Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 46


__ADS_3

Cinta dan rekan satu timnya sudah berkumpul di aula kantor. Sebelum berangkat mereka akan mendapatkan arahan dari CEO Perusahaan mereka.


Di sini lah mereka sekarang berkumpul. Menunggu kedatangan Melodi dan Wildan selau CEO dan wakilnya.


Tepat jam sembilan pagi Melodi dan Wildan sudah tiba di aula. Sontak semuanya berdiri menyambut kedatangan mereka.


"Berapa jumlah mereka?" tanya Melodi kepada Wildan.


"Ada sepuluh orang dari 4 bagian" jawab Wildan


Melodi menatap semua karyawan yang akan dia lepas tugas ke luar kota. Tatapannya terhenti sejenak saat menatap Cinta.


Cinta memakai baju warna salem baju yang kemarin baru dia beli. Sungguh pas sekali dia pakai.


"Ehm... " sindir Wildan mengingatkan Melodi.


Buru - buru Melodi melempar pandangannya ke arah lain.


"Baik semua sudah lengkap. Saya mengirim kalian ke Bandung bukan untuk piknik tapi untuk bekerja mengurus proyek di sana. Jadi saya harap kalian semua bisa bekerja dengan baik dan maksimal. Kalau sampai ada masalah di sana saya tidak akan berpikir panjang dan akan segera menghukum kalian. Ini kerja tim jadi kalian harus saling bekerja sama. Kalian mengerti?" ucap Melodi tegas.


"Siap Pak" jawab sepuluh karyawan yang masih muda - muda yang sudah siap untuk bertugas ke Bandung.


"Siapa ketua timnya?" tanya Melodi.


"Saya Pak" jawab Baim.


"Siapa nama kamu dan dari bagian apa?" tanya Melodi.


"Saya Ibrahim Kencana Pak dari bagian pengembangan proyek" jawab Baim.


"Kamu tau arti dari ketua tim?" tanya Melodi.


"Tau Pak, saya yang bertanggung jawab pada pekerjaan yang akan kami kerjakan di sana" jawab Baim lantang.


"Bukan hanya itu saja. Kamu juga bertanggungjawab pada keselamatan anggota tim kamu di sana. Kamu juga harus menjadi pemimpin yang baik dan harus bisa menjaga kekompakan di tim kalian" sambut Melodi.


"Baik Pak saya mengerti" jawab Baim.


Melodi melirik ke arah Wildan.


"Okey sebelum berangjat ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu ya" ucap Wildan.


Mereka melakukan doa bersama. Baru kemudian acara dilanjutkan.


"Selesai.. semua anggota tim sudah bisa berangkat dan masuk ke dalam mobil yang sudah dipersiapkan perusahaan. Nanti di sana kalian juga akan menginap di Mes, semua kelengkapan kalian sudah disediakan di sana. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dan tetap kompak sampai tugas ini selesai" ucap Wildan.


"Baik Pak" jawab Cinta dan teman - temannya serentak.


Melodi melirik jam di tangannya.


"Wil sudah jam segini" ujar Melodi.

__ADS_1


"Baik kalian sudah bisa berangkat" perintah Wildan.


Cinta dan teman - temannya akan naik ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke Bandung. Sebelum berangkat mereka menjabat tangan Wildan dan Melodi bergantian.


Cinta berada di barisan paling akhir.


"Hati - hati di sana Cin" ucap Wildan ramah.


"Baik Pak" sambut Cinta.


"Aku akan merindukan masakan kamu" sambung Wildan.


"Ada Ratna Pak yang akan menggantikan saya" jawab Cinta.


Cinta tersenyum dan berlalu. Kemudian Cinta menjabat tangan Melodi. Tapi Melodi hanya diam tanpa kata - kata. Cinta sedikit merasa kecewa.


"Saya pergi ya Pak" ucap Cinta.


"Hem" balas Melodi.


Pak Wildan aja bisa basa - basi Pak. Bapak seperti orang - orangan salju. Diam dan dingin. Umpat Cinta.


Cinta berlalu dan masuk ke dalam mobil. Mobil lalu berjalan dan meninggalkan area kantor mereka, meninggalkan Melodi dan Wildan.


Melodi berbalik badan dan naik berjalan menuju lift.


"Gak ada gitu pesan - pesan buat Cinta sebelum dia pergi? Kamu dingin banget Od" ujar Wildan.


"Hahahaha.. ternyata kamu bisa juga bercanda. Udah lama banget Od kamu gak seperti ini" tawa Wildan pecah.


Melodi terdiam. Wildan benar, sudah lama juga dia tidak sekesal ini pada wanita. Tidak.. tidak.. bahkan selama ini dia tidak pernah sekesal dan segalau ini di tinggal seorang wanita.


Ah sudah lah dia bukan siapa - siapa. Hanya karyawan ku sekaligus si tukang masak di apartemenku. Batin Melodi.


Mereka kembali ke lantai paling atas dan masuk ke ruang kerja mereka masing - masing. Melodi mulai melanjutkan pekerjaannya hari ini.


Seharian dia sibuk karena banyak jadwal meeting hari ini. Membuat Melodi bisa sejenak melupakan Cinta.


Hingga sore hari Melodi dan Wildan pulang dan sampai di apartement.


Wildan langsung berjalan ke dapur karena dia penasaran dengan masakan Ratna hari ini. Wildan melihat makanan yang di hidangkan di atas meja. Ada ayam goreng dan cah kangkung


Wildan mencari keberadaan kopi di microwave. Ternyata ada, Wildan tersenyum, ternyata Cinta berhasil mengajari Ratna memasak.


"Kamu cari apa?" tanya Melodi.


"Aku hanya melihat apa - apa saja yang Ratna hidangkan. Ternyata Cinta sudah berhasil menjadi guru masak Ratna" jawab Wildan.


Melodi mengambil kopi dalam microwave dan mencicipinya.


"Sruuuup"

__ADS_1


"Gimana Od, enak?" tanya Wildan penasaran.


"Nggak" jawab Melodi cepat.


Wildan penasaran dan langsung mengambil kopi miliknya. Lalu meminumnya segera.


"Sruuuup... aaah... enak Od. Kamu salah" bantah Wildan.


"Gak enak, gak seperti biasa" ujar Melodi.


"Ya jelas bedalah, yang buat biasa Cinta. Sekarang yang buat Ratna. Walau beda tapi rasanya lumayan enak untuk pemula, aku suka" ungkap Wildan.


Gak seenak buatan Cinta. Batin Melody.


"Makan yuk, aku mau cepat balik ke apartement. Ada kerjaan yang harus aku lanjut" ajak Wildan.


Mereka duduk di depan meja makan dan mulai menikmati hidangan makanan yang di masak Ratna.


"Mmm.. lumayan enak" ujar Wildan.


"Gak enak" bantah Melodi.


Wildan memakan makanan itu dengan lahap sedang Melodi tampak malas - malasan.


Aaah sial.. kenapa rasanya asin. Aku tidak suka masakannya. Batin Melodi.


Setelah selesai makan Wildan langsung pamit.


"Od aku balik ya" pamit Wildan.


"Bawa ini kopi kamu, sekalian aja sama punyaku. Aku tidak suka kopi buatan gadis itu" balas Melodi.


"Eh iya sampai lupa aku. Ya sudah aku bawa nih punyaku dan punya kamu. Mantap nih teman kerjaku" sambut Wildan senang.


Wildan memindahkan kopi nya dan mencampur nya dengan kopi Melodi ke wadah yang lebih besar. Kemudian dia membawanya ke apartement nya.


Melodi kini tinggal sendiri. Dia berjalan mengitari apartement tapi tidak menemukan memo apapun. Dia tersadar kalau hari ini Cinta tidak datang ke apartement nya.


"Sial kenapa aku mencari - cari tulisan tangannya?" gumam Melodi.


Dia berjalan ke ruang kerjanya dan menyalakan komputer. Melodi membuka rekaman CCTV hari ini tapi tidak ada Cinta di sana.


"Sekarang aku malah cari - cari dia di sini. Sial... sial.. kenapa apartement ini terasa sepi hanya karena tidak ada kehadirannnya?" ucap Melodi kesal.


Akhirnya Melodi membuka rekaman CCTV hari - hari sebelumnya dan melihat tingkah laku Cinta saat memasak dan membersihkan apartementnya.


Tanpa dia sadari hanya melihat itu saja dia sudah bisa tersenyum lagi walau sangat tipis dan Melodi merasa asik dengan apa yang sedang dia lakukan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2