
"Mas.. " panggil Cinta.
"Heeem" sahut Melodi yang masih sibuk memeriksa email di ponselnya.
"Mas tau tidak alamat kosnya Santi?" tanya Cinta.
"Gak tau sayang" Jawab Melodi singkat tanpa melirik istrinya sedikitpun.
"Iiiiih Mas Odiiiii... Mas kan bisa cari tau dimana alamat tempat tinggalnya Santi" rengek Cinta.
"Santi kan teman kamu, masak kamu gak tau gimana tempat tinggalnya? Lagian ngapain kamu tanya - tanya tentang tempat tinggal Santi?" tanya Melodi balik.
Melodi meletakkan ponselnya ke atas nakas dekat tempat tidur.
"Aku pengen ketemu Santi" jawab Cinta.
"Kamu bisa datang ke kantor dan ketemu dengan Santi. Bukan hanya Santi saja tapi teman - teman kamu satu genk juga bisa kamu temui" ujar Melodi.
"Tapi gak ada Ratna di sana" balas Cinta.
"Emangnya di kosan Santi ada Ratna?" selidik Melodi.
Cinta terdiam sesaat menyadari kalau suaminya sudah curiga.
Ups.. aku salah jawab. Mas Melodi pasti bisa menebaknya. Batin Cinta.
"Ya nggak sih tapi kan aku bisa janjian ketemu Ratna di sana" jawab Cinta tanpa sadar.
"Kamu punya nomor Ratna yang baru? Kalian sudah saling komunikasi?" tanya Melodi.
O.. Ooooo... aku salah jawab lagi. Gawat. Batin Cinta menyesal.
Cinta tidak bisa mengelak lagi, dia tidak pandai berbohong pada suaminya.
"Mas jangan kasih tau Mas Wildan ya. sebenarnya Ratna sekarang tinggalnya di kos - kosan Santi. Ratna juga sudah bekerja di PT. Jaya Bersama" ungkap Cinta.
"PT. Jaya Bersama?" tanya Melodi.
"Mas tau perusahaan itu?" tanya Cinta.
"Tau, pemiliknya Jaya Atmaja. Salah satu rekan bisnis kami. Wildan juga kenal dengan dia" jawab Melodi.
__ADS_1
"Jangan cerita sama Mas Wildan ya, please... " ucap Cinta memohon.
"Gak bisa gitu yank, Ratna kan memang sahabat kamu. Tapi Wildan sahabat aku. Kamu kan tau bagaimana galaunya Wildan kemarin waktu dia mencari Ratna. Dia sampai putus asa seperti itu" protes Melodi.
"Tapi Ratna memutuskan untuk mundur Mas" ujar Cinta.
Melodi memeluk erat tubuh istrinya.
"Nanti apapun permasalahan yang datang menghadang kita, jangan pernah mundur ya. Kalau ada pihak ketiga, kumohon jangan mundur. Kamu berhak marah tapi jangan mundur. Kalau aku lalai atau lupa tolong ingatkan aku. Aku hanya manusia biasa. Keimanan manusia kan selalu naik turun. Saat imanku turun tolong bantu dan ingatkan aku" ucap Melodi.
"Godaan kan bukan datang pada kamu saja Mas. Kalau godaan itu datang padaku aku juga pinta hal yang sama. Aku kenal kamu Mas. Kalau kamu marah pasti semua kamu terjang" sahut Cinta.
"Itu kan dulu Yank, kalau sekarang kan sudah lebih sabar karena istriku yang cantik ini" Melodi langsung memeluk Cinta.
"Jadi gimana ceritanya ini Ratna? Mas bisa kan cari informasi alamat kosnya Ratna?" tanya Cinta.
"Kamu aja deh yang tanya langsung sama Santi" jawab Melodi.
"Ratna pasti udah larang dia Mas untuk kasih tau aku dimana mereka tinggal. Aku tau siapa Ratna, apalagi kamu itu sahabatnya Mas Wildan" ujar Cinta.
"Ya sudah besok aku tanya ke bagian HRD" sambut Melodi.
"Tapi aku maunya sekarang Mas. Aku pengen ketemu Ratna malam ini" rengek Cinta.
Apa karena jadwal datang bulannya sudah mau dekat makanya hormonnya tak stabil. Mata Cinta sudah berkaca - kaca dan Melodi tak kuasa untuk menolaknya.
Melodi kembali meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo Olivia, coba kamu kirimkan alamat kos Sintia" perintah Melodi pada Olivia kepala bagian keuangan di Perusahaannya.
"I.. iya Pak. Kalau boleh tau, ada apa ya Pak malam - malam begini Bapak minta alamat kosnya?" tanya Melodi.
"Istriku lagi pengen jalan - jalan cari angin segar malam ini di taman dekat kosan Santi. Katanya di dekat kos Santi ada taman. Coba kamu kirimkan alamat kosnya Santi" perintah Melodi.
"Ba.. baik Pak" Jawab Olivia patuh.
Melodi langsung menutup ponselnya. Tak lama kemudian ponsel Melodi bergetar tanda pesan masuk. Melodi langsung membuka isi pesan dan membacanya.
Setelah itu Melodi memberikan ponselnya kepada Cinta.
"Ini alamat kosnya Santi. Ayo bersiap, kita ke sana segera" ujar Melodi.
__ADS_1
Mata Cinta langsung bersinar. Suaminya memang selalu bisa diandalkan. Tanpa Olivia curiga apa tujuan mereka ke kosnya Santi. Karena Melodi memberikan alasan palsu yang membuat Olivia percaya. Apalagi sejak dulu Olivia memang fans berat Melodi.
"Kamu memang yang terbaik Mas. Mmmmmuaaaach... i love you sayang" ucap Cinta sambil mencium seluruh wajah Melodi dengan semangat.
"Yank udah.. katanya mau ketemu Ratna" cegah Melodi.
"Cup.. cup.." Cinta tetap melanjutkan aksinya.
"Yaaaank buruan udah malam ini, gak mungkin kita bertamu malam - malam begini ke tempat Ratna" ucap Melodi memberi peringatan.
"Nggak jadi, kerumah Ratna besok aja. Malam ini aku mau bercocok tanam sama kamu" ujar Cinta.
Ya Tuhaaan ada apa dengan istriku ini. Aku udah menurunkan harga diriku demi dia. Menghubungi Olivia malam - malam begini hanya karena alasan mau bawa istriku jalan - jalan di taman. Sesudah apa yang dia inginkan tercapai, malah di batalin begitu saja. Tapi ya sudahlah, yang dia lakukan juga padaku jauh lebih asik dari pada ngajak jalan - jalan ke rumah Ratna. Mending jalan - jalan ke langit yang ke tujuh. Sorak batin Melodi.
Melodi menyambut aksi panas Cinta malam ini. Tapi lagi - lagi Cinta sangat berbeda. Kali ini dia yang ingin pegang kendali.
Melodi menyambut aksinya dengan suka cita. Apalagi Cinta sangat cepat belajar. Tanpa waktu yang lama Cinta sudah lihai bak pemain profesional.
Malam terasa semakin panas walau di kamar mereka sudah dipasang pendingin ruangan dengan suhu yang paling kecil. Mereka beribadah indah malam ini.
Besok paginya Cinta sudah buat keributan. Dia terus merengek pada Melodi untuk ikut berangkat ke kantor. Bukan Melodi tidak suka istrinya ikut pergi bersamanya.
Tapi hari ini pekerjaannya sangat padat. Ada beberapa meeting di kantor dan juga luar kantor yang harus dia jalani hari ini. Tapi Cinta tidak perduli, dia tetap memohon kepada Melodi untuk ikut bersamanya ke kantor.
Akhirnya Melodi mengalah, demi cintanya pada istrinya. Melly mengabulkan semua permintaan Cinta pagi ini. Dengan catatan Cinta tidak boleh mengeluh kalau harus di tinggal di kantor sendirian.
Mereka akhirnya berangkat ke kantor Melodi. Meeting pertama berhasil sampai jam sepuluh pagi. Lanjut meeting ke dua sampai jam dua belas siang.
Usai meeting kedua Cinta mulai beraksi. Dia merengek minta makan bersama dengan Melodi di kamar rahasia Melodi yang ada di ruangan kerjanya.
Apa yang terjadi, meeting ke tiga batal. Melodi menyuruh sekretarisnya menyusun ulang jadwal meetingnya dengan klien. Tiba - tiba Cinta mengajaknya bergulat di kamar. Siang ini mereka kembali menjalani pertarungan panas.
Melodi benar - benar bingung dengan sikap Cinta saat ini. Walau dia sangat menikmatinya tapi tetap saja Melodi merasa heran mengapa istrinya bisa seganas ini.
Apa yang terjadi selanjutnya... Lanjut ya guys mampir di bab berikutnya. Dijamin semakin seru.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Psssst... jangan lupa like, vote, komen dan hadiahnya. Aku tunggu, sebagai penyemangat aku untuk menulis. Terimakasih..