Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 234


__ADS_3

Keesokan harinya Wildan dan Papa Rania berada di kantor pengacara untuk membuat surat perjanjian penggabungan dua perusahaan. Setelah mereka membuat sebuah kesepakatan akhirnya perjanjian kerjasama di tanda tangani oleh kedua belah pihak.


Mereka akhirnya saling berjabat tangan untuk menandai kerjasama yang sudah mereka jalin.


"Terimakasih Wil, Om percayakan perusahaan ini kepada kamu. Terserah mau kamu apain" Ujar Papa Rania.


"Sama - sama Om, do'ain aku bisa lebih mengembangkan perusahaan ini sampai akhirnya Perusahaan ini aku kembalikan lagi ke pada Rania" sambut Wildan.


"Doakan Rania bisa melewati cobaan ini dengan baik. Dan semoga dia berhasil berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi" ujar Papa Rania.


"Kalau begitu setelah ini apa kita sudah bisa mengumumkan berita kebangkutan perusahaan Bapak?" tanya Pengacara kepada Papa Rania.


"Sudah.. sudah.. silahkan saja. Sudah tiba waktunya aku akan memberi pelajaran pada putriku itu" jawab Papa Rania.


Wildan dan Papa Rania berpisah di kantor Pengacara. Setelah selesai membuat surat perjanjian di depan pengacara dan disahkan secara hukum Papa Rania langsung bergerak menuju Rumah Sakit milik salah satu rekan bisnisnya.


Sekilas Info.


"PT. XXX hari ini resmi menjadi anak perusahaan PT. Raharjo Group setelah mengalami kerugian yang sangat besar dan terancam bangkrut. Menurut orang yang bisa dipercaya hal ini terjadi karena gagalnya Direktur yang tak lain adalah putri dari Bapak Sudibyo yaitu Ibu Rania Sudibyo yang kini sedang mendekam di penjara akibat kasus yang sedang menjeratnya. Akibat dari perbuatannya saat ini Bapak Sudibyo sedang dirawat di Rumah Sakit XXX dikarenakan pagi ini beliau terkena serangan jantung. PT Raharjo resmi membeli PT. XXX dan menjadikan perusahaan tersebut menjadi salah satu anak perusahaan dari PT. Raharjo Group. Diketahui Bapak Wildan Raharjo adalah mantan tunangan dari Ibu Rania Sudibyo. Hubungan mereka memburuk setelah Ibu Rania Sudibyo mengkhianati pertunangan mereka. Dan kabarnya kasus yang menimpa Ibu Ranja Sudibyo hingga beliau masuk penjara dikarenakan dendam yang dia lakukan kepada Bapak Wildan Raharjo. Sampai saat ini kami belum mendapatkan klarifikasi dari pihak keluarga ataupun dari perwakilan PT. XXX. Demikian sekilas info hari ini" ucap pembawa acara di Televisi.


"Wah ternyata Papanya Rania benar - benar melakukan tindakan untuk memberikan pukulan pada Rania ya. Aku tidak menyangka Papanya Rania seserius itu" ujar Cinta.


"Seorang pria akan di hormati jika dia bisa memegang kata - katanya. Apalagi Om Sudibyo sudah tua dan sepertinya dia memang serius ingin merubah hidup keluarganya menuju jalan yang lebih baik" sambut Melodi.


"Semoga Rania juga segera sadar akan tindakannya yang sudah banyak merugikan keluarga bahkan dirinya sendiri" doa Ratna.


"Aamiin" sambut Cinta.


"Memang saat kami dikantor pengacara tadi Om Raharjo terlihat sangat berubah. Dia begitu serius dan pasrah pada perjanjian kerjasama perusahaan kami. Aku tidak tega melihatnya tapi mungkin inilah jalan yang terbaik. Mudah - mudahan setelah keluar dari penjara Rania benar - benar bertaubat" ucap Wildan.

__ADS_1


"Besok aku akan menarik tuntutanku" ujar Melodi.


"Bagaimana dengan Bella?" tanya Cinta.


"Biarkan saja dia di penjara" jawab Wildan geram.


"Mas jangan mendendam. Mas Melodi saja mau memaafkan Rania. Masaka Mas tidak, apalagi Bella pernah singgah di hati Mas. Pernah jadi wanita yang paling Mas cintai" potong Ratna.


"Itu dulu Rat, untung aku sadar kalau cintaku tak pantas untuknya" jawab Wildan cepat.


"Mungkin ada benarnya juga Wil. Aku akan menarik tuntutanku juga pada Bella. Aku akan membuat perjanjian kepada Bella. Setelah dia bebas, dia tidak boleh terlihat lagi di Indonesia. Dia harus segera meninggalkan negara ini" ungkap Melodi.


"Itu memang lebih baik Mas. Mudah - mudahan Bella juga jera untuk melakukan hal yang buruk" sahut Cinta.


******


Keesokan harinya Melodi dan Wildan berkunjung ke penjara untuk menemui Rania dan Bella.


Dia memohon agar Wildan mau memaafkannya. Wajah Rania terlihat sangat kacau tanpa make up dan hanya menggunakan pakaian tahanan.


"Aku janji Wil, apapun syarat yang kamu pinta akan aku penuhi" ungkap Rania.


"Apa aku bisa memegang kata - kata kamu?" tanya Wildan.


Rania langsung menggenggam tangan Wildan dan memohon dengan penuh harapan.


"Bisa Wil, aku janji akan melakukan apapun yang kamu mau" jawab Rania dengan cepat.


"Aku sudah menyita semua harta kekayaan keluarga kamu. Papa kamu memohon untuk menyisakan sebuah aset yang ada di desa. Dia ingin menghabiskan hari tuanya di sana. Kalau kamu memang serius untuk mengurus Papa kamu, kamu harus membawa keluarga kamu ke sana. Apalagi Papa kamu sedang dalam keadaan sakit. Aku masih menghargai Om Sudibyo sebagai sahabat Papaku. Makanya aku masih berbaik hati dengan keluarga kamu" ujar Wildan.

__ADS_1


"Terimakasih Wil, terimakasih atas kebaikan hati kamu. Setelah Papa keluar dari Rumah Sakit aku akan membawa Papa dan Mamaku ke sana. Aku akan merawat mereka di sana" tegas Rania.


"Aku juga Od, tolong ampuni aku. Aku mohon lepaskan aku juga" ucap Bella kepada Melodi.


"Apa keuntunganku melepaskan kamu?" tanya Melodi.


"Aku tau kamu tidak punya keuntungan apapun dariku. Aku hanya berharap kebaikan hati kamu untuk memaafkan aku. Aku juga akan berjanji melakukan apapun yang kalian inginkan" pinta Bella.


"Kalau begitu baiklah, aku akan menarik tuntutanku. Tapi setelah kamu keluar dari penjara kamu harus segera meninggalkan negara ini. Aku tidak perduli kamu akan tinggal di negara mana, asal tidak Indonesia" sambut Melodi.


"I.. Iya Od aku akan melakukannnya" jawab Bella dengan cepat.


Hari itu, Wildan dan Melodi menarik tuntutan mereka kepada Bella dan Rania. Tapi karena hari sudah sore, Rania dan Bella bisa bebas keesokan harinya.


Setelah Rania dan Bella bebas. Bella langsung terbang meninggalkan Indonesia. Anak buah Melodi sudah memantau keberadaan Bella. Dia benar - benar sudah terbang ke luar negeri.


Sedangkan Rania langsung datang ke Rumah Sakit untuk menemui Papanya. Dia menangis dan meminta maaf kepada Papa dan Mamanya atas semua kesalahannya.


Rabia berjanji akan menjadi anak yang bisa diandalkan dan dia berjanji akan merawat Papanya yang sedang sakit. Seminggu kemudian Rania bersama Papa dan Mamanya berangkat menuju desa dan tinggal di sana.


Di desa Rania belajar hidup sederhana dia juga mulai belajar ilmu agama. Tentu saja semuanya tetap dalam pantauan Wildan.


Pak Sudibyo tetap menolak kiriman dari Wildan atas pembagian laba dari Perusahaan mereka. Pak Sudibyo juga benar - benar ingin hidup sederhana sebagai manusia biasa di desa.


Hukuman atas perbuatan yang Rania lakukan ternyata bukan hanya memberi pelajaran kepada Rania saja tetapi keluarganya juga.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2