Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 38


__ADS_3

"Benar juga kata Melodi, apa kalian aja ya yang mengelola kantin di kantor?" ucap Wildan.


Sontak Cinta dan Ratna saling pandang dan terkejut.


"Apa Pak?" tanya mereka kompak.


"Ah tidak.. tidak.. aku hanya berpikir sejenak tadi. Kalian tidak cocok bekerja di kantin. Kalian lebih cocok bekerja di kantor. Nanti saat jadi istri saja baru kalian kerja di dapur seperti ini, lanjutkan saja kerja kalian" ucap Wildan membenahi ucapannya.


Cinta dan Ratna kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Apakah seperti ini ya pemandangan dapur saat aku nanti menikah. Ada istri yang sedang memasak untukku dan anak - anak. Aah.. pasti adem banget nanti rumah tangga ku. Batin Wildan.


Sedangkan di kamar Melodi, dia tidak bisa tidur karena sibuk memikirkan apa yang sedang dilakukan Wildan di dapur bersama Cinta dan temannya.


Akhirnya Melodi berjalan menuju ruangan kerjanya dan memeriksa rekaman CCTV.


"Cih modus banget Wildan pura - pura bantuin mereka" umpat Melodi kesal.


Wildan terlihat sedang duduk sambil menyaksikan Cinta dan temannya masak. Saat Cinta memberikan satu sendok makanan untuk merasakan rasa makanan yang Cinta masak.


Seketika hati Melodi panas melihat adegan itu. Dia langsung mengganti tontonannya. Melodi memutar rekaman CCTV saat Cinta dan temannya datang ke apartement tadi pagi.


Tibalah sampai adegan Cinta membersihkan walk in closet miliknya. Cinta tampak memegang dasi Melodi sambil berkata - kata sendiri.


Melodi kemudian memperbesar volume speaker agar bisa mendengar apa yang Cinta katakan.


Kamu itu gagah dan tampan Bos, sayang sekali kalau kamu merusak tubuh kamu sendiri dengan minum - minuman keras, merokok juga jajan sembarang dengan para wanita mudahan. Kamu punya segalanya, wanita mana pun pasti ingin menjadi istrimu tapi sayang mereka hanya terobsesi pada wajah, tubuh dan hartamu. Sebenarnya kamu pria yang baik, aku sangat yakin akan hal itu. Semoga kelak kamu berubah dan mendapatkan wanita baik - baik yang bisa menjadi istri solehah untukmu. Aku mendoakan kebahagian kamu Bos" sambung Cinta tulus.


Hati Melodi seperti tersentuh mendengar perkataan Cinta barusan.


Apakah kamu setulus itu mendoakan aku? Dan apakah ada wanita seperti yang kamu katakan tadi? Wanita yang tidak melihat harta, wajah dan tubuhku? Apakah ada wanita yang tulus bisa mencintaiku, menerima segala kekuranganku? Bukan semua wanita sama saja hanya memikirkan harta dengan alasan agar masa depan mereka terjamin? Apakah kamu wanita yang seperti itu Cinta? tanya Melodi dalam hati.


Tiba - tiba Melodi mendengar ucapan Cinta berikutnya.

__ADS_1


"Sayang kamu tukang jajan Bos. Aku tidak suka pria seperti itu. Kamu juga suka merokok dan minum minuman keras. Kalau soal dinginnya kamu aku rasa itu daya tarik kamu. Tapi karena hobby dan kegemaran kamu aku membuang jauh - jauh kamu dari daftar laki - laki idamanku" ucap Cinta kemudian sebelum dia beranjak meninggalkan walk in closet.


"Cih siapa juga yang mau sama cewek seperti kamu. Kamu cerewet dan aku tidak akan tahan hidup dengan kamu" sambut Melodi kesal.


Tak lama kemudian pintu kerja Melodi terbuka dan tampak Wildan sedang ingin masuk ke dalam.


"Sudah aku duga kamu di sini? Pasti sedang memperhatikan kami di dapur kan melalui CCTV. Cih pengecut hanya bermain di belakang. Kalau berani keluar donk" umpat Wildan.


"Mereka sudah pulang?" tanya Melodi.


"Sudah baru saja. Aku suruh mereka bawa makanan untuk mereka makan nanti malam" jawab Wildan.


Melodi mematikan komputernya dan berjalan keluar.


"Apa mereka membuat kopi?" tanya Melodi.


"Ada seperti biasa di microwave" jawab Wildan.


"Besok hari libur mereka, rasanya gak enak banget kalau gak makan masakan Cinta. Kamu cobain deh, Cinta masak enak banget" ujar Wildan.


"Enak banget ya kamu bisa menyicipi masakan Cinta langsung dari tangan Cinta?" sindir Melodi kesal.


"Hahaha siapa suruh kamu sembunyi di kamar. Coba kalau kamu bergabung bersama kami, aku sangat yakin pasti sendok itu akan diserahkan Cinta kepada kamu" balas Wildan.


Melodi kembali memikirkan kalau besok waktu liburnya Cinta. Mau ngapain dia dan bagaimana makannya? Sudah enam bulan ini lidahnya dimanjakan Cinta.


Benar kata Wildan bahkan kopi dikantor saja tidak senikmat buatan Cinta. Besok dia juga tidak bisa menonton Cinta dari CCTV. Pasti apartement terasa sepi tidak ada Cinta di sini. Batin Melodi.


"Besok kamu ada rencana?" tanya Wildan.


"Besok aku berencana mau kunjungi makan Mama dan Papa" jawab Melodi.


"Aku juga besok mau ke rumah Papa dan Mama. Gak apa - apa ya kamu ke makan sendiri. Aku gak bisa temenin kamu. Papa memanggilku. Katanya ada yang ingin dibicarakan" ujar Wildan.

__ADS_1


"Mengenai perusahaannya?" selidik Melodi.


"Aku sih nebaknya begitu. Aku akan minta waktu kepada Papa. Cinta kan sudah masuk ke Perusahaan kita. Aku akan mulai susun strategi agar dia bisa aku didik untuk menggantikan aku" jawab Wildan.


"Kamu akan pindah ke perusahaan Papa kamu?" tanya Melodi, tatapannya menjadi sendu.


"Maaf Od, sudah waktunya aku menjalankan tugasku sebagai seorang anak. Aku tidak bisa berada disamping kamu terus. Kamu sudah kuat, kamu hebat. Kamu sudah bisa berjalan sendiri. Sudah waktunya aku juga memikirkan masa depan ku juga keluargaku" ungkap Wildan.


"Kamu juga akan menikah?" tanya Melodi penasaran.


"Tentu saja, emangnya kamu gak pengen menikah? Kamu akan selamanya seperti ini?' tanya Wildan.


" A.. aku gak tau Wil, aku belum memikirkannya" Melodi membawa cangkir kopinya ke teras samping dekat kolam renang. Dia duduk di kursi santai sambil memikirkan perkataan Wildan tadi.


"Sudah lah Od lupakan masa lalu. Ikhlaskan saja semuanya.. Gadis itu tidak salah, nasibnya juga sama seperti kamu. Dia juga yatim piatu. Seandainya aku jadi dia pun mungkin aku lebih memilih mati bersama kedua orang tuaku pada saat terjadi kecelakaan maut itu. Dari pada hidup tanpa orang tua. Kita juga tidak tau bagaimana keadaannya, apakah dia cacat? Kita tidak tau bagaimana dia hidup dan tumbuh besar tanpa orang tuanya. Masak kamu mau balas dendam lagi kepadanya. Dia lebih menderita dari pada kamu Od. Bukankah kamu sudah mencari tau tentang orang tuanya? Semua aset mereka telah dijual dan mereka hilang tak tau kemana rimbanya" ucap Wildan mencoba memperingati Melodi.


"Itu kan mereka lakukan karena takut aku akan menuntut mereka dan meminta ganti rugi. Mereka pergi menghilang begitu saja" potong Melodi.


Wildan menarik nafasnya panjang.


"Kita tidak tau apa yang terjadi dengan keluarga itu Od. Apakah mereka memang lari atau tidak. Tapi yang jelas semua pasti ada alasannya. Kita tidak bisa memfonis mereka jahat apalagi sampai balas dendam sebelum kita mendengar pernjelasan mereka. Yang jelas sampai sekarang aku masih bingung mengapa kamu begitu marah kepadanya hanya karena dia selamat pada kecelakaan itu? Dia masih kecil saat itu Od" sambung Wildan.


Melodi hanya diam dan mencoba menutup matanya untuk menenangkan diri. Sekaligus dia juga lelah hidup seperti ini, hampa dan kesepian.


Dia kesal.. kesal karena harus menjalani kerasnya hidup karena kematian orang tuanya. Tapi dia tidak tau harus marah kepada siapa. Itu sebabnya Melodi mencari pelampiasan.


Dan gadis kecil itu yang berhasil menjadi tempat pelampiasannya. Dengan membenci gadis kecil itu, Melodi mempunyai tujuan hidup untuk menjalani kehidupannya.


Tak tau apa yang terjadi setelah dia menemukan gadis itu apakah dia marah atau malau sebaliknya dia bisa menghapus semua dendamnya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2