
"Cinta adalah anak perempuan yang selama ini aku cari Wil. Tadi kami pergi berziarah ke makam orang tua kandungnya? kamu tau Wil, dia sengaja datang ke hidupku, membuat aku jatuh cinta kepadanya dan menghancurkan hidupku untuk kedua kalinya" ungkap Melodi.
"Atas dasar apa kamu berkata seperti itu?" tanya Wildan.
"Ya berdasarkan kesimpulanku" jawab Melodi.
"Kalau kesimpulan dan apa yang kamu pikirkan itu salah bagaimana? Kamu yang sudah merusak hidup kamu sendiri" ujar Wildan.
"Aku tidak pernah salah selama ini" bantah Melodi.
"Aku akui kamu pintar Od, sangat pintar. Bahkan di usia dua puluh tahun kamu sudah bisa memimpin perusahaan Papa kamu sambil kuliah. Tapi untuk urusan Cinta kamu selalu bodoh. Saat kecelakaan terjadi Cinta tidak salah apapun tapi pikiran kamu.. pikiran kamu yang pertama kali salah menempatkan Cinta sebagai target balas dendam tak beralasan kamu. Sekarang kamu malah menuduhnya sengaja datang ke hidup kamu untuk merusak hidup kamu. Mengapa kamu tidak berpikir kalau itulah jalan jodoh. Terkadang dalam hidup ini ada yang sudah terikat satu sama lain. Mungkin Allah sebagai menyelamatkan Cinta dalam kecelakaan itu agar dia bisa menyembuhkan luka kamu, bisa jadi orang yang mengusir rasa kesepian kamu. Cobalah berpikir positif Od" bujuk Wildan.
"Aku tidak bisa Wil. Setiap mengingat hal itu rasa sakit ku muncul lagi. Bertahun - tahun aku mencarinya tidak ketemu tapi tiba - tiba dia muncul dan selama satu tahun ini selalu ada di sekelilingku. Aku merasa sangat bodoh membiarkan diriku terjebak pada situasi ini. Dia pasti merencanakan sesuatu, aku yakin itu" tegas Melodi.
Wildan menggelengkan kepalanya, dia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Melodi. Mengapa dia bisa berpikiran seperti itu.
"Apakah rasa cinta kamu kepada Cinta hilang?" tanya Wildan.
"Mungkin sudah.. bagaimana aku bisa mencintainya karena dia lah penyebab rasa sakitku ini" jawab Melodi.
Tatapan Melodi seperti kosong.
"Jangan Od, kamu jangan menyerah. Cinta benar - benar tulus mencintai kamu. Lihatlah dia sibuk mencari keberadaan kamu. Tadi dia menghubungiku dan bertanya dimana kamu? Mengapa kamu tinggalkan dia begitu saja tanpa kabar berita Od. Dia pasti sangat khawatir saat ini" ujar Wildan.
Odi bersandar dikepala tempat tidur.
"Coba kamu pikirkan selama kamu mengenal Cinta, apa pernah ada perbuatannya yang aneh? Yah selain hobbynya suka lagu dangdut" tanya Wildan.
Melodi menatap langit - langit kamar Wildan. Dia mencoba mengingat - ingat apa yang Wildan katakan. Dan Melodi tidak menemukan suatu keanehan dari sikap Cinta.
"Tapi dia hidup Wil. Harusnya dia mati" ucap Melodi.
Melodi menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Aaaakh.. susah bicara sama kamu" ujar Wildan.
Wildan pergi meninggalkan kamarnya. Dia merasa geram dengan cara pandang Melodi yang salah. Wildan sudah berusaha untuk merubahnya ternyata tidak bisa. Dendam itu masih terlalu kuat.
__ADS_1
Tak lama Melodi keluar dari kamarnya. Wildan terkejut karena sepertinya Melodi akan pergi.
"Kamu mau kemana Od?" tanya Wildan.
"Aku mau kembali ke apartementku" jawab Melodi.
"Kamu mau membalaskan dendam kamu kepada Cinta? Ingat Od Cinta itu perempuan, jangan pernah kamu sakiti dia. Apalagi dia itu istri kamu Od. Kamu sudah pernah berjanji kepada Tuhan untuk menjaganya, menyayanginya dan mencintainya seumur hidup kamu. Jangan kamu rusak janji kamu itu" pesan Wildan.
"Aku tidak bisa berpikir saat ini. Aku hanya ingin pulang. Aku tidak mau dia menguasai semua hartaku. Aku harus menjaganya" jawab Melodi.
"Od... Cinta bukan wanita matre" ujar Wildan.
"Aku harus memastikan apa motif dia mendekatiku Wil, setelah itu baru aku pikirkan bagaimana cara aku membalaskan dendamku. Kalau dia bermain cantik. Aku juga bisa. Lihatlah aku akan melakukan apa saja untuk membuatnya menyesal telah datang dalam hidupku" tegas Melodi.
Melodi melangkah kan kakinya keluar dari pintu apartement Wildan.
"Od.. jangan lakukan sesuatu yang akan kamu sesali Od. Kamu pasti akan menyesal. Dan penyesalan selalu datang terlambat. Aku tidak ingin hidup kamu hancur untuk kedua kalinya" cegah Wildan.
Tapi Melodi sudah pergi dari apartementnya. Wildan tampak kesal karena upayanya untuk membuat Melodi sadar tidak berhasil.
Ya Tuhan.. tolong sahahatku itu. Sadarkah dia dan buka pintu hatinya. Agar dia bisa melihat kebaikan istrinya. Jangan biarkan dia tersesat dalam gelapnya masa lalu dan pedihnya lukanya hingga dia bisa melakukan apa saja untuk membalaskan dendamnya. Doa Wildan dalam hati.
"Maaaas kamu kemana saja? Aku sudah mencari kamu di pemakaman tapi kamu tidak ada. Aku mencoba menghubungi kamu tapi ponsel kamu mati. Gimana keadaan kamu Mas? Apa kamu baik - baik saja?" Tanya Cinta dengan wajah penuh kekhawatiran.
Melodi hanya diam dan dia terus berjalan menuju kamarnya. Melodi mengambil pakaian rumahnya dan dia berjalan menuju ke kamar mandi.
Cinta bingung dengan sikap Melodi. Dia mengikuti Melodi hingga ke kamar dan berhenti di depan pintu kamar mandi..
Ada apa dengan Mas Melodi? Mengapa dia diam saja dan sikapnya sangat dingin? Apa telah terjadi sesuatu padanya? Tapi apa itu? Apa aku melakukan kesalahan? Cinta mencoba mengingat - ingat.
Tapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Terakhir mereka bertemu sikap Melodi baik - baik saja. Dia masih sangat hangat dan penuh kasih sayang. Bahkan Melodi mengelus lembut kepalanya dan menggenggam tangannya saat di pemakaman tadi.
Tapi mengapa tatapan mata Melodi tadi menyeramkan. Cinta merasa sangat takut. Ada kebencian dan luka dalam tatapan Melodi kepadanya. Cinta sangat bingung untuk bersikap.
Melodi keluar dari kamar mandi. Tubuhnya tampak lebih segar. Seperti Melodi baru saja mandi. Cinta langsung mendekati Melodi.
"Maaaas... ada apa? Apa aku melakukan kesalahan? Kalau memang benar katakan Mas? Jangan diam begini? Aku jadi bingung bagaimana harus bersikap?" tanya Cinta.
__ADS_1
Melodi langsung menjaga jarak ketika Cinta mendekatinya.
"Jangan mendekat" cegah Melodi.
Tubuh Cinta terlihat kaku dan mematung. Dia sangat shock mendapat perlakuan seperti itu dari Melodi.
"Jangan ganggu aku, aku ingin sendiri" pinta Melodi.
Melodi berjalan menuju ruangan kerjanya dan meninggalkan Cinta sendirian di kamarnya.
Begitu Melodi pergi tubuh Cinta langsung lemas. Dia terduduk di lantai. Air matanya jatuh membasahi pipinya. Hatinya sangat sakit diperlakukan seperti itu oleh Melodi.
Cinta seperti orang asing di mata Melodi. Tatapannya sangat dingin dan Cinta merasa Melodi sangat membencinya.
Tapi apa kesalahannya? Apa yang sudah dia lakukan hingga Melodi semarah itu kepadanya?
Cinta semakin bingung. Cinta bersandar ke dinding dan menangis hingga dia lelah. Hingga akhirnya dia tertidur dalam keadaan menyedihkan. Duduk di lantai dan bersandar di dinding.
Tubuhnya terlihat sangat rapuh, wajahnya lelah dan sedih. Melodi kembali masuk ke kamarnya dan melihat Cinta seperti itu. Melodi menatap dalam kearah Cinta.
Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Akal dan pikirannya tidak sejalan dengan hatinya. Melodi langsung mengangkat Cinta dan membawanya ke atas tempat tidur.
Air mata Cinta mengalir ke pipi. Walau dia sedang tertidur.
"Aku salah apa Mas?" ucap Cinta tanpa sadar.
Melodi meletakkan Cinta dengan sangat hati - hati agar dia tidak terbangun dari tidurnya. Tubuh Cinta sangat dingin karena terlalu lama tertidur di lantai.
Melodi menarik selimut dan menutup tubuh Cinta dengan selimut. Sehingga Cinta merasa nyaman dan menarik bantal guling lalu mendekapnya penuh hangat.
"Maaaaas aku mencintai kamu" ucap Cinta.
Sepertinya Cinta sedang bermimpi. Tubuh Melodi menegang melihat dan mendengar apa yang Cinta ucapkan. Sungguh Melodi sangat - sangat bingung saat ini. Hingga dia tidak tau apa yang harus dia lakukan kepada istrinya itu.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG