Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 252


__ADS_3

Satu bulan berikutnya...


Ratna menjalani proses inseminasi. Dokter menjelaskan lebih lanjut bagaimana proses inseminasi


Inseminasi Intrauterin menempatkan sper*a langsung ke dalam rahim. Pada metode ini, sper*a akan diberikan perlakuan secara khusus untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.


Wildan juga menjalani pengambilan dan pemeriksaan sper*a.


Adapun langkah-langkah utama dalam Inseminasi Intrauterin, diantaranya :


- Pemeriksaan kesuburan dan kesehatan organ reproduksi Ratna dan Wildan.


- Setelah itu dikumpulkan sampel sper*a Wildan.


- Pembersihan sper*a dengan perlakuan khusus untuk menghilangkan zat - zat lain dan hanya menyisakan sper*atozoid motil (sel sper*a yang aktif bergerak.


- Pembersihan serviks


-Terakhir dilakukan penempatan sper*a ke dalam rahim Ratna melalui serviks.


Setelah Dokter berhasil melakukan semua prosesnya Ratna di sarankan untuk tetap berbaring selama 10-15 menit setelah tindakan untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan.


Begitu selesai proses inseminasi Wildan tidak mengizinkan Ratna untuk melakukan apapun di rumah. Wildan mencari asisten rumah tangga untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak.


Ratna benar - benar di perlakuan sangat manja oleh Wildan. Setiap weekend Wildan selalu mengajak Ratna jalan - jalan untuk menghilang stress dan rasa bosan Ratna yang selalu berada di rumah.


Hingga satu bulan kemudian.


Tok.. Tok..


"Yank buka donk. Kamu ngapain sih di dalam lama banget?" tanya Wildan penasaran.


Wildan mendekatkan telinganya tepat ke pintu. Perlahan - lahan dia mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi.


"Hiks... Hiks... " Ratna sedang menangis di dalam kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa kok aku dengar suara tangisan. Kamu nangis ya? Buka donk pintunya" bujuk Wildan.


Tapi tidak ada sahutan dari dalam. Wildan semakin khawatir, dia takut kalau Ratna terjatuh di dalam kamar mandi.


"Sayaaaaaang.. Ratnaaaaaa" panggil Wildan lebih keras lagi.


Ratna masih diam dan menangis.


"Ratna buka pintunya atau aku dobrak" ancam Wildan.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan Wildan melihat Ratna sedang menangis sesegukan. Ratna langsung memeluk tubuh Wildan dengan erat.

__ADS_1


Wildan menggendong dan meletakkan tubuh Ratna di atas tempat tidur.


"Katakan padaku ada apa? Mengapa kamu menangis seperti ini?" tanya Wildan bingung.


"U.. usaha kita gagal Mas. Aku.. aku datang bulan. Program hamilnya gagal, semua sia - sia hiks.. hiks.. " Tangis Ratna kembali kencang.


Astaghfirullah... batin Wildan.


Wildan kembali memeluk tubuh Ratna dengan erat. Dia tau pasti saat ini Ratna sangat sedih sekali.


"A.. aku bukan istri yang baik Mas. Aku gak bisa memberikan kamu keturunan. Aku.. aku gak bisa hamil" isak Ratna.


"Ssssttt.... jangan bicara seperti itu. Tidak ada yang menyalahkan kamu. Bukan salah kamu sayang, belum rezeki kita. Masih banyak waktu, masih banyak kesempatan kita untuk mencoba program lainnya" hibur Wildan.


Tangis Ratna semakin pecah.


"Aku bukan wanita sehat Mas, pasti ada yang salah denganku. Kita sudah ke dokter dan sudah melakukan semuanya tapi aku belum hamil juga. Pasti aku yang salah" ucap Ratna menyalahkan dirinya sendiri.


"Tidak... tidak.. Dokter kan udah bilang, kamu sehat kamu sangat kuat. Kita hanya belum mendapat rezeki punya anak. Mungkin Allah mau kita lebih berusaha dan lebih bersabar lagi" balas Wildan.


"Tapi Maaas.. " ujar Ratna.


"Sudah.. sudah.. aku gak mau dengar apapun" potong Wildan.


"Mungkin... hiks... mungkin apa yang dibilang Papa benar Mas. Bagaimanapun kamu harus punya penerus keluarga. Aku ikhlas Mas kalau harus di madu" ucap Ratna sambil menundukkan wajahnya.


"Jangan pernah kamu berkata seperti itu lagi. Bukankah aku sudah katakan pada kamu dulu sebelum kita menikah. Aku tidak mau kamu menyerah apapun yang terjadi dengan kita kedepan?" tanya Wildan.


"Aku tidak menyerah Mas, aku hanya melakukan salah satu usaha lain. Mungkin apa yang Papa sarankan berhasil. Kita tidak akan tau berhasil sebelum mencobanya" jawab Ratna masih dengan menundukkan wajahnya.


"Lantas kalau gagal juga aku menceraikannya? Kamu kira pernikahan itu main - main Ratna? Seenaknya kita jadikan ajang coba - coba?" tanya Wildan emosi.


Ratna diam dan menyimpan wajahnya di balik tangan dan kedua lututnya.


"Aku hanya i.. ingin yang terbaik" jawab Ratna masih terisak.


"Terbaik bagi siapa? Kamu yakin itu hal terbaik untukku? Tatap mataku Ratna? Apa menikah lagi adalah jalan terbaik untukku?" tanya Wildan dengan suara tinggi.


Ratna langsung menggapai tangan Wildan menggenggam dan mencium tangan suaminya.


"Maafkan aku Mas... maafkan aku. Aku tidak tau lagi bagaimana harus berbuat. Papa menginginkan cucu dari kamu. Sementara aku belum juga bisa mengabulkannya" jawab Ratna.


"Bukan salah kamu kalau kamu belum hamil. Jangan pernah berkata seperti itu. Aku sudah melihat perjuangan kamu sebegitu gigihnya. Aku tau kamu merasakan kesakitan, aku tau kamu sangat menjaga tubuh kamu. Aku tau setiap malam kamu selalu menangis dalam doa panjang kamu. Bersimpuh dan bersujud kepada Allah meminta agar kamu hamil. Terus seenaknya aku menikah lagi, menduakan kamu? Sementara suami itu bukanlah kesalahan kamu? Suami seperti apa aku Ratna?" tanya Wildan.


"Hiks.. hiks... " tangis Ratna semakin pecah.


Wildan memeluk tubuh rapuh istrinya. Dia kecup puncak kepala Ratna.

__ADS_1


"Kalau inseminasi gagal kita akan mulai program bayi tabung. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi kan kata dokter" ujar Wildan.


Ratna menatap mata Wildan. Wildan langsung menghapus air mata Ratna.


"Jangan nangis lagi ya sayang. Seribu jalan menuju Roma. Kalau gagal satu kita coba yang lain lagi. Selama kita masih mau berusaha jangan pernah menyerah" ucap Wildan memberi semangat.


Ratna menganggukkan kepalanya.


"Maaf ya Mas, kalau sudah seperti ini aku merasa patah hati dan putus asa" ucap Ratna.


"Kamu yang aku kenal tidak seperti itu. Kamu tipe wanita pejuang tapi mengapa kalau mengangkut aku kamu jadi lemah?" tanya Wildan lembut.


"Aku ingin Mas bahagia, bagaimanapun caranya aku akan melakukannya" jawab Ratna.


"Tapi tidak dengan mengalah seperti ini sayang. Aku hanya maunya kamu. Kamu adalah wanita satu - satunya yang aku inginkan menjadi ibu dari anak - anakku" bujuk Wildan.


"Kita coba program bayi tabung di Jakarta kalau hasilnya tetap sama kita akan program hamil di luar negeri. Apapun akan kita lakukan kalau kamu memang sangat ingin hamil. Ingat sayang kamu hamil atau tidak, aku tidak perduli. Aku akan terima apa adanya kamu dan aku akan berjuang untuk itu" tegas Wildan.


Air mata Ratna mengalir perlahan. Dia memeluk tubuh Wildan erat.


"Terimakasih Mas sudah menjadi suami yang sangat pengertian dan sabar. Maafkan istrimu yang selalu baper dan labil" ucap Ratna.


Wildan mengecup puncak kepala Ratna.


"Jadi sekarang kamu datang bulan?" tanya Wildan.


Ratna menganggukkan kepalanya.


"Perutnya sakit?" tanya Wildan lembut.


Ratna menganggukkan kembali kepalanya.


"Sedikit" jawab Ratna pelan.


"Kalau begitu kamu tidur dan istirahat ya. Besok kita akan ke Dokter dan susun jadwal selanjuntya" ucap Wildan.


"Iya Mas" sambut Ratna.


Wildan meletakkan kepala Ratna diatas bantal yang sudah dia susun jadi dua tingkat. Wildan kembali mengecup kening Ratna.


"Selamat istirahat istriku. I Love you" ungkap Wildan lembut.


"Love you too Mas" jawab Ratna.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2