
Cinta sudah sampai di kos - kosannya. Karena Cinta tinggal di kosan yang lengkap jadi barang - barang Cinta tidak banyak. Hanya baju dan buku - buku yang sudah di packing Ratna.
Sesampainya di kosan Cinta pamit kepada Ibu kosannya dan menjelaskan kalau dia sudah menikah.
"Perkenalkan Bu ini suami Cinta" ucap Cinta.
Wanita tua itu melihat Melodi dengan sangat teliti mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Melodi kembali menampilkan sikap dinginnya kepada wanita itu karena dia merasa tak nyaman dengan tatapan Ibu Kos Cinta.
"Melodi" ucap Melodi.
"Sasa" jawab wanita itu.
"Kapan dan dimana kalian menikah?" tanya wanita itu dengan tatapan curiga.
"Dua hari yang lalu Bu di kampung" jawab Cinta.
"Kok kamu gak pernah cerita mau menikah? Kamu hamil ya?" tanya Wanita itu menuduh.
Melodi mengepalkan tangannya geram setelah mendengar pertanyaan wanita itu tapi untung saja Cinta menyenggol tangan Melodi. Memberi isyarat untuk tidak membalas ucapan wanita itu.
"Astaghfirullah Bu jangan suudzon. Itu dosa Bu, justru karena menghindari dosa makanya kami segera menikah. Ngapain juga pacaran - pacaran mending langsung nikah aja" jawab Cinta.
"Cih alasan" sahut wanita itu.
"Kami jujur Ibu bilang alasan. Tapi kalau kami berkata bohong pasti Ibu percaya kan?" tanya Melodi. Emosinya sudah mulai terpancing.
"Tergantung" jawab wanita itu.
"Ya Cinta memang hamil" ucap Melodi.
"Huh dasar munafik, tampang aja polos pakai jilbab tapi perlakuannya penuh dosa" sambut wanita itu.
"Anda lebih penuh dosa wanita berhati busuk suka fitnah. Kalau anda curiga istri saya hamil saya bisa membuktikannya kepada anda bahwa tuduhan anda itu salah. Jangan menuduh tanpa bukti nyonya, anda bisa saya tuntut" ancam Melodi.
"Gaya belagu sok kaya udah sombong" ucap wanita itu.
"Hei wanita kurang ajar, jangan berkata sembarangan kamu ya. Malam ini juga aku bisa membeli semua kos - kosan kamu ini" bentak Melodi semakin marah.
Melodi melirik ke arah Ratna.
__ADS_1
"Ratna lebih baik kamu juga ikut pindah dari sini, bawa barang - barang kamu seadanya. Besok aku akan menyuruh anak buahku datang ke sini untuk mengambil semua barang milik kamu" perintah Melodi.
"Ta.. tapi Pak aku akan tidur dimana?" tanya Ratna bingung.
"Kamu bisa tempati apartement aku yang ada di samping apartement Wildan" jawab Melodi.
Melodi meraih ponselnya dan langsung menghubungi Wildan.
"Hallo.. Wildan besok suruh orang - orang dari Sanjaya Corp untuk mengambil barang - barang Ratna di kosan. Ratna akan ikut pindah dengan kami malam ini. Dia akan tinggal di apartement yang ada di samping apartement kamu mulai malam ini. Oh iya besok sekalian kamu susuri semua kos - kosan di depan kosan Cinta dan Ratna. Kami beli kos - kosan yang ada di depan jalan ini dan tutup semua akses jalan sehingga kos - kosan Cinta dan Ratna ini tidak mempunyai jalan" perintah Melodi.
"Apa maksud kamu Od?" tanya Wildan bingung.
"Kamu kerjakan saja apa yang aku perintahkan ini" jawab Melodi.
"Baik lah" jawab Wildan akhirnya.
Melodi langsung menutup teleponnya.
"Si.. siapa kamu?" tanya Ibu kos Cinta.
Suaranya tampak ketakutan setelah mendengar Melodi bertelepon. Dia seperti merasa mengerti apa yang Melodi katakan.
Sanjaya Corp adalah perusahaan besar, dia mengetahuinya karena keluarganya ada yang bekerja di sana. Dia juga tau kalau Cinta juga bekerja di perusahaan besar itu.
"Aku Melodi Sanjaya" jawab Melodi dingin.
Dia sudah sangat geram melihat wanita yang ada di hadapannya. Tangan Melodi mengepal geram.
"Mas" ucap Cinta mencoba menenangkan Melodi.
Dia sangat tau apa yang Melodi lakukan saat ini. Baru kali ini Cinta melihat Melodi marah seperti ini. Cinta menggenggam tangan suaminya berharap bisa membuat suaminya lebih tenang dan berhenti marah.
"Ka.. kamu Melodi Sanjaya? Pemilik perusahaan Sanjaya Corp?" tanya wanita itu.
"Iya, kenapa? Kamu takut dan ingin menarik kata - kata kamu? Sudah terlambat. Aku sudah memerintah kan orang - orang ku untuk membeli semua kosan yang ada di depan dan menutup akses jalan masuk ke sini. Sudah terlambat untuk menyesal karena aku tidak akan menarik kata - kataku" jawab Melodi.
"Ayok sayang kita pulang. Aku tidak mau berlama - lama di sini dan melihat wanita berhati busuk ini. Lebih baik kita kembali pulang dan melanjutkan honeymoon kita" ucap Melodi kepada Cinta.
"Iya Mas" sambut Cinta cepat.
__ADS_1
Dia tidak mau suaminya itu bertindak lebih mengerikan lagi dari sebelumnya.
"Ayo Ratna ambil barang - barang kamu. Kami akan menunggu kamu di depan" perintah Melodi.
"Baik Pak" jawab Ratna.
Melodi langsung pergi meninggalkan rumah Ibu Kos Cinta dan kembali menunggu di dalam mobilnya yang ada di depan kosan Cinta.
"Ci.. Cinta.. maafkan saya sudah berkata kasar kepada kamu sebelumnya. Tolong kamu katakan pada suami kamu jangan menutup akses jalan di depan. Nanti tidak akan ada orang yang mau tinggal di Kosan ini karena akses jalannya di tutup. Saya sangat menyesal sudah berkata kasar dan menuduh kamu yang tidak - tidak" ucap Ibu Kos Cinta menyesal.
Cinta menarik nafas panjang.
"Akan saya coba Bu, tapi itu bukanlah suatu hal yang mudah karena jika suami saya sudah memutuskan sesuatu dia tidak akan pernah menarik keputusannya lagi" jawab Cinta.
Wajah wanita itu semakin pucat mendengar jawaban Cinta.
"Ayo Rat kita ambil barang - barang kamu" ajak Cinta.
"Permisi Bu, mulai hari ini saya juga akan pindah" ucap Ratna kepada Ibu Kosnya.
Cinta dan Ratna langsung pergi dari hadapan Ibu Kosnya yang menatap kedua gadis itu dengan tatapan penuh penyesalan.
"Rat jangan lama - lama, nanti Mas Melodi terlalu lama menunggu. Bawa saja barang - barang seperlu kamu saja. Besok kan bisa diambil lagi" ujar Cinta.
"Iya Cin, aku sangat tegang sekali tadi. Aku tidak menyangka Bu Sasa akan berkata seperti itu kepada kalian. Dan aku sangat takut Pak Melodi marah. Bu Sasa sih mulutnya ember banget. Kalau Pak Melodi sampai membeli semua kosan disekitar sini dan menutup akses jalan kosan ini bisa - bisa gak ada lagi orang yang mau tinggal di kosan aja ini" sahut Ratna.
"Sudah Rat yang penting kita harus segera pergi dari sini. Biar nanti masalah kosan ini aku bicarakan pada Mas Melodi. Aku akan coba membujuknya agar mengurungkan niatnya. Lagian ngapain dilawan wanita seperti itu" sambung Cinta
Cinta membantu Ratna untuk menyusun pakaiannya dan setelah semua selesai. Cinta dan Ratna langsung keluar kosan dan naik ke dalam mobil Melodi.
"Sudah selesai?" tanya Melodi.
"Sudah Mas" jawab Cinta.
"Kalian ini betah banget tinggal di kosan milik perempuan itu. Sudah lama aku suruh kalian pindah dari sini tapi kalian menolaknya. Untuk apa tinggal di dekat wanita dengan mulut berbisa seperti itu. Untung saja hari ini kalian segera pindah. Kalau tidak mungkin aku akan lebih murka dari sini" gumam Melodi sambil menyalakan mesin mobilnya.
Cinta dan Ratna hanya diam saja karena mereka sangat tau kalau Melodi saat ini masih sangat marah. Mudah - mudahan besok kemarahan Melodi bisa segera reda.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG