pria yang boleh mendekati Cinta lagi. Begitulah ucapan Melodi setengah mengancam Ratna. Saat Ratna tadi dia panggil ke ruangannya sebelum Ratna ke bagian HRD.
Hari ini Cinta dan Santi banyak mengajari Ratna tentang pekerjaan mereka. Hingga tiba waktunya makan siang.
Melow Dingin
Aku mau makan siang ditemani istriku.
Cinta ❤
Maaas.. maaf ini kan di kantor. Bagaimana caranya kita bisa makan siang? Aku tidak mau ada yang melihat aku pergi keluar bersama kamu atau aku naik ke ruangan kamu. Tolong buatlah aku nyaman berada di kantor. Jangan marah ya sayaaang pleeaseee ..
Sepertinya aku harus membujuk Mas Melodi untuk tidak meminta hal yang aneh - aneh. Sebenarnya itu tidak lah aneh, justru sangar wajar seorang suami meminta istrinya untuk menemaninya makan siang bersama.
Tapi sesuai dengan kesepakatan mereka kemarin, mereka tidak boleh tampak akrab kalau di kantor. Cinta harus berjuang untuk membuat Melodi mengerti posisi Cinta saat ini.
Melow Dingin
Kalau begitu aku akan menagih jatahku nanti malam sebagai gantinya
Cinta menarik nafas pasrah. Sepertinya dia memang harus membayar mahal akan hal itu.
__ADS_1
Cinta ❤
Iya Mas lakukan lah apa yang kamu mau.
Melodi kembali tersenyum membaca pesan balasan dari Cinta. Sepertinya dia punya senjata untuk menagih jatah setiap malam kepada Cinta.
"Aku tidak jahat kan memanfaatkan kelemahan istriku seperti ini?" gumam Melodi sambil tersenyum menang.
Cinta, Ratna dan Santi turun ke lantai dasar dan berjalan menuju kantin. Mereka makan siang di kantin saja. Seperti yang Santi katakan tadi pagi. Teman - teman satu genk mereka sudah sibuk menunggu kedatangan Cinta di kantin kantor.
"Hei Cin kamu kemana aja sih seminggu ini?" tanya Loli.
"Maaf aku pulang kampung ada urusan keluarga yang sangat penting" jawab Cinta.
"Pakai rahasia aja. Eh gosipnya benar ya. Kamu pulang kampung karena akan dipaksa menikah sama keluarga kamu di kampung" tanya Suri.
Cinta terkejut mendengar pertanyaan Suri. Baim mencuri pandang ke arah Cinta dan menunggu jawaban Cinta..
"Gosip dari mana itu? Aku tidak akan pernah mau di paksa menikah. Aku akan menikah dengan pria yang aku cintai" jawab Cinta.
Baim bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban Cinta
"Eh ada siapa tuh? kok gak dikenalin ke kami?" tanya Wahyu.
"Eh iya kenalin ini Ratna teman baru kami satu tim" jawab Santi memperkenalkan Ratna kepada teman - teman mereka.
"Ratna" ucap Ratna sambil berkenalan satu persatu dengan teman - teman Cinta.
"Nah lengkap deh kita udah jadi satu tim kesebelasan" sahut Wahyu.
"Kayak tim sepak bola aja" gumam Suri.
Semua tertawa mendengar ocehan Suri dan Wahyu. Mereka makan siang bersama. Hingga saat Cinta mau kembali ke ruangan kerjanya tiba - tiga Baim mendekatinya.
"Cin nanti kita pulang bareng ya.. aku tunggu kamu di halte" ajak Baim.
"Maaf Im aku pulang bareng Ratna naik mobilnya. Aku numpang tinggal di apartement Ratna jadi kami kalau pergi dan pulang kerja selalu bareng" tolak Cinta
Ratna terkejut mendengar jawaban Cinta barusan. Cinta mengatakan kalau Ratna punya mobil dan Cinta numpang tempat tinggal di apartement miliknya.
Siapa pria ini? Apakah pria ini yang dimaksudkan Pak Melodi tadi. Aku harus menjaga Cinta dari kejaran pria ini. Huh lihat saja, aku akan menjauhkan kamu dari Cinta. Cinta itu sudah punya suami Pak Melodi es kutub bin tampan. Kamu kalah jauh dari Pak Melodi. Kamu tidak akan bisa mendapatkan Cinta. Karena Cinta sudah menjadi milik Pak Melodi seutuhnya. Batin Ratna.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG