Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 272


__ADS_3

Beberapa bukan berikutnya Ratna semakin sulit untuk berjalan karena sedang hamil besar anak kembar. Bahkan Ratna harus pakai pembalut karena bulak balik buang air besar.


Walau begitu Ratna tetap berusaha banyak bergerak karena dia menginginkan proses lahiran normal. Padahal Wildan dan mertuanya lebih menyarankan untuk operasi caesar tapi Ratna tidak mau.


Hari ini saat bangun pagi Ratna mulai merasakan perutnya mulai mulas tapi masih bisa di tahannya. Ratna juga belum mau bilang kepada Wildan karena dia tidak mau Wildan dan mertuanya panik.


Usai sarapan pagi Ratna jalan - jalan di halaman belakang rumah. Sesekali Ratna memilih berjongkok sambil berpegangan pada benda - benda yang ada di dekatnya.


Setengah jam kemudian Ratna masuk ke dalam rumah dengan sikap yang tetap tenang. Ratna minum lalu duduk santai di ruang keluarga.


"Gimana yank, apa kamu sudah merasakan tanda - tanda melahirkan?" tanya Mama Wildan.


"Belum Ma" jawab Ratna berbohong karena masih takut mertuanya panik.


Wildan keluar dari ruangan kerjanya lalu duduk di samping Ratna. Wildan mengecup lembut puncak kepala Ratna.


"Sayang kamu gak pakai pampers?" tanya Wildan.


"Pakai, emang kenapa Mas?" tanya Ratna.


"Kok baju kamu basah?" tanya Wildan.


Ratna memperhatikan bajunya. Sebenarnya dia sangat terkejut tapi dia berusaha tetap tenang agar Wildan tidak panik.


"Aku ke kamar sebentar ya" jawab Ratna.


Ratna berjalan ke kamarnya berganti pakaian lalu menyiapkan semua barang - barangnya. Rasa sakit perutnya sudah mulai sering dia rasakan. Wildan berjalan ke kamar ingin melihat keadaan Ratna.


"Sayang kamu ngapain?" tanya Wildan.


"Mau siap - siap" Jawab Ratna.


"Siap - siap kemana? Rumah Sakit? Perut kamu sudah sakit?" tanya Wildan beruntun.


"Sedikit" jawab Ratna agar Wildan tidak panik.


"Oke baik, ayo kita berangkat" ajak Wildan.


Wildan mengangkat kopernya keluar kamar dan menyuruh asisten rumah tangga memasukkannya ke bagasi mobil. Setelah itu Wildan menuntun Ratna keluar kamar.


"Kalian mau kemana?" tanya Mama Wildan penasaran.


"Ke Rumah Sakit" jawab Wildan.


"Ratna sudah mau melahirkan?" tanya Bu Raharjo terkejut.


"Kata Ratna perutnya sudah mulai sakit Ma" jawab Wildan.


"Kalau begitu Mama ikut ya" pinta Bu Raharjo.


"Tapi jangan lama ya Ma bersiapnya" pesan Wildan.


"Iya sebentar saja" ujar Mama Wildan langsung berjalan menuju kamarnya.


Tak lama Bu Raharjo sudah keluar kamar bersama suaminya.

__ADS_1


"Papa juga ikut ya" pinta Pak Raharjo.


"Ya sudah yuk kita berangkat" sambut Wildan.


Mereka segera masuk ke dalam mobil. Wajah Ratna semakin pucat karena rasa sakitnya sudah semakin meningkat dan sering. Peluh keringat mulai keluar di wajahnya.


Tanpa sadar Ratna menggenggam tangan mertunya sambil menahan rasa sakit.


"Semakin sakit Rat?" tanya Bu Raharjo.


"Iya Ma" jawab Ratna akhirnya.


"Wil cepat Wil, istri kamu sudah mau melahirkan" perintah Bu Raharjo.


"Iya Ma" Wildan melirik Ratna dari kaca spion, wajah Ratna tampak sedang menahan rasa sakit.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Ratna langsung diperiksa.


"Sudah bukaan tujuh Bu, kita langsung masuk ke ruangan bersalin ya" ujar Dokter.


Ratna hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Saya boleh ikut menemani?" tanya Wildan.


"Kalau Bapak kuat" jawab Dokter.


"Saya kuat, saya ingin menemani istri saya melahirkan" ujar Wildan.


"Baiklah Pak, ayo mari" sambut Dokter.


Tak memakan waktu lama, sekitar dua jam kemudian bayi kembar Ratna dan Wildan akhirnya lahir dengan selamat.


"Selamat Pak, Bu bayi kembarnya laki - laki sesuai prediksi kita sebelum lahir" ucap Dokter.


"Alhamdulillah" jawab Ratna dan Wildan.


Satu bulan kemudian...


"Mas kita ke rumah sakit yuk, rasa sakitnya sudah mulai sering. Katanya kalau anak kedua proses melahirkan lebih cepat" pinta Cinta.


"Baik sayang" Jawab Melodi siaga.


Melodi langsung membawa Cinta ke Rumah Sakit. Dan benar saja begitu sampai di Rumah Sakit Cinta merasa perutnya mulai.


"Ya ampun Bu untung saja Ibu segera sampai ini sudah bukaan sembilan. Ayo kita pindahkan Bu Cinta ke ruangan bersalin" ucap Dokter.


Cinta langsung pindah ruangan dan tanpa proses yang lebih lama dari anak pertamanya Cinta dengan lancar melahirkan anak keduanya.


"Selamat bayinya perempuan" ucap Dokter.


"Alhmdulillah... " sambut Melodi dan Wildan.


Seluruh keluarga menyambut gembira kelahiran anak kedua mereka. Kini anak Cinta dan Melodi sudah sepasang. Rasanya keluarga kecil mereka sudah sempurna dengan putra - putri yang sehat.


Seminggu kemudian mereka semua berkumpul di rumah Melodi dan Cinta dalam acara aqiqah sekalian syukuran atas kelahiran anak kedua mereka.

__ADS_1


Seluruh keluarga dan para sahabat berkumpul bersama. Kini Suri dan Loly sudah menikah. Baim dan Santi jug sedang menunggu kelahiran anak kedua mereka.


Wildan dan Ratna tadang membawa kedua anak kembar mereka Jiyad dan Jayid. Kedua bayi sehat itu tidur dengan nyenyak di atas stroller bayi.


"Waaah tinggal pasangan Rania dan Wahyu saja ya yang belum datang" ujar Loly.


"Mereka baru pulang dari Singapura" ucap Ratna.


"Oh ya, gimana proses bayi tabung mereka, udah berhasil apa belum?" tanya Suri.


"Gak tau, aku belum dapat kabar dari Rania" jawab Ratna.


"Kenapa mereka harus proses bayi tabung sih, nikah juga baru satu tahun ya dinikmati saja" komentar Suri.


Ratna hanya tersenyum mendengar komentar teman - temannya. Rania dan Wahyu sudah memeriksakan kondisi tubuh dan kesuburan mereka.


Karena sebuah alasan Rania tidak bisa hamil dengan normal, dia harus melakukan program bayi tabung untuk mendapatkan keturunan.


Saat mereka mendengar keadaan Rania seperti itu. Pak Raharjo semakin merasa bersalah kepada Ratna. Seandainya dulu Pak Raharjo tetap memaksa Rania menikah dengan Wildan entah apa yang terjadi dengan rumah tangga mereka.


Rania jelas - jelas mempunyai kekurangan beda dengan Ratna yang memiliki hasil tes kesehatan kandungan sehat dan tidak ada masalah apapun.


Lamanya Ratna hamil benar - benar karena memang Allah belum memberikan mereka amanah untuk memiliki anak. Tapi semua itu sudah berlalu. Kini mereka sudah memiliki bayi kembar mereka yang tampan.


"Naaah panjang umur, itu Rania dan Wahyu" ujar Cinta.


Semua mata memandang ke arah Wahyu dan Rania yang baru saja masuk ke dalam rumah Cinta. Ratna langsung menyambut kedatangan mereka dengan tidak sabar untuk mendengar kabar gembira.


Dengan mata berkaca - kaca Rania langsung memeluk tubuh Ratna dengan erat.


"Ratnaaaa... aku hamil" ucap Rania dengan tangisan haru.


"Alhamdulillah... selamat ya" ucap Ratna.


Keduanya saling berpelukan dengan tangisan haru. Rania kini sudah berteman dekat dengan Ratna dan Cinta.


"Gimana - gimana?" tanya Cinta penasaran.


"Aku hamil" jawab Rania sambil tersenyum.


"Oh ya Allah, alhamdulillah.. selamat sayang, aku senang sekali mendengarnya" Cinta juga langsung memeluk Rania dan Ratna.


Mereka saling berpelukan bertiga sambil menangis haru. Wahyu ikut tersenyum dalam hati tak henti - hentinya mengucapkan rasa syukur.


Akhirnya perjuangan mereka beberapa bulan ini membuahkan hasil. Atas desakan Pak Sudibyo yang menginginkan secepatnya mendapat cucu akhirnya mereka memeriksakan kandungan Rania.


Setelah mengetahui Rania mengidap pembengkakan saluran rahim sehingga mengakibatkan sulit hamil. Dokter menyarankan mereka untuk mengikuti program bayi tabung.


Kini perjuangan mereka tidak sia - sia. Rania akhirnya dinyatakan hamil lima minggu. Seluruh keluarga tentu saja menyambutnya dengan suka cita.


.


.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2