
Ratna menatap wajah Wildan. Wildan membalasnya dengan senyuman.
"Maaf Pak, Bapak berkata seperti itu karena cake saya enak?" tanya Ratna dengan polos.
"Hahahaha... ternyata gadis ini lucu Wil" tawa Pak Raharjo pecah.
Bu Raharjo dan Wildan juga tertawa melihat wajah polos Ratna yang lucu. Sementara Ratna semakin bingung apa yang membuat mereka tertawa.
"Restuku bukan karena cake buatan kamu" ujar Pak Raharjo.
"Oooh saya kira" sambung Ratna.
"Satu bulan ini aku sudah mencari informasi tentang kamu, melihat perkembangan kamu di kantor juga memperhatikan semua gerak gerik kamu. Aku juga melihat perubahan sikap dari putraku. Sekarang dia lebih tenang dan lebih dewasa. Mungkin kamulah penyebabnya" ujar Pak Raharjo.
Ratna tertunduk malu, wajahnya memerah karena dipuji sama calon mertuanya.
"Maaf kalau kata - kata saya kemarin kasar kepada kamu. Saya harap kamu mengerti, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak - anaknya. Nanti kalau kalian sudah menjadi orang tua, kalian pasti akan merasakan apa yang kami rasakan. Saya sudah berjanji dengan orang tua Rania untuk menjodohkan anak kami. Saya tidak ingin merusak pertemanan kami dengan membatalkan perjodohan itu. Biarlah mereka yang membatalkannya. Setelah kejadian kemarin aku yakin mereka pasti malu dan membatalkan perjodohan ini" ungkap Pak Raharjo.
"Iya Pak saya mengerti" sambut Ratna.
"Mama dari kemarin suruh aku ajak Ratna ke sini. Katanya mau ajak masak bareng" ujar Wildan pada Mamanya.
"Mama kamu pasti senang banget tuh" sahut Pak Raharjo.
"Tentu donk, tapi sebentar lagi donk Pa. Ratna kan baru nyampe, dia juga masih capek" jawab Mama Wildan.
"Tidak apa Tante udah biasa masak untuk Mas Wildan" ujar Ratna.
"Pantas kamu gemukan sekarang ya" sambut Pak Raharjo.
"Lebih kepada tenang Pa, udah nemuin calon istri yang pas" jawab Wildan sambil tersenyum melirik Ratna.
Ratna kembali tertunduk malu.
"Dimana kampung kamu Rat?" tanya Bu Raharjo.
"Di Pati Tante" jawab Ratna.
"Oh Jawa Tengah" sahut Bu Raharjo.
"Jadi kapan Wil rencananya kamu atau kita datang ke Pati?" tanya Pak Raharjo.
Wildan menatap Papanya dengan serius.
"Minggu depan kami mau ke Cirebon Pa ke kampungnya Cinta. Pekerjaan aku juga sedang sibuk Pa. Kerjasama dengan Mr. Smithson akan segera dilaksanakan" jawab Wildan.
__ADS_1
"Tapi kalian sudah terlalu dekat Wil, di kantor, di apartement juga kalian sering sekali bertemu" potong Mama Wildan.
"Ka.. kalau itu Tante jangan khawatir" jawab Ratna.
"Kalau kamu kami percaya Rat, tapi tidak dengan putra kami" potong Pak Raharjo.
Wildan tersenyum tipis, ternyata Papa dan Mamanya mengkhawatirkannya.
"Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku Pa, setelah itu aku dan Ratna langsung terbang ke Pati. Aku akan menemui keluarga Ratna dulu, setelah itu aku akan meminta izin mereka untuk melamarnya. Baru aku bawa Papa dan Mama ke sana" jawab Wildan sambil menyusun rencana.
"Baiklah tapi Papa pinta kalian sembunyikan dulu hubungan kalian ya. Papa takut Rania dan keluarganya menaruh curiga. Walau memang kamu yang merencanakan semuanya kemarin" ucap Pak Raharjo.
"Bukan aku yang melakukannya Pa" protes Wildan.
"Kalau bukan kamu bagaimana bisa video itu di putar tepat saat kalian mau memasangkan cincin?" tanya Pak Raharjo.
"Aku hanya memberi izin mereka untuk memutarnya tapi rekaman itu bukan aku yang melakukannya" jawab Wildan.
Pak Raharjo menarik nafas panjang.
"Syukurlah kalau bukan kamu yang melakukannya. Tapi Papa takut mereka curiga kamu yang melakukannya. Apalagi Rania, sepertinya dia tidak terima dengan yang terjadi kemarin" ujar Pak Wildan.
"Iya Pa, kami akan bersikap biasa saja di kantor. Nanti setelah aku resmi melamar Ratna baru aku publikasikan hubungan kami" jawab Wildan.
"Iya Tante mari" sambut Ratna.
Ratna berjalan mengikuti calon mertuanya menuju dapur. Dia mulai membantu mengeluarkan bahan - bahan makanan dari kulkas yang akan mereka masak siang ini.
"Kamu kok pinter banget merubah selera makan anakku?" tanya Bu Wildan.
"Maksud Tante?" tanya Ratna bingung.
"Jengkol, sejak kapan dia suka rendang jengkol?" tanya Bu Raharjo.
"Oh itu gak sengaja Tante, saat aku ke swalayan aku melihat ada jengkol jadi aku pengen banget masak rendang jengkol, jadi aku masak. Saat itu Pak Wildan memintaku untuk menemaninya makan malam. Dia melihat aku makan rendang jengkol dan dia penasaran dengan rasanya. Pas dia coba eh ternyata suka. Sejak saat itu Pak Wildan sering berpesan kalau aku lihat di swalayan ada jengkol aku harus membelinya dan masak rendang jengkol" jawab Ratna.
"Apalagi yang suka dia minta kamu masak?" tanya Bu Raharjo.
"Ikan gurami asam manis, katanya masakanku rasanya mirip banget dengan masakan Mamanya. Dia puji masakan Tante yang enak banget" puji Ratna.
Kamu pinter sekali membuat hatiku senang. Kamu memujiku dengan halus tak terlihat seperti ingin mencari muka kepadaku. Puji Bilu Raharjo dalam hati.
"Kita mau masak apa Tante?" tanya Ratna.
"Sop buntut aja ya. Papa tadi pengen makan sop buntut katanya" jawab Bu Raharjo.
__ADS_1
"Apa tidak berbahaya dengan kesehatan Bapak?" tanya Ratna khawatir.
Kamu juga sangat perhatian. Pantas saja putraku jatuh cinta kepada kamu. Anakku pintar mencari calon istrinya.
"Tidak apa, kita kasih penawarnya dan nanti dia juga akan minum obat" jawab Bu Raharjo.
"Baiklah kalau begitu aku bersihin dulu bagian buntut yang ingin dimasak ya Tante" ucap Ratna.
Ratna mengambil buntut lembu yang akan dimasak. Dia mencucinya sampai bersih. Ratna melakukannya dengan gerakan yang sangat luwes. Tidak ada rasa jijik dan takut.
Bu Raharjo tersenyum puas. Dari gerakannya dia yakin Ratna memang akan bisa mengurus putranya kelak.
"Coba Rat kamu aja yang masak sop nya, bisa kan? Tante pengen ngerasain masakan kamu lagi" pinta Bu Raharjo.
"Baik Tante" jawab Ratna.
Dengan gesit Ratna menyiapkan semua bahan - bahan masakan. Sambil menunggu sop matang Ratna menyiapkan jus belimbing yang ada di kulkas. Ratna juga menyiapkan sambel dan tempe goreng dengan gesit.
Ratna dibantu asisten rumah tangga untuk menyusun peralatan makan di meja makan.
"Paaaa, Wiiil makan yuk" ajak Bu Raharjo.
Pak Raharjo dan Wildan datang ke dapur.
"Hemm wangi banget Ma" ucap Wildan.
"Ratna yang masak semuanya. Yuk mari kita rasa" ajak Mama Wildan.
Bu Raharjo mengisi piring Pak Raharjo, mengisi mangkok sup dan menghidangkan jus belimbing. Sedangkan Ratna yang menghidangkan makanan untuk Wildan.
Wildan tersenyum senang karena dia sudah diperlakukan istimewa oleh Ratna.
"Mari kita makan" ucap Wildan ceria.
"Sruuuuupp... " Pak Raharjo mulai mencicipi sop buatan Ratna.
"Gimana Pa?" tanya Wildan.
"Enak" jawab Pak Raharjo dan dia mulai menikmati makan siangnya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1