Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 122


__ADS_3

Cinta pulang ke apartementnya dan memasak untuk makan malam. Tapi sampai malam dia menunggu Melodi tak kunjung pulang. Ponselnya juga masih tetap tidak aktif.


Karena tadi sore dia sudah menghubungi Wildan dan Wildan saat ini sedang sibuk mengurus orang tuanya yang sedang sakit akhirnya Cinta berusaha menguasai kekhawatirannya sendiri dengan cara berusaha berpikiran positif. Dia tidak ingin berburuk sangka atau berprasangka buruk kepada Melodi. Cinta juga berdoa semoga saat ini Melodi dalam keadaan baik - baik saja.


Tapi perasaan hati seorang istri tentu saja tidak bisa dibohongi. Cinta sudah berusaha menutup matanya untuk tidur tetap tidak bisa. Dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Melodi belum pulang juga sudah selarut ini.


Tiba - tiba Cinta mendengar suara pintu. Ada orang yang sedang menekan sandi apartementnya. Itu artinya Melodi yang pulang. Cinta segera bergegas keluar kamar dan menuju pintu apartementnya.


Alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang datang. Melodi datang bersama seorang wanita yang memeluknya dengan erat. Melodi terlihat sedang mabuk berat.


"Syukurlah ternyata sandi apartement kamu belum di ganti" ucap Sofia.


Sofia membawa tubuh Melodi langsung berbaring di atas sofa. Melodi langsung tertidur karena dia sudah mabuk berat.


"Siapa kamu?" tanya Cinta.


Harga dirinya sebagai seorang istri merasa terganggu dengan seorang wanita penggoda. Jiwa petarungnya langsung bergejolak.


"Kamu yang siapa?" Sofia balik bertanya kepada Cinta.


"Aku Cinta istrinya Mas Melodi, kamu siapa?" tanya Cinta.


"Aku pacarnya Melodi" jawab Sofia tak tau malu.


"Kamu pacarnya Mas Melodi? Jangan mimpi kamu. Jangan berharap bisa merusak rumah tangga kami" ujar Cinta.


"Hey dengar ya, sudah berapa lama kamu menikah dengan Melodi? Baru beberapa minggu kan? Aku sudah lama kenal Melodi sudah bertahun - tahun. Lagian kamu wanita apaan coba, menikah baru beberapa minggu suami kamu sudah kembali kepadaku. Itu apa artinya kalau bukan dia tidak bisa melupakan aku. Harusnya kamu bertanya pada diri kamu, apa kelebihan kamu sehingga Melodi mau menikah dengan kamu? Kamu hanya gadis kampung" ejek Sofia.


"Jaga ucapan kamu. Pasti terjadi sesuatu dengan Mas Melodi makanya dia berbuat seperti ini. Tapi ingat ya ini apartement suami saya, kamu tidak berhak datang ke sini. Walau saya gadis kampung saya berhak mengusir kamu dari sini" ancam Cinta.

__ADS_1


"Coba saja kamu usir aku, Melodi yang mengajak aku ke sini. Kalau kamu mengusir aku kamu harus siap - siap mendapatkan amukan dari Melodi" sambut Sofia.


"Itu urusan kami, itu masalah rumah tangga kami. Kamu tidak perlu ikut campur. Mas Melodi mau melakukan apapun itu masalah besok. Dia mau ceraikan aku terserah dia. Tapi saat ini aku masih istrinya. Aku punya hak untuk mengusir kamu dari sini" bentak Cinta.


Berani juga wanita ini? Aku kira dia hanya gadis kampung, lemah dan cengeng. Aku sengaja melakukan hal ini agar dia sadar posisinya. Batin Sofia.


"Kamu tidak bisa mengusirku begitu saja. Aku dan Melodi masih punya satu urusan yang belum selesai" jawab Sofia.


Sofia meraih tubuh Melodi dan berusaha ingin membuatnya berdiri.


"Ayo sayang kita lanjutkan urusan kita yang tadi tertentu" ajak Sofia.


Cinta langsung menarik tangan Sofia dan mendorongnya menjauh.


"Jangan coba - coba bisa menyentuh suamiku di depan aku. Langkahi dulu mayatku. Aku tau kamu itu wanita seperti apa? Suami tidak akan kembali pada kehidupan masa lalunya karena dia sudah berjanji padaku. Dan aku tidak akan membiarkan dia kembali terjerumus ke kehidupannya dulu" cegah Cinta.


"Huh wanita munafik, sok suci. Kamu pikir kamu itu malaikat yang bisa membuat Melodi bertobat jadi pria baik - baik?" sahut Sofia sambil tersenyum melecehkan Cinta.


"Hahaha.. perempuan munafik. Oke kali ini aku akan mengalah tapi bersiaplah besok saat Melodi sadar dia pasti akan menceraikan kamu karena berani mengusir aku. Harusnya kamu tau diri. Melodi menikahi kamu karena dia ingin balas dendam atas kematian orang tuanya" ungkap Sofia.


Sofia langsung bergegas pergi meninggalkan apartement Melodi. Cinta terdiam kaku setelah mendengar ucapan wanita itu.


Ada apa dengan kematian orang tua Mas Melodi? Mengapa wanita itu mengatakan kalau Mas Melodi menikahiku karena ingin membalaskan dendamnya atas kematian orang tuanya? Bukankah orang tuanya sudah meninggal tujuh tahun yang lalu? Mengapa dia ingin balas dendam kepadaku? tanya Cinta dalam hati.


Ah bodoh.. ngapain juga mendengar omongan wanita murahan seperti itu. Pasti semua kata - kata yang keluar dari bibirnya adalah kebohongan. Sambung Cinta dalam hati.


Cinta segera membawa Melodi dengan susah payah ke kamar mereka. Cinta membuka sepatu Melodi, melonggarkan celananya lalu membuka pakaian Melodi dan menggantinya dengan baju kaos.


Mulut Melodi sangat bau minuman beralkohol. Cinta menutup hidungnya saat tanpa sengaja wajah mereka berdekatan.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu alami Mas? Mengapa kamu berbuat seperti ini? Ini sudah kedua kalinya? Apa kamu sedang punya masalah?" tanya Cinta kepada Melodi.


Tapi tentu saja Melodi tidak menjawabnya karena dia sudah nyenyak tertidur. Melodi mengambil handuk kecil dan air hangat. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan Cinta membasuh wajah Melodi dan membersihkannya.


Cinta juga membasuh tangan Melodi yang juga bau minuman keras. Menciumnya membuat perut Cinta bergejolak karena bau yang menyengat.


Cinta menjauh dan memilih tidur di sofa. Dia tidak tahan kalau tidur di dekat Melodi. Sambil terus menatap wajah suaminya yang tidur dengan damai akhirnya Cinta tertidur juga.


Esok paginya Melodi terbangun karena kepalanya terasa sangat pusing. Dia bingung mengapa dia sudah ada di kamarnya. Perlahan - lahan dia ingat apa yang dia lakukan kemarin.


Pelan - pelan ingatannya mulai terkumpul. Di mulai saat dia menerima surat kaleng yang berisi foto Papa Cinta bersama asisten pribadi papanya. Lanjut dia pergi ke diskotik untuk melepaskan penatnya ditemani Sofia.


Sofia? Mana Sofia? Apakah dia yang membawa aku pulang? tanya Melodi terkejut.


Dia segera meraba tempat tidurnya tapi tidak ada siapapun hanya ada bantal dan guling. Lalu dimana Cinta? Melodi menatap sekeliling kamar.


Dia melihat Cinta sedang tidur dengan nyenyaknya. Apa yang dilakukan Cinta di Sofa. Mengapa dia tidak tidur diatas tempat tidur, berbaring disampingnya seperti setiap malamnya.


Melodi bangun perlahan dan berjalan keluar kamar mencoba mencari air minum. Dia duduk di depan meja makan sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan? Apa yang harus dia perbuat saat ini dengan Cinta? Apakah Cinta memang bekerjasama dengan Kakaknya untuk melakukan sesuatu yang jahat kepada dirinya?


Tapi untuk apa mereka melakukan semua itu kepadanya? Bukankah orang tua mereka sama - sama meninggal? Rasanya tidak mungkin orang tua Cinta berniat ingin membunuh kedua orang tuanya dengan cara menabrakkan mobil mereka. Itu bunuh diri namanya? Jadi apa yang terjadi dibalik semua ini? Akh....


Melodi menarik - narik rambutnya karena kepalanya sangat pusing sekali.


"Maaaas" panggil Cinta dari belakang.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2