Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 29


__ADS_3

Cinta datang ke apartement Melodi dengan membawa semua berkas - berkasnya. Setelah selesai membersihkan apartement Melodi baru dia menyiapkan surat lamaran.


Cinta mengirimkan pesan kepada Melodi.


Cinta


Bos apa nama perusahaan kepunyaan Bos?


Melodi


Sanjaya Corp


Cinta


Makasih Bos 🙏


Cinta mencari alamat perusahaan itu di googl* baru setelah itu dia mengetik surat lamaran dan menyimpan filenya. Nanti di kos baru dia print. Cinta teringat sesuatu setelah itu dia mengirimkan pesan lagi kepada Melodi.


Cinta


Bos surat lamarannya nanti aku antar ke kantor Bos langsung atau aku letak di apartement saja?


Melodi


Ya diantar langsung ke kantor. Emangnya aku pesuruh kami?


Cinta


Sorry.. sorry Bos. Maaf kan atas kelancanganku ini.


Mati aku salah tanya? Duh... begok amat sih kamu Cintaaaa.. Cinta memukul kepalanya.


Setelah surat lamaran selesai di ketik baru Cinta memasak makan malam untuk majikannya. Hari ini dia akan masak semur ayam dan sayur tumisan saja.


Dessertnya Cinta memasak cake yang baru dia pelajari di youtub* tadi malam.


"Heeem wangi banget cakenya pasti rasa nya juga enak" ucap Cinta sendiri.


Cinta menata meja makan, dia juga membawa makanan untuk dibawa pulang seperti biasanya.


Tak lupa Cinta meninggalkan memo di pintu kulkas.


Bos besok aku akan antar surat lamarannya ke Perusahaan Bos. Oh iya hari ini aku baru belajar buat cake tapi Bos gak perlu khawatir sudah aku tes duluan. Rasanya ueenaak banget Bos. Dijamin Bos pasti suka.


Selamat makaaan.... Pssst... cakenya enak buat kawan ngopi lho bos tapi jangan diajak ngobrol ya 😄😄

__ADS_1


Ttd


Cinta ❤


Cinta pulang ke apartementnya. Dan tak lama kemudian Wildan dan Melodi tiba di apartementnya.


"Wangi apartemen kamu kali ini berbeda, rasanya manis" ujar Wildan.


"Kalau sudah soal makanan hidung kamu berfungsi melewati batas normal ya" komentar Melodi.


Sudah jadi kebiasaan dua lelaki ini setiap pulang ke apartement pasti langsung ke dapur. Mereka ingin secepatnya melihat makanan apa yang Cinta masak. Seperti dua anak yang sedang menanti - nantikan masakan ibu mereka.


Sesampainya di dapur.


"Wah ada cake enak banget nih makan ini ditemani kopi" Pekik Wildan langsung mencomot satu potong cake lalu mengambil kopi dalam microwave.


Melodi hanya menatap kosong ke arah cake tersebut. Matanya tampat berkaca - kaca.


Ini kan cake yang sering Mama buat dulu waktu aku kecil. Batinnya.


"Kamu kenapa Od?" tanya Wildan penasaran.


Melodi langsung mengusal kedua matanya yang sudah basah.


"Aku teringat Mama, ini cake yang sering di buat Mama dulu" jawab Melodi.


Melodi duduk di meja makan, Wildan mengambilkan kopi Melodi dan meletakkannya tepat di depan sahabatnya itu.


Melodi langsung mengambil cake tersebut dan memakannya. Matanya kembali basah.


"Gimana Od?" tanya Wildan.


"Sama Wil. Aku jadi kangen Mama" ujar Melodi.


Wildan menyentuh bahu sahabatnya.


"Cinta itu hebat kan Od, dia bisa membuat kita kangen masakan rumah. Dia membuat kita nyaman pulang ke apartement ini seperti ada yang sedang menunggu kita dan kita juga merasa sedang di tunggu sehingga begitu jam kerja selesai rasanya pengen buru - buru pulang" ujar Wildan.


Melodi diam karena apa yang Wildan katakan itu memang benar adanya. Dulu dia akan segera pulang kalau Mamanya berpesan nanti Mama akan buatkan cake untuk kamu.


Setelah habis satu potong Melodi berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian. Tak lama kemudia Melodi keluar kamar dengan memakai celana renang.


"Kamu mau berenang? Tumben?" tanya Wildan.


"Aku sudah lama gak berenang, tiba - tiba aku ingin" jawab Melodi.

__ADS_1


Melodi berjalan menuju teras samping dan kolam renang.


"Wil tolong kamu bawakan cake dan kopinya ya" pesan Melodi.


"Beres Bos" sambut Wildan.


Wildan membawa cangkir kopi mereka dan juga cake buatan Cinta. Dia duduk di kursi santai sambil menyaksikan Melodi yang sedang berenang.


Sekitar tiga puluh menit Melodi berenang. Dia segera menepi dan beristirahat duduk di kursi santai disamping Wildan.


"Dimana kamu nanti akan menempatkan Cinta?" tanya Wildan.


"Ya sesuai jurusannya. Dia kan sarjana ekonomi. Aku akan tempatkan dia dibagian keuangan. Lagian dia lulus dengan nilai yang sangat bagus, aku ingin ada orang yang bisa aku percaya di bagian itu" jawab Melodi.


"Kamu sudah percaya sekarang pada Cinta?" tanya Wildan mulai menyelidiki.


"Selama enam bulan ini dia bekerja di apartement ini aku lihat sepertinya dia gadia yang jujur. Setiap kali aku suruh belanja keperluan dapur dan apartement dia selalu menyertakan bon pembayaran. Tidak ada salahnya kan kalau aku mempercayai nya?" tanya Melodi balik.


"Dari dulu harusnya Od, kamu terlalu banyak mikir sih dan curiga pada orang asing" sambut Wildan.


"Pengalaman yang mengajarkan aku seperti itu Wil. Setelah Papa meninggal perusahaan di pegang oleh asisten pribadinya yang sudah sangat aku kenal dengan baik. Aku kira dia akan melakukan apapun untuk Papa mengingat apa yang telah Papa lakukan kepadanya dan keluarganya. Tapi apa kenyataannya? Dia hanya memperkaya diri sendiri dan hampir membuat perusahaan bangkrut" ungkap Melodi marah.


Wildan hanya bisa diam karena apa yang dikatakan Melodi benar adanya. Sejak itulah Melodi dan Wildan terjun langsung untuk membangun kembali perusahaan Melodi. Untung saja Papa nya mau membantu mereka dalam hal dana ataupun pengalaman.


"Kamu harus bisa segera mendapatkan orang yang bisa kamu percaya di kantor Od. Aku tidak bisa selamanya membantu dan berada di sisi kamu. Papa sudah mulai ribut belakangan ini. Dia sudah mengeluh tua dan meminta aku mengurus perusahaannya" sambut Wildan.


Melodi langsung menatap Wildan tapi Wildan berusaha membuang pandangannya kearah lain. Dia tau hal ini pasti akan membuat Melodi sedih dan kembali merasa sendiri.


Tapi kenyataan haruslah Wildan katakan. Sudah berulang kali Papa nya meminta dia untuk mengurus perusahaan keluarganya. Mengingat hanya dia satu - satunya penerus perusahaan.


"Kalau kamu izinkan, aku bersedia untuk mendidik Cinta selama satu tahun. Setelah itu aku akan kembali ke perusahaan Papa. Menurut aku dia gadis yang bisa kita perhitungkan" sambung Wildan.


"Jangaaaan.. aku belum tau bagaimana kerjanya. Selama ini kan pekerjaan dia di apartement ini hanya menggunakan tenaga. Aku belum tau kemampuan otaknya. Memang benar IPKnya tinggi tapi terkadang dalam pekerjaan nilai yang tinggi tidak menjamin seseorang bisa menyelesaikan masalah pekerjaan dengan baik. Harus ada inisiatif, wawasan serta keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat demi masa depan perusahaan " cegah Melodi.


"Tapi aku tidak punya waktu lagi. Aku rasa kalau aku meminta waktu satu tahun lagi kepada Papa dia pasti tidak akan keberatan. Tapi kalau lebih lama lagi takutnya dia tidak setuju Od. Kamu kan tau gimana keadaan Papa sekarang" ucap Wildan.


Melodi diam dan mencoba memikirkan jalan terbaik.


"Baiklah aku setuju dengan apa yang kamu katakan tadi. Tapi beberapa bulan ini biarkan dia belerjy di bagian keuangan. Aku ingin dia masuk ke perut secara natural tanpa ada andil kita berdua agar tidak membuat keributan para karyawan. Setelah itu perlahan kita lihat prestasinya. Kalau memang dia layak beberapa bulan kemudian aku akan biarkan dia belajar dengan kamu" perintah Melodi.


"Baik.. aku rasa keputusan kamu itu memang yang terbaik. Semoga ini adalah jalan yang benar untuk semuanya ya" sambut Wildan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2