Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 138


__ADS_3

"Toloooooooong..... " teriak Melodi.


"Tolong istri saya" ucapnya lagi.


Dokter dan perawat menyambut mereka dengan membawa tempat tidur untuk pasien. Cinta langsung dibawa ke ruangan UGD untuk dilakukan pemeriksaan.


"Tolong dok lakukan yang terbaik untuk istri saya, aku mohooon" pinta Melodi sambil menangis.


Dia terlihat sangat rapuh saat ini. Wildan yang baru selesai memarkirkan mobilnya langsung menyusul Melodi masuk ke dalam rumah sakit.


Wildan langsung menghubungi Ratna.


"Assalamu'alaikum Pak, Bapak dimana? Cinta dan Pak Melodi menghilang. Katanya Cinta di culik?" tanya Ratna dengan terburu-buru.


"Kami sedang di RS. XXX. Kamu bawa Mbak Amel dan yang lainnya ke sini, segera.. Cinta saat ini sedang tidak sadarkan diri" perintah Wildan.


"Oh ya Allah Cinta... baik Pak kami akan segera ke sana" jawab Ratna.


Wildan menutup teleponnya dan menghampiri Melodi.


"Kamu harus kuat Od, harus. Cinta tidak akan apa - apa? Dia butuh kamu disisinya. Kamu harus kuat" ucap Wildan memberi semangat.


"Tolong Wil.. aku tidak bisa kehilangan lagi. Aku tidak bisa" sambut Melodi.


"Dia tidak akan apa - apa, percayalah" balas Wildan.


Tiba - tiba seorang dokter menghampiri Melodi.


"Suami Ibu Cinta?" tanya Dokter.


"Iya Dok, bagaimana istri saya?" tanya Melodi khawatir.


"Istri Bapak mengalami pendarahan. Kita tidak bisa memilih Pak, kandungan Bu Cinta tidak bisa diselamatkan lagi. Sepertinya Bu Cinta mengalami benturan dan dia juga shock. Kita harus segera mengambil tindakan untuk mencegah pendarahan itu. Kalau tidak nyawa istri Bapak tidak akan bisa diselamatkan" ucap Dokter.


Melodi langsung mundur dan bersandar di dining. Informasi yang dia dapatkan dari Dokter sungguh membuatnya terkejut. Dia harus memutuskan yang terbaik untuk istrinya.


"Od" panggil Wildan.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok. Saat ini nyawa istri saya yang harus anda selamatkan" jawab Melodi.


"Baik Pak, kami akan segera melakukan operasi. Silahkan Bapak urus administrasinya dan tanda tangan di surat persetujuan" perintah Dokter.


"Baik Dok" jawab Melodi lemas.


Ternyata dia harus kehilangan calon bayinya tapi mau bagaimana lagi. Itu harus dilakukan demi menyelamatkan nyawa Cinta.

__ADS_1


Melodi berjalan menuju ruangan administrasi ditemani Wildan. Dengan lunglay dan putus asa Melodi seperti tidak sadar melakukan semua apa yang di intruksikan Wildan.


"Ayo kita menunggu di ruangan operasi Od" ajak Wildan setelah Melodi selesai menandatangani semua berkas yang diperlukan.


"Ba.. iik" jawab Melodi.


Mereka kemudian berjalan menuju ruangan operasi. Melodi dan Wildan duduk di kursi yang ada di dekat ruangan operasi.


Ponsel Wildan berdering dan dia langsung mengangkatnya.


"Halo Ratna, kalian sudah dimana?" tanya Wildan.


"Kami sudah sampai di Rumah Sakit Pak. Bapak dimana?" tanya Ratna.


"Saya dan Melodi ada di depan ruangan operasi" jawab Wildan.


"Baik Pak, kami akan segera ke sana" ujar Ratna.


Tak lama kemudian Amel dan lainnya sudah terlihat, mereka setengah berlari menuju ruangan operasi.


"Od mana Cinta?" tanya Amel dengan tatapan penuh air mata.


"M.. mbak.. Cin.. ta.. ada di dalam" jawab Melodi sedih.


Bibik memeluk Amel, mereka sama - sama menangis dan berpelukan untuk saling menguatkan.


"Kata Dokter Cinta mengalami benturan dan shock sehingga dia mengalami pendarahan. Kandungan Cinta tidak bisa dipertahankan lagi dan Cinta harus dioperasi untuk menghentikan pendarahannya" jawab Melodi sedih.


"Siapa yang melakukan ini Od?" tanya Surya.


"Sofia, dia adalah anak Andar" jawab Melodi.


"Ada apa lagi ini? Mengapa anaknya Om Andar melakukan semua ini?" tanya Amel bingung.


"Om Andar yang melakukan sesuatu pada mobil Papaku Mbak sehingga terjadi kecelakaan itu. Dan ternyata Cinta hidup, dia adalah saksi hidup saat kecelakaan itu terjadi. Makanya saat di Rumah Sakit ada orang yang berusaha untuk membunuh Cinta. Andar lah pelakunya, dia melakukan semuanya untuk menutupi kejahatannya" jawab Melodi geram.


"Lalu dimana anaknya Andar itu?" tanya Surya.


"Dia sudah ditangkap polisi. Sofia hampir saja dibunuh Melodi karena telah menyakiti Cinta. Untung polisi datang tepat waktu" jawab Wildan.


"Sebaiknya kita semua tenang. Kita tunggu kabar dari dokter setelah operasi Cinta selesai" ujar Bibik.


Bibik memegang tangan Melodi.


"Kamu harus kuat, Cinta butuh kita yang kuat untuk mendukungnya. Kamu pasti sedih kehilangan anak kamu, Cinta pasti lebih sedih. Dukung dia dengan kasih sayang kamu bukan kesedihan ataupun amarah" pesan Bibik.

__ADS_1


"Iya Od Bibik benar. Cinta pasti sangat sedih kehilangan calon anaknya. Sama seperti yang Mbak rasakan dulu" sambut Amel.


"Iya Mbak" Melodi menyeka air matanya.


Satu jam kemudian dokter datang menghampiri Melodi dan yang lainnya. Melodi langsung berdiri menyambut kedatangan dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Melodi.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan keadaan Ibu Cinta stabil. Kita tinggal menunggu pemulihan pasca operasi setelah itu Ibu Cinta bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap" jawab dokter.


"Alhamdulillah ya Allah" sambut mereka semua dengan perasaan lega.


Mereka menunggu di depan ruang pemulihan pasca operasi. Melodi mengintip dari kaca yang ada di depan ruangan. Dia melihat Cinta masih tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.


Rasa kecewa karena kehilangan calon bayo mereka tentu membuat Melodi sedih tapi dibalik itu semua Melodi masih sangat bersyukur Cinta bisa selamat.


Melodi tidak bisa membayangkan kalau saja hal terburuk yang terjadi mungkin dia bisa mengamuk dengan gila dan membunuh siapa saja yang mengusiknya.


Allah masih sayang pada kita sayang. Allah tidak membiarkan aku tinggal sendiri. Allah masih memberikan amanah kepadaku untuk menjaga kamu. Menebus semua kesalahan aku di masa yang lalu. Sekarang aku sudah tau cerita yang sebenarnya tentang kecelakaan itu. Maafkan aku yang selama ini menyimpan dendam kepada kamu, padahal kamu lah yang paling tersakiti karena hal itu. Batin Melodi.


Tanpa terasa air mata Melodi mengalir sambil menatap Cinta yang tertidur pulas karena pengaruh obat bius.


Apa yang akan aku katakan nanti saat kamu bertanya tentang anak kita? Apakah kamu bisa menerimanya? Jangan takut sayang, apapun yang terjadi dengan kamu aku akan tetap menerima kamu apa adanya. Mungkin saat ini Allah belum kasih kita kesempatan untuk memiliki momongan tapi InsyaAllah dimasa yang akan datang Allah akan menggantikannya dengan hal yang lebih baik. Doa Melodi dalam hati.


Wildan menepuk bahu Melodi, dia tau bagaimana kacaunya Melodi saat ini. Melihat Melodi saat ini hampir sama dengan melihat Melodi tujut tahun yang lalu. Dia selalu lemah dan cengeng menyangkut orang - orang yang dia sayangi.


"Kamu tenang saja, kata dokter keadaan Cinta baik - baik saja. Mungkin belum rezeki kalian untuk memiliki anak. Tapi mudah - mudahan Cinta bisa secepatnya hamil lagi" hibur Wildan.


"Aamiin.. aku hanya bingung Wil, bagaimana nanti mengatakannya kepada Cinta. Apakah dia bisa menerima semua ini?" tanya Melodi.


"Aku yakin Cinta pasti bisa menerimanya. Cinta itu gadis yang kuat Od. Selama ini Cinta bisa melalui cobaan hidup nya dengan penuh kesabaran" jawab Wildan.


Melodi terus menatap wajah istrinya tanpa pernah berpaling sedikitpun. Tiba - tiba Melodi melihat tangan Cinta bergerak dan perlahan matanya terbuka.


"Ci... Cinta sudah sadar" teriak Melodi.


Sontak semua berdiri dan ikut melihat Cinta dari balik kaca. Cinta membuka matanya dan melihat ke sekeliling kamar. Dia mencari keberadaan suaminya.


"Ma.. Maaas Me lo dy.... " panggil Cinta.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2