
"Selamat ulang tahun Cinta... " ucap Baim dan teman - temannya saat mereka berkumpul di kantin kantor saat makan siang.
"Waaaah makasih... kalian ternyata ingat hari ulang tahunku" sambut Cinta dengan senang walau dia sempat terkejut.
Mereka meletakkan tart yang telah di pesan Santi, Loli dan Suri sebelumnya.
Semenjak kepulangan mereka dari tugas di Bandung, kini mereka lebih akrab dan sering berkumpul.
Biasanya mereka akan janjian untuk bertemu di kantin kantor seperti siang ini. Suasana kantin berubah jadi riuh.
"Potong donk kuenya" ujar Baim.
Cinta tersenyum senang dan mulai memotong kue dan memberikannya pertama kepada Baim.
"Cieeee.... " goda teman - teman yang lain.
Baim sangat senang sekali mendapat perlakuan seperti itu dari Cinta. Setelah itu baru Cinta membagi - bagikan kuenya kepada teman - temannya yang lain.
"Kalian silahkan pesan makan siang, hari ini aku yang traktir" ujar Cinta.
"Yeaaaaay asiiiik... makak gratis" sambut teman - teman Cinta.
Suasana jadi semakin riuh. Melodi dan Wildan baru saja keluar dari lift dan hendak berjalan menuju lobby kantor bersama supir kantor. Saat melewati kantin mereka mendengar ada kegaduhan di sana.
"Ada apa ribut - ribut?" tanya Melodi pada salah satu karyawan kantornya.
"Ada yang ulang tahun Pak" jawabnya penuh hormat kepada Melodi.
Melodi melirik ke dalam kantin.
"Eh seperti Cinta tu Od. Ya.. itu Cinta. Ternyata hari ini dia yang ulang tahun" potong Wildan.
Melodi kesal dan marah saat melihat Baim mengoleskan sesuatu ke wajah Cinta.
"Baiiiiiim" teriak Cinta kesal.
Ternyata Baim mengoleskan butter crem tart ke wajah Cinta sebagai seru - seruan saja hingga wajah Cinta kotor.
"Hahaha... " semua tertawa melihat wajah Cinta yang lucu.
Melihat itu Melodi langsung pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju lobby lalu masuk ke dalam mobilnya yang sudah menunggu di depan.
"Kamu tidak mau tersaingi oleh Ibrahim, kamu harus membuat pesta kejutan untuk Cinta Od" ujar Wildan.
Melodi langsung meraih ponselnya dan mencari nama seseorang.
"Halo Ratna" ucap Melodi.
"Ya Bos" jawab Ratna sigap.
"Hari ini Cinta ulang tahun kan?" tanya Melodi.
"Iya Bos. Loh kok Bos tau?" tanya Ratna balik.
"Ya tahun donk, aku kan Bos nya" jawab Melodi ketus.
__ADS_1
"Oo apakah seorang Bos harus tau tanggal lahir karyawannya ya? Kalau tanggal lahir saya Bos tau?" tanga Ratna dengan polosnya.
"Mana saya ingat tanggal lahir kamu" bentak Melodi kesal.
Wildan tertawa mendengar umpatan Melodi.
"Lah tadi si Bos sendiri yang bilang" jawab Ratna.
"Sudah.. sudah.. saya cuma mau bilang. Hari ini kalian gak usah masak. Kamu ajak Cinta entah bagaimana caranya untuk datang ke Cafe XXX di jalan XXX. Nanti aku dan Wildan akan menyusul ke sana. Kita makan malam di sana" perintah Melodi.
"Assshiaaaap Bos" jawab Ratna cepat.
"Ya sudah ya lanjutkan kerjaan kamu" Melodi menutup teleponnya.
"Kenapa Od kok kesal gitu?" tanya Wildan penasaran.
"Tu gadis gila satu lagi yang ada di apartement ku malah nanya padaku kapan tanggal lahir dia. Ya mana aku tau" jawab Melodi kesal.
"Hahaha.. Ratna dan Cinta itu sebelas duabelas, sama - sama lucu" sambut Wildan.
Melodi menghubungi orang lain lagi.
"Halo tolong siapkan ruangan khusus untuk saya malam ini. Empat orang ya dan tolong siapkan menu yang spesial juga tart ulang tahun" perintah Melodi.
"Oke baik, saya akan datang sekitar jam tujuh malam" lanjut Melodi.
Telepon terputus.
"Waaaw bisa juga kamu gerak cepat ya.. dan aku gak nyangka kalau kamu tipe lelaki pencemburu. Baru lihat Baim berbuat begitu saja pada Cinta kamu sudah meradang" sindir Wildan.
"Tidak ada yang boleh mengambil apa yang ingin aku miliki, siapapun itu" tegas Melodi.
Pengusaha yang sangat muda berumur dua puluh tujuh tahun sudah memiliki perusahaan besar dan berkembang dengan sangat pesat.
****
Sore harinya Melodi tidak memberi kabar kepada Cinta seperti biasanya sehingga Cinta memutuskan untuk naik bus ke apartement Melodi.
Cinta sangat mengerti keadaan Melodi. Mungkin saja dia sedang sibuk sehingga tidak sempat memberi kabar padanya. Dengan penuh semangat Cinta berjalan menuju halte bus.
"Cin" panggil seseorang dari belakang.
Langkah Cinta terhenti dan dia menoleh ke belakang.
"Eh kamu Im" sambut Cinta.
"Seperti biasa kita naik bus yang sama?" tanya Baim.
Cinta mengangguk.
"Kamu kemana sih Cin? Setiap pulang sering banget naik bus yang sama denganku padahal kan kos - kosan kamu beda arah?" tanya Baim penasaran.
"Aku harus menjemput temanku, nanti setelahnya baru kami pulang bareng" jawab Cinta.
"Laki - laki?" tebak Baim.
__ADS_1
"Ya perempuan lah, ngapain juga aku jemput teman laki - laki. Gak kebalik itu?" tanya Cinta.
"Iya ya.. " balas Baim.
Mereka duduk di halte sambil menunggu bus mereka datang.
"Eh kamu buru - buru gak?" tanya Baim.
"Ya lumayan, aku harus cepat sampai. Temanku sudah menunggu di sana" jawab Cinta.
"Yaaah sayang padahal aku mau ajak kamu makan dulu" ujar Baim.
Cinta tersenyum ramah membalas ajakan Baim.
"Makasih Im lain kali aja ya. Hari ini aku buru - buru banget" jawab Cinta.
Cinta tidak tau kalau gerak - geriknya sedang diperhatikan seseorang dari dalam mobil yang baru saja melewati halte.
"Anak bau kencur itu terus saja mencoba mendekati Cinta" ucap Melodi kesal.
"Ya namanya usaha Od. Apalagi dia tau Cinta belum ada yang punya, bebas donk kalau mau di dekati. Makanya kalau kamu takut dia disamber Baim. Buruan kamu utarakan perasaan kamu pada Cinta" sahut Wildan.
"Cinta gak mau pacaran karena menurutnya pacaran itu suatu hal yang sia - sia" ungkap Melodi.
"Berarti dia minta di lamar tuh Od. Cinta udah kasih sinyal pada kamu" sambung Wildan.
"Cinta ingin punya suami soleh, sedangkan aku.. seperti yang kamu tau sangat jauh dari itu" balas Melodi.
"Manusia bisa berubah dan aku tau siapa kamu. Kamu akan melakukan apapun untuk merebut hati Cinta kan? Termasuk untuk merubah diri kamu jadi pria yang lebih baik. Buktinya sekarang saja kamu sudah jauh lebih baik dan lebih ceria. Gak kaku seperti es kutub bin macho kata Ratna" ujar Wildan.
"Aku harus menemui seseorang yang bisa membantu aku dalam hal itu. Yang penting sekarang aku harus lebih intens lagi mendekati Cinta hingga dia nyaman jalan denganku" tegas Melodi.
Sekitar jam tujuh malam Melodi sudah sampai di Cafe yang dia pesan tadi. Melodi memastikan semua konsep kejutan ultah Cinta sudah sesuai dengan keinginannya. Kini mereka tinggal menunggu Cinta dan Ratna datang.
"Coba kamu hubungi Ratna, dimana mereka saat ini" perintah Melodi.
Wildan mengirim pesan kepada Ratna.
Wildan
Rat, kalian sudah dimana?
Tak lama ponsel Wildan bergetar.
Ratna
Kami sudah di depan Cafe Pak dan akan segera masuk
"Mereka sudah di depan Od" ujar Wildan kepada Odi.
Melodi dan Wildan bersiap - siap menanti kedatantan Cinta dan Ratna. Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka.
"Selamat ulang tahuuuuuun"....
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG