Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 42


__ADS_3

Melodi melakukan mobilnya meninggalkan area pemakaman. Dia bingung mau kemana lagi. Kalau dia pulang pasti dia akan sendirian lagi.


Akhirnya Melodi masuk ke dalam sebuah Mall di Jakarta Pusat. Dia berjalan menghilangkan kesepian dan kepenatan hatinya.


Melodi masuk ke dalam toko yang menjual pakaian kantor. Dia melihat - lihat pakaian terbaru yang cocok dia pakai.


"Cin yang ini aja, cantik" ucap seorang wanita.


"Cantik Rat tapi mahal. Bisa habis tabunganku" sambut Cinta.


"Gaji kamu dari si Bos kan masih banyak Cinta, gak apa - apa dipakai sesekali. Jangan ditabung semua. Kamu kan baru kerja butuh pakaian kerja yang banyak. Masak mau pakai baju yang itu - itu aja. Marna warnanya juga sudah mulai kusam" suruh Ratna.


"Aku harus menabung untuk membeli sawah di kampung Rat. Kasihan Kak Amel dia sudah hidup susah karena aku. Dia putus kuliah karena aku, tinggal di kampung juga karena aku" jawab Cinta.


"Ya bulan depan kamu kan bisa nabung lagi setelah gajian Cin. Kali ini kan memang perlu untuk kamu pakai kerja" bujuk Ratna.


Cinta terdiam dan berpikir sejenak.


"Mmm oke deh aku beli yang ini. Tapi aku coba dulu ya" ucap Cinta.


Tanpa sengaja Melodi mendengar percakapan dua wanita yang ada di dekatnya. Melodi langsung bersembunyi karena tidak ingin dilihat oleh kedua wanita itu.


Tapi Melodi tetap memperhatikan apa yang dikerjakan mereka. Diam - diam Melodi memanggil seorang karyawan toko.


"Mbak coba deh cari tau apa yang sedang mereka lakukan di sini?" Perintah Melodi pada seorang wanita yang bekerja di toko pakaian itu.


"Baik Pak" jawab wanita itu patuh.


Karyawan toko itu mendekati Cinta dan Ratna.


"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" tanya pelayan itu ramah kepada Cinta dan Ratna.


"Eh ini Mbak, teman saya ini mau cari satu set pakaian kerja" jawab Ratna.


Wanita itu memandang Cinta dan tersenyum.


"Mau yang model bagaimana Mbak?" tanyanya.


"Yang simple aja Mbak tapi elegan. Saya mau celana panjang, kemeja dan blazer senada" jawab Cinta.


"Mbak mau warna apa?" tanya karyawan toko.


"Mmm biru dongker kali ya" jawab Cinta.


"Jangan Cin, yang cerah dikit warnanya biar kamu kelihatan fresh. Coba warna pink" potong Ratna.


Hups.. norak. Ejek Melodi dalam hati.


"Ih gak mau ah cerah banget. Yang lain aja" tolak Cinta.


"Mmm... gini aja Mbak gimana kalau warna salem. Warnanya lebih lembut dari pink dan juga cerah" ucap karyawan toko menengahi.

__ADS_1


"Boleh lihat dulu Mbak?" pinta Cinta.


"Mmm... sebentar saya cari dulu yang sesuai ukuran Mbak ya" jawab karyawan itu.


Dia pergi mencari pakaian yang pas untuk Cinta lalu kembali membawa satu stel pakaian kerja.


"Ini Mbak" ucap wanita itu.


Cinta melihat harganya di bagian kerah pakaian.


"Mahal banget Rat" pekik Cinta tekejut.


Spontan Ratna menyenggol lengan Cinta.


"Biasa aja kali Ciiin jangan sampai terkejut gitu, malu" bisik Ratna.


Wajah Cinta tampak tak ikhlas.


"Kamu kan bekerja di perusahaan terkenal. Nanti kalau gajian pasti kamu juga dapat gaji besar. Gak apa - apa Cin sekali - sekali" bujuk Ratna.


Cinta kembali berpikir.


"Ya udah aku coba dulu ya" ucap Cinta akhirnya.


Cinta pergi ke ruangan ganti membawa baju yang ingin dia beli. Sang karyawan kantor berjalan meninggalkan mereka dan menemui Melodi kembali.


"Mbak itu ingin membeli satu set pakaian kantor Pak" lapor wanita tersebut.


"Bayar semua belanjaannya dengan kartu ini. Tapi ingat jangan kamu bilang saya yang bayar. Bilang aja alasan lainnya terserah kamu yang penting dia tidak tau kalau saya yang bayar" perintah Melodi.


"Baik Pak" jawab karyawan itu.


Wanit itu kembali menghampiri Cinta yang sudah keluar dari ruangan ganti.


"Gimana Mbak apakah pakaiannya sesuai dengan ukuran Mbak?" tanya wanita itu ramah.


"Sesuai Mbak sama ukuran tubuh saya tapi gak sesuai dengan isi dompet saya" jawab Cinta sedih.


"Ciiiin" senggol Ratna.


Karyawan toko tersenyum kepada Cinta.


"Selamat, Mbak adalah pembeli yang ke sepuluh hari ini. Dalam rangka ulang tahun toko kami, kami memberikan promo berupa hadiah kepada sepuluh orang pembeli pertama. Gratis membeli dua setel pakaian di toko kami Mbak" ucap wanita itu.


"Apa? Gratis Mbak?" tanya Cinta tak percaya.


Wanita itu mengangguk sambil tersenyum.


"Iya Mbak" jawabnya.


"Dua setel pakaian Cin" sambut Ratna.

__ADS_1


"Serius Mbak?" tanya Cinta tak percaya.


"Iya Mbak, saya gak bohong" jawab wanita itu meyakinkan


"Waaah kamu beruntung Cin" ujar Ratna.


"Kalau begitu aku juga beli pakaian yang tadi Mbak" sambut Cinta.


"Jangan Cin, kamu kan udah punya banyak warna biru dan hitam. Warna lain aja" cegah Ratna.


"Warna apa lagi?" Cinta balik bertanya.


"Warna hijau Mbak.. Kita punya warna hijau yang lembut tapi gak norak" sambut karyawan itu.


"Boleh saya lihat dulu Mbak?" pinta Cinta.


Wanita itu mengambil pakaian yang lain dan menunjukkannya kepada Cinta.


"Cantik Cin, ambil aja" perintah Ratna.


"Ya sudah Mbak saya ambil" jawab Cinta.


"Baik Mbak kita transaksi pembukuan dulu ya" ajak Wanita itu.


Ratna dan Cinta berjalan menuju kasir setelah pakaian mereka di bungkus mereka langsung meninggalkan toko pakaian tersebut.


"Kamu beruntung sekali Cin" ujar Ratna sambil berjalan di samping Cinta.


"Iya Rat, alhamdulillah banget. Allah baik banget padaku. Beli satu aja aku udah keberatan, eh ini malah dapat gratis, dua lagi" jawab Cinta senang.


Mereka pergi meninggalkan toko pakaian. Tak lama karyawan toko menghampiri Melodi yang duduk tak jauh dari meja kasir.


"Ini Pak kartunya. Kalau boleh tau Bapak mengenal dua gadis tadi?" tanya Wanita itu penasaran.


Mungkin dia berpikir, kok ada orang baik yang membelikan sesuatu dengan cuma - cuma. Wanita itu juga sangat yakin kalau Cinta dan Ratna adalah wanita baik - baik jadi tidak mungkin mereka mempunyai hubungan khusus dengan pria yang ada di hadapannya ini.


"Gadis yang membeli pakaian tadi adalah karyawan di kantorku. Dia gadis baik, jujur dan pekerja keras. Jadi tidak ada salahnya kalau aku kasih bonus kepadanya tapi dia tidak perlu tau kalau aku melakukan semua itu" ungkap Melodi.


"Waah ternyata Bapak Bos yang baik. Beruntung gadis itu bekerja di perusahaan Bapak dan punya atasan yang sangat perhatian kepada karyawannnya" sambut Wanita itu.


"Kalau begitu saya pergi dulu" ucap Melodi.


"Terimakasih sudah berbelanja di toko kami Pak" jawab karyawan toko.


Melodi pergi keluar meninggalkan toko pakaian tersebut dan berhajalan menuju parkiran mobil. Entah mengapa hatinya sangat lega dan senang sekali setelah melakukan semua itu.


Tanpa sadar bahkan Melodi bersiul sambil berjalan. Menandakan hatinya sedang bahagia saat ini.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2