
Melodi
Wil tolong kamu ajak Ratna ke butik terdekat untuk membelikan baju kerja buat Cinta. Beli yang banyak Wil.
Wildan
Waaaah sepertinya telah terjadi pertarungan panjang dan panas. Apakah kalian sudah berbaikan?
Melodi
Untuk saat ini sudah, tapi aku akan mencari tau apa yang terjadi dengan Cinta saat kecelakaan itu terjadi.
Wildan
Bagus, itu yang seharusnya kamu lakukan sejak kemarin. Bukan malah lari ke diskotik dan membenci Cinta tanpa alasan jelas. Apalagi sampai menuduhnya yang tidak - tidak.
Melodi
Aku memang salah Wil. Hari ini aku dan Cinta sudah sepakat untuk tidak menyembunyikan hubungan kami lagi. Dan besok aku akan umumkan kepada seluruh karyawan di perusahaan ini kalau aku dan Cinta sudah menikah.
Wildan
Good 👍
Aku mendukung keputusan kalian. Semoga tidak ada lagi masalah dalam rumah tangga kalian.
Melodi
Terimakasih Wil.
Tolong secepatnya kamu pergi bersama Ratna dan pilihkan beberapa pakaian yang bagus untuk istriku. Bilang juga sama Ratna sekalian pakaian dalam dan mukena untuk Cinta yang lengkap. Setelah itu tolong antar ke ruangan kerjaku.
Wildan
Waaah sayang tadi aku tidak main ke ruangan kamu. Mungkin aku bisa melihat adengan +21 seperti kemarin.
Melodi
Dasar 🤬
Wildan
Hahahaa 🤣🤣🤣
Sahabatku mesum sekarang. Dulu paling alergi kalau kerja di ganggu, sekarang malah membatalkan semua pekerjaannya karena ingin mengganggu karyawan dari bagian keuangan.
Melodi
Nanti kamu juga akan merasakannya. Segeralah menikah
Wildan.
Pasti bro.. secepatnya 👌
Melodi menutup layar ponselnya. Dia menatap wajah damai Cinta yang sedang tidur dengan lelapnya. Melodi menarik lembut tangan Cinta dan menciumnya berulang kali.
"Maaf kan aku sayang.. maafkan aku sudah menyakiti kamu. Aku memang pria egois yang tidak suka milikku di ganggu siapapun" gumam Melodi.
Melodi merapatkan tubuhnya dengan Cinta. Dia memeluk tubuh Cinta dengan erat lalu menyusul Cinta ke alam mimpi.
__ADS_1
Sekitar jam dua siang Cinta tersentak dari tidurnya.
"Astaghfirullah.. aku belum shalat dzuhur" ucap Cinta.
Melodi membuka sebelah matanya, rasa kantuknya masih belum hilang. Tapi dia terbangun karena gerakan Cinta di dekat tubuhnya.
"Ada apa sayang? Kamu mimpi buruk lagi?" tanya Melodi.
"Sudah jam berapa Mas?" tanya Cinta.
Melodi meraih ponselnya dan melihat angka di layar ponselnya.
"Sudah jam2" jawab Melodi.
"Ya Allah, kita belum shalat dzuhur Mas" ucap Cinta.
Cinta langsung duduk dan hendak turun dari tempat tidur. Tiba - tiba dia teringat kalau dia tidak mempunyai apapun untuk pakaian gantinya.
Cinta terdiam sesaat.
"Ada apa lagi sayang?" tanya Melodi penasaran.
"Aku tidak punya baju ganti" jawab Cinta.
"Udah sayang kamu tenang aja, mandi duluan gih nanti aku nyusul" perintah Melodi.
Cinta menarik selimut dan berjalan menuju kamar mandi. Melodi langsung memakai celananya dan berjalan ke ruangan kerjanya.
Di sana sudah ada beberapa bungkusan yang berisi barang - barang yang diminta Melodi untuk dipakai istrinya.
Melodi membawanya ke kamar pribadinya dan meletakkan semuanya di atas tempat tidur. Kemudian Melodi menyusul Cinta ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Melodi mengambil pakaian kerjanya di dalam lemari. Sedangkan Cinta merasa heran mengapa tiba - tiba banyak bungkusan di atas tempat tidur.
"Apa ini Mas?" tanya Cinta.
"Kamu buka saja sayang, semuanya milik kamu" jawab Melodi.
Cinta membuka satu persatu bungkusan itu. Alangkah terkejutnya dia melihat ada banyak pakaian kerja lengkap dengan pakaian dalam dan mukena untuknya.
"Mengapa banyak sekali?" tanya Cinta bingung.
"Biar saja, nanti kamu susun di lemari ini ya. Semua itu pasti akan berguna untuk hari depan" jawab Melodi sambil tersenyum tipis.
Sontak wajah Cinta merona.
"Ayo sayang sudah jam berapa ini nanti waktunya habis" ajak Melodi.
Mereka melaksanakan shalat dzuhur bersama di kamar pribadi Melodi di kantor ini. Setelah itu baru Cinta memakai jilbab dan merapikan pakaiannya.
Tapi Cinta tampak ragu - ragu, dia hanya duduk diatas tempat tidur setelah selesai memakai jilbab. Melodi mendekati istrinya dan bertanya kembali.
"Ada apa lagi sayang? Kok kayaknya berat banget? Kamu menyesal sudah melakukannya denganku di sini? Kayak kita melakukan hubungan terlarang saja" goda Melodi.
"Bukan begitu Mas, aku malu ketemu teman - teman. Tadi kan aku gak pakai baju ini. Mereka juga belum tau kalau kita sudah menikah. Bagaimana nanti aku menjelaskan semuanya kepada mereka?" tanya Cinta.
"Ya sudah kalau begitu kamu tidak perlu balik ke ruangan kamu. Kamu istirahat saja di sini. Aku lanjut kerja dulu sebentar ya sekalian aku mau urus sesuatu dengan Wildan untuk rapat besok" jawab Melodi.
"Baiklah Mas kalau begitu aku di sini saja. Biar nanti aku suruh Ratna membawa semua barang - barangku pulang" sambut Cinta.
__ADS_1
"Sekalian suruh Ratna pulang duluan. Kamu akan pulang bersamaku mulai hari ini" perintah Melodi.
"Iya Mas, aku akan suruh Ratna pulang duluan" balas Cinta.
"Kalau begitu kamu aku tinggal dulu ya, lanjut tidur aja kalau gak" pesan Melodi.
"Iya Mas sebenarnya aku memang masih ngantuk" sambut Cinta.
Cinta akhirnya kembali membuka jilbabnya. Melodi berjalan keluar kamar dan memanggil Wildan untuk datang ke ruangannya. Ada yang harus mereka bicarakan dan susun untuk acara besok.
"Wil ke ruanganku sebentar" perintah Melodi melalui interkom.
"Oke Bro" jawab Wildan.
Tak lama Wildan sudah tiba di ruangan Melodi. Dia melihat Melodi sudah berganti pakaian dan tampak segar karena baru mandi.
"Waaah segar banget ya siang - siang begini mandi. Mana baru enak - enak lagi, buat aku iri saja" goda Wildan.
"Makanya buruan nikah. Perasaan siapa coba dulu yang minta izin mau nikah duluan. Sampai kasih wanti - wanti padaku untuk mempersiapkan diri jika kamu menikah?" tanya Melodi.
"Itu memang sengaja aku rencanakan agar kamu segera mencari jodoh. Kalau kamu sudah punya teman hidup aku kan bisa menyusun rencana masa depanku sendiri" jawab Wildan.
Wildan duduk di sofa ruang kerja Melodi.
"Ada apa kamu memanggil aku ke sini?" tanya Wildan.
"Kamu susun rencana, besok pagi aku ingin mengadakan rapat besar di aula. Aku ingin mempublikasikan pernikahanku kepada seluruh karyawan di sini. Hari ini surat nikah ku akan segera tiba. Besok aku akan memperkenalkan kepada semuanya siapa istriku" perintah Melodi.
"Waaah sebuah kemajuan yang sangat pesat. Aku sampai lupa kemarin siapa yang mau cerai bersamaan dengan terbitnya surat pernikahannya" sindir Wildan.
"Aku akui aku memang salah Wil, terlalu cepat dan gegabah mengambil keputusan. Untung ada kamu yang selalu setia menemaniku. Selalu sabar menghadapi aku saat sedang galau. Aku beruntung punya sahabat seperti kamu" ujar Melodi.
"Kamu harus kasih aku bonus besar tahun ini" desak Wildan.
"Jangankan bonus, aku akan kasih hadiah besar kalau kamu menikah dalam tahun ini juga, gimana?" Melodi memberikan penawaran.
"Aku semakin bersemangat dapat tawaran seperti itu dari kamu. Secepatnya aku akan lamar gadis itu" sambut Wildan dengan suka cita.
"Sudah ada?" tanya Melodi terkejut. Dia tidak menyangka ternyata Wildan sudah mempunyai target wanita impiannya.
"Ada donk, emangnya kamu saja yang mau nikah. Aku juga mau" jawab Wildan.
Mereka tertawa bersama. Setelah itu keduanya sibuk menyusun rencana besok. Wildan mulai sibuk menghubungi beberapa karyawan untuk mempersiapkan ruangan dan acara besok.
Hingga sore akhirnya semua sudah selesai di susun. Melodi dan Wildan sedikit lega karena semua rencana sudah berjalan sesuai rencana.
"Kalau begitu lanjut besok Wil, aku mau pulang bareng istriku. Cinta lagi tidur di dalam, aku harus membangunkannya" ucap Melodi.
"Kamu jangan terlalu memforsir Cinta Od, sudah berapa minggu kamu menikah. Pikirkan juga kesehatannya jangan di gas setiap hari. Apa kamu gak mau Cinta hamil secepatnya? Jaga kesehatan dia dan jangan kamu beri tekanan berat. Apalagi kamu tau kan masa lalu Cinta seperti apa dan apa yang dia alami" pesan Wildan.
Melodi tampak sedang berpikir.
"Aku akan menjaganya" sahut Melodi.
"Oke aku pergi ya, bye... " Wildan pergi meninggalkan ruangan kerja Melodi.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG