Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 85


__ADS_3

Setelah selesai masak Cinta membersihkan meja makan, dapur dan mencuci piring. Melodi memperhatikan semua aktivitas istrinya secara live. Selama ini dia selalu melihat Cinta bekerja di dapur melalui kamera CCTV.


Tak sabar karena dia merasa Cinta sangat lama. Melodi langsung menggendong istrinya ke kamar.


"Aaaw.. Mas ada apa?" tanya Cinta terkejut.


"Kamu lama sekali sayang, aku sudah menunggumu dari tadi. Melihat punggung kamu sudah membuat aku panas dingin" jawab Melodi jujur.


Cinta langsung terdiam dan tak berani lagi melawan. Dia hanya pasrah karena dia bisa membaca apa yang saat ini sedang ada di kepala suaminya.


Dengan penuh kelembutan Melodi meletakkan Cinta ke atas tempat tidur.


"Kamu sudah melayaniku lagi ini. Sudah membuat perutku kenyang. Kini gantian aku yang melayani kamu. Kamu cukup nikmati saja dan jangan ragu untuk mengeluarkan suara kamu" bisik Melodi.


"Maaaas... " ucap Cinta.


Nafas mereka kembali menderu. Sesuatu yang masih baru bagi Cinta tapi dengan lihainya Melodi sudah memberikan kenyamanan bagi Cinta yang membuat Cinta jadi ketagihan karenanya.


Mereka kembali melakukan penyatuan. Dengan peluh yang membasahi tubuh keduanya. Semua mengalun berirama membawa mereka terbang ke nirwana.


Setelah usai dan diakhiri dengan sebuah kenikmatan, keduanya saling berpelukan.


"Apa rencana kita hari ini?" tanya Cinta.


"Di kamar saja" jawab Melodi sambil menatap wajah Cinta dengan nakal.


"Maaas.. kemarin katanya mau ambil barang - barang aku ke kos" ujar Cinta.


"Gak jadi, ditunda saja besok" sambut Melodi.


"Mas, aku tidak bawa banyak baju" protes Cinta.


"Bagus, kamu memang tidak memerlukannya. Tampil saja di depanku dengan polos seperti ini" perintah Melodi.


"Aku tidak menyangka pria dingin yang aku kenal ini ternyata genit" goda Cinta.


"Karena kamu selalu menggodaku" balas Melodi.


"Kapan?" tanya Cinta bingung.


"Seperti saat ini, kamu selalu menantang aku untuk melakukannya lagi dan lagi. Rasanya aku tidak pernah puas menikmati keindahan tubuh kamu sayang" ungkap Melodi.


Wajah Cinta kembali bersemu merah.


"Ouuuh.. Cinta jangan lakukan itu lagi. Aku tidak bisa menahannya. Kau selalu berhasil membuat aku berhasrat" geram Melodi.


Tangannya kembali bergerilya keseluruh tubuh istrinya.

__ADS_1


Duh gawat, apa aku sanggup melayani kekuatan Mas Melodi. Apakah memang seperti ini dirinya? Aku harus bagaimana Tuhaaaan.. gumam Cinta dalam hati.


Melodi bisa merasakan ketegangan yang Cinta rasakan.


"Jangan takut sayang, aku tidak akan menyakiti kamu. Sekali lagi ya, setelah itu aku akan membiarkan kamu beristirahat" bujuk Melodi.


Cinta tak kuasa melarangnya, dia hanya bisa mengangguk pasrah. Melodi tersenyum manis dan mulai melakukan aksinya kembali.


Kali ini ritmenya tak lama tapi cukup membuat keduanya kembali terbang ke langit ke tujuh. Setelah penyatuan mereka, Melodi memberikan kesempatan Cinta untuk istirahat.


Dipeluk nya lembut tubuh mungil istrinya.


"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu" ucap Melodi penuh kelembutan.


Cinta memejamkan matanya dan tertidur lelap. Siang harinya keduanya terbangun karena perut mereka lapar. Cinta turun dari tempat tidur.


"Uuuh.. " bagian bawahnya terasa perih dan kaku.


"Sakit ya.. maaf ya aku tidak bisa menahan keinginanku" ucap Melodi merasa bersalah.


Cinta berbalik badan dan melihat kearah Melodi ternyata dia sudah bangun.


"Kamu mau kemana?" tanya Melodi.


"Aku mau ke dapur. Mau membuat sesuatu untuk kita makan" jawab Cinta.


"Tidak usah, kita pesan makanan saja. Kamu kembali lah istirahat" perintah Melodi.


Apakah kamu mau itu lagi Mas? tanya Cinta dalam hati.


"Kamu tidak perlu takut sayang, aku tidak akan mengganggu kamu lagi. Aku janji, cukup sudah untuk pagi ini. Nanti malam kita lanjut lagi" ujar Melodi.


Melodi menarik tubuh Cinta untuk kembali berbaring.


"Tapi kita harus mandi Mas. Sudah tiba waktu shalat dzuhur" ucap Cinta.


Melodi melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Sudah menunjukkan jam satu siang.


Aaah cepatnya waktu berlalu. Padahal aku masih ingin memeluk kamu disini untuk menghangatkan diri. Batin Melodi.


Cinta akhirnya kembali turun dari atas tempat tidur. Dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Kali ini dia sengaja tidak mengajak Melodi mandi bersama. Dia takut memancing singa lapar yang butuh pelepasan.


Sedangkan Melodi segera meraih ponselnya untuk memesan makanan secara online.


Tak lama Cinta sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe milik Melodi. Benda itu tampak kebesaran Cinta pakai.

__ADS_1


"Mas mandi gih, biar shalat dzuhur. Nanti keburu waktunya habis lho" pesan Cinta.


"Okey.. nanti kalau ada bel terima ya. Aku udah pesan makanan untuk kita makan siang ini" ucap Melodi sambil turun dari atas tempat tidurnya.


Melihat suaminya turun dengan penuh percaya diri tanpa pakaian membuat mata Cinta melotot dengan sempurna.


"Maaaas ditutup iiiiih" protes Cinta.


"Percuma sayang, kamu sudah lihat semuanya" jawab Melodi cuek.


Dia tetap dengan percaya diri berjalan menuju kamar mandi. Cinta segera membereskan tempat tidur mereka yang sudah entah seperti apa bentuknya.


Cinta semakin mengenal siapa suaminya.


"Mandinya emang lama ternyata" gumam Cinta.


Setelah selesai berpakaian Cinta pergi keluar kamar sambil mempersiapkan peralatan makan mereka. Dia juga menunggu makanan yang dipesan Melodi secara online.


Cinta duduk di ruangan TV sambil menatap pintu ruangan kerja Melodi.


"Sebegitu tertutupnya kah kamu dengan hidup kamu? kamu bilang di ruangan itu terdapat kenangan - kenangan masa lalu kamu. Ternyata kamu tipe setia ya Mas. Sudah bertahun - tahun kamu tetap menyimpan kenangan itu dengan baik. Semoga dalam rumah tangga kita kamu begitu juga. Batin Cinta.


Tak lama bel berbunyi dan Cinta segera memakai jilbabnya lalu membuka pintu. Benar kata Melodi, makanan siang mereka sudah sampai. Melodi memesan banyak sekali makanan untuk mereka berdua.


Cinta sampai heran bagaimana mereka bisa menghabiskan semua makanan ini. Cinta membawa semua makanan itu ke dapur dan menatanya di meja makan.


Tak lama Melodi keluar menghampiri Cinta.


"Sudah siap Mas? Shalat dulu yuk" ajak Cinta.


Melodi tersenyum mulai menikmati hari - harinya saat ini dan masa yang akan datang. Cinta selalu mengingatkan dan mengajaknya untuk beribadah.


Mereka kembali ke kamar dan shalat bersama baru setelah itu mereka makan siang.


"Setelah ini kamu bersiap - siap ya. Aku akan mengajak kamu ke makam kedua orang tuaku. Setelah itu baru kita kembali ke kosan kamu untuk mengambil semua barang - barang kamu" perintah Melodi.


"Iya Mas" sambut Cinta.


"Oh iya waktu aku ke kampung kamu tidak membawaku ke makam kedua orang tua kamu? Dimana makam mereka? Aku ingin ke sana dan ingin berkenalan dengan mereka. Aku sudah satu hari menikahi anaknya tapi aku tidak mengenal orang tuanya?" tanya Melodi.


"Makam Papa dan Mamaku ada di Jakarta. Kita bisa menyusun jadwal untuk kesana. Lagian aku juga sudah lama tidak mengunjungi mereka" jawab Cinta.


"Ya sudah kalau begitu setelah ke makam orang tuaku kita lanjut aja ke makam orang tua kamu. Ke kos kamu setelah itu ya" sambut Melodi.


"Boleh Mas" jawab Cinta.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2