
"Bella? Mantan pacar kamu?" tanya Pak Raharjo terkejut.
"Ya" jawab Wildan singkat.
"Bagaimana bisa dia bertemu dengan Rania?" tanya Pak Raharjo penasaran.
"Rania dulu kuliah di luar negeri Pa dan saat ini Bella tinggal dan bekerja di luar negeri.Mungkin mereka sedang menjalin kerjasama" jawab Wildan.
"Ya bisa saja. Kamu harus hati - hati. Sepertinya Rania menyimpan dendam pada kamu karena pertunangan kalian yang gagal. Sedangkan Bella mungkin ingin kembali pada kamu. Gak tau apakah kamu juga punya keinginan yang sama" ujar Pak Raharjo.
"Tidak Pa, untuk apalagi memiliki wanita seperti itu. Bagiku Ratna saja sudah cukup, bersamanya hidupku akan jauh lebih tenang" ungkap Wildan.
"Syukurlah kalau kamu berpikir demikian. Secepatnya temui Ratna sebelum Rania dan Bella mantan pacar kamu itu melakukan sebuah tindakan yang mengakibatkan hubungan kamu dengan Ratna jadi semakin runyam" pesan Pak Raharjo.
"Iya Pa aku akan segera menyelesaikan masalahku dengan Ratna secepatnya" sahut Wildan.
*****
Sore harinya Melodi mengantar Cinta ke kosan Ratna yang baru.
"Sampai berapa lama kamu di sana?" tanya Melodi.
"Mas mau menunggu satu jam?" tanya Cinta.
"Seperti aku benar - benar harus mencari taman di dekat kosan Santi ya sayang. Kamu benar - benar buat aku gemas hari ini" ujar Melodi.
Cinta tersenyum nakal.
"Aku kan sudah bayar di depan tadi, langsung tunai" goda Cinta.
"Ya.. ya.. ya.. karena itu meetingku yang ketiga gagal. Semua karena tingkah nakal kamu ya" sambut Melodi.
Cinta menarik tangan kiri Melodi dan menciumnya.
"Makasih ya Mas, kamu benar - benar sangat perhatian dan sabar hari ini" ucap Cinta.
"Sama - sama sayang, semua demi kamu" balas Melodi sambil mencium kening Cinta.
"Coba kamu hubungi Ratna apakah dia sudah sampai di kosannya? Lebih baik aku cari mesjid di dekat sini. Sebentar lagi adzan maghrib" ujar Melodi.
Cinta langsung meraih ponsel di tasnya dan segera menghubungi Ratna.
"Assalamu'alaikum Rat, kamu dimana?" tanya Cinta.
"Wa'alaikumsalam. Aku di kos, ada apa Cin?" tanya Ratna balik.
"Aku sudah di depan gang kamu. Keluar donk, aku gak tau yang mana kos - kosan kamu" pinta Cinta.
__ADS_1
"Kamu sama siapa ke sini?" tanya Ratna terkejut.
"Sama siapa lagi, ya sama suami aku donk" jawab Cinta.
"Cintaaaaa... kamu kok ajak Pak Melodi ke sini... Nanti Mas Wildan pasti aaaah Cintaaaaa" protes Ratna kesal.
"Udah tenang aja, walaupun Mas Wildan adalah sahabat Mas Melodi. Dia tidak akan kasih tau Mas Wildan dimana kamu berada. Biar cinta yang membawa Mas Wildan ke sini mencari kamu" jawab Cinta.
"Udahaaan cepat keluar, sebelum Mas Melodi ngambek nih" perintah Cinta.
"Oke.. oke.. aku akan keluar" jawab Ratna.
Tak lama kemudian Ratna keluar kos dan berjalan sampai ke depan gang kos - kosannya.
"Sore Pak" sapa Ratna pada Melodi.
"Kenapa kamu panggil Bapak lagi sama Mas Odi?" tanya Cinta.
"Ya kan Pak Melodi mantan atasanku" jawab Ratna serba salah.
"Tapi kan cuma mantan. Mas Odi kan suami aku, suami sahabat kamu. Tetap panggil Mas aja ya" ralat Cinta.
"Iya Cin, lagian sebentar lagi juga kamu akan balikan dengan Wildan" sahut Melodi.
Wajah Ratna memerah.
"Tidak semudah itu Pak, masalahnya jadi semakin ribet" ujar Ratna.
"Udah dulu ya Mas, aku ketemu Ratna dulu ya. Kami mau quality time, nanti kalau sudah selesai aku kabari. Dah Mas Odiiii" Ucap Cinta sambil keluar dari mobil.
Melodi melakukan mobilnya mencari mesjid terdekat karena adzan maghrib hampir tiba. Sedangkan Cinta dan Ratna berjalan melangkah menuju kosan Ratna.
"Kita shalat maghrib aja dulu ya, biar enak ngobrolnya setelah itu" ajak Cinta.
Mereka berdua shalat berjamaah di kamar Ratna yang kecil. Setelah selesai shalat maghrib baru mereka duduk santai di lantai yang tertutupi ambal kecil.
"Lebih nyaman ya Rat ketimbang kosan kita dulu" ucap Cinta sambil memperhatikan sekeliling kamar Ratna.
"Ya namanya dulu kita kos - kosan anak kuliahan Cin. Ini kan udah kos - kosan para karyawati. Beda kelas sedikit walau masih sederhana" jawab Ratna.
"Kenapa sih kamu keluar dari apartement?" tanya Cinta.
"Aku gak mau ketemu terus sama Mas Wildan. Kalau begitu kan susah ngelupainnya" jawab Ratna.
"Ya jangan dilupain tapi berjuang demi restu Bapak kamu" sambut Cinta.
"Berat Cin, Bapak memang tidak melarang aku menikah dengan Mas Wildan tapi aku tau hatinya pasti sangat terluka saat mengetahui kalau Mas Wildan adalah anak dari orang yang dulu telah memecatnya tanpa mau percaya dengan alasan Bapak saat itu. Aku tidak mau Bapak patah hati kedua kali pada hidup ini. Harus mengalah demi kebahagian aku" ungkap Ratna.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Cinta.
"Aku akan fokus bekerja biar cepat bayar hutang - hutang keluargaku pada Mas Wildan. Dia sudah begitu banyak membantu keluargaku" jawab Ratna.
"Rat, Mas Wildan ikhlas. Itu tanda cintanya pada kamu. Kamu gak harus mengembalikannya Rat. Kamu gak minta kan dulu sama dia. Dia yang dengan suka rela kasih ke kamu" ujar Cinta.
"Aku tidak mau hutang budi Cin. Aku tau, aku tidak bisa selamanya menghindar darinya. Suatu hari mungkin kami akan bertemu lagi. Pada saat itu aku bisa mengangkat wajahku karena tidak mempunyai hutang apapun padanya" ungkap Ratna.
"Kamu memang keras kepala Rat" sambut Cinta.
"Ya aku terima Cin, itu memang sifatku. Tapi aku tidak punya pilihan lain Cin" balas Ratna dengan mata berkaca - kaca.
Cinta memeluk erat tubuh sahabatnya itu. Ratna akhirnya menangis juga, beberapa hari ini dia memendam sendiri kesedihannya dan menangis sendiri. Saat ini ada Cinta yang siap menghibur dan mendengarkan semua cerita tentang kesedihannya.
"Tetaplah meminta doa yang terbaik untuk kalian berdua. Kalau memang jodoh kalian pasti akan bertemu bagaimanapun caranya" hibur Cinta.
Ratna menghapus air matanya. Udai cerita tentang kisah percintaannya. Cinta dan Ratna kemudian berbincang - bincang tentang pekerjaan baru Ratna.
Ratna bercerita kalau Bos barunya sangat baik dan taat beragama. Sehingga dia nyaman bekerja di Perusahaan baru tersebut.
Cinta juga sempat bercerita kalau PT. Jaya Bersama adalah Perusahaan rekanan Melodi dan Wildan. Mereka mengenal pemilik Perusahaan tersebut. Hal ini membuat Ratna galau.
Itu artinya kesempatan dia untuk bertemu Wildan pasti sangat besar.
"Duh gimana Cin kalau aku ketemu Mas Wildan nanti?" tanya Ratna.
"Tumben tanya begitu, biasanya kamu paling bisa bersikap profesional?" goda Cinta.
Cinta tersenyum menatap sahabatnya itu.
"Ya hadapi dengan santai, jangan menghindar atau membencinya. Melupakan orang yang kita cintai memang sulit tapi jangan membencinya untuk menjadikan alasan kamu melupakannya. Biarkan seperti air mengalir, seperti kata Raisa ada mantan terindah. Mungkin Mas Wildan bisa jadi kandidat itu" ucap Cinta.
"Kamu ada - ada aja perumpamaannya" sambut Ratna.
"Kita makan keluar yuk Rat, aku lapar. Aku telp Mas Odi ya untuk jemput kita" pinta Cinta.
"Kalian aja Cin, aku udah beli nasi bungkus tadi sore saat pulang kerja. Sayang mubazir kalau gak dimakan" tolak Ratna.
"Yaaaaah gak asik donk" ucap Cinta.
"Lain kali aja ya" balas Ratna.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya. Mas Melodi udah nunggu di depan. Kamu baik - baik ya di sini. Kalau butuh sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuanku" pesan Cinta.
"Iya Cinta... " jawab Ratna.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG