Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 22


__ADS_3

Pagi - pagi Cinta sudah pergi ke kampus bersama Ratna. Hari ini dia akan menjalani sidang skripsi. Cinta sudah berpakaian hitam putih sesuai dengan peraturan kampus.


Sidang akan di mulai sekitar jam sepuluh pagi tapi bukan hanya dia sendiri saja yang akan sidang skripsi hari ini. Ada beberapa kakak kelas sidang hari ini.


Setelah mengisi administrasi dan mengambil nomor antian ternyata giliran Cinta dimulai sekitar jam satu siang.


Cinta menunggu di kampus sambil membaca - baca kembali isi skripsinya. Tak henti dia terus berdoa semoga dia lulus sidang skripsi dan dapat nilai yang baik.


Itu artinya sebentar lagi Cinta akan selesai kuliah dan dia akan wisuda. Cinta sudah menabung beberapa bulan ini agar nanti saat dia wisuda bibik dan Kakaknya bisa datang ke Jakarta menyaksikan dia wisuda.


Akhirnya waktu yang di tunggu - tunggu tiba. Cinta masuk ke dalam ruangan sidang. Dimana sudah ada tiga dosen penguji dan satu dosen pembimbingnya.


Cinta bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan baik dan sidang skripsi Cinta selesai dengan nilai terbaik. Cinta keluar dari ruangan sidang dengan wajah penuh senyum bahagia.


"Gimana Cin?" tanya Ratna tak sabar.


Cinta langsung sujud syukur di depan kampusnya.


"Alhamdulillah ya Allah.. Mama.. Papa.. Kak Amel aku sudah lulus" ucapnya sambil meneteskan air matanya.


"Alhamdulillah Cinta selamaaaat" peluk Ratna dari belakang.


"Hiks.. hiks.. aku masih belum percaya Rat, rasanya semua ini bagaikan mimpi" ungkap Cinta haru.


"Kamu hebat bisa selesai kuliah hanya dalam waktu tiga tahun setengah, aku aja masih nyusun skripsi kamu sudah wisuda. Jangan tinggalin aku ya... bantuin aku biar kita sama - sama cari kerja" ucap Ratna sedih.


"Iya aku akan bantuin kamu kok. Kita akan bersama - sama" jawab Cinta sambil menghapus air mata di pipinya.


"Sekali lagi selamat ya Cin" ucap Ratna tulus.


"Aku laper banget Rat, dari tadi kita belum makan. Yuk kita makan besaaar" ajak Cinta.


"Kuy laaaah aku juga udah laper cuma makan roti aja tadi sambil nungguin kamu di luar" sambut Ratna.


Mereka berjalan bergandengan menuju restoran yang ada di dekat kampus. Cinta langsung memesan makanan untuk dia dan sahabatnya.


Sambil menunggu makanan datang Cinta menghubungi Kakak satu - satunya.


"Assalamu'alaikum Kak Amel" ucap Cinta bahagia.


Wa'alaikumsalam Cinta. Gimana sidang kamu, sudah selesai?" tanya Amelia tak sabar.


"Alhamdulillah sudah Mbak, aku dapat nilai A. Dan sebentar lagi aku akan di wisuda sebagai lulusan terbaik dan termuda" jawab Cinta semangat.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah... selamat ya deek.. akhirnya kamu tamat juga kuliahnya. Semoga segera dapat kerja ya" doa Amel.


"Lho aku kan udah dapat kerja Mbak, gajinya juga besar" ujar Cinta.


"Iya tapi carilah kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu. Walau gaji kamu sebelumnya besar tapi terkadang harkat dan martabat juga perlu dek. Apa kata orang tamatan Universitas Negeri dengan predikat lulusan terbaik dan termuda bekerja sebagai pembantu di satu apartement di Jakarta" ucap Amelia.


"Iya.. iya.. Mbak.. Setelah aku wisuda aku akan mencari pekerjaan yang lebih layak untukku. Nanti datang ya saat aku wisuda. Ongkosnya akan aku kirim. Ajak Bibik dan Mas Surya" pinta Cinta.


"InsyaAllah do'ain kami semua sehat - sehat ya" sambut Amel.


"Udah dulu ya Kak, aku mau kabari Bosku dulu" ucap Cinta mengakhiri.


"Kamu hati - hati ya di sana" pesan Amel.


"Siap Bos.. Dah Kak Amel, assalamu'alaikum" tutup Cinta.


"Wa'alaikumsalam" jawab Amelia.


Cinta langsung mengirim pesan kepada majikannya.


Cinta


Bos aku sudah lulus dan dapat nilai A. Sebentar lagi aku akan di wisuda sebagai lulusan termuda dan terbaik.


Bos harus penuhi janjinya, ayo teraktir aku.


Baik, kamu susun aja rencananya. Kapan dan dimana mau aku traktir. Ingat aku tidak suka ada orang lain. Sebenarnya ketemu sama kamu saja aku malas tapi ya sudahlah. Kamu sudah bekerja denganku selama enam bulan. Kamu berhak mendapatkannya.


"Iiiis dasar si Melow Dingin" umpat Cinta.


"Kenapa Cin?" tanya Ratna penasaran.


"Dasar beruang kutub, es batu dan gunung es. Bukannya ngucapin selamat. Dia malah seperti terpaksa bertemu denganku karena sudah janji mau traktir aku setelah sidang. Kenapa sih harus bilang kalau dia malas bertemu aku?" tanya Cinta kesal.


"Ciiin... Cin.. kamu kan lebih kenal siapa Bos kamu itu? kamu bilang emang seperti itu profil orangnya. Dingin dan tertutup, sudah dibawa santai aja jangan di seriusin. Yang penting kan dia mau traktir kamu. Mana ini pertemuan kalian yang pertama lagi. Pasti Bos kamu itu keren banget deh aslinya" jawab Ratna penasaran.


"Iya juga siiih.. tapi kesel juga baca kata - katanya. Kenapa sih gak pernah ada manis - manisnya padahal aku udah sering kasih dia coklat dan es krim biar es kutubnya mencair dan manis tapi tetap aja gak ada manis - manisnya" ucap Cinta kesal.


Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Cinta dan Ratna yang sudah amat sangat kelaparan langsung melahap semua makanan yang di hidangkan.


Setelah selesai makan mereka langsung pulang ke kosan mereka untuk istirahat.


"Rat aku mau tidur, tadi malam aku begadang hampir subuh" ucap Cinta.

__ADS_1


"Oke Cin, aku tidak akan ganggu kamu. Terimakasih atas makan siangnya ya" sambut Ratna.


"Sama - sama, kamu juga udah bantuin aku kok selama ini" balas Cinta.


"Itulah namanya teman, ya sudah sana tidur. Kamu pasti bisa tidur dengan nyenyak karena semua udah kelar. Pasti lega banget rasanya" ucap Ratna.


"Iya legaaaa banget, mataku sekarang rasanya tinggal 5 watt, udah redup banget. Aku masuk kamar ya Rat, daaaah" Cinta masuk ke dalam kamarnya, shalat ashar dan langsung tidur berbaring di atas tempat tidurnya.


Tidak perlu waktu yang lama, Cinta sudah terlelap dalam mimpinya.


"Ma.. tadi di sekolahku ada ujian matematika lho" ucap Cinta.


"Oh ya? Trus kamu dapat nilai berapa sayang?" tanya Mama Cinta.


"Seratus donk" jawab Cinta bangga.


"Itu baru anak Papa" sambut Papa Cinta dengan suka cita.


"Kita mau kemana nih Pa? Kok gak arah jalan pulang?" tanya Cinta pada Papa nya. Karena Papanya menyetir mobil bukan menuju arah rumah mereka.


"Kita mau jemput Kak Amel kuliah. Kasihan kalau dia pulang sendirian, udah mau hujan nih. Tuh lihat langit udah gelap banget, pasti sebentar lagi akan turun hujan deras ini" jawab Papa Cinta.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menunju kampus Amelia tapi tak berapa lama kemudian hujan turun dengan derasnya membuat jalanan tidak jelas terlihat.


"Pa hati - hati, pelan - pelan aja. Hujannya deras banget" pesan Mama Cinta.


"Iya Ma, Papa udah hati - hati kok" sambut Papa Cinta.


"Apa kita berhenti aja Pa, hujannya deras banget. Mama takut Papa gak bisa lihat jalan dengan jelas" ucap Mama Cinta.


"Bisa Ma, Papa masih bisa lihat jalan kok dengan jelas. Kalau kita berhenti kasihan Amel menunggu lama. Mana udah gelap lagi, bahaya kalau dia sendirian di kampus" jawab Papa Cinta.


Tak lama kemudian mereka melintasi jalanan yang terdapat banyak belokan. Sambil meraba - raba mobil berjalan dengan pelan tapi tiba - tiba saja dari arah berlawanan melaju mobil dengan kecepatan tinggi.


Lampu mobil sangat membuat mata Cinta dan kadua orang tuanya silau. Hingga terjadi benturan yang sangat kuat. Mobil Cinta terpelanting jauh dari lokasi kejadian tabrakan.


Braaak.......


"Papaaaaaaaaaaaaaaa.... " teriak Cinta saat terbangun. Keringat membasahi kepala dan seluruh tubuh Cinta.


"Astagfirullah... mimpi itu lagi... " ucap Cinta saat dia terbangun.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2