
Hari kedua honeymoon barulah Wildan dan Ratna mulai menyusun rencana untuk berpetualang di Pulan Maratua. Mereka naik kapal kecil untuk mengelilingi pulau tersebut.
Keesokan harinya mereka bermain di pantai seharian lanjut snorkeling atau diving di lautan luar kamar yang sebenarnya. Malam harinya lanjut diving di lautan indah yang ada di kamar.
Hingga tanpa terasa sudah seminggu mereka berada di sana. Keduanya benar - benar menjalani honeymoon yang sangat indah.
Tidak ada gangguan ataupun apapun yang merusak hari - hari indah mereka. Hingga akhir honeymoon selesai dan mereka kembali ke Jakarta.
Begitu sampai di Jakarta Wildan dan Ratna di jemput oleh supir Papanya Wildan ke Bandara lalu mereka langsung menuju rumah orang tua Wildan.
Sesampainya di sana Wildan dan Ratna disambut oleh Papa dan Mamanya Wildan.
"Selamat datang sayang di rumah ini. Apakah honeymoon kalian menyenangkan?" tanya Bu Raharjo.
"Sangat Ma, sangat menyenangkan" jawab Wildan.
Bu Raharjo tersenyum penuh makna menatap wajah bahagia putranya dan wajah malu - malu menantunya.
"Mama bisa melihatnya dari wajah kalian. Ayo istirahat ke kamar kalian ya, pasti kalian lelah setelah melalui perjalanan panjang" sambut Mama Wildan.
"Terimakasih Ma" ucap Ratna.
"Sama - sama sayang" balas Mama Wildan.
Ratna dan Wildan segera melangkah menuju lantai atas dimana kamar mereka berada. Bu Raharjo menatap wajah suaminya dengan lega.
"Haaaah... rasanya rumah ini lebih bercahaya dan penuh harapan ya Pa karena keberadaan mereka di rumah ini. Semoga kita segera menimang cucu, biar rumah ini jadi ramai dengan tangisan, tawa atau celotehan anak - anak kecil. Aku pasti sangat senang sekali" ujar Mama Wildan semangat.
"Aamiin.. doakan saja Ma semoga Ratna segera hamil seperti Cinta" sambut Pak Raharjo.
Malam harinya Wildan dan Ratna makan malam bersama. Ini pertama kalinya mereka makan malam sebagai keluarga. Tentu saja Pak Raharjo beserta istrinya menyambut kedatangan mereka dengan senang hati.
Bu Raharjo sudah masak banyak hari ini untuk menyambut menantunya. Dia sengaja memasak beberapa jenis makanan yang katanya bisa meningkatkan kesuburan.
Dia sangat ingin mendapatkan cucu segera sehingga tanpa Ratna dan Wildan sadari semua menu makanan yang dihifangkan Bu Raharjo sangat baik untuk kesuburan mereka.
"Mama masak tumis tauge?" tanya Wildan.
"Iya, kamu suka kan?" jawab Bu Raharjo.
"Suka, semua masakan Mama apapun itu aku sangat menyukainya" ujar Wildan.
"Kamu suka tauge juga kan Ratna?" tanya Bu Raharjo pada menantunya.
"Suka Ma" jawab Ratna.
"Ayo makan yang banyak" perintah Bu Raharjo.
Tumis taugenya dicampur dengan kacang panjang dan tahu. Ketiganya adalah makanan yang bisa meningkatkan kesuburan pria dan wanita.
"Nih Mama buat jus tomat supaya lebih enak Mama campur sama semangka. Ayo minum biar letih kalian hilang. Kalian kan baru perjalanan jauh tadi, besok juga harus kekantor dan bekerja kembali. Tomat bisa membuat kalian lebih segar" bujuk Bu Raharjo.
Tomat adalah sayuran yang juga bisa meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Ratna dan Wildan tidak mengetahui maksud dan tujuan Bu Raharjo menghidangkan semua masakan ini.
Mereka hanya menikmati semua makanan yang disajikan oleh perempuan istri dari pemilik rumah ini.
*****
__ADS_1
Tengah malam.
Cinta tidak bisa memejamkan matanya karena perutnya terasa lapar. Tapi dia sangat malas berjalan ke dapur dan membayangkan makanan itu - itu saja yang pastinya akan dia makan.
Cinta jadi gelisah dan berulang kali merubah posisi tidurnya. Hal ini membuat tidur Melodi terganggu. Melodi membuka matanya dan melihat apa yang sedang terjadi dengan istrinya.
"Ada apa sayang? Mengapa kamu tidak tidur?" tanya Melodi.
"Mmm.. Mas aku lapar" jawab Cinta.
Melodi bangun dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
"Kamu mau makan apa sayang? Biar aku minta tolong Bibik masakkan untuk kamu?" tanya Melodi.
"Aku lagi gak mau masakan Bibik" tolak Cinta.
"Jadi kamu maunya makan apa?" tanya Melodi.
"Mmmmm... " Cinta sedang memikirkan sesuatu.
"Mas yakin mau mengabulkan permintaanku?" tanya Cinta.
"Apapun itu" jawab Melodi.
Hati Cinta terasa hangat mendengar jawaban suaminya yang terdengar tulus dan sangat perhatian. Sejak menikah dan hubungan mereka semakin baik karena permasalahan masa lalu keluarga mereka sudah selesai.
Melodi dengan sepenuh hati mencintai Cinta. Dia berubah menjadi pria yang sangat sabar, perhatian dan sangat mencintai Cinta. Hampir semua keinginan Cinta berusaha dia penuhi.
Apalagi setelah Cinta hamil anak kedua mereka. Melodi memberikan perhatian yang sangat besar untuk Cinta. Dia rela meluangkan banyak waktu untuk Cinta ditengah - tengah kesibukannya bekerja.
"Aku pengen makan nasi goreng dekat apartement kita Mas" pinta Cinta.
"Kamu yakin? Ini sudah malam lho? Sudah jam sebelas malam?" tanya Melodi.
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas aku ingin sekali makan nasi goreng itu" jawab Cinta.
Melodi mengecup lembut kening Cinta.
"Ya sudah kami pakai jaket dan jilbab. Ayo kita pergi membeli apa yang kamu mau" ajak Melodi.
Cinta langsung memeluk erat tubuh Melodi.
"Terimakasih Mas" balas Cinta senang.
Cinta dan Melodi memakai jaket karena udara malam sangat dingin. Mereka berjalan keluar kamar menuju garasi mobil.
Satpam yang bertugas jaga malam, malam ini segera membuka pintu gerbang. Mobil Melodi kini sudah melaju meninggalkan area rumah mereka.
Karena sudah larut malam jalanan sepi sekitar empat puluh menit mereka sudah sampai di seputaran gedung apartement Melodi.
Penjual nasi goreng pinggir jalan sedang bersiap - siap hendak pulang. Melodi langsung keluar mobil untuk bertanya.
"Sudah mau tutup Pak?" tanya Melodi.
"Iya Den,sudah larut malam. Bapak mau pulang" jawab pria setengah baya itu.
__ADS_1
"Apa makanannya juga sudah habis Pak?" tanya Melodi.
Pria itu menatap Melodi lalu melihat sisa - sisa bahan makanannya.
"Aden mau makan apa?" tanya pria itu.
"Istri saya sedang hamil Pak. Dia merasa lapar dan gak bisa tidur. Dia ingin makan nasi goreng buatan Bapak. Dulu waktu kami tinggal di apartement itu dia sering beli nasi goreng Bapak" jawab Melodi.
"Nasi goreng? Aden mau berapa porsi?" tanya Pria itu.
"Dua saja Pak, apa cukup?" tanya Melodi balik.
Pria itu melihat stok nasi di dalam termos nasi tempat dia menyimpan nasi putih.
"Cukup Dengan" jawab Pria itu.
"Ya sudah Pak, tolong buatkan ya Pak. Saya panggil istri saya dulu" pinta Melodi.
"Baik Den" ujar Pria itu.
Melodi segera memanggil Cinta.
"Yank ada.. nasi gorengnya masih ada. Kamu mau makan di mobil atau di warung?" tanya Melodi.
"Warung aja Mas" jawab Cinta.
"Ya sudah yuk keluar" ajak Melodi.
Mereka berjalan dan masuk ke dalam warung penjual nasi goreng. Begitu Cinta masuk penjual nasi goreng langsung menyapa mereka.
"Lho Neng Cinta rupanya istri Aden ini?" tanya Pria setengah baya itu.
"Eh iya Pak, sudah lama gak makan nasi goreng Bapak, saya kok jadi pengen ya" jawab Cinta.
"Waaah tinggal dimana sekarang? Pantas gak pernah kelihatan lagi Neng Cintanya rupanya sudah menikah" tanya Pria itu lagi.
"Kami sekarang tinggal di Bogor Pak" jawab Cinta ramah.
"Wah jauh ya" ujar Pria itu.
"Demi nasi goreng Bapak dan demi anak saya" potong Melodi.
"Iya ya Mas. Namanya ngidam ya begitulah Mas. Mas harus sabar sama istri yang lagi hamil. Neng Cinta masih wajah ngidamnya pengen makan nasi goreng. Istri saya dulu ngidamnya lebih aneh, pengen cium sabun colek. Kemana - mana sabun colek selalu ada di dalam tasnya" ungkap Pria itu.
Melodi menatap wajah Cinta dalam hati berdoa semoga ngidam istrinya tak seaneh pria penjual nasi goreng itu.
Cinta hanya bisa tersenyum manis karena lucu dan mengerti apa yang sedang Melodi pikirkan.
"Mas tenang aja ya, aku masih jauh lebih suka parfum dari pada sabun colek" ujar Cinta.
Melodi bisa menarik nafas lega mendengar jawaban istrinya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1