
Ratna masih pura - pura tidur, Wildan hanya bisa memilih diam dan menahan keinginannya untuk membujuk Ratna. Dia gak mau Melodi dan Cinta mendengar jurus rayuan mautnya. Bisa - bisa mereka mencontek jurus andalannya.
Tak lama pramugari kereta api mengantarkan selimut untuk para penumpang. Dengan penuh kasih sayang Wildan menyelimuti Ratna yang pura - pura tertidur.
Wildan tau apa yang sedang Ratna lakukan, dia tersenyum tipis dan berbisik di dekat telinga Ratna.
"Selamat tidur calon istriku, ibu dari anak - anakku kelak. Mimpi indah ya.. mimpikan kita punya banyak anak yang cantik - cantik seperti kamu dan tampan seperti aku" ucap Wildan.
Ratna tersenyum tipis mendengar ucapan Wildan barusan. Walau dia masih kesal dan penasaran siapa Bela. Mengapa Wildan tak pernah menceritakan masa lalunya.
Dipikir - pikir Ratna memang tidak pernah mengetahui wanita dari masa lalu Wildan kecuali Rania. Rania juga bukan wanita dari masa lalu Wildan
Mereka di jodohkan dan baru dekat setelah Wildan mempimpin perusahaan keluarganya.
Selain Rania, Ratna tidak mengenal wanita manapun di dekat hidup Wildan. Karena sejak mengenal Wildan, Ratna memang tidak pernah mengetahui apakah Wildan punya wanita atau tidak.
Ratna tidak tau, sebelum mengenal dirinya memang Wildan sudah menjaga pergaulannya. Wildan awalnya memang kagum dengan Cinta. Dia ingin memiliki istri yang baik dan solehah seperti Cinta.
Tapi bukan menyukai Cinta karena sejak awal dia memang berencana untuk mendekatkan Cinta kepada Melodi sahabatnya. Untung ada orang yang tingkah lakunya sama dengan Cinta. Dan kebetulan sekali wanita itu adalah sahabatnya Cinta.
Wildan meraih ponselnya dan membukanya lalu mengecek pekerjaannya. Tak lama dia pun mulai mengantuk dan tertidur.
Sekitar jam satu dini hari mereka sampai di stasiun Kota Semarang. Mereka berempat langsung di jemput oleh mobil Hotel dan diantar ke Hotel yang sudah mereka pesan beberapa hari yang lalu.
Wildan memesan tiga kamar. Satu kamar untuk Cinta dan Melodi dan dua kamar lagi untuk dia dan Ratna. Melodi dan Cinta sudah masuk ke dalam kamar mereka.
Sedangkan Wildan sedang mengantar Ratna sampai ke kamarnya. Saat Ratna hendak menutup pintu kamar mereka, Wildan menahannya dengan tangannya.
"Dengar Rat, aku tidak suka kita saling diam seperti ini" ucap Wildan.
"Sudah malam Mas gak ada yang perlu di bahas" jawab Ratna.
"Kamu yakin tidak ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Wildan.
Ratna hanya diam. Tak lama kemudian Ratna mengangkat wajahnya.
"Banyak Mas, tapi ini sudah malam dan kita juga sedang berada di Hotel. Kamu itu pengusaha muda dan aku adalah sekretaris kamu. Beberapa bulan yang lalu kamu pertunangan kamu batal karena skandal calon tunangan kamu di sebuah hotel. Jangan lakukan hal yang sama Mas" jawab Ratna.
"Tapi situasinya berbeda Rat" ujar Wildan.
__ADS_1
"Bagi orang yang melihatnya, akan terlihat sama Mas. Kamu dan aku belum ada ikatan apapun. Kalau ada yang melihat kamu masuk ke dalam kamarku pasti mereka akan berpikiran negatif. Dan jika berita ini viral nama baik kamu yang akan jadi taruhannya Mas. Rania akan mentertawakan kita" sahut Ratna.
"Kamu pintar sekali mengelak dariku malam ini" gumam Wildan sambil tersenyum tipis.
Ya Ratna memang pintar membaca keadaan. Sebenarnya Wildan tidak perduli akan semua itu. Yang penting dia dan Ratna tidak melakukan apapun. Cukup itu saja.
Tapi Ratna bisa mempengaruhi pikiran Wildan dengan cerita seperti itu. Pasti orang tuanya akan malu jika mendengar berita seperti itu.
Tentu saja Rania dan orang tuanya juga akan mengejek keluarga mereka. Dan akhirnya dia juga yang akan dimarahin sama Papa Mamanya.
"Baiklah aku akan ke kamarku, tapi ingat besok kita akan selesaikan masalah ini" tegas Wildan.
"Oke aku tunggu" sambut Ratna.
Wildan melepaskan tangannya dan Ratna segera menutup pintu kamarnya. Wildan berjalan menuju kamarnya dan beristirahat.
Sementara di kamar Cinta dan Melodi.
"Mas apa memang benar cerita yang kamu katakan tadi di kereta?" tanya Cinta penasaran.
"Cerita yang mana yank?" tanya Melodi.
"Bela, siapa Bela? Apa dia pacarnya Mas Wildan?" tanya Cinta.
"Kamu ternyata penasaran ya" goda Melodi.
"Tentu donk, kamu itu jahat banget ih. Aku aja penasaran banget, apalagi Ratna. Masak kamu gak kasihan lihat mereka perang dingin seperti tadi?" tanya Cinta.
"Hahaha.. nanti kamu akan tau sendiri ceritanya yank. Kalau Wildan sudah jelaskan kepada Ratna pasti Ratna akan cerita ke kamu" sahut Melodi.
"Ngapain nungguin Ratna cerita Mas, tinggal kamu aja yang cerita padaku" desak Cinta udah kesal banget karena penasaran.
"Nanti aku salah ngomong jatuhnya fitnah lho yank" jawab Melodi sambil senyum nakal.
Melodi memeluk tubuh istrinya tapi malah di tolak.
"Jangan peluk - peluk. Aku lagi kesal sama kamu Mas" ucap Cinta.
"Duh ngambek nih" goda Melodi.
__ADS_1
"Iya donk, malam ini kamu bukan hanya buat Ratna ngambek aja tapi aku juga" sahut Cinta.
"Hahaha... Oke - oke nanti aku akan cerita tapi jangan malam ini ya sayang. Kita kan lagi honeymoon. Ngapain urusin masalah Wildan. Mending kita luruskan niat kita sebelumnya" bujuk Melodi.
Tangan Melodi mulai bergerilya. Cinta yang semula ingin menolak tiba - tiba ingat kalau dia akan berdosa. Lagian Melodi kan gak berbuat salah. Dia hanya usil membuat Cinta penasaran.
Apa yang Melodi katakan memang benar, itu adalah urusan Wildan. Kenapa harus dia yang ngambek. Biarlah Wildan menjelaskannya kepada Ratna karena menyangkut hubungan mereka kedepan.
"Bentar Mas aku mau ke kamar mandi dulu, kebelet" ujar Cinta.
Tak lama Cinta ke kamar mandi lalu saat dia keluar Melodi langsung terpesona dengan penampilan istrinya.
"Owh jadi ini rencana honeymoon kamu?" tanya Melodi tersenyum lebar.
Dia sangat suka melihat istrinya sekarang sudah gak malu - malu lagi kalau diajak berpetualang diatas ranjang.
"Iya donk kan kita mau usaha bercocok tanam di sini siapa tau berhasil" jawab Cinta dengan senyuman menggoda.
"Sini yank, aku udah gemas banget lihat kamu" Melodi langsung menarik tubuh Cinta.
Melodi mulai melalukan serangan kepada istrinya. Malam ini mereka akan memulai honeymoon mereka. Malam panas di Pati semoga membuahkan hasil.
Sementara Wildan dikamarnya sedang kesal mengingat Melodi.
"Kurang asem kamu Od. Aku yakin saat ini kamu sedang enak - enakan sama Cinta di kamar. Tapi kamu malah buat Ratna ngambek sama aku" umpat Wildan kesal.
Wildan terlentang di kamarnya sambil menatap langit. Ingatannya terbang kepada Bela.
Apa yang harus aku ceritakan pada Ratna ya? Aku harus mulai dari mana? Tapi dimana Bela sekarang aku juga tidak tau. Tapi kalau Bela muncul kembali bagaimana? Batin Wildan cemas.
.
.
BERSAMBUNG
Ayo siapa yang penasaran dengan masa lalu Wildan? Ikutin terus novel ini sampai selesai ya teman - teman.
Diharapkan dukungan dan komentar kalian yang membangun dan membuat aku semangat ya.. agar ilham sering mampir ke kepalaku.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan hadiah - hadiah dari kalian. Aku tunggu ya...
Terimakasih 🙏💕