
Cinta tampak mulai tenang, nafasnya sudah mulai teratur dan peluhnya sudah hilang. Perlahan - lahan Cinta bisa menguasai dirinya.
"Sudah lebih tenang?" tanya Melodi.
Cinta menganggukkan kepalanya. Melodi mengelus lembut puncak kepala Cinta sambil tersenyum.
"Istriku yang kuat" gumam Melodi.
Melodi kembali menyalakan mobil dan meninggalkan tempat itu. Kini Melodi melanjutkan perjalanan mereka menuju pemakaman orang tua Cinta.
Sampailah mereka di tempat yang dituju. Cinta dan Melodi berjalan menyusuri jalan setapak menuju makam kedua orang tuanya. Hingga akhirnya mereka berhenti di depan dua makam.
Alangkah terkejutnya Melodi saat membaca nama yang tertulis di batu nisan.
Aa.. apa? Mereka berdua adalah kedua orang tua Cinta? Bu.. bukankah dua nama ini adalah orang yang sama meninggal saat terjadinya kecelakaan Papa dan Mama? Ja.. jadi Ci... Cin.. ta adalah anak kecil yang selamat selama ini aku cari? tanya Melodi dalam hati.
Seketika tubuh Melodi menegang. Tangannya mengepal tapi dia bingung harus berbuat apa. Keringat mengucur deras mengalir di tubuhnya. Wajahnya pucat.
"Ma.. af Cinta tiba - tiba aku merasa mual. Aku kembali ke mobil saja ya" ucap Melodi.
"Kamu kenapa Mas? Kamu sakit? Ya sudah kita kembali saja" sambut Cinta.
"Tidak usah, kita sudah sampai di sini, kamu lanjut saja. Biar aku menunggu kamu di mobil" jawab Melodi.
"Hati - hati ya Mas, aku akan segera menyusul kamu" ujar Cinta.
"Kami santai saja, lanjut aja lepas kangen dengan Papa dan Mama kamu" sahut Melodi.
Melodi segera bergegas menuju mobilnya. Sesampainya di dalam Melodi langsung memukul kemudi mobilnya dengan kuat.
"Ada apa ini semua? mengapa aku tidak menyelidiki siapa orang tua Cinta? Bodoh.. bodoh.. bodoh.... pantas saja tanggal kematian orang tua kami sama, penyebabnya juga sama karena kecelakaan. Tapi mengapa Cinta katakan kalau kecelakaannya terjadi di jalan mau pergi ke kampung? Trus tadi juga... apa itu hanya akting? Cinta pura - pura kesakitan saat kami melintasi jalan tempat kecelakaan Papa dan Mama terjadi? Kamu hidup ternyata? Dan mengapa itu harus kamu, kamu Cinta. Aaaaaakh.... " teriak Melodi.
Melodi memukul setir mobil dengan kuat. Pikirannya sangat kacau dan dia ingin pergi dari semua ini. Tanpa pikir panjang Melodi menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan Cinta yang masih berziarah di makam kedua orang tuanya.
"Kamu hidup dengan tenang dan sehat, ternyata kalian melarikan diri ke pelosok desa agar bisa lepas dari kejaranku. Kalian sembunyikan identitas kalian dengan tidak memakai nama orang tua kalian" umpat Melodi.
Mobil melaju dengan kencang.
"Apakah kamu dan kamu merencanakan semua ini Cinta? Setelah kamu dewasa kamu sengaja datang kembali mendekatiku dan membuat aku jatuh cinta kepada kamu. Agar aku bisa memaafkan kesalahan kamu dan keluarga kamu? Tidak... tidak akan. aku tidak akan bisa memaafkan semuanya. Tidaaaaak" gumam Melodi penuh amarah.
"Aaaaaaakh.... aaaaaaaaak" teriaknya.
__ADS_1
Melodi menjalankan mobilnya menuju diskotik tempat dia dan Wildan biasa nongkrong. Karena masih siang tempat itu masih sepi.
Melodi memesan ruangan privat dimana biasanya dia tempati. Melodi langsung memesan beberapa botol minuman.
Tak lama kemudian Sofia teman wanita Melodi yang dulu selalu menemani masuk.
"Hai sayang lama kita tidak bertemu" sapa wanita itu dengan sentuhan yang menggoda.
Melodi meneguk minumannya.
"Kamu kemana saja aku sangat merindukan kamu" bisik Sofia ditelinga Melodi.
Tanpa permisi tangan Sofia sudah menjelajahi seluruh tubuh Melodi. Tapi Melodi masih acuh, dia sibuk dengan minumannya.
"Ada apa sayang? Apa kamu ada masalah? Mengapa kamu begitu dingin menyambutku?" tanya Sofia bingung.
Biasanya Melodi akan menyambut sentuhan lembutnya dengan erangan. Tanda bahwa Melodi menikmatinya. Tapi kali ini Melodi terlihat berbeda.
Kalau saja Sofia tidak dikabari oleh pemilik diskotik, Melodi ada di sini. Dia juga tidak akan tau dan tidak bisa bertemu dengan Melodi.
Sudah jadi peraturan yang tak tertulis, Sofia hanya bisa menunggu Melodi datang ke diskotik ini. Sofia tidak boleh datang mencari Melodi kemana pun juga.
Apakah itu ke kantor atau apartement. Kecuali Melodi sendiri yang membawanya pergi ikut bersamanya. Sudah satu tahun ini Melodi tidak pernah datang ke diskotik ini lagi.
Biasanya dengan royal Melodi akan memberikan banyak uang kepadanya setelah Sofia berhasil menservice Melodi di ranjang.
"Siapa yang menyuruh kamu datang ke sini?" tanya Melodi dengan tatapan dingin.
"Tidak ada, aku melihat kamu masuk tadi dan aku merindukan kamu. Makanya aku mengikutimu masuk ke sini" jawab Sofia masih berusaha menggoda Melodi.
Melodi kembali meneguk minumannya dan tidak mempermasalahkan perlakuan Sofia kepadanya. Yang dia inginkan saat ini adalah dia melupakan cintanya kepada Cinta dan kembali membenci wanita itu.
Karena wanita itu adalah orang yang sangat dia benci selama ini. Walau tanpa alasan tapi Melodi sudah membencinya sejak dulu.
Kini Melodi mempunyai alasan yang lebih kuat untuk membenci Cinta. Dia menganggap kehadiran Cinta dalam hidupnya adalah unsur kesengajaan.
Pasti Cinta merencanakan sesuatu untuk mendekatinya, merayunya, membuatnya mencintai Cinta hingga akhirnya menikahinya.
Melodi menghentakkan gelas yang dia pegang dan gelas itu pecah berserakan. Tangan Melodi luka karenanya dan mengeluarkan darah.
Tapi rasa pedihnya tidak sebanding dengan amarah yang Melodi rasakan saat ini. Dia benar - benar sangat marah.
__ADS_1
Melodi merasa dirinya sangat bodoh sudah terbujuk dengan rayuan Cinta hingga dia jatuh cinta dan menikahinya.
"Sayang tangan kamu berdarah.. sebentar aku ambilkan obat - obatan" ucap Sofia.
Sebenarnya Sofia sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Melodi. Menyakiti dirinya sendiri. Tapi Sofia tidak akan menyerah.
Dia membutuhkan Melodi saat ini dan dia tidak mau melewati kesempatan ini. Kesempatan tidak datang dua kali dan dia Sofia akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
Apalagi Melodi sepertinya sedang kacau dia akan mengambil hati Melodi. Agar Melodi mau sering datang kembali ke diskotik ini.
Sofia keluar dari ruang privat dah mengambil kotak P3K.
Melodi meraih ponselnya dan menghubungi Wildan.
"Halo bro" sapa Wildan dari seberang.
"Kamu dimana?" tanya Melodi.
"Aku di apartement" jawab Wildan.
"Kamu ke diskotik ke sekarang, aku tunggu" perintah Melodi.
"Lho kamu lagi di diskotik? Ngapain? Cinta mana?" tanya Wildan mulai khawatir.
Apakah apa yang dia takutkan beberapa hari ini terbongkar? Melodi sudah mengetahui kenyataan yang sebenarnya?
"Jangan sebut - sebut namanya lagi. Aku tidak mau mendengar namanya" bentak Melodi.
"Tapi dia Cinta Od, istri kamu" ujar Wildan.
"Aku akan segera menceraikannya. Besok surat nikah kami akan selesai hahaha... dihari yang sama aku kan menceraikannya" tawa Melodi pecah.
Mata Wildan melotot dengan bulat. Benar.. semua sudah terjadi. Melodi sudah mengetahui rahasia ini. Dan ini sangat berbahaya.
Wildan segera bersiap untuk pergi ke diskotik menyusul Melodi. Dia harus bisa menenangkan Melodi. Pasti Melodi salah paham.
Selama ini juga Melodi hidup dengan prasangka tanpa alasan. Menyalahkan Cinta atas apa yang tidak dia lakukan bahkan Cinta juga korban dari kejadian ini.
Bodoh kamu Od. Kamu pria pintar yang bodoh karena dibutakan dendam. Dendam tak beralasan dan sialnya kamu adalah sahabat aku. Aku tidak bisa meninggalkan kamu begitu saja seperti ini. Umpat Wildan dalam hati.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG