Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 133


__ADS_3

Tinggal beberapa hari lagi resepsi pernikahan Cinta dan Melodi. Semua persiapan sudah hampir sempurna. Cinta juga sudah semakin terlihat sehat. Bahkan dia sudah kembali mulai memasak di apartementnya.


Beruntung sekali kehamilan Cinta tidak merepotkan. Setiap pagi morning sickness yang Cinta alami juga bisa terbilang ringan. Cinta hanya tidak suka makan nasi karena pasti dia akan mual. Cinta menggantinya dengan susu dan buah - buahan.


Rumah Melodi dan Cinta juga hampir rampung, tinggal finishing sedikit lagi. Dipastikan sebelum resepsi pernikahan Cinta dan Melodi rumah sudah selesai jadi sepulang dari gedung dimana pesta berlangsung Cinta dan Melodi bisa langsung tinggal di rumah masa depan mereka.


Yang membuat Melodi kerepotan sebenarnya sifat Cinta yang terlihat lebih aktif. Biasanya olah raga ranjang selalu Melodi yang memulai. Tapi sejak seminggu ini, keadaan Cinta semakin membaik dan Dokter juga tidak melarang. Cinta selalu memancing hasrat suaminya.


Melodi yang masih takut dengan kondisi kehamilan Cinta jadi lebih memilih mengelak. Hanya beberapa kali saja Melodi menanggapi keinginan Cinta itu. Selebihnya Melodi berusaha menyibukkan dirinya di ruangan kerja agar Cinta tidak memancing kebutuhan batinnya.


"Maas.. " panggil Cinta manja.


Cinta baru saja masuk ke ruangan kerja Melodi untuk memanggil Melodi ke kamar. Dia tidak bisa tidur setiap malam jika tidak memeluk tubuh Melodi. Kalau disaat hari libur Cinta juga sangat manja dan ingin di dekat Melodi terus.


Satu lagi yang selalu membuat Melodi merinding setiap kali berdekatan dengan Cinta. Cinta selalu mengendus ke area ketiak Melodi. Membuat Melodi merasakan geli yang teramat sangat.


Tapi kalau Melodi mengelak, Cinta pasti akan merajuk dan membuat aksi mogok bicara. Itu yang paling membuat Melodi tersiksa. Karena diamnya Cinta sangat membuat hidup Melodi nelangsa.


"Maaaas" panggil Cinta lagi.


"Heeeem" sahut Melodi.


"Aku kesepian di rumah. Nanti kalau kita pindah aku boleh tidak ajak bibik ikut kita?" pinta Cinta.


"Wah boleh banget itu sayang, bagus juga ide kamu. Aku jadi lega kalau Bibik mau ikut kita. Udah beberapa hari ini aku memang kepikiran untuk suruh Wildan cari asisten rumah tangga buat bisa temani kamu nanti di rumah kita. Tapi aku takut gak sesuai keinginan kamu" ujar Melodi.


"Gak apa - apa Mas cari aja asisten rumah tangga kita. Bibik kan udah tua, gak sekuat dulu. Biar bibik hanya mengawasi dan mendidik mereka. Bibik kan punya pengalaman akan hal itu. Dulu bibik yang mengasuh aku dan Kak Amel waktu Papa dan Mama masih ada" sambut Cinta.


"Iya ya, nanti deh aku suruh Wildan" jawab Melodi.


"Aku juga rencana mau ajak Pak Ilham untuk tinggal di rumah kita. Kasihan dia tidak punya keluarga lagi. Kalau dia mau ikut kita kan aku semakin lega, istri dan anak - anakku dijaga oleh orang - orang yang bisa aku percaya dan mereka adalah orang - orang yang baik" sambung Melodi.


"Haaa iya Mas pas banget ya. Aku kok gak kepikiran. Pak Ilham kan suka banget berkebun pasti asik kalau nanti kebun di rumah kita penuh tanaman sayur dan buah - buahan" sambut Cinta senang.


"Waaaaah rumah kita pasti rame nanti. Ayo Mas buruan ajak Pak Ilham tinggal di rumah kita, tinggal seminggu lagi lho waktunya" desak Cinta.


"Kalau begitu kita ke rumah Pak Ilham yuk yang" ajak Melodi.

__ADS_1


"Ayo, aku jadi pengen makan ubi gorengnya" sambut Cinta semangat.


Mereka langsung bersiap dan pergi ke makam orang tua Melodi terlebih dahulu. Setelah selesai berziarah mereka mencari keberadaan Pak Ilham.


Melodi melihat Pak Ilham sedang sibuk membersihkan makam yang dekat pintu keluar.


"Pak.. Pak Ilham" panggil Melodi.


"Den Melodi" sambut Pak Ilham senang ketika melihat siapa yang memanggilnya.


Pak Ilham lebih senang lagi ketika melihat Cinta juga ikut bersama Melodi.


"Non Cinta" ucapnya.


Dengan penuh hormat Cinta ingin menjabat tangan Pak Ilham.


"Gak usah Non, tangan saya kotor" ujar Pak Ilham.


"Gak apa lho Pak" sambut Cinta.


"Gak usah" tolak Pak Ilham.


"Sudah Den" jawab Pak Ilham.


"Kita bisa langsung ke rumah Bapak? Cinta lagi hamil, dia gak bisa terlalu lelah Pak" lapor Melodi.


"Non Cinta hamil?" tanya Pak Ilham terkejut.


Cinta tersenyum menjawab pertanyaan Pak Ilham.


"Alhamdulillah, selamat ya buat Non Cinta dan Den Melodi. Semoga Non Cinta dan calon bayi kalian sehat - sehat sampai lahiran. Kalau begitu ayo kita ke rumah saya" ajak Pak Ilham.


"Mari Pak" sambut Melodi.


Mereka berjalan menuju rumah Pak Ilham.


"Maaf Pak ngerepotin, aku pengen makan ubi goreng" pinta Cinta malu - malu.

__ADS_1


Pak Ilham langsung tersenyum.


"Non Cinta ngidam ya, sebentar ya saya ambil dulu ubi nya di kebun" sambut Oak Ilham.


Tiga puluh menit kemudian ubi goreng ditemani teh dan kopi sudah tersaji dihadapan Cinta dan Melodi.


"Silahkan di makan Den, Non" ujar Pak Ilham.


Dengan suka cita Cinta langsung menyantap ubi goreng buatan Pak Ilham.


"Sebenarnya selain Cinta ingin ubi goreng buatan Bapak, kami punya maksud lain datang ke sini" ucap Melodi membuka pembicaraan mereka.


"Apa itu Den?" tanya Pak Ilham penasaran.


"Minggu depan kami aman melangsungkan resepsi pernikahan kami di Hotel XX. Kami ke sini ingin mengundang Bapak" jawab Melodi.


"InsyaAllah Bapak akan datang Den" sambut Pak Ilham.


"Kedua setelah menikah kami akan pindah ke kawasan Bogor. Saya membeli rumah dengan halaman yang lumayan luas. Di sana udaranya masih sejuk, Cinta ingin punya rumah dengan suasana di kampung. Jadi kami ingin sekali mengajak Pak Ilham untuk ikut bersama kami tinggal di rumah baru kami. Bagaimana Pak?" tanya Melodi.


Seketika Pak Ilham terkejut.


"Waduuh.. saya merasa tersanjung atas tawaran dari Den Ilham. Tapi saya tidak bisa memutuskannya saat ini. Kabar ini sangat mengejutkan saya Saya harus memikirkan semuanya Den. Bagaimana tugas saya di sini, rumah saya dan kehidupan saya di sini. Tidak semudah itu untuk menerima tawaran Aden" jawab Pak Ilham.


"Jujur Pak saat ini keselamatan rumah tangga kami sedang diganggu. Jiwa Cinta terancam. Ada seseorang dari masa lalu kami yang ternyata sudah lama mengancam jiwa Cinta. Masa lalu kami semua sudah terbuka Pak. Saya dan Cinta sudah sama - sama mengetahui tentang kecelakaan orang tua kami dengan jelas. Tidak ada lagi yang disembunyikan, kami berdua sudah saling terbuka. Nanti di rumah baru, saya butuh orang - orang yang bisa saya percaya untuk menjaga keluarga saya. Salah satunya Bapak, jadi saya sangat berharap sekali Bapak mau menerima tawaran saya. Mengenai gaji Bapak jangan khawatir " ungkap Melodi.


"Tidak... tidak. Bukan karena itu" potong Pak Ilham.


"Bagaimana kalau rumah Bapak disewakan saja. Mengenai pekerjaan Bapak, masih ada waktu satu minggu untuk mencari penggantinya. Bapak tinggal di rumah saya bukan sebagai siapa - siapa. Tapi sebagai keluarga saya. Kami berdua anak yatim piatu Pak dan di Jakarta ini kami tidak punya saudara. Bapak lah yang akan menjadi keluarga kami kelak" jawab Melodi.


Pak Ilham menarik nafas panjang.


"Baiklah Den.. saya terima tawaran dari Aden. Seminggu ini saya akan mencari pengganti saya dan saya juga akan mencari siapa yang mau menyewa rumah saya ini" jawab Pak Ilham.


"Alhamdulillah... " sambut Cinta lega.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2