
Selesai shalat isya Pak Ilham dan Bik Sumi berangkat menuju hotel bintang lima yang sudah di booking Melodi di Kota Cirebon.
Mereka semua mengantar Pak Ilham dan Bik Sumi cuma sampai depan rumah saja. Besok Pak Ilham dan Bik Sumi akan segera berangkat umroh.
"Hati - hati ya Bik" ucap Cinta dan Amel.
"Iya Nduk, kalian juga. Nanti di sana Bibik akan berdoa agar kalian berdua secepatnya diberikan momongan" sambut Bik Sumi.
"Aaamiin" sahut Cinta dan Amel.
Bik Sumi diantar oleh Wildan dan Ratna ke Kota Cirebon. Dengan mengendarai mobil Wildan mereka segera meluncur menuju Kota.
"Kami juga mau donk Bik di do'ain" ucap Wildan.
"Iya Nak Wildan, InsyaAllah nanti Bibik juga akan doakan kalian. Semoga berjodoh dan diperlancar semuanya sampai hari H" sahut Bik Sumi.
"Terus shalat sunah hajat Nak Wil, minta restu Allah. Kalau masalah hati kan kalian sudah saling bertaut, orang tua juga sudah merestui kan?" tanya Pak Wildan.
"Kalau orang tuaku sudah Pak, orang tua Ratna yang belum. Saya kan belum pernah bertemu keluarga Ratna" jawab Wildan.
"InsyaAllah direstui. Kalau Allah restu, orang tua Ratna pasti juga merestui. Allah Maha pembolak balik hati manusia" sahut Pak Ilham.
"Semoga ya Pak" sambut Wildan.
Ratna tampak diam termenung, Wildan melirik ke sampingnya.
"Yang di doain malah asik melamun Pak" ucap Wildan.
"Iya ya, lagi banyak pikiran sepertinya" sambut Bik Sumi.
"Ha.. aku? ah nggak kok Bik. Hanya kepikiran seandainya pernikahan kami dipermudah seperti pernikahan Bibik dan Bapak" jawab Ratna.
__ADS_1
"Setiap perjalanan pasti akan menghadapi halangan dan rintangan. Begitu juga dengan pernikahan kami. Rencananya kan minggu lalu tapi karena sesuatu hal jadinya diundur" ujar Pak Ilham.
"Maaf pasti karena acara pertunangan aku yang batal minggu lalu" potong Wildan.
"Bukan karena itu Nak Wildan. Surat - suratnya memang belum lengkap" jawab Pak Ilham.
Wildan melirik pasangan suami istri baru yang sudah tak muda lagi. Wajah mereka tampak berseri - seri. Begitukan nanti dia dan Ratna setelah akad nikah.
Aaaah semoga saja ya Allah. Restui niat baik kami. Kami ingin beribadah kepadaMU dengan menyempurnakan setengah agama. Doa Wildan dalam hati.
Setelah sampai di Hotel Pak Ilham dan Bik Sumi turun dan masuk ke dalam hotel.
"Selamat menikmati honeymoonnya ya Pak, Bik" ucap Ratna.
"Terimakasih ya Ratna, Nak Wildan" jawab Bik Sumi.
Ratna dan Bik Sumi berpelukan begitu juga dengan Wildan dan Pak Ilham. Mereka berpisah di loby hotel. Pak Ilham dan Bik Sumi masuk ke dalam hotel sedangkan Ratna dan Wildan keluar dari area Hotel.
Mereka berdua jalan - jalan keliling kota Cirebon. Menikmati suasana kota di malam hari.
"Oke" jawab Wildan.
Wildan menepikan mobilnya tepat di depan alun - alun kota. Mereka berjalan masuk ke dalam alun - alun. Ratna berhenti di depan penjual kacang rebus.
"Mas beli jagung bakar juga ya" pinta Ratna.
"Boleh, udah lama banget juga aku gak makan jagung bakar" sambut Wildan.
Mereka duduk di dekat penjual jagung bakar. Sambil menunggu jagung di bakar Wildan dan Ratna memakan kacang rebus.
"Mau minum apa Mas? Ada wedang jahe itu, mau?" tanya Ratna.
__ADS_1
"Mau" jawab Wildan.
Ratna memesan wedang jahe dua gelas. Setelah itu kembali duduk di samping Wildan.
"Kamu pernah gak memikirkan konsep rumah tangga kita nanti?" tanya Wildan.
"Aku gak bermimpi yang muluk - muluk Mas. Cukup saling terbuka, sebisanya hidup sederhana, dan yang pasti memimpikan rumah tangga yang berlandaskan agama. Aku selalu berdoa memiliki suami yang bisa menjadi imam dalam rumah tangga. Aku tidak ingin anak - anakku merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Setiap malam hari Bapak akan pergi ke rumah temannya untuk minum - minum dan pulang ke rumah pagi hari dalam keadaan mabuk. Ibu yang selalu mendidik kami shalat dan mengaji. Terkadang aku berpikir mengapa Ibu bisa menyukai pria seperti Bapak? Apakah Ibu tidak mengetahui sifat Bapak sebelum mereka menikah dulu?" ungkap Ratna bercerita dengan pandangan lurus ke depan.
"Itulah namanya jodoh Rat" sambut Wildan.
"Katanya wanita yang baik akan mendapatkan pria yang baik juga. Aku merasa Bapak dan Ibu tidak pantas bersanding. Ibarat malaikat dan setan yang hidup saling berdampingan" sambung Ratna.
"Menikah itu saling melengkapi Rat, Allah punya rencana lain mengapa menjodohkan Bapak kamu dengan Ibu. Mungkin Allah ingin Ibu lebih bersabar dan beribadah kepada Allah dengan melayani Bapak kamu yang seperti itu. Sedangkan untuk Bapak kamu, Allah sengaja menghadirkan Ibu kamu untuk menyadarkannya dan setiap saat mendoakannya. Mungkin kalau Bapak dan Ibu kamu tidak berjodoh akan lain ceritanya. Yang jelas kamu tidak akan lahir kedunia ini dan kita tidak akan bertemu" jawab Wildan.
Ratna terdiam mendengarkan penjelasan dari Wildan.
"Sama seperti kita, setelah mengenal kamu aku semakin memperbaiki diriku. Mencoba menyetarakan aku agar siap bersanding dengan kamu. Aku dulu juga hidup bebas seperti Melodi dan Rania. Masa muda yang tidak pernah memikirkan apa yang sekarang aku lakukan akan mendapatkan ganjaran kelak di akhirat. Awalnya memang aku kagum melihat Cinta, dia wanita yang baik dan solehah. Karena melihat sosok Cinta aku ingin mempunyai istri yang seperti dia juga. Maksudnya akhlak dan pribadinya, istri solehah. Lalu Cinta membawa kamu dan aku langsung jatuh hati kepada kamu karena sikap kamu yang selalu lucu dan sering membuat aku tersenyum" ungkap Wildan.
Ratna menatap Wildan yang sedang asik bercerita.
"Kamu ternyata pintar sekali menyembunyikan kesedihan kamu pada semua orang. Aku sendiri tidak menyangka ternyata kehidupan kamu dari kecil di kampung seperti itu. Aku kira kamu hidup penuh kebahagiaan walau berasal dari keluarga sederhana" puji Wildan.
"Hidupku di sana sudah sangat sulit Mas, aku harus menghibur diriku sendiri agar tetap waras. Apalagi hidup di Ibukota yang keras seperti ini. Kalau tidak bisa menyesuaikan diri mungkin aku sudah kalah sejak dulu. Aku juga beruntung bertemu dengan Cinta. Ternyata kami punya selera humor yang tak jauh beda. Mungkin karena itu kami jadi sangat dekat dan akhirnya bersahabat. Background dari kampung dan keluarga yang pas - pasan juga keterbatasan ekonomi membuat kami merasa senasib sepenanggungan" sambut Ratna.
"Melihat kamu seperti ini, mengenal kamu lebih jauh lagi dan menemukan sesuatu yang tersimpan dalam diri kamu yang ternyata jauh lebih bersinar membuat aku semakin mengagumi dan mencintai kamu. Aku tidak akan mundur walau hal buruk sekalipun yang kamu ceritakan tentang kehidupan kamu, tentang keluarga kamu, tentang Bapak kamu atau tentang apapun. Jadi jangan pernah ada niat ingin lari dariku. Aku akan mengejar dan mengikat kamu segera dalam ikatan pernikahan. Tempat ini saksinya, aku mengingkan kamu sebagai Ibu dari anak - anakku kelak" Pinta Wildan.
Tubuh Ratna bergetar, seharian ini Wildan terasa sangat romantis dan sangat manis. Membuat Ratna semakin dalam mencintainya.
Awalnya Ratna takut Wildan akan mundur karena mendengar cerita yang tak indah tentang keluarganya. Tapi ternyata tidak. Dia tidak salah memilih, pria ini dengan lantangnya malah bersedia menjalani apapun juga yang akan menghadang mereka kelak dimasa yang akan datang.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG