
Ratna dan Wildan memasukkan barang belanjaan mereka ke bagasi mobil. Sedangkan Cinta dan Melodi duluan berjalan mencari tempat makan yang ada di samping supermarket.
"Kaki kamu sudah gak sakit lagi dibawa jalan?" tanya Melodi penuh perhatian.
"Udah gak sakit lagi Pak. Setiap malam saya selalu olesin minyak ramuan tradisional dari kampung yang memang sangat ampuh untuk sakit begini" jawab Cinta.
"Tapi kamu jangan terlalu banyak jalan juga nanti terkilir lagi baru tau" ujar Melodi.
"Tenang aja Pak, dibawa lari juga udah kuat ini" sambut Cinta bercanda.
"Kamu memang bandel banget ya" sambut Melodi.
Saat mereka hendak masuk ke dalam cafe tiba - tiba ada anak - anak yang berlarian dan hendak menabrak Cinta. Dengan refleks Melodi langsung menarik tubuh Cinta agar terhindar dari tabrakan.
Melodi tanpa sadar memeluk tubuh Cinta untuk melindungi agar Cinta tidak jatuh ataupun tertabrak.
"Pa.. Paaaak.. bisa di lepas gak? A.. aku tidak akan jatuh lagi hanya karena ditabrak anak - anak itu" ucap Cinta dengan suara yang kecil hampir seperti berbisik.
Cinta sangat shock, jantungnya berdetak sangat kencang sehingga membuat suaranya seperti tertahan.
Melodi tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf, aku hanya takut kamu jatuh lagi" jawab Melodi.
Jantung Cinta tak berhenti berdetak kencang. Dia berulang kali mencoba menarik nafas tapi rasanya tetap sesak. Cinta meraba dadanya dan mengelusnya pelan.
Duh tenang donk.. jangan sampai di Bos denger. Entar dikira aku baper lagi. Batin Cinta.
"Yuk kita cari tempat yang nyaman untuk makan" ajak Melodi.
Cinta dan Melodi mencari meja yang terletak lebih sepi dan jauh dari pengunjung lainnya.
Sementara Wildan dan Ratna sedang berjalan menuju mobil Wildan.
"Ngapain sih Pak harus datang untuk nyamperin kami? Aku dan Cinta kan lagi belanja bulanan untuk apartement Pak Melodi?" tanya Ratna.
"Melodi takut kalau kaki Cinta masih sakit jadi dia ajak nyusul ke sini" jawab Wildan jujur.
__ADS_1
"Perhatian banget sama karyawannya. Siapa coba dulu yang buat syarat gak mau ketemu asisten rumah tangganya. Lah sekarang jadi begitu, aneh deh" ujar Ratna.
"Aneh gimana?" tanya Wildan
"Pak Melodi bukan sikopat kan Pak? Yang setelah punya target sasaran berubah baik banget buat deketin targetnya. Entar Cinta di air kerasin terus di simpan di ruangan kerjanya. Makanya selama ini kami gak boleh menyentuh ruang kerjanya" jawab Ratna polos.
"Ih cewek cantik tapi sayang pikirannya terlalu maju lima generasi. Siapa yang ngajarin otak kamu melanglang buana sampai langit ke tujuh?" Wildan menarik hidung Ratna sangkin geramnya mendengar pertanyaan Ratna.
"Sakit Pak" Mata Ratna berkaca - kaca karena ternyata tarikan tangan Wildan emang kekuatan.
"Ups.. sorry aku kekencengan. Niatnya sih gak begitu tadi" sambut Wildan merasa bersalah dan melepas tangannya.
"Melodi itu cowok yang baik. Hanya saja dia kurang beruntung. Dia banyak melalui kepedihan di masa lalu. Itu yang membuat dia jadi dingin dan jaga jarak pada orang lain. Apalagi yang baru dia kenal dan asing. Kalau sudah kenal baik, aslinya dia itu perhatian banget dan hangat " ungkap Wildan.
"Oh ya? Berarti Cinta bukan asing lagi donk bagi Pak Bos, buktinya sampai di susul kemari?" tanya Ratna.
"Mungkin begitu" jawab Wildan.
"Kok mungkin sih Pak jawabnya. Yang pasti donk" desak Ratna.
"Lho aku Wildan bukan Melodi. Aku gak tau isi hati Melodi yang menganggap Cinta itu orang asing atau tidak. Yang jelas dia sudah mencair perlahan - lahan" ungkap Wildan.
"Ternyata kamu teman yang baik ya.. sampai segitunya belain Cinta. Aku juga sahabat Melodi dari kecil lho.. sama seperti kamu. Aku juga tidak ingin Melodi kembali sedih karena orang lain. Menurut kamu sejak dia mengenal Cinta dia berubah perlahan. Cinta bisa mencairkan hatinya yang beku dan Cinta juga bisa memberikan warna baru dalam hidup Melodi. Kelucuannya, perhatiannya dan kecerewetannya bisa membuat sesuatu yang pernah hilang dalam hidup Melodi jadi kembali lagi" sambut Wildan.
"Gimana kalau kita jodohin aja mereka Pak? Eh tapi orang seperti Bapak mana mau sama cewek miskin seperti kami" ucap Ratna.
"Siapa bilang, justru kami sudah punya segalanya dan bisa mendapatkan apa yang kami ingin kan. Buat apa kami harus mencari wanita kaya juga tapi tidak tau apa - apa. Biasanya gadis seperti itu kurang menghargai sebuah kesuksesan dan pemberian karena mereka sudah mendapatkannya sebelumnya. Tapi wanita pekerja keras seperti kalian pasti sangat menghargai arti sebuah ketulusan " ungkap Ratna.
"Pak Wildan puitis juga ya" sambut Ratna.
"Kamu juga ternyata lucu" timpa Wildan.
"Oke kalau begitu kita sepakat ya Pak. Jodohin Cinta dan Pak Bos, gimana?" tanya Ratna.
"Setuju" sambut Wildan.
Mereka menyusun barang - barang ke bagasi mobil kemudian berjalan menuju cafe dan ikut bergabung dengan Cinta dan Melodi yang sudah menunggu lama.
__ADS_1
"Lama banget?" tanya Cinta.
"Barangnya banyak jadi lama nyusunnya. Ya kan Pak Wil?" jawab Ratna sambil melirik ke arah Wildan.
"Iya Cin, si Ratna sangat hati - hati gak mau ada barang yang rusak ataupun hilang" sambut Wildan.
"Iya nanti Pak Bos bisa marah. Kan belanjaannya tadi banyak nanti uang Pak Bos abis kalau kita harus beli lagi" sambung Ratna sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Wildan.
Hahaha... kamu lucu banget Rat, aku ajak sandiwara eh kamu totalitas banget peranin bagian kamu. Tawa Wildan dalam hati
"Udah kelamaan tanya jawab. Pesan nih apa yang kalian ingin makan" ucap Melodi menghentikan tanya jawab Cinta, Ratna dan Wildan.
Ratna membuka menu makanan.
"Aku pesan ini deh Cin, Pak Wildan mau makan apa?" tanya Ratna kepada Wildan.
"Samain aja" jawab Wildan santai.
Cinta menatap Ratna dan Wildan curiga.
"Kalian kok kompakan gitu? Aku curiga seperti ada sesuatu pada kalian?" tanya Cinta curiga.
"Sesuatu gimana Cin?" tanya Ratna.
"Aku males baca buku menu, udah samain aja sama pesanan Ratna. Yang penting makanan layak makan aku pasti suka" sambut Wildan.
"Mas tolong catat pesanan mereka dan segera hidangkan secepatnya ya.. Jangan pakai lama, gadis di depan saya ini sudah sangat lapar" pesan Melodi kepada pelayan dengan tatapan mengintimidasi membuat pelayan itu takut
"Ba.. baik Pak" jawab pelayan itu cepat.
Cinta dan Ratna menatap wajah Melodi yang terlihat menyeramkan sedangkan Wildan hanya tersenyum tipis.
Odiiiii kamu ternyata seperti ini ya kalau sedang jatuh cinta. Tawa Wildan dalam hati.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG