Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 251


__ADS_3

Sore harinya Wildan dan Ratna menemui Dokter kandungan yang merawat dan mengobati Amel dan Cinta dulu.


"Dok kami ingin menjalani program hamil. Kami sudah dua tahun menikah tapi saya belum juga ada tanda - tanda hamil" ungkap Ratna.


"Baik, coba saya cek dulu ya Bu" sambut Dokter.


Dokter melakukan USG pada rahim Ratna.


"Rahim Ibu bersih tidak ada masalah. Saya akan beri antaran untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Bapak dan Ibu nanti akan sama - sama menjalaninya" ujar Dokter.


"Baik Dok" jawab Ratna.


Setelah satu bulan dari hasil laboratorium keduanya dengan hasil Ratna dan Wildan sehat - sehat saja. Dokter memberikan resep vitamin dan obat penyubur untuk mereka.


Tapi satu bulan berlalu Ratna juga belum ada tanda - tanda hamil. Ratna sudah berhenti bekerja dan menjaga pola hidup dan makan yang sehat.


"Dok kami mau ke tahap yang lebih serius. Apa langkah - langkah yang harus kami jalani? Bayi tabung juga akan kami jalani" pinta Wildan.


"Sebenarnya kondisi Bapak dan Ibu Baik - baik saja. Tidak ada masalah dengan kalian. Saran saya kita lakukan tindakan inseminasi saja lebih dulu ya" ujar Dokter.


"Baik Dok, apapun itu namanya akan kami lakukan" sambut Ratna.


"Begini Bu, perlu saya jelaskan. Inseminasi buatan adalah salah satu prosedur medis untuk mengatasi masalah kesuburan (Infertilisasi). Inseminasi buatan bertujuan untuk meningkatkan jumlah sper*a yang dapat mencapai saluran indung telur (tiba falopi) sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Inseminasi buatan dilakukan dengan cara menempatkan ****** langsung ke dalam rahim pada saat pelepasan sel telur (ovulasi) menggunakan kateter kecil. Umumnya, inseminasi buatan tidak memakan waktu lama" ucap Dokter menjelaskan kepada Ratna dan Wildan.


"Apa prosesnya lama Dok?" tanya Wildan.


"Nanti saya akan menentukan waktu pelaksanan inseminasi buatan. Pelaksanaan inseminasi buatan umumnya dilakukan 1–2 hari setelah terlihat adanya tanda-tanda ovulasi. Sementara Bapak dan Ibu tetap minum obat penyubur ya, nanti akan kita jadwal kapan kita melakukan inseminasinya" jawab Dokter.


"Baik Dok" jawab Ratna.


Selama proses konsultasi Wildan selalu menggenggam erat tangan Ratna.


Walau hati mereka kecewa tapi masih ada secercah harapan untuk berjuang mendapatkan keturunan.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan ke Dokter Ratna mengajak Wildan untuk berkunjung ke rumah Cinta.


"Mas aku kangen sama Radit, kita ke rumah Cinta yuk" ajak Ratna.


"Oke sayang" jawab Wildan lembut


Sepanjang perjalanan Wildan masih tetap menggenggam tangan Ratna.

__ADS_1


"Kamu tidak lelah kan berjuang?" tanya Wildan.


"Tidak Mas aku gak akan pernah lelah. Demi masa depan kita" jawab Ratna.


"Kita harus sama - sama saling menguatkan ya sayang. Aku tidak ingin kamu menyerah karena aku tidak akan pernah menyerah. Apapun yann terjadi aku ingin menjalani hidup ini bersama kamu" ujar Wildan.


"Iya Mas, terimakasih Mas tidak selalu sabar dan perhatian disampingku" sahut Ratna.


"Kenapa tidak sayang? Tidak ada yang berubah dariku. Melihat kamu seperti ini aku justru semakin cinta sama kamu. Aku tau bagaimana perjuangan kamu melakukan pemeriksaan selama ini. Kamu juga selalu semangat menjalani pola hidup sehat, menjaga makanan kamu juga makanan aku. Apa coba alasan aku untuk meninggalkan kamu. Lagian apapun alasannya rasanya tidaklah pantas dijadikan sebagai cara untuk poligami" ujar Wildan.


Ratna tersenyum tipis mendengar ucapan Wildan. Akhirnya mereka sampai juga di rumah Cinta.


"Onty Yatnaaaaa" teriak Radit yang baru berumur satu setengah tahun.


"Hai ganteng kamu lagi apa?" tanya Ratna.


"Mamamam" jawab Radit.


Ratna langsung mencupit pipi Radit gemas. Pipi anak itu terlihat gembum karena menyimpan makanan di dalam mulutnya.


"Kalian dari mana?" tanya Cinta.


"Baru pulang dari Dokter kandungan" jawab Ratna.


"Gimana hasilnya?" tanya Cinta.


"Bulan depan kami akan menjalani inseminasi" jawab Ratna.


Cinta menyentuh bahu Ratna dengan lembut.


"Semoga berhasil ya Rat" ucap Cinta memberi semangat.


"Aamiin, makasih Cin. Walau rasanya berat sekali tapi aku harus jalani semua langkah - langkahnya. Demi masa depan rumah tangga kami. Jujur aku takut banget Cinta" ungkap Ratna sedih.


Cinta langsung memeluk erat tubuh Ratna.


"Jangan pikirkan hal buruk yang belum tentu terjadi. Kamu kan sedang ikhtiar, diperkuat doa ya agar Allah mendengar dan melihat perjuangan kalian" pesan Cinta.


"Iya Cin, kalau doa jangan ditanya lagi Cin. Setiap malam aku selalu meminta kepada Allah agar aku segera dititipkan malaikat kecil dalam rahimku" ujar Ratna.


"Eh iya aku lupa kabari kamu. Besok Santi dan Baim ajakin kita ketemuan. Mereka mau kasih undangan" ucap Cinta tiba - tiba.

__ADS_1


"Oh ya jam berapa?" tanya Ratna.


"Jam lima pulang kerja. Besok aku dan Radit berangkat ke kantor Mas Odi sekalian antar makan siang untuk suami. Sorenya baru kumpul sama mereka, Mas Odi jagain Radit sebentar. Mamanya mau reunian" jawab Cinta.


"Kalau gitu aku ke kantor Mas Odi juga deh sore. Kita ngumpul di sana ya. Nanti aku akan minta izin Mas Wildan" sambut Ratna.


Seketika dia melupakan kesedihannya saat mendengar akan berkumpul dengan teman - temannya. Hidup seperti Ratna dari luar akan terlihat enak dan mungkin diimpikan para wanita di luar sana.


Punya suami soleh, kaya, tampan dan sangat mencintainya. Tapi cobaan rumah tangga bisa datang dari arah mana saja. Bisa dari pihak dalam keluarga, bisa dari orang ketiga bisa juga jadi pejuang garis dua.


Dan Ratna sedang menghadapi itu semua. Pihak keluarga Wildan yang mendesaka agar dia segera hamil, godaan orang ketiga walau kali ini Rania bersembunyi dibalik perjodohan orang tua tapi Ratna kini lebih menjaga jarak dengan Rania.


Ratna sangat kecewa, selama dia tulus berteman dengan Rania untuk tujuan agar Rania istiqomah pada kehidupannya yang sekarang ini. Ternyata Rania masih mengincar suaminya.


Sejak pindah dari rumah orang tua Wildan Ratna tidak pernah berhubungan dengan Rania lagi. Wildan juga tidak pernah mempertanyakan hal ini. Masing - masing saling menjaga.


*****


Esok harinya di Cafe tempat biasa Cinta dan teman - temannya berkumpul.


"Hai Ratna lama tidak bertemu kamu. Sepertinya rada gendutan ya" sapa Loly.


"Iya ya.. maklum aku udah gak kerja lagi sekarang" sambut Ratna.


"Waaah enak banget kamu Rat, sekarang jadi Ibu rumah tangga tulen seperti Cinta. Kalau aku jadi kamu juga akan milih begitu. Suami udah mapan ngapain juga capek - capek kerja" sambut Suri.


Ratna tersenyum mendengar ucapan Suri. Santi datang bersama Baim dan langsung memeluk dua sahabatnya Cinta dan Ratna. Mereka saling melepaskan rindu.


"Aku tidak menyangka Rania seperti itu pada kamu Rat. Bisa - bisanya dia masih mengincar Pak Wildan padahal kamu udah baik banget sama dia" ucap Santi.


Ratna langsung menunduk sedih.


"Sejak aku pindah dari rumah mertuaku, aku gak pernah bertemu Rania lagi. Aku sangat kecewa padanya" ungkap Ratna sedih.


Apa? Rania masih mengganggu rumah tangga Ratna dan Pak Wildan? Kelewatan dia, padahal Ratna sudah memaafkan kesalahannya dulu dan menerima dia sebagai teman. Sepertinya aku harus menemui Rania dan buat perhitungan padanya. Gumam seseorang dalam hati yang mendengar pembicaraan Ratna, Cinta dan Santi.


Siapakah itu? lanjut bab berikutnya ya guys....


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2