
"Bagaimana Cinta.. apakah kamu terima lamaran saya?" tanya Melodi.
"Sa.. sa.. saya... " ucap Cinta ragu.
"Jangan ragu Cinta jawablah dengan lantang. Apakah kamu pernah memikirkan saya?" tanya Melodi.
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Apa ada perasaan tertarik kepada saya?" tanya Melodi.
Cinta mengangguk lagi.
"Apa kamu punya perasaan kepada saya?" tanya Melodi lagi.
Lagi - lagi Cinta mengangguk. Melodi tersenyum menang.
"Sudah cukup Cinta, semua itu sudah cukup menjelaskan tentang perasaan kamu kepadaku. Kamu tinggal menjawab apakah kamu mau menikah denganku? Saat ini aku memang belum bisa jadi pria yang baik sesuai harapan kamu, tapi aku berjanji akan menjadi pria yang lebih baik lagi dengan kehidupan yang jauh lebih baik lagi kedepannya bersama kamu. Menikahlah denganku, mari kita bangun rumah tangga seperti yang kamu inginkan. Aku ingin sekali menjadi bagian dari impian masa depan kamu" pinta Melodi.
Cinta meneteskan air mata bahagia karena kata - kata Melodi. Tidak pernah dia membayangkan sebuah lamaran yang romantis, tapi baginya saat ini Melodi melamarnya di sini dengan semua pemandangan yang ada di sini.
Dengan suara gemericik air sungai yang mengalir, udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah ini membuat Cinta merasa saat ini adalah lamaran paling romantis yang paling indah di dunia ini.
Cinta menatap mata Melodi mencoba mencari kekuatan dan keberanian. Melodi membalasnya dengan senyuman hangat yang membuat hati Cinta nyaman.
"Sa.. saya mau Pak" jawab Cinta.
"Alhamdulillah... yes" pekik Ratna yang langsung di tutup mulutnya dengan tangan Wildan.
"Ssst jangan merusak lamaran mereka" bisik Wildan kepada Ratna.
Ratna mengangkat tangannya dan memberi kode okey, baru Wildan melepaskan tangannya.
"Terimakasih Cinta, kamu sudah mau menerima lamaran ku. Bolehkan kalau aku utarakan niat baik aku ini kepada keluarga kamu segera?" tanya Melodi.
Lagi - lagi Cinta menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia. Mereka berdua kemudian menatap sungai dan bernafas lega.
Perasaan yang selama ini sama - sama dipendam sudah tersampaikan kepada pemilik hati mereka saat ini. Keduanya tersenyum bahagia menyambut kehidupan masa depan mereka.
"Kita lebih baik pulang aja Pak" bisik Ratna.
"Iya biarkan saja mereka berdua pacaran di sini" sambut Wildan.
Wildan dan Ratna berbalik badan dan pulang ke rumah keluarga Cinta. Cinta dan Melodi baru sadar kalau tadi mereka tidak berdua. Ada Wildan dan Ratna tadi bersama mereka berjalan di belakang.
"Lho Ratna dan Pak Wildan kemana Pak?" tanya Cinta bingung.
"Aku rasa mereka sudah pulang. Mereka pasti iri mendengar ikrar masa depan kita" jawab Melodi sambil tersenyum manis.
Blush... pipi Cinta memerah karena malu.
"Apakah kamu kepanasan Cinta?" tanya Melodi.
__ADS_1
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Nggak Pak" jawab Cinta.
"Lantas kenapa pipi kamu memerah?" tanya Melodi.
Cinta langsung menundukkan wajahnya semakin malu.
"Hahaha.. kamu malu ya.. maafkan aku yang kurang peka ini. Walau dulu aku punya banyak teman wanita tapi kali ini adalah pengalaman baru bagiku. Aku tidak pernah menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita sebelumnya Cinta. Kamu lah yang pertama dan aku sangat berharap kamu juga yang terkahir" ungkap Melodi.
"Saya juga sama Pak, Bapak adalah orang pertama yang saya sukai" jawab Cinta jujur.
"Terimakasih Cinta" jawab Melodi.
Di dalam hati keduanya tak berhenti mengucapkan rasa syukur.
Usai pernyataan ungkapan hati mereka duduk diatas batu di pinggir sungai sambil berbincang - bincang.
"Saya suka kampung ini. Nanti kita bangun rumah di sini ya" ujar Melodi.
Wajah Cinta kembali memerah karena dia masih malu bercerita tentang masa depan mereka berdua.
"Kenapa kamu diam? Kamu gak mau?" tanya Melodi.
"Sa.. saya mau Pak" jawab Cinta.
"Saya sudah melamar kamu barusan dan kita sudah saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Masak kamu masih panggil saya dengan sebutan Bapak. Saya merasa ketuaan Cinta dan seperti akan menikah dengan anak kecil karena masih saja dipanggil Bapak" ujar Melodi.
Cinta menatap wajah Melodi.
"Di ganti apa Pak?" tanya Cinta bingung.
"Terserah kamu, panggil sayang juga boleh" jawab Melodi sambil tersenyum.
Wajah Cinta memerah lagi karena malu.
"Ja.. jangan Pak, belum boleh" bantah Cinta malu.
"Belum boleh ya karena kita belum menikah?" tanya Melodi gemas melihat sikap malu - malu kekasih hatinya itu.
Cinta mengangguk malu.
"Kalau begitu panggil Mas juga boleh. Seperti Mbak Amel panggil Mas Surya" ujar Melodi.
"M.. ma... maaas?" tanya Cinta.
"Iya panggil Mas aja, coba kamu sebut?" perintah Melodi.
"M... Mas" ucap Cinta.
"Mas Melodi" tuntun Melodi.
__ADS_1
"Mm.. Mas Melodi" Cinta mengikuti.
Melodi tersenyum bahagia.
"Manis.. kamu manis sekali. Begitu donk panggilnya, lebih enak di dengar" ucap Melodi puas.
Setelah mereka puas bermain air dan bercanda tanpa terasa hari semakin sore.
"Kita pulang yuk Paaak" ajak Cinta.
"Apa? Aku salah dengar sepertinya?" tanya Melodi.
"Kita pulang yuk Mas" ralat Cinta.
"Nah gitu donk.. ayuk kita pulang. Aku rasa Wildan dan Ratna sudah gak sabar menunggu kita pulang" sambut Melodi.
Mereka berjalan bersisian menuju pulang. Sekarang perasaan mereka jauh berbeda dibanding saat mereka pergi. Saat ini perasaan mereka sudah saling bertaut dan tersambung. Benih - benih Cinta dan kebahagiaan sedang tumbuh dihati keduanya.
Sesampainya di rumah keluarga Cinta, Wildan dan Ratna menyambut mereka dengan suka cita. Sementara Cinta merasa sangat malu akan hal itu.
Cinta langsung masuk kedalam rumah diikuti Ratna. Sedangkan Melodi duduk di teras bersama Wildan.
"Selamat Bro akhirnya lamaran kamu diterima. Aku gak menyangka kamu akan melamar Cinta tadi di pinggir sungai" ucap Wildan.
Melodi tersenyum baru menyadari apa yang dia lakukan tanpa perencanaan.
"Aku terbawa suasana, ketepatan mommentnya pas jadi aku langsung lamar Cinta tanpa perencanaan sebelumnya" sambut Melodi.
"Aku turut bahagia bro.. jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Wildan.
"Aku akan melamar Cinta langsung kepada keluarganya, mumpung kira juga ada di sini jadi sekalian aja" jawab Melodi.
"Benar itu, lebih cepat lebih baik. Bila perlu pulang dari sini status kamu sudah berubah menjadi suami istri" ujar Wildan semangat.
Melodi tersenyum tipis, hal itu memang sudah dia rencanakan. Tapi apa keluarga Cinta bisa menerima semua ini dengan cepat.
Keluarga Cinta baru mengenalnya tak sampai satu hari tapi dia sudah mempunyai keinginan yang besar yaitu menikahi Cinta.
"Aku akan mencoba bicara dengan keluarga Cinta. Yang penting aku sudah lebih lega. Cinta akhirnya menerima lamaranku. Selanjutnya biarlah nanti kita bicarakan dengan keluarganya" ungkap Melodi.
Wildan menepuk bahu Melodi untuk memberikan kekuatan dan semangat.
"Good luck.. aku akan mendukung kamu" ucap Wildan.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers.. selamat sore. Semoga kalian semua sehat - sehat ya.. soalnya lagi musim sakit. Aku dan keluarga juga pada sakit.
__ADS_1
Yang mengikuti novel ku sampai bab ini aku ucapkan terimakasih banyak. Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya.. agar aku lebih semangat lagi berkarya.
Salam semangat.