Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 55


__ADS_3

"Oaaaaaa... ada apa sih Rat? Masih pagi juga udah bangunin orang. Gak tau apa ini hari minggu aku masih ingin tiduuuur" ucap Cinta.


Saat Cinta tersadar sontak Cinta dan Melodi saling tatap dengan mata melotot. Sama - sama tidak menyangka melihat apa yang ada di hadapan mereka.


"Astaghfirullah... Aaaaah... Ratna kenapa kamu gak bilang kalau ada tamuuuuuuu?" teriak Cinta sambil membanting pintu kembali dengan kencang.


Plaaaaaaak... Buuuuuk...


Melodi juga sangat terkejut melihat apa saja yang baru dia saksikan.


"So.. sorry Cin aku lupa, habisnya si Bos ganteng banget datang ke sini pagi - pagi" jawab Ratna.


Melodi menatap Ratna dengan tatapan aneh.


Anak ini kok rada aneh ya.. eh tidak mereka berdua memang aneh. Pantas saja mereka berteman akrab. Sama - sama aneh. Batin Melodi.


"Maaf ya Bos, aku lupa kalau Cinta belum pakai jilbab. Anggap aja yang tadi itu rezeki" ucap Ratna malu.


"Rezeki gimana? Wajah bantal, rambut acak - acakan dan pakaian gak beraturan kamu bilang rezeki? Hey bocil, rezeki itu kalau lihat cewek se*y bukan cewek kayak papan cucian gitu" jawab Melodi pura - pura kesal padahal dalam hati udah mau ketawa aja dari tadi.


Hahaha.. kamu itu memang lucu banget Cinta, baru kali ini aku lihat cewek sembrono seperti kamu. Tawa Melodi dalam hati.


Tak lama kemudian Cinta membuka pintu kamar kosannya.


"Ma.. masuk Pak.. maaf kamarnya kecil" ucap Cinta.


Melodi masuk ke dalam kamar Cinta. Cinta sengaja mendekati Ratna.


"Kamu jangan pergi ya, temani aku di sini. Awas kalau kamu pergi" ancam Cinta sambil berbisik.


"Oke.. oke.. " jawab Ratna patuh.


Mereka masuk dan berkumpul di kamar Cinta yang kecil.


Nih anak kenapa sih masih ada di sini? Ganggu aja, mana kamarnya sempit di dalam ada tiga orang jadi panas. Oceh Melodi kesal dalam hati.


"Bapak kenapa datang ke sini pagi - pagi gak ngabari?" tanya Cinta.


"Siapa bilang aku gak kabari kamu? Dari tadi aku telepon dan kirim pesan tapi HP kamu mati" jawab Melodi.


Cinta langsung meraih ponselnya dan mencoba membukanya tapi ponselnya tampak gelap.


"Eh iya Pak hehehe.. aku lupa aktifkannya" jawab Cinta.


"Nih aku bawa sarapan untuk kita" ucap Melodi sambil memberikan bungkusan sarapan pagi yang dia bawa.


Melodi duduk di kursi yang ada di depan meja belajar Cinta. Sedangkan Cinta dan Ratna duduk di atas tempat tidur.


"Eh makasih banyak Bos, tau aja kalau kami belum makan" sambar Ratna malu - malu tapi sebenarnya malu - maluin.


Kenapa dia yang semangat banget. Umpat Melodi dalam hati.

__ADS_1


"Ratna tolong ambilin piring dan gelas" pinta Cinta.


"Oke Cin, aku ambil ke dapur dulu ya" jawab Ratna.


Ratna keluar dari kamar dan pergi ke dapur umum kosan mengambil alat makan. Kini hanya tinggal Melodi dan Cinta berdua di kamar.


Melodi menatap wajah polos Cinta. Wajah asli wanita pagi hari, tanpa polesan dan alami banget.


"Cantik" puji Melodi pelan


"Apa Pak?" tanya Cinta bingung, dia tidak begitu mendengar apa yang Melodi katakan barusan.


"Gimana kaki kamu, masih sakit?" tanya Melodi khawatir.


"Udah mendingan Pak. Aku udah olesin minyak ramuan dari kampung" jawab Cinta.


"Syukurlah, seminggu ini kamu di kosan saja istirahat. Kamu masih hitung dinas luar kota. Nanti saat teman - teman kamu sudah masuk ke kantor baru kamu masuk juga" perintah Melodi.


"Baik Pak" jawab Cinta patuh.


Melodi terus menatap wajah Cinta membuat Cinta jadi malu karenanya.


Si Bos kok rada aneh ya hari ini? Aku kok jadi merinding? Dia jadi perhatian banget seperti ini? Apa karena aku lagi sakit? Tapi aku hanya cidera ringan bukan sedang kritis. Tanya Cinta dalam hati.


Kamu cantik Cin, baru kali ini aku lihat wajah asli kamu seperti ini secara langsung. Aku benar - benar beruntung hari ini. Batin Melodi.


"Pak Wildan mana Pak? Tumben datang sendiri?" tanya Cinta.


Uhuuuuk... uhuuk...


Wildan batuk dan memukul dadanya. Dia tersedak saat minum. Dia baru saja selesai makan mie instan. Hidungnya terasa sakit banget.


"Kok perasaan aku gak enak ya.. apa aku lagi di fitnah ya?" gumam Wildan bingung.


"Ooo.. Pak Wildan sarapan apa Pak dan sama siapa?" tanya Cinta.


Sebenarnya dia hanya asal bertanya karena merasa kikuk berdua saja di dalam kamar bersama Melodi. Walau pintu kamar mereka terbuka luar agar tidak ada fitnah dari orang diluar yang bisa melihat apa yang mereka lakukan di dalam.


"Kenapa kamu tanya tentang dia sih? Dia mau makan apa dan sama siapa ya biarin aja. Dia sudah besar bisa urus hidupnya sendiri" jawab Melodi kesal.


Ups... salah deh pertanyaan aku. Batin Cinta.


Kenapa dia malah tanyakin Wildan, jelas - jelas aku yang ada di hadapannya saat ini. Apa dia menyukai Wildan? Dia juga suka Ibrahim? Apa gadis ini bisa suka banyak pria dalam waktu bersamaan? tanya Melodi kesal di dalam hatinya.


"Ma.. maksud aku kan biasanya Bapak dan Pak Wildan selalu bareng kemana - mana. Di apartement juga kalian selalu makan bareng kan?" ralat Cinta.


"Kami bukan pasangan ga*, kami laki - laki normal. Jadi wajar aja kan kalau kamu tidak selalu harus bersama" sambut Melodi.


Duh salah lagi... si Bos kenapa sih sensitif banget? Tanya Cinta kesal.


"Maaf.. maaf Pak. Bukan maksud saya seperti itu" ujar Cinta.

__ADS_1


Tak lama Ratna datang membawa piring, sendok dan gelas untuk mereka bertiga.


"Silahkan Pak" ucap Ratna.


Mereka mulai menyantap makanan yang dibawa Melodi.


"Pak Wildan mana Pak?" tanya Ratna.


Cinta sontak melotot menatap Ratna tapi apa daya sudah terlanjur.


"Di apartement" jawab Melodi singkat.


Kenapa sih kalian pada tanyakin Wildan? Aku ada di sini hey... tidak bisakah kalian hanya fokus pada aku saja saat ini. Ujar suara hati Melodi kesal.


Cinta menyenggol lengan Ratna dan berbisik.


"Jangan tanya - tanya tentang Pak Wildan. Si Bos lagi sensi" ucap Cinta.


"Ooo wokeh" sambut Ratna.


Setelah selesai sarapan Melodi hendak berpamitan dari kamar Cinta.


"Ingat jangan kerjakan apapun juga selama sepekan ini. Nanti makanan kamu biar Ratna aja yang bawa dari apartement, dia kan bisa masak" pesan Melodi.


Ratna dan Cinta saling pandang.


"I.. Iya Pak" jawab Cinta.


"Aku pulang dulu" ujar Melodi.


"Bapak ke sini cuma mau sarapan bareng? Oalah Paaak.. Pak.. aku kira ada yang penting" potong Ratna.


Sontak Cinta menutup mulut liarnya Ratna.


"Aku ke sini cuma ingin memastikan karyawan aku yang cidera karena bertugas dalam keadaan baik - baik saja. Karena itu sangat penting dan menyangkut nama baik perusahaan. Aku tidak ingin mendengar orang berkata kalau Perusahaan aku tidak peduli dengan karyawan nya" jawab Melodi.


"I.. iya Pak" jawab Ratna patuh.


"Aku pergi dulu" Melodi pamit dan hendak keluar dari kamar kos Cinta.


"Oh iya kalian sudah aku gaji dengan jumlah yang besar. Mengapa kalian masih tinggal di kosan sempit dan kecil seperti ini? Sebaiknya kalian mulai mencari kosan baru yang lebih besar dari sini" ucap Melodi.


Sontak Cinta dan Ratna saling pandang.


"Ba.. baik Pak" jawab Ratna dan Cinta serempak.


Melodi jalan meninggalkan mereka berdua yang masih terbengong karena sikap Bos mereka itu.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2