Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 43


__ADS_3

Esok harinya Melodi berangkat ke kantor bersama Wildan. Dari basement kantor mereka berjalan menuju lift. Lift naik ke atas dan berhenti di lantai dasar.


Tiba - tiba pintu terbuka membuat Wildan dan Melodi terkejut karena lift ini adalah lift khusus untuk pejabat tinggi perusahaan. Siapa yang berani menghentikannya dan masuk ke dalamnya.


Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok Cinta di depan pintu. Awalnya Cinta terkejut karena melihat wajah CEO nya dan juga wakil CEO. Keduanya sudah Cinta kenal.


Dengan takut - takut akhirnya Cinta masuk ke dalam lift. Lalu pintu tertutup dan hanya ada mereka bertiga di dalam lift.


"Kamu tidak tau kalau lift ini khusus untuk petinggi perusahaan" ucap Melodi dengan nada dingin.


Sontak tubuh Cinta menegang dan membungkuk menghadap Melodi.


"Ma.. maafkan saya Pak, saya tidak tau ada peraturan seperti ini di perusahaan. Saya tidak sengaja Pak, tadi saya hampir telat dan lift di depan banyak sekali karyawan lain sedang menunggu, jadi saya pergi ke lift ini" jawab Cinta.


"Kamu terlalu bahagia karena memakai baju baru" tanya Melodi tetap dengan nada dingin.


Cinta terkejut mendengar ucapan Melodi.


Kok si Bos tau aku pakai baju baru? tanya Cinta dalam hati.


"Waah kamu terlalu memperhatikan penampilan Cinta Od, sampai kamu tau kalau dia pakai baju baru" goda Wildan.


"Aku hanya menebak saja. Karena aku lihat bajunya masih sangat tegang" jawab Melodi.


Cinta tertunduk malu karena ucapan Melodi tadi.


Ting...


Lift sudah sampai di lantai ruangan Cinta.


"Saya pamit duluan Pak" ucap Cinta hormat.


"Selamat bekerja Cin, semangat" sambut Wildan ramah.


Melodi hanya diam sambil matanya tetap melirik ke arah Cinta.


"Te.. terimakasih Pak" jawab Cinta.


Cinta menunduk hormat dan keluar dari lift.


"Huuuuft... tegang banget di dalam" gumam Cinta sambil bernafas lega.


Dadanya rasanya sesak karena seperti menahan diri untuk bernafas selama di lift. Wajah Melodo tadi dan kata - katanya seperti salju yang tajam menusuk hati Cinta.


Apa si Bos mengejek penampilanku? Mungkin baginya pakaianku ini murahan tapi bagiku ini sudah sangat luar biasa. Bahkan diatas kesanggupanku. Untung kemarin aku beruntung bisa mendapatkan dua setel pakaian gratis di toko itu. Batin Cinta.


Cinta masuk ke ruangan kerjanya dan mulai bekerja. Sementara Melodi dan Wildan masih berkumpul di ruangan kerja Melodi.


"Sikap kamu terlalu dingin Od pada Cinta. Kamu kan sudah kenal Cinta lebih lama. Dia selalu berada di sekitar kamu setiap harinya. Dia juga mengurus dan secara tidak langsung sudah merawat kamu. Harusnya kamu bersikap lebih ramah kepadanya" ucap Wildan.


"Apa itu penting?" tanya Melodi.

__ADS_1


"Ya memang Cinta itu cuma bawahan kamu dan kamu adalah Bos di perusahaan ini. Tapi gak ada salahnya kan kamu sedikit berbeda kepada Cinta. Dia beda lho dengan karyawan lain. Cinta itu bisa dibilang sudah tau seluk beluk kehidupan kamu" bela Wildan.


"Bekerja di apartementku sebagai asisten rumah tangga bukan berarti dia sudah mengetahui seluk beluk kehidupanku Wil. Aku tidak suka dia ikut mencampuri kehidupan pribadiku. Dia hanya bekerja di apartementku, membersihkannya mengurus pakaian ku dan memasak. Aku mau melakukan apapun di apartementku dia tidak berhak ikut campur. Dan tidak ada hak istimewa dia dibanding karyawan lain" tegas Melodi sedikit emosi.


Wildan sadar kalau kata - katanya tadi salah sehingga Melodi jadi tersinggung. Dia tidak mau memperpanjang pembicaraan lagi.


"Baiklah itu hak kamu. Aku ke ruangan ku dulu ya, ada pekerjaanku yang harus aku selesaikan" ujar Wildan.


Melodi hanya diam dan tidak menjawab perkataan Wildan.


Aku hanya ingin kamu berubah Od, khususnya kepada Cinta. Aku kira Cinta mempunyai tempat istimewa akhir - akhir ini di hati kamu. Karena aku lihat sejak ada Cinta kamu lebih rileks dan lebih sering tersenyum. Ternyata ego kamu masih tinggi dan kamu belum menyadarinya. Batin Wildan.


Melodi duduk di meja kantornya dan ingatannya kembali ke penampilan Cinta tadi saat mereka bertemu.


"Cantik juga, seleranya bagus" gumam Melodi sambil tersenyum tipis.


Melodi tidak menyadari bahwa saat ini dia terlihat pengecut. Saat bertemu Cinta dia berusaha menjatuhkannya tapi saat sendiri dia memuji penampilan Cinta. Sungguh egonya sangat tinggi untuk mengakui semuanya.


Melodi tersentak dan tersadar kalau dia harus bekerja.


"Sial.. mengapa aku jadi memikirkannya" ucap Melodi kesal.


Melodi mulai bekerja dan menyelesaikan semua pekerjaannya.


Siang harinya seperti biasa Cinta dan Santi makan di kantin perusahaan.


"Hai Cinta ketemu lagi" sapa seorang pria.


"Eh hai Baim" balas Cinta kembali.


"Eh kenalkan ini teman aku" ucap Cinta kepada Baim.


"Baim"


"Santi"


Mereka saling berjabat tangan.


"Bagian keuangan juga?" tanya Baim ramah.


"Iya" jawab Santi.


"Kog gak pernah lihat ya" sambut Baim.


"Kalian yang udah lama kerja di sini. Aku kan baru juga satu minggu" potong Cinta.


"Kamu dibagian apa?" tanya Santi.


"Aku di pengembangan proyek, padahal bagian kita saling berhubungan lho.. kok gak pernah ketemu ya" jawab Baim.


"Aku lah yang mempertemukan kalian" potong Cinta.

__ADS_1


"Hahaha.. kamu bisa aja Cin" jawab Baim.


Mereka memesan makanan dan duduk di satu meja.


"Eh Cin, San.. kalian sudah dengar. Perusahaan kita akan membangun proyek di Bandung. Kabarnya perusahaan akan mengirim tim ke sana?" tanya Baim.


"Belum, kami belum mendengarnya" jawab Santi.


"Apalagi aku.. aku kan masih anak baru" sambung Cinta.


"Yang aku dengar nanti akan di kirim tim selama satu bulan. Katanya bagian kami, keuangan dan bagian lapangan akan dikirim masing - masing bagian 2 orang" ungkap Baim.


"Seru juga ya kalau ikutan. Serasa PKL jadinya" sambut Santi.


"Kamu gimana Cin?" tanya Baim.


"Ha.. aku? Gak tau bisa apa nggak. Soalnya aku punya kerjaan sepulang dari kantor" jawab Cinta.


"Ah kamu Cin udah kerja di sini masih aja kerja di tempat lain. Mau cepat kaya ya kamu?" tanya Baim.


"Aku mau cepat naik haji" sambung Cinta.


"Hahahaha.. " tawa Baim.


"Eh malah diketawain, di aminkan donk" protes Cinta.


"Iya.. iya.. Aamiin" jawab Baim.


Mereka melanjutkan percakapan mereka sembari makan siang. Sedangkan Melodi dan Wildan sedang berdiskusi tentang rancangan pembangunan proyek mereka.


"Od aku sudah memikirkannya. Kita akan kirim tim yang masih muda - muda. Nanti kan mereka di sana akan lama. Lebih baik kita pilih karyawan yang belum berkeluarga. Jadi mereka bisa lebih ringan untuk pergi" ujar Wildan memberi usul.


"Boleh juga, kirimkan padaku daftar nama - nama karyawan yang akan kamu kirim?" pinta Melodi.


"Ini dia, aku sudah susun daftar karyawan yang akan kita tugaskan ke sana" ucap Wildan sambil menyerahkan sebuah map ke hadapan Melodi.


Melodi membukanya dan membaca satu persatu nama - nama karyawan.


"Cinta? Kenapa kamu masukkan namanya?" tanya Melodi.


"Ya menurut aku ini sangat bagus untuk perkembt kariernya. Dia juga masih muda dan belum berumah tangga. Masuk ke dalam kriteria yang aku ucapkan sebelumnya" jawab Wildan.


"Tapi dia masih anak baru Wil, pasti dia tidak tau apa - apa" bantah Melodi.


"Cinta itu gadis pintar Od, dia juga mudah sekali untuk beradaptasi. Aku rasa dia akan cepat menyesuaikan diri" ungkap Wildan.


"Terus kalau dia kamu kirim satu bulan ke sana, siapa yang akan masak di apartementku?" tanya Melodi kesal.


"O.... oooooooo" sambut Wildan terkejut. Dia tidak berpikiran begitu saat memasukkan nama Cinta ke dalam daftar karyawan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2