Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 75


__ADS_3

Keesokan harinya di Sanjaya Corp.


"Cin kamu kemarin kemana?" tanya Baim saat mereka bertemu di kantin kantor.


"Biasa aku menjemput temanku" jawab Cinta.


"Kok bisa naik mobil Pak Melodi?" selidik Baim.


"Gak sengaja, Pak Melodi lihat aku di halte sedang menunggu bus. Dia tanya aku mau kemana? Eh rupanya searah. Dia ajak aku bareng aja" Jawab Cinta.


"Ooo gitu. Aku panggil kamu tapi kamu gak dengar" ujar Baim.


"Iya buru - buru. Gak enak kan udah numpang malah ngerepotin" balas Cinta.


"Baik banget Pak Melodi pada kamu Cin" ujar Wahyu yang mendengar pembicaraan Baim dan Cinta.


Cinta hanya diam dan tidak mau memperpanjang percakapan mereka.


"Ya mungkin karena sudah kenal Cinta kali waktu di Bandung kemarin" bela Baim.


"Nanti pulang bareng yuk Cin" ajak Baim.


"Maaf Im aku gak bisa. Aku buru - buru mau pulang kampung ada acara keluarga" elak Cinta.


"Ya udah deh nanti aja setelah kamu balik dari kampung" ujar Baim.


"Aku duluan ya Im, banyak kerjaan yang harus aku selesaikan soalnya aku mau pulang cepat nanti" pamit Cinta.


"Oke Cin, hati - hati di jalan ya nanti dan salam buat keluarga kamu" sambut Baim.


Cinta meninggalkan Baim dan Wahyu dia langsung menyelesaikan pekerjaannya sampai sore. Saat sedang bersiap - siap hendak pulang ponsel Cinta bergetar.


Melow Dingin


Kamu sudah selesai? Kami sudah menunggu di basement.


Cinta ❤


Baik Pak


Cinta langsung meraih tasnya dan bergegas pergi.


"San aku duluan ya " ujar Cinta buru & buru.


"Oke Cin, hati - hati" jawab Santi.


Santi melihat Cinta masuk ke dalam lift khusus.


"Lho si Cinta lupa apa pikun ya, sangkin buru - burunya dia sampai salah masuk lift. Mudah - mudahan saja dia gak ketemu sama si Bos" gumam Santi.


Cinta sudah sampai di basement dan bergegas masuk ke mobil Melodi sebelum ada orang yang melihatnya.


Huft... untung kaca mobil si Bos gelap. Jadi gak ada yang bisa lihat aku duduk di dalamnya. Batin Cinta lega.


"Sudah siap Cin?" tanya Wildan.


"Sudah Pak" jawab Cinta sigap.


Mobil menyala dan mereka berjalan menuju apartement Melodi. Sesampainya di sana Ratna sudah menunggu mereka dengan semangat.

__ADS_1


"Aku belum ucapin selamat kepada kamu. Selamat ya Rat, sebentar lagi kamu akan wisuda dan bekerja di perusahaan kami" ucap Wildan tulus.


"Terimakasih Pak" sambut Ratna senang.


"Kapan wisudanya?" tanya Melodi.


"Dua minggu lagi Pak" jawab Ratna.


"Setelah itu kirim surat lamaran kamu ke kantor dan bekerja dengan baik" pesan Melodi.


"Baik Pak" Jawab Ratna.


"Sudah siap semua?" tanya Wildan.


"Sudah" balas Ratna.


"Yuk kita berangkat" ajak Melodi.


"Aseeeek.. ayo kita gooo" sambut Ratna gembira.


Wildan tersenyum melihat tingkah Ratna. Mereka turun ke bawah membawa koper dan memasukkannya ke bagasi mobil.


Mobil melaju keluar dari area gedung apartement menuju pintu Tol. Mereka akan jalan - jalan ke kampung Cinta.


Sepanjang perjalanan Wildan menyalakan musik slow.


"Pak ganti musik boleh gak? Aku ngantuk dengar musik slow begini" pintar Ratna.


Cinta melirik ke arah Ratna.


"Kalian mau memutar lagu dangdut?" tanya Melodi.


"Gimana Od?" tanya Wildan.


"Ya udah deh, terserah mereka" jawab Melodi mengalah.


Wildan tertawa kecil melihat wajah ikhlas tapi tak rela nya Melodi. Ratna langsung mengkoneksikan ponselnya dengan alat musik yang ada di mobil Melodi. Dia sengaja memilih lagu yang dia suka.


Musik mulai terdengar, ada suara gendang dan teman - temannya. Melodi dan Wildan langsung terkejut mendengarnya.


"Katanya lagu dangdut, ini lagu apa?" tanya Melodi bingung.


"Hehehe... India Bos" jawab Ratna malu - malu mau.


"Hahahaha.... " tawa Wildan pecah.


Ratna memutar lagu Ost film Dilwale yang dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajol.


"Aku berasa piknik ke Mumbai Od" ucap Wildan semangat.


Melodi hanya bisa menepuk kepalanya dengan tangannya sendiri. Tapi entah mengapa lagunya lama kelamaan memang asik dan tanpa sadar membuat kaki Melodi dan Wildan bergerak - gerak sendiri.


Ratna dan Cinta mulai semangat sambil mendengarkan lagu favorite mereka. Empat lagu selesai diputar, Cinta dan Ratna tak bisa menahan hasrat mereka untuk bernyanyi dan bergoyang.


Membuat dua pria yang ada di depan merasakan sensasi yang berbeda pada perjalanan mereka kali ini. Akhirnya dua pria itu mulai mencair dan menikmati musik yang sedang berdendang.


Malam harinya mereka singgah di rest area untuk mengisi perut.


"Pesan kan aku nasi goreng" perintah Melodi kepada Cinta. Dia berlalu pergi.

__ADS_1


"Bapak mau kemana?" tanya Cinta bingung.


"Aku mau ke toilet dan jangan takut aku tidak akan meninggalkan kalian di sini" jawab Melodi.


"Nasi gorengnya pakai apa Pak?" tanya Cinta lagi.


"Terserah kamu" jawab Melodi dan dia berlalu pergi.


Tak lama Wildan datang menghampiri Cinta dan Ratna.


"Melodi mana?" tanya Wildan.


"Ke toilet Pak" jawab Cinta.


"Bapak mau pesan makanan apa?" tanya Ratna kepada Wildan.


"Mmm.. aku sop aja deh. Perutku lagi gak enak nih. Mending makan nasi putih aja, gak mau yang aneh - aneh" jawab Wildan.


"Mmm.. Pak Melodi biasanya minum apa Pak kalau dalam keadaan seperti ini?" tanya Cinta.


"Kopi, aku juga mau pesan kopi biar gak ngantuk" jawab Wildan.


Mereka memesan makanan yang sesuai dengan selera masing - masing. Menunggu makanan datang Cinta dan Ratna pamit ke mushola untuk shalat isya.


"Kami shalat dulu ya Pak" pamit Cinta kepada Wildan.


"Oke" jawab Wildan.


Setelah Cinta dan Ratna pergi, Melodi datang.


"Mana dua gadis gila itu?" tanya Melodi.


"Hahaha.. mereka memang benar - benar gila. Baru kali ini aku mendengar lagu india. Tapi luar biasa Od pengaruh nya. Seluruh tubuhku rasanya ingin bergoyang semua" jawab Wildan.


"Aku tidak menyangka mereka segila itu" sambut Melodi.


"Tapi walau Cinta gila kamu tetap suka kan?" tanya Wildan.


"Ya hatiku sudah dia kunci. Apapun yang dia lakukan aku tidak bisa membencinya" jawab Melodi.


"Jadi apa rencana kamu nanti saat kita sampai di kampung Cinta?" tanya Wildan penasaran.


"Aku ingin melihat keadaan kampungnya Cinta. Ingin lihat keadaan keluarganya. Aku akan segera mewujudkan impian Cinta dan ingin melamarnya segera. Aku harap kamu mau membantuku" pinta Melodi.


"Kalau untuk itu aku siap untuk membantu kamu" sambut Wildan penuh semangat dan bahagia.


"Akhirnya kamu serius juga ingin menikah" sambung Wildan.


"Ya habis Cinta gak mau pacaran. Mau gimana lagi, dari pada si Baim duluan mending aku gerak cepat" jawab Melodi.


Wildan menepuk bahu Melodi untuk memberikan semangat.


"Kamu pantas bahagia Od. Aku sangat bahagia atas apa yang kamu rasakan saat ini. Dan aku adalah orang pertama yang akan membantu dan mendukung niat kamu ini. Aku akan membantu dengan segenap kekuatanku" ungkap Wildan.


"Terimakasih Wil" balas Melodi.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2