
Malam harinya Amel dan Bibik sudah sampai di Jakarta. Mereka langsung menuju ke Rumah Sakit tempat Cinta di rawat.
Saat Amel dan Bibik sampai, Cinta sudah tidur. Cinta disarankan untuk istirahat total dan tidak boleh stress.
"Cinta sudah tidur Mbak. Kata dokter dia harus istirahat total, gak boleh capek dan stress" ujar Melodi.
"Ya sudah kita gak usah ganggu Cinta tidur, besok kan kita bisa ketemu dia" potong Bibik.
"Kalian tidur di sini sana, aku sengaja pesan kamar yang besar agak kalian bisa tidur di sini menjaga Cinta. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian" ucap Melodi.
Amel tampak tegang, raut wajahnya terlihat berubah serius.
"Kita bicara di sofa aja Mbak, biar Cinta tidak terganggu dengan pembicaraan kita. Dan juga agar Cinta tidak tau apa yang sedang kita bicarakan. Aku takut jika dia mendengarnya akan berdampak pada pikirannya dan bayi kami" pinta Melodi.
Dengan pasrah Amel dan Bibik mengikuti perintah Melodi karena mereka tidak bisa mengelak lagi. Apalagi ini menyangkut hidup Cinta. Amel sangat menyayangi adiknya itu.
Melodi, Amel dan Bibik duduk di sofa yang sedikit berjauhan dari tempat tidur Cinta. Mereka tampak saling tatap sambil menunggu.
Melodi menarik nafas panjang dan memulai pembicaraan.
"Baiklah Mbak aku mulai ya.. aku tidak mau berbelit - belit lagi. Aku langsung aja pada inti permasalahan. Aku adalah putra Sanjaya yang meninggal dalam kecelakaan yang terjadi tujuh tahun lalu" ungkap Melodi.
Bibik dan Amel saling pandang dan wajah mereka tampak seperti sedang ketakutan.
"Mengapa kalian seperti ketakutan mendengar perkataanku? Sebenarnya aku sudah menyelidiki semuanya tapi aku ingin mendengar penjelasan langsung dari kalian. Cinta dan orang tua Mbak Amel kan yang menjadi korban kecelakaan bersama orang tuaku? Mereka bukan meninggal kecelakaan saat menuju ke kampung tapi mereka kecelakaan di Jalan XXX yang menuju kampus Cinta yang juga dulu adalah kampus Mbak Amel?" tanya Melodi.
__ADS_1
"Melodi Mbak mohon jangan sakiti Cinta.. Cinta sudah banyak menderita selama ini. Enam bulan dia mengalami koma dan efeknya dia trauma dan lupa akan kejadian kecelakaan itu. Selama tujuh tahun ini dia selalu pingsan setiap kali berusaha mengingat kejadian itu. Sudah cukup Od.. cukup.. jangan sakiti dia lagi. Kalau kamu mau balas dendam bunuh Mbak saja jangan Cinta" ucap Amel sambil menangis.
Melodi terkejut mendengar pengakuan Amel. Memang Melodi sudah mendapat laporan kalau ada orang misterius yang mencoba mencelakakan Cinta tapi bukan dia yang menyuruhnya.
"Selama ini Mbak selalu bertanya mengapa kamu ingin sekali membunuh Cinta? Apa salah dia? Saat kecelakaan itu terjadi Cinta masih kecil, dia tidak tau apa - apa. Dia malah yang paling menderita. Kehilangan Papa dan Mama, kehilangan ingatannya tentang saat - saat terakhir bersama mereka, dia juga luka parah dan koma selama enam bulan. Mengapa kamu tega mengirim orang untuk membunuh Cinta. Apa salah dia Od?" tanya Amel sambil menangis terisak.
Melodi terdiam mencoba mencerna situasi saat ini. Mencoba berpikir tentang apa yang Amel katakan, semuanya.
"Aku tidak pernah berniat ingin membunuh Cinta apalagi menyuruh orang untuk melakukan hal itu" jawab Melodi bingung.
Amel terdiam dan menatap mata Melodi untuk mencari sebuah kejujuran dan kebenaran dari ucapan Melodi.
"Ta.. tapi.. saat Cinta dirawat di Rumah Sakit beberapa kali ada orang yang berusaha untuk mencelakakan Cinta. Untung kami sangat ketat menjaga Cinta. Mbak menjual semua harta yang kami punya untuk menyelamatkan Cinta, adik Mbak satu - satunya" ungkap Amel.
"Oleh sebab itu Mbak, aku ingin bekerja sama dengan Mbak mencari pelakunya. Jujur dulu aku memang mencari kalian, tapi aku tidak pernah menemukan jejak kalian. Saat aku mengirim utusanku Cinta sudah tidak ada di Rumah Sakit, rumah kalian sudah dijual, usaha orang tua Mbak sudah tutup. Aku tidak tau kemana kalian pergi, kalian hilang tanpa jejak" ucap Melodi.
"Aku sempat menyakitinya Mbak, dua kali. Aku marah karena merasa dia datang kedalam hidupku untuk merencanakan sesuatu. Tapi cinta yang Cinta tunjukkan dan berikan kepadaku lebih besar sehingga bisa mengalahkan semua prasangkaku. Dan baru tadi siang aku mendapatkan fakta baru ini, bahwa dulu ada orang yang ingin mencelakakan Cinta. Aku memanggil kalian ke sini untuk menjaga Cinta selama aku mencari siapa pelakunya. Aku merasa keselamatan Cinta saat ini juga sedang dipantau karena beberapa hari yang lalu aku mendapat sebuah surat kaleng. Ada seseorang yang mengirimkan foto kepadaku, dimana foto itu adalah foto Papanya Mbak bersama seorang pria yang tak lain adalah asisten pribadi Papaku. Tanpa sengaja Cinta melihat foto itu tadi siang, tapi aneh, Cinta mengenali asisten pribadi Papaku itu lalu dia pingsan" lanjut Melodi.
"Apakah Mbak mengenal Andar Kesuma?" tanya Melodi.
Wajah Amel tampak terkejut.
"Andar Kesuma? Mbak kenal, dia adalah teman sekolahnya Papa. Mbak sempat beberapa kali bertemu dengan beliau" jawab Amel.
"Andar Kesuma saat ini sedang dipenjara Mbak karena kasus penggelapan dana di Perusahaan orang tuaku. Tujuh tahun yang lalu Perusahaan Papaku hampir bangkrut karena perbuatannya" ungkap Melodi.
__ADS_1
"Astaghfirullah... " sambut Amel.
"Yang menjadi keanehan di sini, mengapa Cinta pingsan saat melihat foto itu? Apa ada hubungannya dengan kecelakaan yang terjadi saat itu? Kalau hanya melihat foto Papanya mana mungkin Cinta pingsan. Saat di kampung Cinta terlihat baik - baik saja melihat semua foto - foto keluarga yang ada di kamarnya?" tanya Melodi.
"Kalau masalah itu Mbak gak tau Od, karena Cinta tidak pernah bercerita pada Mbak. Cinta kan lupa apa yang terjadi saat kecelakaan itu" jawab Amel.
"Tapi Cinta sering mimpi buruk Mbak. Dia sering meminta tolong lalu memanggil Papa dan Mama saat tidur" ungkap Melodi.
"Iya, kalau itu sudah sering dia alami sejak kecelakaan itu terjadi. Tapi setau Mbak semakin dia dewasa dia jarang sekali bermimpi lagi" ujar Amel.
"Tidak Mbak, sepertinya akhir - akhir ini dia semakin sering bermimpi buruk. Sejak kami menikah dia sudah beberapa kali mimpi buruk yang sama" sambut Melodi.
"Bagaimana caranya kita bertanya kepadanya? Mbak takut dia akan memaksa ingatannya lalu dia pingsan dan stres. Sedangkan saat ini dia sedang hamil?" tanya Amel.
"Oh ya Allah Cintaaa... " sambut Bibik.
"Aku akan mencoba mencari tau semua ini Mbak. Aku juga akan memanggil dokter terbaik dan berdiskusi dengan mereka mengenai hal ini. Apakah aman untuk kesehatan Cinta dan bayi kami jika kita mempertanyakan semua ini kepadanya?" ucap Melodi.
"Mbak hanya bisa berharap pada kamu Od. Tolong selamatkan Cinta hanya dia yang Mbak punya di dunia ini" pinta Amel memohon.
"Iya Mbak, sama. Aku juga seperti itu, hanya Cinta yang aku punya. Aku akan sekuat tenaga menjaganya dan menyelamatkannya. Tidak ada orang yang boleh menyakitinya" tegas Melodi.
"Makasih Melodi" sambut Amel.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG