Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 62


__ADS_3

Setelah selesai makan Cinta dan Ratna membersihkan peralatan makan dan juga dapur baru setelah itu mereka pulang.


"Sudah selesai semuanya?" tanya Wildan.


"Sudah Pak" jawab Cinta santun.


"Yuk aku antar pulang" ajak Wildan.


"Iya Pak" sambut Cinta.


Cinta merasa lega karena ternyata Wildan yang mengantar mereka pulang ke kos malam ini, bukan Melodi. Mereka hendak bersiap pergi tiba - tiba Melodi keluar dari ruangan kerjanya.


"Aku ikut, sekalian ada yang mau aku cari di luar" ucap Melodi.


Cinta dan Ratna saling bertatapan.


Yaaah gak asik Bos Melow Dingin ini minta ikut. Batin Cinta kesal.


Mereka akhirnya turun ke basement dan melangkah menuju mobil Melodi. Mobil meluncur menuju rumah kosannya Cinta dan Ratna.


"Wildan coba besok kamu periksa apakah apartementku yang berada di samping apartement kamu sudah kosong? Kapan selesai kontraknya?" tanya Melodi saat mereka berada di jalan.


"Untuk apa Od, apa ada yang mau cari apartement untuk di kontrak?" tanya Wildan penasaran.


"Aku pikir lebih baik mereka tinggal di sana dari pada di kosan mereka yang kecil. Dari apartement kita kan dekat ke kampus dan ke kantor" jawab Melodi.


Cinta dan Ratna saling pandang mendengar pembicaraan dua pria di depan.


"Jangan Pak.. jangan.. kami biar aja tetap ngekos. Saya gak mau ada fitnah Pak" tolak Cinta.


"Fitnah apa? siapa yang mau fitnah kamu?" tanya Melodi kesal.


"Kami kan hanya orang biasa Pak. Orang pasti akan salah paham jika melihat kami tinggal di apartement yang sama dengan Bapak - Bapak sekalian. Aku baru bekerja dan Ratna juga masih kuliah. Orang bisa menilai jumlah uang yang ada di dompet kami Pak. Kalau kami bisa tinggal di apartement mewah seperti punya Bapak pasti mereka akan berpikir kami wanita gak benar atau simpanan om - om" jawab Cinta.


"Biar saja orang mau bilang apa" ujar Melodi.


"Tidak bisa Pak, yang namanya hidup bermasyarakat mau tidak mau pasti suara sumbang akan terdengar. Kita baik saja orang sudah berpikiran buruk apa lagi kalau kita buruk. Saya tidak mau orang menduga - duga atau berpikiran jelek pada kami" ungkap Cinta.

__ADS_1


"Kamu dengar, tak perlu menunjukkan siapa diri kita pada orang lain. Karena musuhmu tidak memerlukan itu apalagi orang yang menyukaimu. Kalau dimata mereka kamu buruk sebaik apapun kamu pasti akan buruk. Tetapo kalau kamu baik mereka akan tetap mencari - cari keburukan kamu. Itu kalau orang tidak suka dengan kamu. Tapi kalau yang suka, apapun yang kamu lakukan baik itu baik ataupun itu buruk tidak akan memperngaruhi penilaian kamu di matanya" ujar Melodi.


"Yang Bapak katakan itu benar, tapi saya tetap tidak bisa menerimanya. Untuk apa hidup bermewah - mewah kalau itu memang bukan kelas kita. Saya tidak mau memaksakan hidup ini Pak. Lebih baik apa adanya, saya nyaman dengan kehidupan saya yang sekarang. Nanti kalau tabungan kami sudah mencukupi atau sampai Ratna wisuda dan bekerja baru kami akan pindah ke tempat lain yang lebih baik" pinta Cinta.


Aneeeh.. ada gitu wanita yang menolak diberi kemewahan? Baru kamu Cinta. Selama ini wanita - wanita yang aku kenal malah memilih merendahkan harga diri mereka demi untuk mendapatkan kemewahan yang aku tawarkan tadi kepada kamu. Kamu malah menolak mentah - mentah tawaran ku. Padahal semua itu aku lakukan agar aku bisa dekat dengan kamu. Batin Melodi.


"Kalian berdua ini memang bandel. Dikasih yang bagus malah di tolak. Ya sudah terserah kalian saja" ucap Melodi kesal.


"Hei kamu Ratna.. cepat selesaikan kuliah kamu dan wisuda. Setelah itu antar lamaran ke Sanjaya Corp. Biar kalian bisa secepatnya pindah dari rumah kos yang sempit itu" perintah Melodi kepada Ratna.


Sontak Ratna terkejut mendengar ucapan Melodi.


"Bapak serius Pak?" tanya Ratna tak percaya.


"Ya serius lah mana pernah saya main - main" jawab Melodi.


Ratna menatap Cinta. Mereka berdua kesenangan setelah mendengar ucapan Melodi.


"Alhamdulillah si Bos baik hati banget Cin. Kita bisa kerja satu kantor. Asiiik" ucap Ratna.


"Iya.. iya.. Makasih banyak ya Pak Bos es kutub bin macho" ucap Ratna tanpa sadar.


Melodi melayangkan pandangannya ke belakang.


"Apa tadi kamu bilang?" tanya Melodi kesal.


"Terimakasih Bosku yang tampan bin macho. Pak Bos the best" ralat Ratna sambil melemparkan jempol tangannya ke arah Melodi.


Aksi Ratna barusan sontak membuat Wildan tertawa melihat tingkah lucu Ratna.


Akhirnya sampai juga mereka di kos - kosan Cinta dan Ratna.


"Terimakasih banyak ya Bos, Pak Wil" ucap Cinta dan Ratna.


"Heem... " balas Melodi.


"Sampai ketemu besok lagi Ratna.. Cinta" ujar Wildan.

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan Cinta dan Ratna.


"Aku gak nyangka banget sikap kamu akan berubah jadi bucin saat jatuh cinta" ucap Wildan kepada Melodi.


"Bucin.. Apa Bucin?" tanya Melodi tidak mengerti.


"Budak cinta. Kamu akan lakukan apapun untuk orang yang kamu cintai. Tapi kamu lupa untuk bersikap dan berkata lebih lembut sedikit. Niat kamu sudah baik dan benar Od tapi cara penyampaian kamu salah. Jangan suka mengintimidasi dan memerintah seenaknya. Cinta akan terus menganggap itu perintah dari atasan bukan sebagai sebuah perhatian dari seorang pria pada wanita yang dia sukai" ungkap Wildan.


"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Melodi polos.


"Cobalah bersikap manis dan lembut. Wanita lebih suka mendapatkan yang seperti itu dari pada perhatian tapi yang membuat tegang dan dia merasa terpaksa dan tidak nyaman. Kamu harus bisa membuat Cinta nyaman berada di dekat kamu. Bukan tertekan ataupun takut dengan sikap kamu" jawab Wildan.


"Contohnya?" tanya Melodi.


"Lebih baik kamu menawarkan antar jemput Cinta dari pada kamu suruh dia pindah ke apartement kamu yang ada di samping apartementku" jawab Wildan.


"Ya sudah mulai minggu depan kita jemput Cinta dulu ke kos baru kita pergi ke kantor" sambut Melodi.


"Odiiii... Odi.. kamu belum ngerti juga keinginan Cinta" ujar Wildan.


"Lho tadi kamu ngomongnya gitu?" tanya Melodi.


"Itukan contoh Odiiii... contoh, bukan untuk kamu jalankan. Kamu dengar gak tadi Cinta bilang apa. Dia ingin hidup tenang. Kalau orang kantor ada yang lihat dia pergi dan pulang bareng kita, bisa macem - macem fikiran orang Odi. Orang pasti akan berpikir dia punya hubungan dengan salah satu diantara kita" jawab Wildan.


"Ya biar saja biar si Ibrahim gak bisa deketin Cinta lagi" potong Melodi.


"Tapi Cinta pasti tidak akan mau. Kalau ingin mengambil hati seorang gadis lakukan dengan lemah lembut jangan seperti sikap kamu main perintah ini itu dan Cinta harus ikut. Cinta itu bukan seperti hubungan di kantor antara atasan dan bawahan. Bawahan harus selalu ikut apa yang diperintahkan Bosnya walau hatinya tidak suka. Dalam cinta itu harus ada saling memahami apa yang di suka atau tidak sukainya. Harus ada kenyamanan antara dua belah pihak" ungkap Wildan.


Melodi menarik nafas panjang.


"Aaah ribet banget jatuh cinta" gumam Melodi.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2