Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 61


__ADS_3

"Ratna kenapa kamu ajak Cinta belanja bulanan?" tanya Melodi dengan tatapan mengintimidasi.


"Ratna gak salah Pak, Saya yang minta ikut" bela Cinta tanpa takut.


"Kenapa kamu ikut keluar hari ini? Saya kan sudah suruh kamu istirahat di kosan saja?" tegas Melodi.


"Saya bosan di kamar terus. Lagian kaki saya sudah sembuh" jawab Cinta.


"Benar Pak, kaki Cinta hanya cidera kecil buktinya dia sudah bisa lancar jalan tanpa pincang sedikitpun" bantu Ratna.


"Kalian gak bisa ya gak melanggar perintah saya" ujar Melodi kesal.


"Od.. Disini ini mereka memang gak salah. Kamu aja yang terlalu khawatir sama Cinta. Wong Cintanya sendiri baik - baik saja kok" bela Wildan.


"Kamu udah ikut - ikutan belain mereka" ujar Melodi.


"Aku tidak bela siapa - siapa tapi ini kenyataannya. Kamu tidak berhak mengurung Cinta selama seminggu di kamar terus. Emangnya dia tahanan?" tanya Wildan.


"Betul Pak, Bapak kan cuma atasan Cinta. Pacar bukan, suami apa lagi. Bapak gak ada hak donk atur hidup Cinta gak boleh begini gak boleh begitu" potong Ratna.


Melodi terdiam karena mendengar ucapan Ratna. Dia sadar kalau sikapnya sudah terlihat berlebihan. Dia tidak ingin Cinta dan Ratna mengetahui isi hatinya. Bukan karena apa - apa. Melodi ingin memastikan perasaan Cinta dulu baru dia utarakan isi hatinya.


Tapi gadis ini memang sulit diatur. Cuma di suruh istirahat aja di kamar gan mau. Makan sudah disediakan, apalagi coba.


Tak lama pelayan datang membawa makanan dan minuman pesanan mereka.


"Sekarang kamu makan dan habiskan semuanya agar kamu cepat sembuh" perintah Melodi.


"Pak yang sakit kaki saya bukan perut saya. Kalau semua makanan ini saya habiskan berat tubuh saya akan bertambah. Kaki saya akan lebih berat menopang tubuh saya Pak" protes Cinta.


"Ya sudah kalau begitu kamu jangan makan biar kaki kamu cepat sembuh" cegah Melodi.


"Hahaha... kamu ribet ama sih Od. Udah jangan cerewet biarin aja Cinta makan sesuka hatinya tanpa ada intimidasi dari kamu" potong Wildan.


"Ih kalian kompakan banget ya makan dan minumannya. Jadi seru, coba kalau aku pesan makanan itu juga" ujar Cinta.


"Kamu mau makanan seperti ini juga ya sudah pesan sana" potong Melodi.


"Tidak.. tidak.. Pak. Perut saya bisa penuh kalau semua di pesan" cegah Cinta.


"Pak Bos aneh banget hari ini ya Cin" bisik Ratna.


"Iya datang bulan kali" jawab Cinta.


"Aku bisa mendengar obrolan kalian" bentak Melodi.


"Hahaha... kamu memang aneh Od" potong Wildan.

__ADS_1


"Sudah makan semua" perintah Melodi.


Mereka akhirnya menyantap makanan mereka. Setelah semua habis di makan Mereka kembali ke apartement Melodi. Wildan dan Ratna membawa barang - barang belanjaan sedangkan Melodi sibuk memperhatikan langkah Cinta.


Dia sangat takut kaki Cinta tersandung atau cidera kembali. Bahkan sebelumnya dia sempat hendak memegang tangan Cinta tapi tentu saja Cinta mengelak secara halus.


"Saya masih bisa dan sangat kuat untuk berjalan sendiri Pak" ujar Cinta.


Setelah sampai di lantai paling atas mereka langsung membuka pintu apartement. Wildan membantu Ratna menyusun semua barang - barang belanja.


Sedangkan Cinta sibuk menyiapkan bahan - bahan makanan yang akan dia masak.


"Kamu beneran gak apa?" tanya Melodi meyakinkan.


"Beneran Pak, mending Bapak ke kamar atau ke ruangan kerja Bapak seperti biasanya. Jangan liatin saya masak di sini. Bisa rusak semua Pak masakan saya" jawab Cinta.


"Kamu mengusir saya?" tanya Melodi yak senang.


"Bukan mengusir Pak. Hanya saja saya jadi tidak nyaman memasak di sini dan itu berpengaruh pada rasa masakan saya. Nanti kalau gak enak Bapak juga yang komplain" jawab Cinta.


"Ya sudah saya ke ruang kerja saja" ujar Melodi.


Dia langsung pergi meninggalkan dapur dan berjalan menuju ruangan kerjanya.


"Si Bos kenapa cerewet banget sih hari ini?" tanya Cinta pada Wildan.


"Saya kan bukan anak - anak lagi Pak" jawab Cinta.


"Melodi emang seperti itu. Kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Nah seperti itu Melodi. Tapi kalau sudah kenal dia akan terlihat posesif dan tampak berlebihan. Yaaah itu adalah bukti dari perhatiannya" bela Wildan.


"Kamu itu wanita sembrono, makanya kamu terpeleset dan terkilir" ucap Melodi kepada Cinta lewat speaker dari ruang kerjanya.


Cinta terkejut mendengar ucapan Melodi. Dia tidak menyangka Melodi tetap mengawasinya melalui CCTV. Karena kesal akhirnya Cinta, dia tidak akan pernah menang jika beradu argumen dengan Melodi.


Cinta mulai mempersiapkan semua bahan dan mulai memasak. Dia memasak beberapa jenis makanan untuk makan malam mereka.


Setelah semua selesai Cinta dan Ratna menyusunnya di atas meja makan.


"Lho kok cuma dua piring Cin?" tanya Wildan.


"Iya donk Pak. Kan untuk Bapak dan Pak Melodi. Emangnya ada yang mau makan disini lagi Pak? Kenapa gak bilang dari tadi? Saya kan bisa masak lebih banyak?" tanya Cinta bingung.


"Nggak.. gak ada orang lain. Maksud saya kita makan malam bareng aja" jawab Wildan.


"Jangan Pak, nanti kami kemalaman pulangnya. Kami bawa pulang aja jatah kami" sambut Ratna cepat.


"Iya Pak, kami gak mau ganggu Bapak dan Pak Melodi istirahat. Kami pulang sekarang aja ya Pak?" ujar Cinta.

__ADS_1


Cinta memasukkan makanan jatah mereka malam ini ke dalam wadah. Tak lama kemudian Melodi keluar dari ruangan kerjanya.


"Kalian makan malam di sini saja. Biar nanti kami antar pulang. Perempuan pulang malam - malam naik bus bahaya" perintah Melodi.


Cinta dan Ratna saling pandang.


"Udah Cin, iyain aja" bisik Ratna.


"Ya sudah Pak, baiklah kalau begitu" jawab Cinta.


Cinta dan Ratna menambah peralatan makan untuk mereka berdua.


"Pak kami shalat dulu ya sudah maghrib" pinta Cinta.


"Oh silahkak Cin" sambut Wildan.


"Bapak gak shalat?" tanya Ratna polos.


"Ssst... " Cinta meletakkan jari telunjuk nya ke bibit untuk mengingatkan Ratna. Tapi terlambat Melodi dan Wildan sudah mendengarnya.


"Kami shalat di kamar saja" jawab Melodi.


Wildan menatap wajah Melodi tak percaya. Dia mengikuti langkah Melodi ke kamar.


"Kamu beneran mau shalat Od?" tanya Wildan penasaran.


"Ya nggak. Kamu kan tau aku gimana orangnya. Kalau kita gak shalat ngapain kita disana liatin mereka shalat. Kalau mereka ajak shalat bareng gimana? Kamu tau gimana jadi imam?" tanya Melodi.


Wildan mengangkat kedua bahunya.


"Lupa" jawab Wildan.


"Makanya lebih baik kita sembunyi di kamar. Nanti kalau mereka sudah selesai shalat baru kita keluar" ajak Melodi.


"Oke" sambut Wildan patuh.


Setelah Cinta dan Ratna selesai baru Melodi dan Wildan keluar kamar dan mereka langsung berjalan menuju dapur.


Wildan duduk di seberang Melodi membuat Cinta dan Ratna bingung mau duduk dimana. Akhirnya Cinta duduk disamping Melodi dan Ratna duduk disamping Wildan.


Cinta mengambilkan makanan untuk Melodi, begitu juga dengan Ratna. Melodi dan Wildan tersenyum kesenangan.


Apa gini ya rasanya kalau menikah nanti. Makanan disiapin istri dan makannya juga ditemani istri. Sorak suara hati Melodi dan Wildan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2