Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 244


__ADS_3

Esok harinya Ratna dan Wildan main ke rumah Cinta dan Melodi.


"Gimana Rat hasil ke dokter kandungan kemarin?" tanya Cinta.


"Ya gak ada hasil apa - apa. Aku kan sakit gigi tapi Mas Wildan bawanya ke dokter kandungan. Aku mau protes tapi gigiku sakit" jawab Ratna.


"Hahaha ada - aja Mas Wildan" ujar Cinta.


"Mama yang suruh Cin. Mama sepertinya ingin sekali kami cepat - cepat punya cucu" ungkap Ratna sedih.


"Baru juga satu bulan" sambut Cinta.


"Iya tapi Mama pengen sekali aku cepat hamil. Aku bukannya tidak tau, Mama setiap hari masak makanan yang bisa untuk menyuburkan pria dan wanita" ujar Ratna.


"Sudahlah Rat jangan dipikirin nanti kamu malah terbebani. Santai saja dulu jangan buru - buru. Pacaran halal aja tapi ya jangan putus asa dan terus berusaha, doanya juga diperkuat" pesan Cinta.


"Iya Cin" balas Ratna.


"Tapi gigi kamu sudah sembuh kan?" tanya Cinta.


"Sudah alhamdulillah banget udah Cin. Setelah usai dari Dokter kandungan kami langsung ke Dokter gigi" Jawab Ratna.


"Tapi aku lucu bayanginnya Rat, kok bisa - bisanya mertua kamu suruh kamu ke Dokter Kandungan, padahal kan jelas - jelas kamu lagi sakit gigi?" tanya Cinta penasaran.


"Jadi ceritanya dulu waktu Mama hamil Mas Wildan Mama sakit gigi terus. Gak tau apa sebabnya padahal kata Mama giginya bagus. Dan yang paling susah itu Mama gak bisa minum obat sembarangan karena sedang hamil. Karena itu waktu aku ngeluh sakit gigi Mama langsung nyuruh ke Dokter kandungan dulu. Siapa tau aku lagi hamil jadi gak salah minum obat" jawab Ratna.


"Benar juga sih, kalau seandainya kamu hamil terus salah minum obat kan bisa bahaya. Tapi harusnya Tante suruh kamu pakai test pack dulu sebelum ke Dokter kandungan" ujar Cinta sambil tertawa.


Ratna hanya bisa diam dengan wajah sendunya. Dan Cinta bisa merasakan kegalauan yang Ratna rasakan.


"Udah santai aja dulu jangan dipikirin. Nanti jadi buat kamu stress dan itu yang menyebabkan kamu sulit hamil" nasehat Cinta kepada Ratna.


Ratna menarik nafas panjang.


*****


Enam bulan kemudian.


"Maaas.... Mas Odiiiii.. Maaaaaas" panggil Cinta yang sedang kesulitan bangun dari tempat tidur karena sedang hamil besar.


Melodi sedang mandi di kamar mandi jadi dia tidak mendengar suara panggilan Cinta.


"Maaaaaas oh ya Allaaaah.. perutku sakit sekali" ucap Cinta.


Cinta memegang pinggangnya dan sesekali membelai lembut perutnya. Pelan - pelan Cinta turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Tok.. Tok..


"Maaas" panggil Cinta sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Melodi mematikan kran air lalu segera memakai handuk dan membuka pintu kamar mandi.


"Ya sayang" jawab Melodi.


"Mas perutku sakit sekali" ujar Cinta.

__ADS_1


Melodi langsung keluar kamar mandi dan melihat keadaan istrinya. Wajah Cinta terlihat pucat dan wajahnya mulai berkeringat. Cinta terlihat sedang menahan rasa sakit.


"Sebentar ya sayang, aku pakai baju dulu" ujar Melodi.


Dengan sigap Melodi memakai pakaiannya lalu mengajak Cinta keluar dari kamar.


"Bik kami mau ke rumah sakit perut Cinta sakit katanya" ucap Melodi.


Bik Sumi dan Pak Ilham langsung menyambut mereka dengan sigap.


"Tunggu Od kopernya" sambut Bibik.


"Iya Bik tolong ya. Bibik dan Bapak ikut aku ya. Aku juga panik kalau hadapin Cinta melahirkan sendirian" pinta Melodi.


"Iya.. iya.. kami ikut" jawab Pak Ilham cepat.


Pak Ilham segera berjalan menuju garasi mobil untuk membuka pintu garasi dan memanggil satpam yang menjaga rumah mereka. Bibik datang membawa koper Cinta dan calon bayi mereka.


Cinta masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang bersama Bik Sumi. Melodi dan Pak Ilham yang duduk di belakang. Mobil melaju keluar dari rumah dan berjalan menuju Rumah Sakit.


"Kamu gak sempat cek tanda - tanda lahir Cin?" tanya Bik Sumi.


"Belum Bik, aku udah panik karena perutku sakit banget" jawab Cinta.


"Ya sudah gak apa - apa kita cek ke Rumah Sakit saja. Kalau perut kamu sakit atur nafas, kamu tarik nafas panjang lalu pelan - pelan hembuskan" pesan Bik Sumi.


"Tapi sekarang sakitnya hilang" ujar Cinta.


Melodi melihat keadaan istrinya dari kaca spion yang ada di atas kepalanya.


"Iya Bik" jawab Cinta.


Melodi melirik ke belakang sebentar tanpa sengaja dia melihat kaki Cinta basah.


"Sayang kamu pipis?" tanya Melodi terkejut.


Mobil sempat bergetar karena Melodi tanpa sengaja menginjak rem lalu melepaskannya lagi.


"Hati - hati Od, konsentrasi" ujar Pak Ilham.


"Ah iya maaf sayang" ucap Melodi sambil melirik wajah Cinta dari kaca spion.


"Bik aku gak merasa pipis. Ini air dari mana ya?" tanya Cinta bingung.


"Ketuban kamu sudah pecah. Ayo Od buruan cepat ke Rumah Sakitnya. Jangan sampai ketuban Cinta kering" ujar Bik Sumi.


"Ba.. baik Bik" sahut Melodi.


"Tenang Od dan konsentrasi" persaan Pak Ilham.


Melodi fokus pada penglihatannya di depan lalu dia melajukan mobil dengan kecepatan lebih tinggi hingga akhirnya mereka sampai ke Rumah Sakit dalam waktu empat puluh menit.


Melodi langsung menghentikan mobil tepat di depan pintu masuk rumah sakit. Dia langsung turun dari mobil dan memanggil perawat.


"Tolong istri saya mau melahirkan" pinta Melodi.

__ADS_1


"Baik Pak" sambut perawat tanggap.


Dua orang perawat datang membawa kursi roda dan mereka segera memindahkan Cinta dari mobil. Cinta di dorong masuk ke ruangan UGD ditemani Bik Sumi dan Pak Ilham.


Sedangkan Melodi mencari parkiran mobil. Setelah itu dia berlari menuju ruangan UGD.


"Bagaimana Suster?" tangan Melodi.


"Ibu sudah pembukaan empat Pak. Keadaan semuanya bagus dan normal Pak. Kita tinggal menunggu pembukaan sempurna. Sekarang Ibu sedang dipersiapkan untuk masuk ke ruangan bersalin" jawab Perawat.


"Apa saya boleh masuk menemaninya?" tanya Melodi.


"Kalau Bapak sanggup melihatnya silahkan saja" jawab Perawat.


"Saya sanggup" jawab Melodi cepat.


Cinta segera di pindahkan ke ruangan bersalin. Melodi terus menggenggam tangan Cinta dan memberikan semangat kepada istrinya untuk menjalani persalinannya.


"Yang kuat ya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu anak kita" ucap Melodi.


Saat empat dan lima bulan usia kandungan mereka, anak mereka tidak mau memperlihatkan jenis kelami*nnya kepada orang tuanya. Sejak saat itu Cinta dan Melodi tidak mau mempermasalahkannya dan tidak mau juga bertanya lagi ke pada Dokter.


Mereka sepakat biarlah hal itu menjadi kejutan saat Cinta melahirkan nanti. Yang penting Cinta sudah mempersiapkan semua perlengkapan bayi dengan berbagai warna.


Kini Dokter dan perawat sudah lengkap membantu Cinta melahirkan di ruangan bersalin.


"Dok perut saya mules lagi" ucap Cinta.


Dokter langsung memeriksa keadaan Cinta.


"Sudah pembukaan sempurna. Tarik nafas panjang kalau saya perintahkan ngeden lakukan ya Bu" perintah Dokter.


"Iya Dok" jawab Cinta.


Keringat Cinta mulai bercucuran dia merasa kali ini rasa sakitnya lebih kuat di tambah dorongan dari bawah tubuhnya seperti ingin buang air besar.


"Ayo Bu tarik nafas panjang lalu dorong ya" perintah Dokter.


Cinta langsung melakukan apa yang Dokter perintahkan.


"Bismillah.. ayo sayang kamu bisa, kamu hebat dan kuat" ucap Melodi.


"Allaaaahu Akbaaaar" ucap Cinta tanpa sadar.


"Oeeeeeek... oeeeek... " terdengar suara tangisan bayi.


Melodi melihat dengan jelas bagaimana anaknya lahir secara normal.


"Alhamdulillah" ucap Melodi.


"Selamat Pak, Bu.. anaknya laki - laki sehat dan sempurna" ucap Dokter.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2