
Melodi sampai di apartementnya. Dia langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang TV sambil tersenyum - senyum karena membayangkan wajah Cinta tanpa jilbab yang tak sengaja dia lihat.
"Benar - benar rezeki pagi hari" ucap Melodi senang.
"Rezeki apa Od?" tanya Wildan.
"Astaga Wildaaaaaan" teriak Melodi kesal karena dia sangat terkejut mendengar dan melihat Wildan masih ada di apartement nya.
"Biasa aja deh kayak orang tua aja suka terkejut kayak gitu" ucap Wildan cuek.
"Aku bisa mati karena serangan jantung kalau kamu kejutin seperti itu" ucap Melodi kesal.
"Kamu aja yang keasikan sendiri sampai gak perhatiin aku ada di sini. Ngeri ya pengaruh panah asmara. Bener kata orang tahi kucing dikira coklat" goda Wildan
"Kamu yang tahi kucing" umpat Melodi masih kesal.
Dia masih memegang dadanya untuk menenangkan diri.
"Rezeki apa Od, kamu dari mana sih? Pasti ketemu Cinta ya?" tanya Wildan.
"Mau tau aja" jawab Melodi.
"Oke aku akan cari tahu sendiri. Aku tanya Ratna ya" ancam Wildan.
"Sejak kapan kamu tau nomor Ratna?" tanya Melodi curiga.
"Ya ini aku baru mau tanya Cinta" jawab Wildan.
"Pria aneh" umpat Melodi kesal.
Wildan segera menghubungi Cinta.
"Selamat pagi Cintaaaa.. minta nomor Ratna donk, ada yang mau aku tanya?" pinta Wildan.
"Pagi Pak Wildan, nomor Ratna? Oh oke.. oke.. aku kirim sekarang ya" jawab Cinta.
"Terimakasih Cinta, semoga cepat sembuh ya" balas Wildan.
Telepon terputus, tak lama kemudian ponsel Wildan bergetar tanda pesan masuk. Wildan tersenyum penuh kemenangan.
Ahaaaa... akhirnya aku dapat juga nih nomornya Ratna. Sorak hati Wildan.
Wildan langsung gerak cepat menghubungi Ratna.
"Pagi Ratnaaaa... " sapa Wildan ramah.
"Pagi, ini siapa ya?" tanya Ratna bingung di seberang sana.
"Ayo tebak ini siapa?" goda Wildan.
"Aneh, ditanya malah balik tanya. Kalau gak mau jawab aku matiin nih" ancam Ratna.
"Jangan dimatiin donk, entar nyesal kamunya" jawab Ratna.
__ADS_1
"Iiih pasti mau nipu ya kalau aku menang undian? Udah lah Mas zaman begini cari uang itu dari yang halal aja. Dunia sudah mau kiamat, nanti siksanya berat di akhirat. Lagian Mas mau nipuin saya itu salah orang. Saya hanyalah insan biasa yang tak punya apa - apa. Halaaah apalah saya hanya remahan kerupuk tujuh belasan" ungkap Ratna.
Mendengar ucapan Ratna membuat tawa Wildan pecah.
Hahahaha.. Nih anak sebelas dua belas bocornya sama Cinta. Asiiik nih, gua demen. Teriak Wildan dalam hati.
"Justru karena kamu hanya remahan kerupuk tujuh belasan aku ingin buat sesuatu yang berbeda. Kamu mau hadiah gak?" tanya Wildan.
"Ya mau lah, tapi apa syaratnya? Jangan yang aneh - aneh ya telepon kamu udah aku rekam jadi nanti kalau aku ditipu beneran rekaman telepon kamu akan aku laporin ke kantor polisi" ancam Ratna.
"Hahaha.. kamu cukup jawab pertanyaan saya" sambut Wildan.
Melodi mulai penasaran dengan apa yang dibicarakan Wildan dengan Ratna. Dia melirik wajah sahabatnya itu yang terlihat sangat senang dan tertawa lebar.
"Oke akan aku coba jawab. Gini - gini aku mahasiswi Universitas XXX yang sedang nyusun skripsi. Sebentar lagi aku akan sidang akhir dan di wisuda" ujar Ratna sombong.
Wildan tak henti tersenyum.
"Baiklah mari kita mulai, jawab cepat ya" ucap Wildan memulai.
"Oke, siap" jawab Ratna sigap.
"Apakah pagi ini Melodi datang ke kosan kalian?" tanya Wildan.
"Siap, datang" jawab Ratna udah kayak anggota militer.
"Dia datang bawa makanan?" tanya Wildan lagi.
"Siap, bawa" jawab Ratna.
"Siap iya" jawab Ratna lagi.
"Tuh kan Od kamu gak ngajak - ngajak aku" ucap Wildan kesal kepada Melodi.
"Kamu itu aneh, berbelit - belit dan muter - muter. Mau tanya aku kemana aja harus banget gitu ke Ratna? Dan kamu minta nomor Ratna dari Cinta. Kenapa gak kamu tanya si Cinta aja sekalian?" tanya Melodi bingung.
"Sssst... diam dulu" bentak Wildan.
"Ma.. maaf Pak, i.. ini siapa ya?" tanya Ratna bingung. Dia baru sadar kalau ini bukanlah kuis dari televisi, radio atau sejenisnya.
"Saya Wildan" jawab Wildan.
"Pak Wi.. Wildan?" tanya Ratna masih belum percaya.
"Iya saya Wildan" jawab Wildan meyakinkan.
"Jadi kuis tadi boongan Pak? Saya gak dapat hadiah?" tanya Ratna polos.
"Kamu tetap dapat hadiah, nanti aku undang makan malem bersama aku dan Melodi tapi kamu harus bawa Cinta ya" jawab Wildan.
"Wah serius Pak?" tanya Ratna masih tidak percaya.
"Ya serius lah. Sekarang kamu sudah tau kan nomor saya? Jadi kalau ada apa - apa sama Cinta kabari saya. Eh kalau Melodi datang ke sana lagi jangan lupa kabari saya juga" perintah Wildan.
__ADS_1
"Siap Pak, perintah akan saya laksanakan" jawab Ratna.
"Anak pintar, sudah dulu ya. Terimakasih atas informasinya" Wildan menutup teleponnya.
Kini dia menatap Melodi intens dan seperti menuntut jawaban atas sikap Melodi.
"Apa?" tantang Melodi.
"Kamu beneran ke kosan Cinta rupanya?" tanya Wildan.
"Iya, emang kenapa?" tanya Melodi balik.
"Untuk apa? Ngapain kamu ke sana? Apa tujuan kamu? Ini bukan Melodi yang aku kenal?" desak Wildan.
"Berapa kali aku katakan, aku ingin memastikan kalau karyawan aku baik - baik saja setelah kecelakaan di lokasi proyek kemarin" jawab Melodi.
"Cinta itu hanya cidera biasa Od. Kamu gak mesti harus se khawatir itu. Pasti ada alasan lain kan?" selidik Wildan.
"Nggak.. gak ada" elak Melodi.
Wildan mendekati Melodi dan seperti mengendus mencium sesuatu. Membuat Melodi merasa risih dan mencium aroma tubuhnya sendiri.
"Apaan sih, gak bau juga?" tanya Melodi bingung.
"Kamu sangat mencurigakan.. dari bau - baunya ada sesuatu yang kamu sembunyikan" jawab Wildan.
Melodi berdecak kesal.
"Ayolah Od kamu suka sama Cinta kan? Di ralat.. kamu cinta sama Cinta?" tanya Wildan.
"Nggak" elak Melodi.
"Aku tau kamu Od, aku kenal kamu. Kamu tidak pernah bertingkah seperti ini. Kamu seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta. Walau saat - saat itu kita lewatkan karena kita sibuk menyelamatkan perusahaan orang tua kamu. Tapi aku tidak menyangka kamu akan merasakan saat - saat itu. Aku iri pada kamu. Aku saja juga belum pernah merasakannya. Gimana rasanya Od, bahagia? senang? gila?" tanya Wildan ingin tau.
Wildan mendekati Melodi. Tapi Melodi menjauh.
"Lama - lama aku geli dekat - dekat kamu" ungkap Melodi.
"Jawab Od, kamu jatuh cinta sama Cinta kan?" desak Wildan.
Melodi langsung pergi untuk mengelak.
"Jangan lari Od, kamu harus kasih tau aku bagaimana rasanya jatuh cinta? Aku juga ingin merasakannya Melodi oiiii" teriak Wildan karena Melodi sudah lari ke kamarnya.
"Huh dasar.. susah amat mengakui perasaannya. Kenapa susah banget sih jawab iya.. " gumam Wildan.
Wildan bersiap hendak pulang ke apartement nya. Sambil keluar dia bernyanyi dengan keras.
"Cinta karena Cinta... tak perlu kau tanyakan.. tanpa alasan cinta datang dan bertahtaaaaaa.... Cinta karna Cintaaaa... Jangan tanyakan mengapa? Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicaraaaaaa"....
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG